Langsung ke konten

Langsung ke menu sekunder

Langsung ke daftar isi

Saksi-Saksi Yehuwa

Indonesia

Menara Pengawal  |  Februari 2015

 SEBUAH PERCAKAPAN

Apakah Alkitab Berguna?

Apakah Alkitab Berguna?

Berikut ini adalah contoh percakapan dengan seorang Saksi Yehuwa. Katakanlah Saksi bernama Brian berbicara kepada seorang pria bernama Eric.

ALKITAB—BUKU SEJARAH

Eric: Maaf, Pak, kalau urusan agama, saya tidak tertarik. Ke orang lain saja ya.

Brian: Begitu ya. Kenalkan dulu, saya Brian. Kamu?

Eric: Eric.

Brian: Kalau boleh tahu, apa dari kecil kamu tidak tertarik dengan agama?

Eric: Dulu sih saya rajin ibadah waktu masih tinggal sama orang tua. Tapi waktu kuliah, saya mulai tidak pikirkan agama.

Brian: Kamu kuliah jurusan apa?

Eric: Ilmu sosial dan sejarah. Saya suka banget belajar perkembangan sejarah manusia.

Brian: Sejarah memang menarik ya. Sebenarnya, Alkitab itu buku sejarah. Kamu pernah pakai Alkitab untuk bahan penelitian?

Eric: Belum. Setahu saya, Alkitab cuma buku bagus, bukan buku sejarah.

Brian: Sepertinya kamu orangnya terbuka. Kalau kamu ada waktu sebentar, saya bisa tunjukkan contoh-contoh sejarah di Alkitab.

Eric: Boleh, tapi saya tidak bawa Alkitab.

Brian: Pakai Alkitab saya saja. Yang pertama ada di 1 Tawarikh pasal 29, ayat 26 dan 27. ”Mengenai Daud putra Isai, ia memerintah atas seluruh Israel; dan masa pemerintahannya atas Israel berlangsung selama empat puluh tahun. Di Hebron ia memerintah selama tujuh tahun, dan di Yerusalem ia memerintah selama tiga puluh tiga tahun.”

Eric: Terus, apa hubungannya dengan sejarah?

Brian: Ada yang bilang Raja Daud tidak benar-benar ada.

Eric: Kenapa?

Brian: Dulu, selain di Alkitab, belum ada banyak bukti kalau Daud itu memang ada. Tapi tahun 1993, ditemukan batu kuno yang bertuliskan ”Rumah Daud”.

Eric: Ooh.

Brian: Ada lagi yang bilang kalau Pontius Pilatus, gubernur di zaman Yesus, sebenarnya tidak ada. Nama Pontius Pilatus ini disebutkan di Lukas 3 ayat 1, bersama nama para pejabat lain di zaman itu. Coba kamu lihat.

Eric: Oh iya. Di sini ditulis bahwa ”Pontius Pilatus menjadi gubernur Yudea, dan Herodes menjadi penguasa distrik Galilea”.

Brian: Betul. Dulu, para pakar tidak percaya kalau Pontius Pilatus itu pernah ada. Tapi  sekitar 50 tahun yang lalu, ditemukan sebuah batu di Timur Tengah yang ada pahatan nama Pilatus-nya.

Eric: Hmmm. Saya baru tahu.

Brian: Jadi jelas Alkitab itu buku sejarah.

Eric: Sejujurnya dari dulu saya tahu Alkitab itu buku bagus. Tapi, Alkitab tidak ada hubungannya dengan zaman kita. Kalaupun isinya sejarah, sepertinya tidak ada gunanya buat kita sekarang.

ALKITAB—BUKU LAMA YANG TIDAK KETINGGALAN ZAMAN

Brian: Banyak orang punya pendapat seperti itu. Tapi pendapat saya beda. Dari dulu kebutuhan dasar manusia selalu sama: makanan, pakaian, tempat tinggal. Kita juga perlu bergaul, dan ingin punya keluarga bahagia. Iya kan?

Eric: Iya.

Brian: Alkitab justru bisa bantu kita dalam hal-hal itu. Alkitab memang buku lama, tapi tidak ketinggalan zaman.

Eric: Maksudnya?

Brian: Nasihat-nasihat di Alkitab, walaupun ditulis zaman dulu, masih berguna buat kita.

Walaupun ditulis zaman dulu, nasihat-nasihat di Alkitab masih berguna buat kita

Eric: Gunanya?

