Langsung ke konten

Langsung ke menu sekunder

Langsung ke daftar isi

Saksi-Saksi Yehuwa

Indonesia

Menara Pengawal  |  November 2008

Tahukah Anda?

Tahukah Anda?

 Tahukah Anda?

Mengapa orang Yahudi sangat tersebar luas pada zaman Yesus?

Ketika Yesus memberi tahu sekelompok pendengarnya bahwa ke mana ia akan pergi, mereka tidak dapat datang, orang-orang Yahudi itu berkata satu sama lain, ”Ke mana orang ini berniat pergi . . . ? Ia tidak berniat pergi kepada orang-orang Yahudi yang tersebar di antara orang-orang Yunani . . . bukan?” (Yohanes 7:32-36) Tak lama setelah itu, para utusan injil Kristen memberitakan kabar baik di antara orang-orang Yahudi yang tersebar di daerah-daerah yang berbatasan dengan Laut Mediterania.Kisah 2:5-11; 9:2; 13:5, 13, 14; 14:1; 16:1-3; 17:1; 18:12, 19; 28:16, 17.

Penyebaran ini, atau Diaspora, terjadi karena orang-orang Yahudi diasingkan dari negeri asal mereka oleh berbagai bangsa penakluk—pertama-tama Asiria, pada tahun 740 SM, kemudian Babilonia, pada tahun 607 SM. Hanya sisa dari orang-orang buangan yang pernah kembali ke Israel. (Yesaya 10:21, 22) Selebihnya tetap tersebar.

Oleh karena itu, pada abad kelima SM, komunitas orang Yahudi terdapat di 127 distrik yurisdiksi Imperium Persia. (Ester 1:1; 3:8) Orang Yahudi berupaya membantu orang-orang untuk menganut Yudaisme sehingga akhirnya banyak orang memiliki pengetahuan tentang Yehuwa dan Hukum yang Ia berikan kepada orang Yahudi. (Matius 23:15) Orang Yahudi dari berbagai negeri menghadiri Perayaan Pentakosta di Yerusalem tahun 33 M, dan mendengar kabar baik mengenai Yesus. Dengan demikian, tersebarnya orang-orang Yahudi di seluruh Imperium Romawi turut mempercepat penyebaran Kekristenan.

Berapa banyak emas yang dimiliki Raja Salomo?

Alkitab mengatakan bahwa Hiram, raja Tirus, mengirim empat ton emas kepada Salomo, ratu Syeba juga memberikan sebanyak itu kepadanya, dan Armada Salomo membawa lebih dari 15 ton emas dari Ofir. Catatan itu mengatakan, ”Berat emas yang dibawa kepada Salomo dalam satu tahun berjumlah enam ratus enam puluh enam talenta emas,” atau lebih dari 25 ton. (1 Raja 9:14, 28; 10:10, 14) Apakah jumlah itu masuk akal? Seberapa besarkah jumlah persediaan emas Kerajaan pada zaman itu?

Sebuah inskripsi kuno, yang menurut para pakar dapat dipercaya, menyatakan bahwa Firaun Tutmose III dari Mesir (milenium kedua SM) mempersembahkan sekitar 13,5 ton emas ke kuil Amun-Ra di Karnak. Pada abad kedelapan SM, Raja Asiria Tiglath-pileser III menerima lebih dari 4 ton emas sebagai upeti dari Tirus, dan Sargon II memberikan emas dalam jumlah yang sama sebagai persembahan untuk dewa-dewa Babilon. Raja Filipus II dari Makedonia (359-336 SM) dilaporkan telah menghasilkan lebih dari 28 ton emas setiap tahunnya dari tambang Pangaeum di Trake.

Sewaktu putra Filipus, Aleksander Agung (336-323 SM) merebut kota Persia di Susa, ia dikabarkan telah membawa sekitar 1.180 ton emas dari sana dan hampir 7.000 ton dari seluruh Persia. Maka, jika dibandingkan dengan laporan-laporan ini, uraian Alkitab tentang jumlah emas yang dimiliki Raja Salomo tidaklah berlebihan.