Langsung ke konten

Langsung ke menu sekunder

Langsung ke daftar isi

Saksi-Saksi Yehuwa

Indonesia

Menara Pengawal—Edisi Pelajaran  |  November 2015

Apakah Saudara ’Mengasihi Sesama Seperti Diri Sendiri’?

Apakah Saudara ’Mengasihi Sesama Seperti Diri Sendiri’?

”Engkau harus mengasihi sesamamu seperti dirimu sendiri.”MAT. 22:39.

NYANYIAN: 73, 36

1, 2. Bagaimana Alkitab menunjukkan pentingnya kasih?

KASIH adalah sifat utama Allah Yehuwa. (1 Yoh. 4:16) Ciptaan-Nya yang pertama, Yesus Kristus, tinggal di surga bersama Bapaknya selama miliaran tahun. Jadi, ia tahu bahwa Yehuwa adalah Allah yang sangat pengasih. (Kol. 1:15) Yesus menunjukkan kasih yang sama selama ia hidup, baik di surga maupun di bumi. Jadi, kita bisa yakin bahwa Yehuwa dan Yesus akan selalu memerintah dengan pengasih.

2 Ketika seorang pria bertanya kepada Yesus perintah apa yang terbesar, Yesus berkata, ”’Engkau harus mengasihi Yehuwa, Allahmu, dengan segenap hatimu dan dengan segenap jiwamu dan dengan segenap pikiranmu.’ Inilah perintah yang terbesar dan yang pertama. Perintah yang kedua, yang seperti itu, adalah ini, ’Engkau harus mengasihi sesamamu seperti dirimu sendiri.’”Mat. 22:37-39.

3. Siapakah sesama kita?

3 Menurut Yesus, kita harus mengasihi Yehuwa dan sesama. Tapi, siapakah sesama kita? Jika kita sudah menikah, suami atau istri kita adalah sesama kita yang terdekat. Sesama kita juga mencakup saudara-saudari di sidang dan orang-orang  yang kita temui dalam pelayanan. Dalam artikel ini, kita akan belajar caranya menunjukkan kasih kepada mereka semua.

KASIHILAH PASANGAN HIDUP SAUDARA

4. Bagaimana perkawinan bisa sukses meski manusia tidak sempurna?

4 Yehuwa menciptakan Adam dan Hawa dan mempertemukan mereka. Itulah pernikahan yang pertama. Allah ingin agar perkawinan mereka bahagia dan agar mereka memenuhi bumi dengan anak-anak mereka. (Kej. 1:27, 28) Namun, setelah mereka tidak menaati Yehuwa, perkawinan mereka rusak, dan dosa serta kematian diwariskan kepada kita semua. (Rm. 5:12) Meski begitu, perkawinan kita bisa sukses. Dalam Alkitab, Yehuwa, Pencipta perkawinan, memberikan nasihat terbaik bagi suami dan istri.Baca 2 Timotius 3:16, 17.

5. Seberapa pentingkah kasih dalam perkawinan?

5 Alkitab menunjukkan bahwa kasih yang hangat dan lembut sangat penting agar hubungan antarsesama bisa bahagia. Ini jelas berlaku untuk perkawinan. Rasul Paulus menggambarkan kasih yang sejati dengan menulis, ”Kasih itu panjang sabar dan baik hati. Kasih tidak cemburu, tidak membual, tidak menjadi besar kepala, tidak berlaku tidak sopan, tidak memperhatikan kepentingan diri sendiri, tidak terpancing menjadi marah. Kasih tidak mencatat kerugian. Kasih tidak bersukacita karena ketidakadilbenaran, tetapi bersukacita karena kebenaran. Kasih menanggung segala sesuatu, percaya segala sesuatu, mempunyai harapan akan segala sesuatu, bertekun menanggung segala sesuatu. Kasih tidak berkesudahan.” (1 Kor. 13:4-8) Jika kita merenungkan kata-kata Paulus dan menerapkannya, perkawinan kita bisa bahagia.

