Langsung ke konten

Langsung ke menu sekunder

Langsung ke daftar isi

Saksi-Saksi Yehuwa

Indonesia

Menara Pengawal—Edisi Pelajaran  |  Desember 2015

Terjemahan Dunia Baru Edisi Revisi 2013

Terjemahan Dunia Baru Edisi Revisi 2013

ALKITAB Terjemahan Dunia Baru bahasa Inggris sudah direvisi beberapa kali, tapi edisi revisi 2013 memuat banyak sekali perubahan. * Misalnya, dalam edisi ini, beberapa ayat jauh lebih singkat. Beberapa istilah Alkitab yang penting juga diganti. Beberapa pasal diubah menjadi bentuk puisi, dan kini, edisi ini juga memuat catatan kaki. Dalam artikel ini, kita tidak mungkin membahas semua perubahan, tapi kita akan melihat beberapa perubahan besar.

Beberapa istilah penting apa yang diganti? Seperti yang disebutkan pada artikel sebelumnya, kata ”Syeol” dan ”Hades” diganti menjadi ”Kuburan”. Sejumlah istilah lain juga diubah.

Misalnya, ”tingkah laku bebas” diubah menjadi ”tingkah laku yang tidak tahu malu”, sehingga sikap menghina hukum Allah yang tersirat dalam kata Yunani aslinya lebih terlihat. ”Panjang sabar” sekarang menjadi ”sabar”, karena dalam bahasa Inggris, kata ini lebih tepat maknanya. (Gal. 5:19) ”Kebaikan hati yang penuh kasih” sekarang menjadi ”kasih setia”. Terjemahan ini lebih akurat, sehingga pembaca akan lebih memahami kaitannya dengan ”kesetiaan”, karena kedua ungkapan itu sering muncul bersamaan.Mz. 36:5; 89:1.

Beberapa kata yang dulu diterjemahkan menjadi satu istilah saja sekarang diterjemahkan berdasarkan konteksnya. Contohnya adalah kata Ibrani dan Yunani yang tadinya selalu diterjemahkan menjadi ”jiwa”. Contoh lainnya adalah kata Ibrani ʽoh·lamʹ. Tadinya, kata ini hampir selalu diterjemahkan menjadi ”waktu yang tidak tertentu”. Sekarang, kata ini diterjemahkan berdasarkan maknanya. Lihatlah terjemahan kata ini di Mazmur 90:2 dan Mikha 5:2 dalam edisi revisi 2013.

Kata Ibrani dan Yunani yang diterjemahkan menjadi ”benih” sering muncul dalam Alkitab, dalam konteks pertanian maupun sebagai arti kiasan untuk ”keturunan”. Edisi-edisi Terjemahan Dunia Baru terdahulu selalu menggunakan kata ”benih”, termasuk  di Kejadian 3:15. Tapi, dalam bahasa Inggris, kata ”benih” sudah jarang dipakai untuk memaksudkan ”keturunan”. Jadi, edisi revisi 2013 memakai kata ”keturunan” di Kejadian 3:15 dan ayat-ayat yang berkaitan. (Kej. 22:17, 18; Pny. 12:17) Di ayat-ayat lain, kata ini diterjemahkan berdasarkan konteksnya.Kej. 1:11; Mz. 22:30; Yes. 57:3.

Mengapa ada banyak terjemahan harfiah yang diubah? Lampiran A1 dari edisi revisi 2013 menjelaskan cara menghasilkan terjemahan Alkitab yang baik. Jika terjemahan harfiah tidak dimengerti, teks tersebut diterjemahkan berdasarkan maknanya. Kalau ungkapan bahasa aslinya bisa dimengerti dalam bahasa lain, itu akan diterjemahkan secara harfiah. Karena itu, ungkapan ”menyelidiki . . . hati” di Penyingkapan 2:23 tidak diubah karena bisa dimengerti dalam banyak bahasa. Tapi, di ayat yang sama, ”menyelidiki ginjal” mungkin tidak dimengerti, jadi ”ginjal” diganti menjadi ”isi hati”. Dengan demikian, makna kata aslinya bisa terlihat. Sama seperti itu, di Ulangan 32:14, ungkapan ”lemak ginjal dari gandum” diterjemahkan menjadi ”gandum yang terbaik”. Ungkapan lainnya seperti ”bibirku tidak bersunat” tidak dimengerti dalam kebanyakan bahasa sehingga diganti menjadi ”aku sulit berbicara”.Kel. 6:12.

