ARTIKEL PELAJARAN 14

Apakah Saudara Melaksanakan Pelayanan Saudara Sepenuhnya?

Apakah Saudara Melaksanakan Pelayanan Saudara Sepenuhnya?

”Teruslah beritakan kabar baik, dan laksanakan pelayananmu sepenuhnya.”​—2 TIM. 4:5, catatan kaki.

NYANYIAN 142 Mengabar kepada Segala Macam Orang

YANG DIBAHAS *

Setelah dibangkitkan, Yesus menemui murid-muridnya dan memerintahkan, ”Pergilah dan buatlah orang-orang . . . menjadi muridku.” (Lihat paragraf 1)

1. Apa yang hamba-hamba Allah ingin lakukan, dan mengapa? (Lihat gambar sampul.)

YESUS KRISTUS memerintahkan para pengikutnya, ”Pergilah dan buatlah orang-orang dari segala bangsa menjadi muridku.” (Mat. 28:19) Semua hamba Allah yang setia ingin mengetahui caranya mereka bisa melaksanakan sepenuhnya pelayanan yang ditugaskan kepada mereka. (2 Tim. 4:5) Ini adalah pekerjaan yang lebih penting, lebih bermakna, dan lebih mendesak daripada pekerjaan lain. Jadi, kita ingin menggunakan sebanyak-banyaknya waktu dalam pelayanan. Tapi kadang, itu sulit untuk dilakukan.

2. Apa saja tantangan yang kita hadapi saat melaksanakan pelayanan?

2 Ada banyak kegiatan penting lain yang menguras waktu dan tenaga kita. Kita mungkin harus bekerja seharian untuk memenuhi kebutuhan kita dan keluarga. Selain itu, kita bisa jadi punya tanggung jawab lain dalam keluarga atau mungkin menderita penyakit, depresi, atau masalah karena usia tua. Bagaimana kita bisa melaksanakan pelayanan kita sepenuhnya saat kita menghadapi berbagai tantangan tadi?

3. Apa yang bisa kita simpulkan dari kata-kata Yesus di Matius 13:23?

3 Yehuwa sangat menghargai apa pun yang kita lakukan untuk melayani Dia asalkan kita melakukan yang terbaik. (Ibr. 6:10-12) Yesus juga tahu bahwa jumlah waktu dan tenaga yang digunakan setiap orang untuk mengabar tidaklah sama. (Baca Matius 13:23.) Jadi, kalau kita tidak bisa menggunakan banyak waktu untuk melayani Yehuwa karena keadaan kita, kita tidak perlu kecil hati. Tapi, kita mungkin merasa bahwa kita sebenarnya masih bisa berbuat lebih banyak dalam pelayanan. Di artikel ini, kita akan membahas bagaimana kita bisa menomorsatukan pelayanan dalam hidup kita, menjaga hidup tetap sederhana, dan meningkatkan keterampilan mengabar dan mengajar. Tapi pertama-tama, mari kita bahas apa artinya melaksanakan pelayanan kita sepenuhnya.

4. Apa artinya melaksanakan pelayanan kita sepenuhnya?

4 Singkatnya, melaksanakan pelayanan kita sepenuhnya berarti mengabar dan mengajar dengan sebisa-bisanya. Tapi itu bukan hanya soal jumlah waktu yang kita gunakan. Bagi Yehuwa, yang juga penting adalah alasan kita melakukan pelayanan. Kita melakukan pelayanan * dengan sepenuh hati karena kita mengasihi Yehuwa dan sesama. (Mrk. 12:30, 31; Kol. 3:23) Melayani Allah dengan sepenuh hati berarti menggunakan kekuatan dan tenaga kita dengan sebaik-baiknya untuk melayani Dia. Kalau kita mengerti bahwa mengabar itu suatu kehormatan, kita akan sebisa-bisanya mengabar kepada sebanyak mungkin orang.

5-6. Apakah seseorang yang tidak punya banyak waktu bisa menikmati pelayanan? Berikan gambaran.

5 Bayangkan seorang anak muda yang hobi bermain gitar. Dia senang bermain gitar kapan pun ada kesempatan. Lalu, dia mendapat pekerjaan untuk bermain gitar di sebuah kafe pada akhir pekan. Tapi, gajinya sebagai pemain gitar tidak cukup untuk menutupi seluruh pengeluarannya. Jadi, hari Senin sampai Jumat, dia bekerja sebagai kasir di sebuah toko. Meski sebagian besar waktunya dia gunakan untuk bekerja di situ, hatinya tetap di musik. Setiap ada kesempatan bermain musik, meski hanya sebentar, dia sangat menikmatinya. Dia ingin semakin terampil bermain musik dan menjadi musisi sepenuh waktu.

