Langsung ke konten

Langsung ke menu sekunder

Langsung ke daftar isi

Saksi-Saksi Yehuwa

Indonesia

Menara Pengawal  |  Juni 2014

 TOPIK UTAMA | PANDANGAN ALLAH TENTANG MEROKOK

Bagaimana Pandangan Allah Soal Merokok?

Bagaimana Pandangan Allah Soal Merokok?

Naoko, yang disebutkan di artikel pembuka, berkata tentang keberhasilannya berhenti merokok, ”Saya bisa mengubah hidup saya karena mengetahui kebenaran tentang sifat dan kehendak Allah.” Ia mempelajarinya dari Alkitab. Meski tidak pernah menyebut kata tembakau, Alkitab membantu kita mengetahui pandangan Allah tentang merokok. * Banyak orang tergerak untuk menolak atau berhenti merokok karena memiliki pengetahuan itu. (2 Timotius 3:16, 17) Mari kita perhatikan tiga bahaya merokok dan apa yang Alkitab katakan tentang hal itu.

MEROKOK BIKIN KETAGIHAN

Tembakau mengandung nikotin, salah satu zat yang paling bikin ketagihan. Nikotin bisa berfungsi sebagai perangsang sekaligus penenang. Saat merokok, zat nikotin terus-menerus masuk ke otak dengan cepat. Satu isap rokok mengandung satu dosis nikotin. Jadi, mengisap sebungkus rokok sehari sama dengan memasukkan kira-kira 200 dosis nikotin per hari. Dosis yang sangat besar dibanding penggunaan narkoba lainnya. Penggunaan yang sering dengan dosis sebesar itu membuat nikotin sangat bikin ketagihan. Begitu ketagihan, seseorang akan tersiksa jika tidak merokok.

”Kamu adalah budaknya karena kamu menaati dia.”Roma 6:16

Bisakah Anda benar-benar menaati Allah jika masih diperbudak rokok?

Alkitab membantu kita memiliki pandangan yang benar tentang hal ini dengan berkata, ”Tidak tahukah kamu bahwa jika kamu terus menyerahkan dirimu kepada siapa pun sebagai budak untuk menaati dia, kamu adalah budaknya karena kamu menaati dia?” (Roma 6:16) Bila cara berpikir dan tindakan seseorang dikendalikan oleh hasratnya akan rokok, ia menjadi budak dari kebiasaan yang buruk. Namun, Allah, yang bernama Yehuwa, ingin agar kita bebas dari kebiasaan yang bisa mencemari tubuh maupun roh, atau mental, kita. (Mazmur 83:18; 2 Korintus 7:1) Jadi, seraya seseorang semakin menghargai dan merespek Yehuwa, ia sadar bahwa Yehuwa layak mendapat yang terbaik dan bahwa ia tidak bisa memberi yang terbaik selama masih menjadi budak kebiasaan yang mematikan. Kesadaran akan hal ini bisa membantu seseorang melawan keinginan yang salah.

Olaf, yang tinggal di Jerman, berhasil mengatasi kecanduan merokok yang ia mulai sejak usia 12 dan berlangsung selama 16 tahun. Tadinya, ia pikir mengisap sebatang rokok tidaklah berbahaya. Tapi, lama-kelamaan ia menjadi sangat kecanduan. Ia mengatakan, ”Sekali waktu saya kehabisan rokok, saking frustrasi, saya kumpulkan semua puntung rokok dari asbak, mengorek sisa tembakaunya, lalu melintingnya dengan kertas koran. Kalau dipikir-pikir, itu sangat memalukan.” Bagaimana ia bisa menghentikan kecanduannya? ”Kuncinya adalah hasrat untuk menyenangkan Yehuwa,” katanya.  ”Kasih Yehuwa atas manusia dan harapan yang Ia sediakan memberi saya kekuatan untuk menghentikan kecanduan ini selamanya.”

MEROKOK MERUSAK TUBUH

”Merokok . . . telah terbukti secara ilmiah bisa membahayakan hampir setiap organ tubuh dan meningkatkan angka rata-rata orang yang sakit dan angka rata-rata orang yang mati,” lapor The Tobacco Atlas. Semua orang tahu bahwa merokok menyebabkan penyakit tak menular seperti kanker, penyakit liver, dan paru-paru. Tapi, menurut Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), merokok juga adalah penyebab utama kematian akibat penyakit menular, seperti tuberkulosis.

”Engkau harus mengasihi Yehuwa, Allahmu, dengan segenap hatimu dan dengan segenap jiwamu dan dengan segenap pikiranmu.”Matius 22:37

Apakah Anda menunjukkan kasih dan respek kepada Allah jika Anda menuruti kebiasaan yang mencemari tubuh pemberian-Nya?

