Langsung ke konten

Langsung ke menu sekunder

Langsung ke daftar isi

Saksi-Saksi Yehuwa

Indonesia

Menara Pengawal  |  November 2008

Apa yang Sebenarnya Terjadi sewaktu Kita Mati?

Apa yang Sebenarnya Terjadi sewaktu Kita Mati?

 Apa yang Sebenarnya Terjadi sewaktu Kita Mati?

”Semua jiwa tak berkematian, bahkan jiwa orang fasik . . . Karena dihukum dengan ganjaran kekal berupa api yang tak terpadamkan, dan tidak mengalami kematian, mustahil kesengsaraan mereka berakhir.”—Clement of Alexandria, penulis abad kedua dan ketiga M.

SEPERTI Clement, orang-orang yang mendukung ajaran bahwa neraka adalah tempat siksaan menganggap bahwa manusia memiliki jiwa yang tak berkematian. Apakah Alkitab mendukung ajaran ini? Perhatikan apa yang Firman Allah katakan sebagai jawaban atas pertanyaan-pertanyaan berikut.

Apakah manusia pertama, Adam, memiliki jiwa yang tak berkematian? Sebuah terjemahan Protestan mengatakan tentang penciptaan Adam, ”TUHAN Allah membentuk manusia itu dari debu tanah dan menghembuskan nafas hidup ke dalam hidungnya; demikianlah manusia itu menjadi makhluk yang hidup.” (Kejadian 2:7, Terjemahan Baru) Perhatikan, ayat ini tidak mengatakan bahwa Adam diberi jiwa.

Apa yang akhirnya terjadi atas Adam setelah ia berdosa? Hukuman yang Allah tetapkan bukanlah siksaan kekal di neraka. Sebaliknya, terjemahan Katolik Kitab Suci Komunitas Kristiani mengalihbahasakan pernyataan Allah dengan cara berikut, ”Dengan keringat di wajahmu engkau akan mencari makan, sampai engkau kembali menjadi debu, karena dari debu tanahlah engkau telah diambil, karena engkau debu dan engkau akan kembali menjadi debu.” (Cetak miring red.; Kejadian 3:19) Pernyataan Allah tidak menyiratkan bahwa suatu bagian dari Adam tidak mati. Ketika Adam mati, Adam adalah jiwa yang mati.

Apakah ada orang yang memiliki jiwa yang tak berkematian? Allah memberi tahu nabi Yehezkiel, ”Jiwa yang berbuat dosa—jiwa itulah yang akan mati.” (Yehezkiel 18:4, TB) Rasul Paulus menulis, ”Dosa telah masuk ke dalam dunia oleh satu orang [Adam] dan oleh dosa itu juga maut, demikianlah maut itu telah menjalar kepada semua orang karena  semua orang telah berbuat dosa.” (Roma 5:12, TB) Jika semua manusia berdosa, maka kesimpulan yang logis adalah bahwa semua jiwa mati.

Apakah jiwa yang sudah mati mengetahui atau merasakan sesuatu? Firman Allah mengatakan, ”Orang-orang yang hidup tahu bahwa mereka akan mati, tetapi orang yang mati tak tahu apa-apa.” (Pengkhotbah 9:5, TB) Sewaktu menggambarkan apa yang terjadi atas manusia pada waktu ia mati, Alkitab menyatakan, ”Ia kembali ke tanah; pada hari itu juga lenyaplah maksud-maksudnya.” (Mazmur 146:4, TB) Apabila orang yang mati ”tak tahu apa-apa” dan ’maksud-maksudnya lenyap’, bagaimana mereka bisa merasakan siksaan di neraka?

Yesus Kristus menyamakan kematian, bukan dengan suatu bentuk kesadaran, melainkan dengan tidur. * (Yohanes 11:11-14) Namun, mungkin ada yang membantah dengan mengatakan bahwa Yesus mengajarkan neraka itu panas dan para pedosa akan dicampakkan ke dalam api neraka. Mari kita perhatikan apa yang sebenarnya Yesus katakan tentang neraka.

[Catatan Kaki]