Langsung ke konten

Langsung ke menu sekunder

Langsung ke daftar isi

Saksi-Saksi Yehuwa

Indonesia

Menara Pengawal—Edisi Pelajaran  |  Juli 2015

Ini Tempat Ibadat Kita

Ini Tempat Ibadat Kita

”Gairah untuk rumahmu akan memakan habis aku.”YOH. 2:17.

NYANYIAN: 127, 118

1, 2. (a) Di zaman dulu, di mana hamba-hamba Yehuwa menyembah Dia? (b) Bagaimana perasaan Yesus terhadap bait Yehuwa di Yerusalem? (c) Apa yang akan kita bahas dalam artikel ini?

HAMBA-HAMBA Allah, di zaman dahulu dan sekarang, punya tempat untuk beribadat kepada-Nya. Misalnya, saat Habel mempersembahkan korban kepada Yehuwa, ia mungkin membangun sebuah mezbah. (Kej. 4:3, 4) Nuh, Abraham, Ishak, Yakub, dan Musa juga mendirikan mezbah. (Kej. 8:20; 12:7; 26:25; 35:1; Kel. 17:15) Yehuwa memberi tahu bangsa Israel untuk membuat sebuah tempat suci, atau tabernakel. (Kel. 25:8) Belakangan, Ia memerintahkan mereka untuk membangun bait. (1 Raj. 8:27, 29) Setelah umat Allah kembali dari pembuangan di Babilon, mereka dengan teratur berkumpul di sinagoga-sinagoga. (Mrk. 6:2; Yoh. 18:20; Kis. 15:21) Orang Kristen di abad pertama berkumpul di rumah-rumah. (Kis. 12:12; 1 Kor. 16:19) Pada zaman kita, umat Yehuwa di seluruh dunia berkumpul di puluhan ribu Balai Kerajaan, tempat mereka belajar tentang Yehuwa dan menyembah Dia.

2 Yesus sangat merespek bait Yehuwa di Yerusalem. Kasih Yesus akan bait mengingatkan murid-muridnya akan  kata-kata seorang pemazmur, ”Gairah yang penuh untuk rumahmu telah memakan habis aku.” (Mz. 69:9; Yoh. 2:17) Tidak seperti bait di Yerusalem dulu, Balai Kerajaan bukan ”rumah Yehuwa”. (2 Taw. 5:13; 33:4) Namun, kita harus sangat menghargai tempat ibadat kita. Dalam artikel ini, kita akan membahas prinsip Alkitab yang mengajar kita caranya bertingkah laku di Balai Kerajaan, bagaimana kita harus memeliharanya, dan cara kita bisa ikut menutupi biayanya. *

MERESPEK PERHIMPUNAN

3-5. Apa Balai Kerajaan itu, dan bagaimana seharusnya perasaan kita terhadap perhimpunan?

3 Balai Kerajaan adalah tempat utama orang-orang bisa berkumpul untuk menyembah Yehuwa. Perhimpunan adalah hadiah dari Allah, dan dengan berhimpun, hubungan kita dengan Yehuwa diperkuat. Di perhimpunan, organisasi-Nya memberi kita kekuatan dan arahan yang kita butuhkan. Sungguh suatu kehormatan bisa diundang oleh Yehuwa dan Putra-Nya untuk makan di ”meja Yehuwa” setiap minggu. (1 Kor. 10:21) Kita tidak boleh lupa betapa istimewanya undangan ini.

4 Yehuwa dengan jelas memberi tahu kita bahwa Ia ingin kita berhimpun untuk menyembah Dia dan menguatkan satu sama lain. (Baca Ibrani 10:24, 25.) Karena menghormati Yehuwa, kita tidak akan absen berhimpun kecuali benar-benar perlu. Jika kita membuat persiapan untuk perhimpunan dan ingin aktif di dalamnya, kita menunjukkan bahwa kita bersyukur atas perhimpunan.Mz. 22:22.

