Langsung ke konten

Langsung ke menu sekunder

Langsung ke daftar isi

Saksi-Saksi Yehuwa

Indonesia

Menara Pengawal  |  Januari 2015

Tahukah Anda?

Tahukah Anda?

Apa arti ”sida-sida” dalam Alkitab?

Gambar timbul sida-sida Asiria

Itu kadang memaksudkan pria yang dikebiri, atau orang kasim. Pada zaman Alkitab, ada pria yang dikebiri sebagai hukuman atau sewaktu ditawan atau dijadikan budak. Pria-pria tepercaya yang sudah dikebiri mengawasi kediaman para wanita, atau harem, di istana raja. Misalnya, sida-sida Hegai dan Syaasgaz melayani sebagai penjaga para istri dan gundik Raja Ahasweros dari Persia, yang mungkin adalah Xerxes I.Ester 2:3, 14.

Tapi, tidak semua sida-sida yang disebut dalam Alkitab benar-benar dikebiri. Beberapa pakar berkata bahwa sida-sida juga bisa berarti pejabat yang bertugas di istana raja. Yang termasuk sida-sida seperti itu tampaknya adalah Ebed-melekh, rekan Yeremia, dan orang Etiopia yang tidak disebutkan namanya yang diinjili Filipus. Ebed-melekh pasti pejabat yang pangkatnya tinggi, karena dia bisa bertemu langsung dengan Raja Zedekia. (Yeremia 38:7, 8) Dan orang Etiopia itu disebut sebagai bendahara kerajaan yang ”pergi ke Yerusalem untuk beribadat”.Kisah 8:27.

Mengapa gembala pada zaman Alkitab memisahkan domba dari kambing?

Sewaktu menjelaskan tentang penghakiman yang akan datang, Yesus berkata, ”Apabila Putra manusia tiba dalam kemuliaannya, . . . ia akan memisahkan orang, yang satu dari yang lain, sama seperti seorang gembala memisahkan domba dari kambing.” (Matius 25:31, 32) Mengapa para gembala memisahkan binatang-binatang ini?

Biasanya, domba dan kambing dibiarkan merumput bersama pada siang hari. Di malam hari, mereka dikumpulkan ke kandang agar terlindung dari binatang liar, pencuri, dan cuaca dingin. (Kejadian 30:32, 33; 31:38-40) Dua jenis binatang ini ditempatkan di kandang terpisah supaya domba yang penurut, khususnya yang betina dan yang masih kecil, tidak dilukai oleh kambing yang beringas. Para gembala juga memisahkan domba dari kambing pada waktu akan ”dikawinkan, diperah, dan dipangkas”, kata buku All Things in the Bible. Jadi dalam perumpamaannya, Yesus menggunakan kebiasaan dan gambaran yang dikenal baik oleh para pendengarnya yang tinggal di lingkungan pedesaan Israel kuno.