Brian: Alkitab kasih tahu caranya seimbang soal uang, punya keluarga bahagia, dan jadi teman yang baik. Boleh dibilang Alkitab itu pedoman hidup. Misalnya, untuk jadi suami atau kepala keluarga yang baik itu susah kan?

Eric: Iya, betul! Kalau itu saya setuju. Saya sudah setahun menikah, tapi kadang-kadang sulit sepakat sama istri.

Brian: Nah, Alkitab punya nasihat soal itu. Coba kita lihat Efesus pasal 5. Kita baca ayat 22, 23, dan 28. Boleh tolong baca?

Eric: ”Hendaklah istri-istri tunduk kepada suami mereka sebagaimana kepada Tuan, karena suami adalah kepala atas istrinya sebagaimana Kristus juga adalah kepala atas sidang jemaat, karena ia adalah juru selamat tubuh ini.” Ayat 28: ”Dengan cara inilah suami-suami harus mengasihi istri mereka seperti tubuh mereka sendiri. Ia yang mengasihi istrinya mengasihi dirinya sendiri.”

Brian: Terima kasih. Kalau suami dan istri ikuti nasihat ini, pasti mereka lebih akur kan?

Eric: Betul. Tapi, prakteknya kan susah.

Brian: Memang, tidak ada orang yang sempurna. Makanya, di pasal ini juga dibilang kita harus masuk akal. * Artinya, suami-istri harus mau mengalah. Saya dan istri saya banyak terbantu dengan nasihat Alkitab ini.

Eric: Iya juga ya.

Brian: Saksi-Saksi Yehuwa punya situs Web. Di situ ada banyak artikel bagus soal perkawinan dan keluarga. Kalau kamu punya waktu sebentar, saya mau tunjukkan salah satunya.

Eric: Boleh.

Brian: Nama situsnya www.jw.org/id. Ini halaman utamanya.

Eric: Gambarnya bagus-bagus.

Brian: Ini foto Saksi-Saksi Yehuwa yang lagi menginjil di seluruh dunia. Kita buka yang ini, ”Tips bagi Suami Istri dan Orang Tua”. Di sini, ada macam-macam artikel. Ada yang menarik?

 Eric: Yang ini. ”Mengatasi Problem Perkawinan Anda.” Kayaknya ini cocok buat saya.

Brian: Di artikel ini ada empat langkah mengatasi problem. Coba lihat paragraf ini. Mau baca?

Eric: ”Jika komunikasi ibarat darah-kehidupan perkawinan, kasih serta respek adalah jantung dan paru-paru hubungan tersebut.” Hmm, ilustrasinya cocok.

Brian: Iya. Di sini ada ayat Alkitab-nya. Kita bisa tap di sini untuk lihat isinya.

Eric: Efesus 5:33. ”Hendaklah kamu masing-masing secara perorangan juga mengasihi istrinya seperti dirinya sendiri; sebaliknya, istri harus memiliki respek yang dalam kepada suaminya.”

Brian: Jadi setiap orang perlu memberi apa yang dia sendiri ingin dapatkan.

Eric: Maksud Bapak?

Brian: Nah, umumnya suami ingin dihormati dan istri ingin merasa disayangi. Iya kan?

Eric: Ya. Setuju.

Brian: Kalau suami sering menunjukkan rasa sayangnya ke istri, istri pasti akan lebih mudah menghormati dia kan?

Eric: Masuk akal juga.

Brian: Jadi, walaupun sudah ditulis hampir 2.000 tahun yang lalu, ayat ini masih berguna untuk suami maupun istri. Kalau suami istri ikuti nasihat itu, seperti ilustrasi tadi, ”jantung dan paru-paru” perkawinan mereka akan tetap sehat.

Eric: Ternyata Alkitab memang berguna ya.

Brian: Setuju. Nanti saya ingin ketemu kamu lagi di sini untuk tahu pendapat kamu soal bagian ini, ”Empat Langkah untuk Mengatasi Problem”, di artikel yang sama di situs kami ini. *

Eric: Oke. Nanti saya ajak istri saya baca sama-sama artikel itu.

Adakah topik Alkitab yang belum jelas bagi Anda? Apakah Anda ingin mengetahui kepercayaan atau ibadat Saksi-Saksi Yehuwa? Kalau begitu, jangan ragu untuk bertanya kepada mereka. Mereka akan senang membahasnya dengan Anda.

^ par. 61 Untuk keterangan lebih lanjut, lihat pasal 14 buku Apa yang Sebenarnya Alkitab Ajarkan? yang diterbitkan Saksi-Saksi Yehuwa.