6 Sama seperti itu, Saudara mungkin tidak bisa menggunakan banyak waktu untuk mengabar. Tapi, Saudara sangat menyukai pekerjaan itu. Saudara berupaya meningkatkan kemampuan Saudara untuk menyentuh hati orang-orang dengan kabar baik. Tapi, karena ada banyak hal yang harus Saudara kerjakan, Saudara mungkin bertanya-tanya bagaimana Saudara bisa menomorsatukan pelayanan Saudara.

BAGAIMANA KITA BISA MENOMORSATUKAN PELAYANAN KITA

7-8. (a) Bagaimana sikap Yesus terhadap pelayanan? (b) Bagaimana kita bisa meniru Yesus?

7 Yesus adalah teladan yang luar biasa dalam menomorsatukan pelayanan. Memberitakan Kerajaan Allah adalah hal yang terpenting dalam hidupnya. (Yoh. 4:34, 35) Dia berjalan ratusan kilometer untuk mengabar kepada sebanyak mungkin orang. Dia memanfaatkan setiap kesempatan untuk mengabar di tempat umum atau dari rumah ke rumah. Semua hal yang Yesus lakukan berhubungan dengan pelayanannya.

8 Kita bisa meniru Kristus dengan mencari kesempatan untuk menyampaikan kabar baik di mana pun dan kapan pun kita bisa. Kita rela mengorbankan kenyamanan kita demi mendukung pekerjaan pengabaran. (Mrk. 6:31-34; 1 Ptr. 2:21) Di sidang, ada yang bisa melayani sebagai perintis istimewa, perintis biasa, atau perintis ekstra. Ada juga yang mempelajari bahasa lain atau pindah ke daerah yang membutuhkan lebih banyak penyiar. Tapi, sebagian besar pekerjaan pengabaran dilakukan oleh para penyiar, yang tidak bisa melakukan semua itu namun berupaya sebisa-bisanya untuk mengabar. Tidak soal keadaan kita, Yehuwa tidak menuntut lebih banyak daripada yang bisa kita lakukan. Dia ingin kita semua dengan bersukacita menyampaikan ”kabar baik yang mulia dari Allah yang bahagia”.​—1 Tim. 1:11; Ul. 30:11.

9. (a) Bagaimana Paulus menomorsatukan pelayanan meski dia harus mencari nafkah? (b) Berdasarkan Kisah 28:16, 30, 31, bagaimana sikap Paulus terhadap pelayanannya?

9 Rasul Paulus juga memberikan teladan dalam menomorsatukan pelayanan. Saat dia melakukan perjalanan utusan injilnya yang kedua, dia kekurangan uang dan harus bekerja membuat kemah di Korintus. Tapi, Paulus tidak menganggap itu sebagai pekerjaan terpenting. Dia bekerja untuk membiayai pelayanannya supaya dia bisa memberitakan kabar baik di Korintus ”tanpa dibayar”. (2 Kor. 11:7) Walaupun Paulus harus bekerja membuat kemah, dia terus menomorsatukan pelayanannya dan mengabar setiap hari Sabat. Setelah keadaan keuangannya membaik, Paulus bisa lebih sering mengabar. Dia ”mulai sibuk memberitakan firman. Dia bersaksi kepada orang Yahudi untuk membuktikan bahwa Yesus adalah Kristus”. (Kis. 18:3-5; 2 Kor. 11:9) Belakangan, sewaktu dia menjadi tahanan rumah di Roma selama dua tahun, Paulus menulis surat dan mengabar kepada orang-orang yang mengunjunginya. (Kis. 28:16, 30, 31.) Paulus bertekad untuk tidak membiarkan apa pun membuat dia tersimpangkan dari pelayanan. Dia menulis, ”Karena kami mendapat tugas pelayanan ini . . . , kami tidak menyerah.” (2 Kor. 4:1) Seperti Paulus, walaupun kita harus menggunakan sebagian waktu kita untuk mencari nafkah, kita bisa tetap menomorsatukan pekerjaan Kerajaan.

Ada banyak cara untuk melaksanakan pelayanan kita sepenuhnya (Lihat paragraf 10-11)

10-11. Bagaimana kita bisa melaksanakan pelayanan kita sepenuhnya meski kesehatan kita kurang baik?

