Langsung ke konten

Langsung ke menu sekunder

Langsung ke daftar isi

Saksi-Saksi Yehuwa

Indonesia

Menara Pengawal  |  April 2009

Sedikit yang Memerintah, Banyak yang Menerima Manfaat

Sedikit yang Memerintah, Banyak yang Menerima Manfaat

 Sedikit yang Memerintah, Banyak yang Menerima Manfaat

SEJAK zaman para rasul, Allah memilih dari antara umat manusia sejumlah orang Kristen yang setia, mengadopsi atau mengangkat mereka sebagai putra. Perubahan yang dialami putra-putra angkat ini begitu lengkap sehingga Firman Allah menggambarkannya sebagai kelahiran kembali. Tujuannya ialah untuk mempersiapkan hamba-hamba Allah yang dilahirkan kembali tersebut menjadi penguasa-penguasa di surga. (2 Timotius 2:12) Untuk menjadi penguasa, mereka dibangkitkan dari kematian ke kehidupan surgawi. (Roma 6:3-5) Di surga, ”mereka akan memerintah sebagai raja-raja atas bumi” bersama Kristus.—Penyingkapan 5:10; 11:15.

Namun, Firman Allah juga menyatakan bahwa selain orang-orang yang dilahirkan kembali, akan ada orang-orang yang menerima keselamatan abadi. Dalam Alkitab (di Kitab-Kitab Ibrani maupun di Kitab-Kitab Yunani Kristen), disebutkan tentang fakta bahwa Allah bermaksud menyelamatkan dua kelompok orang —kelompok kecil penguasa yang hidup di surga dan kelompok besar rakyat yang hidup di bumi. Misalnya, perhatikan apa yang ditulis rasul Yohanes kepada rekan-rekan seiman yang telah mengalami kelahiran kembali. Ia menulis mengenai Yesus, ”Ia adalah korban pendamaian bagi dosa kita, namun bukan bagi dosa kita [kelompok kecil] saja tetapi juga bagi dosa seluruh dunia [kelompok besar].”—1 Yohanes 2:2.

Demikian pula, rasul Paulus menulis, ”Dengan penantian yang penuh kerinduan ciptaan [kelompok besar] sedang menunggu disingkapkannya putra-putra Allah [kelompok kecil].” (Roma 8:19-21) Bagaimana hendaknya kita memahami kata-kata rasul Yohanes dan rasul Paulus tersebut? Begini: Orang-orang yang dilahirkan kembali akan menjadi bagian dari suatu pemerintahan di surga. Untuk tujuan apa? Untuk mendatangkan manfaat abadi kepada jutaan orang, yakni rakyat pemerintahan Allah yang akan hidup di bumi. Karena itu, Yesus mengajar murid-muridnya untuk berdoa, ”Biarlah kerajaanmu datang. Biarlah kehendakmu terjadi, seperti di surga, demikian pula di atas bumi.”Matius 6:10.

Kebenaran yang sama sehubungan dengan keselamatan yang diulurkan kepada dua kelompok ini juga terdapat dalam Kitab-Kitab Ibrani. Misalnya, perhatikan apa yang Yehuwa katakan kepada bapak leluhur Yesus, Abraham, ”Melalui benihmu [kelompok kecil], semua bangsa di bumi [kelompok besar] pasti akan memperoleh berkat.” (Kejadian 22:18) Ya, semua bangsa akan memperoleh berkat melalui ’benih’ Abraham.

Siapa ’benih’ itu? Yesus Kristus, bersama orang-orang yang mengalami kelahiran kembali, yakni putra-putra angkat Allah. Rasul Paulus menjelaskan, ”Jika kamu milik Kristus, kamu benar-benar benih Abraham.” (Galatia 3:16, 29) Dan, berkat-berkat apa yang akan diperoleh orang-orang dari segala bangsa melalui ’benih’ itu? Hak istimewa untuk memperoleh kembali perkenan Allah dan menikmati kehidupan tanpa akhir di bumi firdaus. Pemazmur Daud menubuatkan, ”Orang-orang adil-benar akan memiliki bumi, dan mereka akan mendiaminya selama-lamanya.”—Mazmur 37:29; Yesaya 45:18; Penyingkapan 21:1-5.

Memang, sekelompok kecil yang akan memerintah di surga, tetapi manfaat-manfaat pemerintahan surgawi—kehidupan abadi di bumi dan berkat-berkat lainnya—diulurkan kepada banyak orang. Semoga Anda dan keluarga Anda berada di antara orang-orang yang akan menuai manfaat abadi yang bakal diwujudkan oleh Kerajaan Allah.

[Gambar di hlm. 12]

Jutaan orang yang tak terhitung banyaknya akan diberkati dengan kehidupan abadi di bumi. Apakah Anda akan termasuk di antaranya?