Alkitab menunjukkan caranya membuat perkawinan kita sukses (Lihat paragraf 6, 7)

6, 7. (a) Apa yang Alkitab katakan tentang kedudukan sebagai kepala? (b) Bagaimana seharusnya suami Kristen memperlakukan istrinya?

6 Yehuwa sudah mengatur siapa yang harus menjadi kepala keluarga. Paulus menjelaskan, ”Aku ingin kamu mengetahui bahwa kepala dari setiap pria adalah Kristus; selanjutnya kepala dari seorang wanita adalah pria; selanjutnya kepala dari Kristus adalah Allah.” (1 Kor. 11:3) Tapi, Yehuwa mengharapkan suami menjadi kepala yang pengasih,  tidak kasar atau kejam. Yehuwa sendiri adalah Kepala yang baik hati dan tidak egois. Hasilnya, Yesus merespek wewenang Allah yang dijalankan dengan pengasih. Ia berkata, ”Aku mengasihi Bapak.” (Yoh. 14:31) Yesus tidak akan merasa seperti itu kalau Yehuwa kasar terhadapnya.

7 Meski suami adalah kepala atas istri, Alkitab berkata bahwa suami harus menghormati istrinya. (1 Ptr. 3:7) Bagaimana seorang suami bisa melakukannya? Ia bisa mempertimbangkan kebutuhan sang istri dan menghargai pilihannya. Alkitab berkata, ”Suami-suami, teruslah kasihi istrimu, sebagaimana Kristus juga mengasihi sidang jemaat dan menyerahkan dirinya baginya.” (Ef. 5:25) Ya, Yesus bahkan memberikan kehidupannya bagi para pengikutnya. Jika seorang suami menjadi kepala yang pengasih seperti Yesus, istrinya akan lebih mudah mengasihi dan merespek dia serta menghormati keputusannya.Baca Titus 2:3-5.

KASIHILAH SAUDARA-SAUDARI

8. Bagaimana seharusnya perasaan kita terhadap saudara-saudari kita?

8 Dewasa ini, jutaan orang di seluruh dunia menyembah Yehuwa. Mereka adalah saudara-saudari kita. Bagaimana seharusnya perasaan kita terhadap mereka? Alkitab berkata, ”Biarlah kita melakukan apa yang baik untuk semua orang, tetapi teristimewa untuk mereka yang adalah saudara kita dalam iman.” (Gal. 6:10; baca Roma 12:10.) Rasul Petrus menulis bahwa ’ketaatan kepada kebenaran’ akan ”menghasilkan kasih sayang persaudaraan” yang sejati. Petrus juga memberi tahu sesama orang Kristen, ”Di atas segalanya, kasihilah satu sama lain dengan sungguh-sungguh.”1 Ptr. 1:22; 4:8.

9, 10. Mengapa umat Allah bisa bersatu?

9 Organisasi sedunia kita sangat unik. Mengapa? Karena kita benar-benar mengasihi saudara-saudari kita. Yang lebih penting, karena kita mengasihi Yehuwa dan menaati hukum-Nya, Ia mendukung kita dengan tenaga yang paling kuat di alam semesta, yaitu roh kudus-Nya. Roh Allah membuat persaudaraan sedunia kita benar-benar bersatu.Baca 1 Yohanes 4:20, 21.

10 Paulus menekankan pentingnya kasih di antara orang Kristen dengan menulis, ”Kenakanlah keibaan hati yang lembut, kebaikan hati, kerendahan hati, kelemahlembutan, dan kepanjangsabaran. Teruslah bersabar seorang terhadap yang lain dan ampuni satu sama lain dengan lapang hati jika ada yang mempunyai alasan untuk mengeluh sehubungan dengan orang lain. Sama seperti Yehuwa dengan lapang hati mengampuni kamu, lakukan itu juga. Tetapi selain semua perkara ini, kenakanlah kasih, sebab itu adalah ikatan pemersatu yang sempurna.” (Kol. 3:12-14) Kita sangat bersyukur karena kasih, ”ikatan pemersatu yang sempurna”, ada di antara kita, tidak soal dari mana asal kita!