Melalui Firman-Nya, Alkitab, Allah Yehuwa mengajar kita untuk memiliki pandangan yang benar tentang kehidupan, tubuh, dan kesanggupan kita. Putra-Nya, Yesus, berkata, ”Engkau harus mengasihi Yehuwa, Allahmu, dengan segenap hatimu dan dengan segenap jiwamu dan dengan segenap pikiranmu.” (Matius 22:37) Jelaslah, Allah ingin kita menggunakan kehidupan dan tubuh kita dengan cara yang baik dan terhormat. Seraya belajar tentang Yehuwa dan janji-Nya, kita pun mengasihi dan menghargai semua yang Ia karuniakan kepada kita. Ini mendorong kita untuk tetap bersih dari segala hal yang bisa mencemari tubuh kita.

Jayavanth, seorang dokter dari India, kecanduan selama 38 tahun. Ia berkata, ”Saya tahu bahayanya merokok dari jurnal-jurnal kesehatan. Saya tahu itu salah, dan saya menyarankan pasien-pasien saya untuk berhenti. Tapi saya sendiri tidak bisa, meski sudah coba lima atau enam kali.” Apa yang membuat dia akhirnya berhenti? Ia menuturkan, ”Saya berhenti merokok karena belajar Alkitab. Hasrat untuk menyenangkan Yehuwa mendorong saya untuk segera menghentikannya.”

MEROKOK MEMBAHAYAKAN ORANG LAIN

Asap rokok dan asap yang diembuskan perokok itu beracun. Orang yang menghirupnya, atau perokok pasif, bisa terkena kanker dan penyakit lainnya. Setiap tahun, ada 600.000 perokok pasif yang meninggal, kebanyakan di antaranya wanita dan anak-anak. Laporan WHO memperingatkan, ”Tidak ada batas aman menghirup asap rokok.”

”Engkau harus mengasihi sesamamu seperti dirimu sendiri.”Matius 22:39

Apakah Anda memang mengasihi sesama dan keluarga jika Anda membahayakan mereka dengan asap rokok?

 Menurut Yesus, kasih akan sesama, yaitu keluarga, teman, dan orang lain, adalah yang kedua setelah kasih akan Allah. Ia mengatakan, ”Engkau harus mengasihi sesamamu seperti dirimu sendiri.” (Matius 22:39) Jika kita punya kebiasaan yang membahayakan orang-orang di sekitar kita, berarti kita belum mengasihi sesama. Kasih yang tulus menggerakkan kita untuk menaati pengingat Alkitab ini, ”Biarlah masing-masing tidak mencari keuntungan bagi diri sendiri, melainkan bagi orang lain.”1 Korintus 10:24.

Armen, yang tinggal di Armenia, mengenang, ”Keluarga saya memohon-mohon saya berhenti merokok karena mereka kena dampaknya. Tapi, saya tidak mau mengakui kalau itu membahayakan mereka.” Ia menjelaskan apa yang membuatnya berubah, ”Pengetahuan Alkitab dan kasih kepada Yehuwa membantu saya berhenti dan mengakui itu memang berbahaya buat saya juga orang-orang di sekitar saya.”

TAK ADA LAGI ASAP ROKOK!

Pengetahuan Alkitab membantu Olaf, Jayavanth, dan Armen lepas dari kebiasaan yang merusak diri dan orang lain. Mereka berhasil bukan sekadar karena tahu merokok itu berbahaya, tapi karena mereka mengasihi Yehuwa dan ingin membuat-Nya senang. Peranan penting kasih ditandaskan di 1 Yohanes 5:3, ”Inilah arti kasih akan Allah, yaitu bahwa kita menjalankan perintah-perintahnya; meskipun demikian perintah-perintahnya tidak membebani.” Tentu saja, menaati prinsip Alkitab tidak selalu mudah, tapi jika kita sangat mengasihi Allah, kita tidak akan merasa itu terlalu berat.

Melalui kampanye pendidikan sedunia, Allah Yehuwa sekarang membantu jutaan orang terbebas atau terhindar dari perbudakan rokok. (1 Timotius 2:3, 4) Sebentar lagi, Yehuwa akan menggunakan Kerajaan-Nya, yaitu suatu pemerintahan di surga yang dipimpin Putra-Nya Yesus, untuk melenyapkan sistem perdagangan yang tamak yang membuat jutaan orang diperbudak rokok. Ia akan menghapus wabah merokok untuk selamanya dan mengaruniakan tubuh dan pikiran yang sempurna kepada umat manusia yang taat.Yesaya 33:24; Penyingkapan (Wahyu) 19:11, 15.

Jika Anda masih berjuang untuk berhenti merokok, jangan menyerah. Dengan belajar mengasihi Yehuwa dan menerima pandangan-Nya tentang merokok, Anda juga bisa memperoleh dorongan yang Anda perlukan untuk berhasil. Saksi Yehuwa senang memberi Anda bantuan praktis untuk belajar dan menerapkan prinsip Alkitab secara pribadi. Jika Anda menginginkan bantuan Yehuwa untuk bebas dari kecanduan tembakau, yakinlah bahwa Ia akan memberikan kuasa dan kekuatan yang Anda perlukan.Filipi 4:13.

^ par. 3 Merokok di sini memaksudkan mengisap tembakau langsung dari rokok, cerutu, pipa atau bong. Tapi, prinsip yang dibahas juga berlaku untuk tembakau yang dikunyah, disedot, rokok elektrik yang mengandung nikotin, dan sebagainya.