Langsung ke konten

Langsung ke menu sekunder

Langsung ke daftar isi

Saksi-Saksi Yehuwa

Indonesia

Menara Pengawal  |  Mei 2014

 SEBUAH PERCAKAPAN

Apakah Saksi-Saksi Yehuwa Percaya kepada Yesus?

Apakah Saksi-Saksi Yehuwa Percaya kepada Yesus?

Berikut ini adalah contoh percakapan dengan seorang Saksi Yehuwa. Katakanlah Saksi bernama Anthony mendatangi rumah seorang pria bernama Tim.

PERCAYA KEPADA YESUS ITU PENTING

Anthony: Halo, Pak Tim. Bagaimana kabarnya?

Tim: Baik.

Anthony: Hari ini saya bawa majalah Menara Pengawal dan Sedarlah! terbaru. Saya yakin Bapak akan senang membacanya.

Tim: Terima kasih. Saya senang Bapak datang hari ini karena ada yang ingin saya tanyakan.

Anthony: Oh ya, apa itu?

Tim: Saya cerita ke teman kerja saya tentang majalah-majalah dari Bapak, bahwa isinya sangat menarik. Tapi dia bilang, lebih baik saya tidak membacanya karena Saksi Yehuwa itu tidak percaya Yesus. Apa itu benar? Saya bilang sama dia bahwa saya akan tanya kalau Bapak datang lagi.

Anthony: Terima kasih Bapak menanyakannya langsung kepada kami. Itu memang cara terbaik untuk tahu apa yang kami percayai.

Tim: Ya, seharusnya memang begitu.

Anthony: Sebenarnya, Saksi Yehuwa sangat percaya kepada Yesus. Malah menurut kami, beriman kepada Yesus itu penting untuk selamat.

Tim: Saya pikir juga begitu. Tapi, waktu teman saya bilang kalian tidak percaya Yesus, saya jadi ingin tahu. Rasanya, kita belum pernah bahas soal ini.

Anthony: Boleh saya perlihatkan beberapa ayat Alkitab yang menunjukkan pentingnya beriman kepada Yesus? Saksi Yehuwa sering menggunakan ayat-ayat ini dalam pelayanan mereka.

Tim: Boleh.

Anthony: Ayat pertama adalah Yohanes 14:6. Ini adalah kata-kata Yesus sendiri kepada seorang rasulnya. Ayat ini bilang, ”Yesus mengatakan kepadanya, ’Akulah jalan dan kebenaran dan kehidupan. Tidak seorang pun datang kepada Bapak kecuali melalui aku.’” Menurut ayat ini, apa satu-satunya jalan untuk mendekati Allah?

Tim: Melalui Yesus.

Anthony: Benar. Dan, Saksi Yehuwa sangat percaya hal ini. Nah, dari apa yang Bapak ketahui tentang syarat agar doa didengar Allah, doa itu harus disampaikan dengan nama siapa?

Tim: Dengan nama Yesus.

Anthony: Benar sekali. Itu sebabnya, saya selalu berdoa dengan nama Yesus. Semua Saksi Yehuwa juga melakukannya.

Tim: Oh, begitu.

Anthony: Ayat lain yang bisa kita baca adalah Yohanes 3:16. Ayat ini begitu penting sehingga disebut intisarinya Injil. Dengan kata lain, kalau kita bisa meringkaskan semua catatan tentang kehidupan dan pelayanan Yesus di bumi menjadi satu ayat, Yohanes 3:16 inilah ayatnya. Mungkin, Bapak mau bacakan ayat ini?

Tim: Oke. ”Karena Allah begitu mengasihi dunia ini, ia memberikan Putra satu-satunya yang diperanakkan, agar setiap orang yang memperlihatkan  iman akan dia tidak akan dibinasakan melainkan memperoleh kehidupan abadi.”

Anthony: Terima kasih. Apakah Bapak pernah dengar ayat ini?

Tim: Ya, saya sering dengar ayat itu dibacakan di gereja.

Anthony: Ini memang ayat terkenal. Coba kita teliti lagi apa yang Yesus katakan: Karena kasih Allah, manusia bisa menikmati kehidupan kekal. Tapi, hanya jika kita melakukan apa?

Tim: Memperlihatkan iman.

Anthony: Ya. Khususnya iman kepada Putra satu-satunya, Yesus Kristus. Dan, pokok ini, bahwa Yesus membuka jalan menuju kehidupan abadi, tercantum di halaman 2 dari majalah yang saya bawakan untuk Bapak. Dikatakan bahwa tujuan Menara Pengawal adalah untuk ”membina iman akan Yesus Kristus, yang mati agar kita bisa memperoleh kehidupan abadi dan yang sekarang memerintah sebagai Raja Kerajaan Allah”.

Tim: Rupanya majalah kalian sendiri membuktikan bahwa Saksi Yehuwa percaya kepada Yesus.

Anthony: Tepat sekali.

Tim: Jadi, kenapa orang sering bilang bahwa kalian tidak percaya Yesus?

Anthony: Bisa jadi ada beberapa alasan. Misalnya, orang bilang begitu hanya karena mendengarnya dari orang lain. Atau, mungkin pendeta mereka yang mengajarkan hal itu.

Tim: Atau mungkin, karena kalian pakai nama Saksi-Saksi Yehuwa, bukannya Saksi-Saksi Yesus.