5 Sikap kita di perhimpunan dan cara kita memelihara Balai Kerajaan menunjukkan seberapa dalam respek kita terhadap Yehuwa. Kita ingin tingkah laku kita memuliakan nama Yehuwa, yang biasanya tertera di papan nama Balai Kerajaan.—Bandingkan 1 Raja 8:17.

6. Apa yang dikatakan orang tentang Balai Kerajaan kita dan para hadirinnya? (Lihat gambar di awal artikel.)

6 Penghargaan kita akan Balai Kerajaan diperhatikan oleh orang lain. Misalnya, seorang pria di Turki mengatakan, ”Saya kagum melihat Balai Kerajaan bersih dan teratur. Orang-orangnya berpakaian rapi, murah senyum, dan menyapa saya dengan ramah. Saya benar-benar kagum.” Pria itu pun mulai ikut semua acara perhimpunan dan tak lama kemudian dibaptis. Di sebuah kota di Indonesia, saudara-saudara mengundang para tetangga, wali kota, dan para pejabat lain untuk melihat Balai Kerajaan baru mereka. Sang wali kota sangat terkesan melihat kualitas bangunan yang bagus, desainnya, dan tamannya yang indah. Ia berkata, ”Kebersihan bangunan ini menunjukkan bahwa kalian memang orang-orang beriman.”

Tingkah laku kita bisa menunjukkan bahwa kita tidak merespek Allah (Lihat paragraf 7, 8)

7, 8. Bagaimana kita menunjukkan bahwa kita merespek Yehuwa saat kita berada di Balai Kerajaan?

7 Yehuwa-lah yang mengundang kita ke perhimpunan, dan Ia memperhatikan penampilan dan tingkah laku kita di sana. Kita tidak ingin terlalu kaku dan resmi, tapi juga tidak mau terlalu santai dan sembarangan. Yehuwa memang ingin agar kita dan orang-orang yang kita undang ke Balai Kerajaan merasa  nyaman. Tapi, kita tidak mau bersikap tidak respek terhadap perhimpunan dalam hal apa pun. Jadi, kita tidak akan berpakaian dengan tidak rapi atau terlalu santai, dan kita tidak mau berkirim-kiriman pesan, mengobrol, atau makan-minum selama perhimpunan. Selain itu, orang tua perlu mengajar anak mereka untuk tidak berlarian atau bermain di Balai Kerajaan.Pkh. 3:1.

8 Saat Yesus melihat orang-orang berjualan di bait Allah, ia marah dan mengusir mereka. (Yoh. 2:13-17) Di Balai Kerajaan, kita menyembah Yehuwa dan belajar tentang Dia. Jadi, Balai bukanlah tempat untuk berbisnis.—Bandingkan Nehemia 13:7, 8.

MEMBANTU PEMBANGUNAN BALAI KERAJAAN

9, 10. (a) Bagaimana pembangunan Balai Kerajaan dilakukan, dan apa hasilnya? (b) Bagaimana organisasi Yehuwa membantu sidang-sidang yang tidak mampu membangun Balai sendiri?

9 Upaya yang keras telah dilakukan oleh umat Yehuwa di seluruh dunia untuk membangun Balai Kerajaan. Bangunan-bangunan itu dirancang, dibangun, dan direnovasi oleh para sukarelawan yang tidak dibayar. Hasilnya, dalam 15 tahun terakhir, kita telah membangun lebih dari 28.000 Balai Kerajaan yang bagus di seluruh dunia, atau rata-rata lima Balai Kerajaan dibangun setiap hari.

10 Organisasi Yehuwa menugasi sukarelawan dan menggunakan dana sumbangan untuk membangun Balai Kerajaan di mana pun dibutuhkan. Kita mengikuti prinsip Alkitab bahwa mereka yang punya lebih banyak bisa membantu mereka yang berkekurangan. (Baca 2 Korintus 8:13-15.) Apa hasilnya? Banyak Balai Kerajaan telah dibangun untuk sidang-sidang yang tidak mampu.