11. Apa yang menjadi tanda pengenal organisasi Allah?

11 Kasih dan persatuan sejati di antara hamba-hamba Yehuwa menunjukkan bahwa merekalah yang menjalankan ibadat sejati. Yesus berkata, ”Dengan inilah semua orang akan tahu bahwa kamu adalah murid-muridku, jika kamu mempunyai kasih di antara kamu.” (Yoh. 13:34, 35) Dan, rasul Yohanes menulis, ”Anak-anak Allah dan anak-anak Iblis jelas dari fakta ini: Setiap orang yang  tidak terus melakukan keadilbenaran tidak berasal dari Allah, demikian juga orang yang tidak mengasihi saudaranya. Karena inilah pesan yang telah kamu dengar sejak awal, yaitu bahwa kita harus mengasihi satu sama lain.” (1 Yoh. 3:10, 11) Kasih dan persatuan itulah yang membuktikan bahwa Saksi-Saksi Yehuwa adalah pengikut Kristus yang sejati, umat yang Allah gunakan untuk memberitakan kabar baik Kerajaan ke seluruh bumi.Mat. 24:14.

MENGUMPULKAN ”KUMPULAN BESAR”

12, 13. Apa yang dilakukan para anggota ”kumpulan besar” sekarang, dan apa yang sebentar lagi mereka alami?

12 Kebanyakan hamba Yehuwa dewasa ini adalah bagian dari ”kumpulan besar” orang yang berasal dari berbagai negeri, dan mereka mendukung Kerajaan Allah. Mereka ”adalah orang-orang yang keluar dari kesengsaraan besar, dan mereka telah mencuci jubah mereka dan membuatnya putih dalam darah Anak Domba” dengan beriman akan korban tebusan Yesus. Para anggota ”kumpulan besar” mengasihi Yehuwa dan Putra-Nya, dan mereka menyembah Yehuwa ”siang dan malam”.Pny. 7:9, 14, 15.

13 Sebentar lagi, Allah akan menghancurkan dunia yang jahat ini pada ”kesengsaraan besar”. (Mat. 24:21; baca Yeremia 25:32, 33.) Tapi, Yehuwa akan melindungi dan menuntun umat-Nya masuk ke dalam dunia baru-Nya karena Ia mengasihi mereka. Seperti yang Ia janjikan hampir 2.000 tahun yang lalu, ”ia akan menghapus segala air mata dari mata mereka, dan kematian tidak akan ada lagi, juga tidak akan ada lagi perkabungan atau jeritan atau rasa sakit”. Apakah Saudara menantikan kehidupan di Firdaus di mana kejahatan, penderitaan, dan kematian tidak ada lagi?Pny. 21:4.

14. Seberapa besarkah kumpulan besar sekarang?

14 Pada awal hari-hari terakhir pada tahun 1914, hanya ada beberapa ribu hamba Allah. Karena mengasihi sesama dan dibantu roh kudus Allah, kelompok kecil saudara-saudari terurap ini memberitakan kabar baik meski menghadapi kesulitan. Hasilnya, sekumpulan besar orang yang berharap untuk hidup selamanya di bumi sekarang sedang dikumpulkan. Ada sekitar delapan juta Saksi di lebih dari 115.400 sidang di seluruh dunia, dan angka itu terus bertambah. Misalnya, lebih dari 275.500 orang dibaptis pada tahun dinas 2014. Berarti, kira-kira 5.300 orang dibaptis setiap minggu.

15. Bagaimana banyak orang sekarang bisa mendengar kabar baik?

15 Kita merasa sangat kagum melihat bagaimana banyak orang bisa mendengar kabar baik Kerajaan. Sekarang, publikasi kita tersedia dalam lebih dari 700 bahasa. Menara Pengawal adalah majalah yang paling luas peredarannya di dunia. Setiap bulan, lebih dari 52 juta majalah dicetak dalam 247 bahasa. Selain itu, buku pelajaran Alkitab kita, Apa yang Sebenarnya Alkitab Ajarkan? telah diterjemahkan ke dalam lebih dari 250 bahasa. Sejauh ini, lebih dari 200 juta buku sudah dicetak.