Mengapa ungkapan ”putra-putra Israel” dan ”anak lelaki yatim” diubah menjadi ”orang Israel” dan ”anak yatim”? Dalam bahasa Ibrani, kata untuk ”putra” bisa berlaku untuk pria maupun wanita, bergantung konteksnya. Jadi, di banyak ayat, ”putra-putra Israel” sekarang diganti menjadi ”orang Israel”.Kel. 1:7; 35:29; 2 Raj. 8:12.

Kata Ibrani yang berarti ”putra” dalam Kejadian 3:16 sudah diterjemahkan menjadi ”anak” di edisi-edisi terdahulu Terjemahan Dunia Baru. Sekarang, di Keluaran 22:24, kata yang sama diubah menjadi, ’Anak-anakmu [Ibrani, ”putra-putramu”] akan menjadi anak-anak yatim.’ Karena alasan yang sama, ”anak lelaki yatim” juga diubah menjadi ”anak yatim”. (Ul. 10:18; Ayb. 6:27) Ini mirip dengan terjemahan dalam Septuaginta Yunani.

Mengapa banyak kata kerja Ibrani sekarang diterjemahkan dengan lebih sederhana? Dua bentuk utama kata kerja Ibrani adalah imperfektif dan perfektif. Kata kerja imperfektif menunjukkan perbuatan yang masih berlangsung, atau belum selesai. Kata kerja perfektif menunjukkan perbuatan yang sudah selesai. Pada edisi-edisi terdahulu Terjemahan Dunia Baru, kata kerja imperfektif selalu diterjemahkan dengan kata kerja yang diberi tambahan kata-kata tertentu, seperti ”mulai” atau ”selanjutnya”, untuk menunjukkan tindakan yang terus-menerus atau berulang. * Kata-kata yang menunjukkan penandasan, seperti ”pasti” dan ”benar-benar”, dipakai untuk kata kerja perfektif.

Dalam edisi revisi 2013, kata-kata tambahan seperti itu tidak dipakai kecuali itu memperjelas maknanya. Misalnya, sewaktu Allah berkata, ”Biarlah ada terang”, kata kerja asli untuk ”berkata” adalah kata kerja imperfektif. Terjemahan yang sekarang tidak menunjukkan perbuatan yang berlangsung terus-menerus, karena perincian itu tidak diperlukan. (Kej. 1:3) Tapi, dalam Kejadian 3:9, Yehuwa memanggil Adam berulang kali, jadi terjemahannya, yaitu ”terus memanggil”, tidak diganti.  Kesimpulannya, kata kerja sekarang diterjemahkan dengan lebih sederhana, sehingga fokusnya adalah tindakannya, bukan apakah itu masih berlangsung atau sudah selesai menurut bahasa Ibraninya. Ini sebenarnya semakin memperlihatkan ciri bahasa Ibrani yang ringkas.

Karena mengikuti bentuk aslinya, beberapa pasal lain sekarang ditulis dalam bentuk puisi

Mengapa sekarang ada lebih banyak pasal yang ditulis dalam bentuk puisi? Banyak bagian Alkitab aslinya berbentuk puisi. Dalam bahasa-bahasa modern, ciri puisi biasanya adalah rima (pengulangan bunyi). Tapi, dalam puisi Ibrani, ciri utamanya adalah gagasan yang sejajar dan berlawanan. Dalam puisi Ibrani, irama dihasilkan dari gagasan yang disusun secara logis, bukan dari kata-kata yang berima.