10 Para penginjil abad pertama memanfaatkan setiap kesempatan untuk berbicara tentang kebenaran, misalnya dengan mengabar dari rumah ke rumah, di tempat umum, dan secara tidak resmi. Mereka mengabar kepada semua orang yang bisa mereka temui. (Kis. 17:17; 20:20) Kalau kita tidak bisa sering mengabar dari rumah ke rumah karena masalah kesehatan atau usia tua, kita tetap bisa mengabar dengan cara lain. Misalnya, kalau kita tidak bisa banyak berjalan, kita mungkin bisa duduk di tempat umum dan mengabar kepada orang yang lewat. Atau, kita mungkin bisa mengabar secara tidak resmi, menulis surat, atau melakukan kesaksian telepon. Banyak penyiar yang keadaannya sangat terbatas bisa tetap bersukacita dan puas karena melakukan berbagai jenis pengabaran itu.

11 Meski kesehatan Saudara kurang baik, Saudara bisa melaksanakan pelayanan sepenuhnya. Coba ingat kembali teladan Paulus. Dia mengatakan, ”Saya sanggup menghadapi segala sesuatu dengan kekuatan yang saya dapatkan dari Allah.” (Flp. 4:13) Paulus membutuhkan kekuatan seperti itu saat dia jatuh sakit dalam salah satu perjalanannya sebagai utusan injil. Dia mengatakan kepada orang-orang di Galatia, ”Karena penyakit saya, saya berkesempatan memberitakan kabar baik kepada kalian untuk pertama kalinya.” (Gal. 4:13) Sama seperti itu, saat Saudara sakit, Saudara mungkin bisa memanfaatkan keadaan itu untuk mengabar, misalnya kepada dokter, perawat, atau orang lain yang membantu merawat Saudara. Orang-orang ini biasanya tidak bisa kita temui saat mengabar dari rumah ke rumah karena mereka sedang bekerja.

BAGAIMANA KITA BISA TETAP HIDUP SEDERHANA

12. Apa maksudnya menjaga mata Saudara tetap fokus?

12 Yesus mengatakan, ”Mata adalah lampu bagi tubuh. Jadi kalau matamu fokus [atau ”sederhana”, catatan kaki], seluruh tubuhmu akan terang.” (Mat. 6:22) Apa maksudnya? Yesus memaksudkan bahwa kita perlu tetap hidup sederhana atau berfokus pada tujuan tertentu, tanpa tersimpangkan. Yesus sendiri menjadi teladan untuk kita. Dia tetap berfokus pada pelayanan, dan dia mengajar para muridnya untuk tetap berfokus melayani Yehuwa dan berfokus pada Kerajaan-Nya. Kita bisa meniru teladan Yesus dengan menomorsatukan pengabaran dalam hidup kita. Kita perlu ’mengutamakan Kerajaan dan hal-hal yang benar menurut Allah’.​—Mat. 6:33.

13. Apa yang bisa membantu kita berfokus pada pelayanan kita?

13 Salah satu cara untuk berfokus pada pelayanan adalah dengan tetap hidup sederhana. Dengan begitu, kita bisa menggunakan lebih banyak waktu untuk membantu orang mengenal dan mengasihi Yehuwa. * Sebagai contoh, apakah kita bisa mengurangi waktu kerja kita supaya kita bisa lebih sering mengabar di hari kerja? Bisakah kita mengurangi beberapa kegiatan rekreasi yang menyita banyak waktu?

14. Perubahan apa saja yang dilakukan oleh sepasang suami istri agar bisa meningkatkan pelayanan?

14 Coba perhatikan apa yang dilakukan seorang penatua yang bernama Elias dan istrinya. Elias mengatakan, ”Kami tidak bisa langsung merintis, tapi ada beberapa hal yang bisa kami lakukan supaya kami menggunakan lebih banyak waktu dalam pelayanan. Jadi kami pelan-pelan membuat penyesuaian agar bisa meningkatkan pelayanan kami. Misalnya, kami mengurangi beberapa pengeluaran. Kami juga menyadari bahwa kami terlalu banyak melakukan rekreasi, jadi kami menguranginya. Selain itu, kami meminta perubahan waktu kerja dari majikan kami. Hasilnya, kami bisa mengabar di sore hari, memandu lebih banyak pelajaran Alkitab, dan bahkan bisa ikut mengabar di tengah pekan dua kali sebulan. Kami senang sekali!”