16. Mengapa organisasi Yehuwa terus bertumbuh?

16 Organisasi kita terus bertumbuh karena kita beriman kepada Allah dan mengakui bahwa Alkitab adalah Firman-Nya yang terilham. (1 Tes. 2:13) Kita terus merasakan berkat Yehuwa meski Setan membenci dan menentang kita.2 Kor. 4:4.

 SELALU KASIHI ORANG LAIN

17, 18. Apa yang Yehuwa inginkan dari kita sewaktu berhadapan dengan orang yang tidak menyembah Dia?

17 Orang menanggapi pengabaran kita dengan cara yang berbeda-beda. Ada yang mau mendengarkan, tapi ada yang membenci berita kita. Apa yang Yehuwa inginkan dari kita sewaktu berhadapan dengan orang yang tidak menyembah Dia? Tidak soal tanggapan mereka, kita mengikuti nasihat Alkitab ini, ”Hendaklah ucapanmu selalu menyenangkan, dibumbui dengan garam, sehingga kamu mengetahui bagaimana seharusnya memberikan jawaban kepada setiap orang.” (Kol. 4:6) Saat kita membela iman kita, kita ingin melakukannya ”dengan cara yang lembut dan respek yang dalam” karena kita mengasihi sesama.1 Ptr. 3:15.

18 Bahkan saat orang marah dan menolak berita kita, kita menunjukkan kasih kepada sesama dan meniru teladan Yesus. Ketika Yesus ”dicerca, ia tidak membalas dengan mencerca. Pada waktu ia menderita, ia tidak mengancam”. Sebaliknya, Yesus percaya kepada Yehuwa. (1 Ptr. 2:23) Kita pun harus selalu rendah hati dan menuruti nasihat untuk ”tidak membalas kerugian dengan kerugian atau cercaan dengan cercaan, tetapi sebaliknya, memberikan berkat”.1 Ptr. 3:8, 9.

19. Bagaimana seharusnya kita memperlakukan musuh kita?

19 Kerendahan hati membantu kita menaati sebuah prinsip penting yang Yesus berikan. Ia menjelaskan, ”Kamu mendengar bahwa telah dikatakan, ’Engkau harus mengasihi sesamamu dan membenci musuhmu.’ Akan tetapi, aku mengatakan kepadamu: Teruslah kasihi musuh-musuhmu dan berdoalah bagi orang-orang yang menganiaya kamu; agar kamu menjadi putra-putra Bapakmu yang di surga, karena dia membuat mataharinya terbit atas orang-orang yang fasik dan yang baik dan menurunkan hujan atas orang-orang yang adil-benar dan yang tidak adil-benar.” (Mat. 5:43-45) Sebagai hamba-hamba Allah, kita harus mengasihi musuh kita tidak soal bagaimana mereka memperlakukan kita.

20. Mengapa kasih kepada Allah dan sesama akan memenuhi bumi? (Lihat gambar di awal artikel.)

20 Kita harus selalu menunjukkan bahwa kita mengasihi Yehuwa dan sesama. Meski orang-orang menentang kita dan berita kita, kita membantu mereka sewaktu mereka butuh bantuan. Rasul Paulus menulis, ”Jangan berutang apa pun kepada siapa saja, kecuali mengasihi satu sama lain; sebab dia yang mengasihi sesamanya telah menggenapi hukum. Sebab kaidah hukum itu, ’Jangan berzina, jangan membunuh, jangan mencuri, jangan mengingini milik orang lain’, dan perintah lain apa pun yang ada, diringkaskan dalam perkataan ini, yaitu: ’Engkau harus mengasihi sesamamu seperti dirimu sendiri’. Kasih tidak melakukan apa yang jahat kepada sesamanya; karena itu, kasih adalah penggenapan hukum.” (Rm. 13:8-10) Dalam dunia yang terpecah-belah, kejam, dan jahat yang dikuasai Setan, hamba-hamba Allah dengan tulus mengasihi sesama mereka. (1 Yoh. 5:19) Setelah Yehuwa membinasakan Setan, hantu-hantunya, dan dunia yang jahat ini, kasih akan memenuhi bumi. Alangkah senangnya kita saat semua orang mengasihi Yehuwa dan sesama mereka!