Pada edisi-edisi terdahulu Terjemahan Dunia Baru, buku Ayub dan Mazmur ditulis dalam bentuk syair untuk menunjukkan bahwa kedua buku ini sebenarnya ditulis untuk dinyanyikan atau dibacakan sebagai puisi. Dengan demikian, unsur-unsur puisi yang dipakai sebagai penandasan jadi terlihat jelas, dan pembaca lebih mudah mengingat isinya. Pada edisi revisi 2013, buku Amsal, Kidung Agung, dan banyak pasal dari buku-buku para nabi juga ditulis dalam bentuk syair. Hal ini dilakukan untuk memperjelas gagasan yang sejajar dan berlawanan, sekaligus menunjukkan bahwa isinya memang awalnya ditulis sebagai puisi. Contohnya adalah Yesaya 24:2. Setiap baris dalam ayat itu berisi kata-kata yang berlawanan, dan satu baris mengantar baris berikutnya untuk menandaskan bahwa tidak ada yang akan terbebas dari penghakiman Allah. Dengan mempertahankan bentuk puisinya, pembaca bisa memahami bahwa sang penulis tidak sekadar mengulangi kata-katanya, namun menggunakan puisi untuk menandaskan berita Allah.

Perbedaan antara prosa dan puisi Ibrani bisa jadi tidak selalu terlihat jelas. Jadi, bagian yang ditulis sebagai puisi dalam terjemahan Alkitab tertentu bisa jadi tidak berbentuk puisi dalam terjemahan lain. Pertimbangan para penerjemah sangat berperan dalam menentukan ayat mana yang akan ditulis dalam bentuk puisi. Ada beberapa ayat berisi prosa yang kata-katanya puitis, ditulis dengan bahasa lambang, permainan kata, dan kesejajaran untuk menandaskan suatu pokok.

Dalam edisi revisi 2013, ada sebuah fitur baru di awal setiap buku, yaitu Garis Besar. Ini sangat berguna khususnya untuk menjelaskan siapa yang berbicara dalam buku Kidung Agung, yang adalah sebuah puisi.

Apa pengaruh penelitian atas manuskrip asli terhadap revisi ini? Terjemahan Dunia Baru yang pertama didasarkan atas teks Masoret Ibrani dan teks Yunani ternama karya Westcott dan Hort. Penelitian atas manuskrip kuno Alkitab terus berkembang, sehingga teks asli dari beberapa ayat Alkitab semakin dimengerti. Sekarang, sudah ada banyak salinan Gulungan Laut Mati. Lebih banyak manuskrip Yunani telah diteliti. Bukti-bukti baru dari manuskrip juga tersedia di komputer, sehingga kita lebih mudah memeriksa perbedaan antara berbagai manuskrip untuk menentukan versi mana dari teks Ibrani atau Yunani yang paling bisa dipercaya. Panitia Penerjemahan Alkitab Dunia Baru memanfaatkan semua perkembangan ini untuk meneliti beberapa ayat. Hasilnya, beberapa perubahan dibuat.

Misalnya, di Septuaginta Yunani, 2 Samuel 13:21 memuat kata-kata yang bunyinya kurang lebih, ”Tapi, ia tidak mau menyakiti perasaan Amnon putranya, karena ia menyayangi dia, karena ia adalah anak pertamanya.” Versi-versi terdahulu Terjemahan Dunia Baru tidak memuat kata-kata itu karena itu tidak terdapat dalam teks Masoret. Tapi, bagian ini ada dalam Gulungan Laut Mati, sehingga sekarang dimasukkan ke dalam edisi revisi 2013. Karena alasan yang sama, nama Allah sekarang muncul pada lima ayat lain dalam buku Satu Samuel. Penelitian atas teks-teks Yunani juga mengubah urutan kejadian di Matius 21:29- 31. Jadi, perubahan urutan ini dibuat berdasarkan banyaknya bukti dari manuskrip, bukan hanya berdasarkan satu teks Yunani yang biasa dijadikan dasar.

Ini hanyalah beberapa contoh perubahan dalam edisi revisi 2013. Hasilnya, Alkitab lebih enak dibaca dan mudah dimengerti oleh mereka yang menganggap Terjemahan Dunia Baru sebagai hadiah dari Yehuwa, Allah yang selalu berkomunikasi.

^ par. 2 Edisi revisi 2013 yang dimaksud dalam artikel ini adalah edisi bahasa Inggris.

^ par. 10 Lihat buku Pemahaman Alkitab, Jilid 1, halaman 1001, di bawah judul ”Verba (Kata Kerja)”.