CARA MENINGKATKAN KETERAMPILAN MENGABAR DAN MENGAJAR

Kalau kita menerapkan apa yang kita pelajari di perhimpunan tengah pekan, kita akan semakin terampil mengabar dan mengajar (Lihat paragraf 15-16) *

15. Seperti yang disebutkan di 1 Timotius 4:13, 15, apa cara lain untuk melaksanakan pelayanan kita sepenuhnya?

15 Cara lain untuk melaksanakan pelayanan kita sepenuhnya adalah dengan meningkatkan keterampilan kita dalam mengabar. Orang-orang yang bekerja dalam beberapa bidang tertentu harus terus mengikuti pelatihan supaya pengetahuan dan keahlian mereka meningkat. Sebagai penyiar, kita juga seperti itu. Kita harus terus belajar agar semakin terampil dalam pelayanan.​—Ams. 1:5; baca 1 Timotius 4:13, 15.

16. Bagaimana kita bisa terus meningkatkan keterampilan kita dalam pelayanan? (Lihat juga kotak ” Hal-Hal yang Bisa Saya Upayakan Agar Bisa Melaksanakan Pelayanan Sepenuhnya”.)

16 Bagaimana kita bisa terus meningkatkan keterampilan kita dalam pelayanan? Kita perlu memperhatikan baik-baik petunjuk yang kita terima setiap minggu dalam Perhimpunan Pelayanan dan Kehidupan Kristen. Perhimpunan ini memberi kita pelatihan yang sangat berguna agar kita bisa semakin terampil dalam pelayanan. Sebagai contoh, saat ketua memberikan nasihat untuk siswa yang mendapat tugas, kita bisa belajar hal-hal berguna untuk kita sendiri. Hal-hal yang kita pelajari itu bisa langsung kita terapkan saat mengabar. Selain itu, kita bisa meminta bantuan pengawas kelompok dinas lapangan kita. Kita juga bisa berdinas dengannya atau dengan penyiar lain yang berpengalaman, perintis, atau pengawas wilayah. Kalau kita semakin terampil menggunakan seluruh Alat Bantu Pengajaran, kita akan semakin senang mengabar dan mengajar.

 

17. Apa yang akan Saudara rasakan kalau Saudara melaksanakan pelayanan sepenuhnya?

17 Yehuwa ingin kita menjadi ’rekan sekerja-Nya’. (1 Kor. 3:9) Itu sungguh suatu kehormatan! Kalau Saudara ”memastikan hal-hal mana yang lebih penting” dan berfokus pada pelayanan, Saudara akan ’melayani Yehuwa dengan gembira’. (Flp. 1:10; Mz. 100:2) Sebagai salah seorang hamba Allah, Saudara bisa yakin bahwa Dia akan memberi Saudara kekuatan untuk melaksanakan pelayanan Saudara, tidak soal apa kesulitan atau keterbatasan yang mungkin Saudara miliki. (2 Kor. 4:1, 7; 6:4) Selain itu, tidak soal seberapa banyak waktu yang bisa Saudara gunakan untuk mengabar, Saudara ”akan bergembira” kalau Saudara sepenuh hati dalam pelayanan. (Gal. 6:4) Dengan melaksanakan pelayanan Saudara sepenuhnya, Saudara menunjukkan bahwa Saudara mengasihi Yehuwa dan sesama. Alkitab mengatakan, ”Dengan begitu, kamu akan menyelamatkan dirimu dan orang-orang yang mendengarkan kamu.”​—1 Tim. 4:16.

NYANYIAN 141 Mencari Orang yang Cinta Damai

^ par. 5 Kita diperintahkan untuk memberitakan kabar baik tentang Kerajaan Allah dan untuk membuat murid. Artikel ini membahas bagaimana kita bisa melaksanakan pelayanan kita sepenuhnya, meski kita menghadapi banyak kesulitan. Kita juga akan belajar bagaimana kita bisa semakin terampil dalam pelayanan dan lebih menikmatinya.

^ par. 4 PENJELASAN: Pelayanan kita mencakup berbagai hal yang berhubungan dengan mengabar dan mengajar, membangun dan merawat bangunan yang digunakan organisasi, dan memberikan bantuan kemanusiaan setelah bencana.​—2 Kor. 5:18, 19; 8:4.

^ par. 13 Lihat tujuh cara di kotak ”Cara Menyederhanakan Hidup Saudara” di Menara Pengawal Juli 2016, hlm. 10.

^ par. 63 KETERANGAN GAMBAR: Di perhimpunan tengah pekan, seorang saudari mendapat tugas pertunjukan kunjungan kembali. Setelah itu, sewaktu ketua memberikan nasihat, dia mencatatnya di brosur Mengajar miliknya. Dalam pelayanan di akhir pekan, dia menerapkan apa yang dia pelajari.