Anthony: Mungkin juga.

Tim: Jadi, kenapa kalian sering bicara tentang Yehuwa?

”AKU TELAH MEMBERITAHUKAN NAMAMU”

Anthony: Satu alasannya, kami percaya bahwa menggunakan nama pribadi Allah, Yehuwa, itu penting. Yesus pun melakukan hal yang sama. Perhatikan apa yang Yesus katakan dalam doa kepada Bapaknya. Ini dicatat di Yohanes 17:26. Bisa tolong bacakan ayat ini?

Tim: Oke. ”Aku telah memberitahukan namamu kepada mereka dan akan memberitahukannya, agar kasih yang engkau limpahkan kepadaku ada dalam diri mereka dan aku dalam persatuan dengan mereka.”

Anthony: Terima kasih. Perhatikan, Yesus mengatakan bahwa ia telah memberitahukan nama Allah. Menurut Bapak, kenapa ia melakukannya?

Tim: Hmm. Saya tidak tahu.

Beriman kepada Yesus itu penting untuk selamat

Anthony: Kita bisa memeriksa ayat lain yang menjelaskan hal ini. Ayatnya di Kisah 2:21. Saya bacakan ya, ”Setiap orang yang berseru kepada nama Yehuwa akan diselamatkan.” Nah, menurut Bapak, apakah Yesus tahu persyaratan ini: bahwa untuk selamat kita harus berseru kepada nama Yehuwa?

Tim: Ya, pasti Yesus tahu.

Anthony: Jadi, Yesus memastikan agar para pengikutnya tahu dan menggunakan nama Allah, demi keselamatan mereka. Dan, itu salah satu alasan utama kenapa kami sering berbicara tentang Yehuwa. Kami merasa bahwa memberitahukan nama pribadi Allah dan membantu orang lain berseru kepada nama Allah merupakan hal penting.

Tim: Tapi, sekalipun orang tidak tahu atau tidak menggunakan nama Allah, mereka tetap tahu siapa yang dimaksud saat bicara tentang Allah.

Anthony: Itu mungkin benar. Tapi, dengan memberitahukan nama pribadi-Nya kepada kita, Allah ingin agar kita punya hubungan yang akrab dengan-Nya.

Tim: Maksud Bapak?

 Anthony: Begini, sebenarnya kita tidak perlu tahu nama Musa. Kita bisa mengenalnya hanya sebagai orang yang membelah Laut Merah atau orang yang menerima Sepuluh Perintah. Begitu juga dengan Nuh, kenapa kita perlu tahu namanya? Ia bisa saja disebut sebagai orang yang membuat bahtera dan menyelamatkan keluarganya dan binatang. Yesus Kristus pun sebenarnya cukup dikenal sebagai orang yang datang dari surga dan mati untuk dosa-dosa kita. Benar kan?

Tim: Ya, benar.

Anthony: Tapi, Allah ingin agar kita tahu nama-nama mereka. Dengan mengetahui nama Musa, Nuh, atau Yesus, tokoh-tokoh ini jadi lebih nyata bagi kita sekalipun kita tidak pernah bertemu dengan mereka.

Tim: Saya belum pernah berpikir seperti itu, tapi itu masuk akal!

Anthony: Dan, itu alasan lain kenapa Saksi-Saksi Yehuwa sering menggunakan nama Allah. Kami ingin membantu orang beriman bahwa Allah Yehuwa itu ada dan mereka bisa mendekat kepada-Nya. Pada saat yang sama, kami juga menandaskan pentingnya peranan Yesus untuk menyelamatkan kita. Mungkin kita bisa baca satu ayat lagi yang menjelaskan pokok ini.

Tim: Silakan.

Anthony: Tadi kita baca Yohanes 14:6, yang mengatakan bahwa Yesus adalah ”jalan dan kebenaran dan kehidupan”. Mari kita lihat ayat 1-nya. Maukah Bapak bacakan apa yang Yesus katakan di bagian akhir ayat ini?

Tim: Boleh. ”Perlihatkanlah iman akan Allah, perlihatkanlah juga iman akan aku.”

Anthony: Terima kasih. Jadi, menurut Bapak, apakah iman yang sejati itu soal pilihan antara percaya kepada Yesus atau percaya kepada Yehuwa?

Tim: Tidak. Yesus mengatakan kita perlu percaya kepadanya dan juga kepada Yehuwa.

Anthony: Benar. Dan, saya yakin Bapak pasti setuju bahwa tidak cukup hanya mengatakan kita beriman kepada Allah dan kepada Yesus. Kita harus membuktikannya.

Tim: Ya, setuju.

Anthony: Tapi, bagaimana seseorang memperlihatkan bahwa ia benar-benar beriman kepada Allah dan kepada Yesus? Kita mungkin bisa bahas pertanyaan itu di lain kesempatan. *

Tim: Boleh.

Adakah topik Alkitab yang belum jelas bagi Anda? Apakah Anda ingin mengetahui kepercayaan atau ibadat Saksi-Saksi Yehuwa? Kalau begitu, jangan ragu untuk bertanya kepada mereka. Mereka akan senang membahasnya dengan Anda.

^ par. 60 Untuk keterangan lebih lanjut, lihat pasal 12 buku Apa yang Sebenarnya Alkitab Ajarkan? yang diterbitkan Saksi-Saksi Yehuwa.