Langsung ke konten

Langsung ke menu sekunder

Langsung ke daftar isi

Saksi-Saksi Yehuwa

Indonesia

Menara Pengawal  |  September 2015

 TOPIK UTAMA | SIAPAKAH SAKSI-SAKSI YEHUWA?

Apa yang Dipercayai Saksi-Saksi Yehuwa?

Apa yang Dipercayai Saksi-Saksi Yehuwa?

Saksi-Saksi Yehuwa percaya bahwa ”segenap Tulisan Kudus diilhamkan Allah dan bermanfaat”. (2 Timotius 3:16) Kami menggunakan Alkitab sebagai panduan praktis untuk mengenal Sang Pencipta dan agar memiliki kehidupan yang bermakna.

Alkitab mengatakan, ”Agar mereka tahu bahwa engkau, yang bernama Yehuwa, Engkau sajalah Yang Mahatinggi atas seluruh bumi.” (Mazmur 83:18) * Jadi, kami hanya menyembah Allah Yehuwa dan sebagai Saksi-Saksi-Nya, kami berusaha membuat nama-Nya diketahui.Yesaya 43:10-12.

Sebagai orang Kristen, kami percaya bahwa Yesus, ”Putra Allah”, * datang ke bumi dan menjadi Mesias. (Yohanes 1:34, 41; 4:25, 26) Setelah kematiannya, Yesus dibangkitkan ke surga. (1 Korintus 15:3, 4) Belakangan, dia menjadi Raja dari Kerajaan Allah. (Penyingkapan 11:15) Kerajaan itu adalah pemerintahan yang benar-benar ada dan akan mengubah bumi menjadi Firdaus. (Daniel 2:44) ”Orang-orang yang lembut hati akan memiliki bumi, dan mereka akan benar-benar mendapatkan kesenangan yang besar atas limpahnya kedamaian,” kata Alkitab.Mazmur 37:11, 29.

”Ketika membaca Alkitab, mereka percaya bahwa Allah sedang berbicara kepada mereka. Setiap ada masalah dalam kehidupan, mereka menggunakan Firman Allah untuk mencari solusi. . . . Bagi mereka, Firman Allah itu masih hidup.”—Pemimpin agama Katolik Benjamin Cherayath, surat kabar Münsterländische Volkszeitung, Jerman

Saksi-Saksi Yehuwa percaya bahwa prinsip Alkitab bermanfaat, bahkan bagi kita sekarang. (Yesaya 48:17, 18) Jadi, kami mengikuti prinsip-prinsipnya. Contohnya, Alkitab memperingatkan kita untuk menghindari praktek yang dapat mengotori pikiran dan tubuh, maka kami tidak merokok atau menyalahgunakan narkoba. (2 Korintus 7:1) Kami juga menghindari perbuatan yang dengan jelas dilarang Alkitab, seperti bermabuk-mabukan, amoralitas seksual, dan pencurian.1 Korintus 6:9-11.

^ par. 4 Banyak terjemahan Alkitab Indonesia menggunakan gelar ”TUHAN” untuk nama Allah dan tidak menggunakan nama Yehuwa. Mengapa itu dilakukan? Jawabannya bisa dilihat di buku Apa yang Sebenarnya Alkitab Ajarkan? halaman 195, yang diterbitkan oleh Saksi-Saksi Yehuwa dan tersedia di www.jw.org/id.

^ par. 5 Alkitab juga menyebut Yesus sebagai ”satu-satunya Putra Allah yang diperanakkan” karena ia ciptaan yang pertama dan hanya dia yang langsung diciptakan oleh Yehuwa.Yohanes 3:18; Kolose 1:13-15.