11. Apa yang dikatakan beberapa saudara tentang Balai Kerajaan baru mereka, dan bagaimana perasaan Saudara setelah membacanya?

11 Saudara-saudari dari sebuah sidang di Kosta Rika menulis, ”Saat kami berdiri di depan Balai Kerajaan, kami seperti mimpi! Rasanya tidak percaya. Balai kami yang bagus bisa selesai dalam delapan hari saja! Hal ini bisa dilakukan karena berkat Yehuwa, pengaturan organisasi-Nya, dan dukungan saudara-saudari. Tempat ibadat ini adalah hadiah yang berharga, permata dari Yehuwa untuk kami. Kami senang sekali.” Kita sangat gembira mendengar saudara-saudari kita bersyukur kepada Yehuwa atas apa yang telah Ia lakukan bagi mereka. Dan, kita berbahagia karena saudara-saudari di seluruh dunia bisa punya Balai Kerajaan sendiri. Yehuwa  pastilah memberkati pekerjaan pembangunan Balai Kerajaan, karena begitu pembangunannya selesai, semakin banyak orang mulai berhimpun untuk belajar tentang Yehuwa.Mz. 127:1.

12. Bagaimana Saudara bisa membantu membangun Balai Kerajaan?

12 Bagaimana Saudara sendiri bisa membantu pembangunan Balai Kerajaan? Saudara mungkin bisa merelakan diri untuk ikut membangun. Selain itu, kita semua bisa menyumbangkan uang untuk menutupi biayanya. Jika kita melakukan semampu kita untuk mendukung pekerjaan ini, kita akan bahagia karena memberi dan, yang lebih penting lagi, kita memuliakan Yehuwa. Kita meniru hamba-hamba Allah di zaman Alkitab yang ingin sekali memberikan sumbangan untuk pembangunan tempat ibadat mereka.Kel. 25:2; 2 Kor. 9:7.

MENJAGA KEBERSIHAN BALAI KERAJAAN

13, 14. Apa yang Alkitab katakan yang membuat kita sadar perlunya menjaga Balai Kerajaan kita bersih dan rapi?

13 Yehuwa adalah Allah yang bersih, kudus, dan teratur. Oleh karena itu, kita harus menjaga Balai Kerajaan kita bersih dan rapi. (Baca 1 Korintus 14:33, 40.) Dan, untuk bisa bersih dan kudus seperti Yehuwa, kita tidak hanya ingin menjaga ibadat, pikiran, dan tindakan kita tetap bersih, tapi juga tubuh kita.Pny. 19:8.

14 Jika kita menjaga Balai Kerajaan kita bersih dan rapi, kita bangga mengundang orang lain ke perhimpunan. Selain itu, orang-orang akan melihat bahwa kita benar-benar menjalankan apa yang kita ajarkan tentang dunia baru yang bersih. Mereka akan melihat bahwa kita menyembah Allah yang kudus dan bersih,  yang akan membuat bumi ini menjadi sebuah firdaus yang indah.Yes. 6:1-3; Pny. 11:18.

15, 16. (a) Mengapa menjaga kebersihan Balai Kerajaan tidak selalu mudah? Mengapa kita harus menjaganya tetap bersih? (b) Bagaimana pembersihan Balai Kerajaan Saudara diatur, dan hak istimewa apa yang kita semua miliki?

15 Pendapat orang tentang pembersihan berbeda-beda. Mengapa? Hal itu bisa jadi dipengaruhi oleh cara mereka dibesarkan. Selain itu, ada yang hidup di tempat yang berdebu atau yang jalan-jalannya kotor dan berlumpur. Di tempat lain, tidak ada cukup air atau bahan pembersih. Namun, tidak soal di mana kita tinggal dan apa pendapat orang-orang di daerah kita tentang pembersihan, kita harus menjaga Balai Kerajaan kita bersih dan rapi. Di sanalah kita menyembah Yehuwa.Ul. 23:14.

16 Jika kita ingin Balai Kerajaan kita selalu bersih, perlu ada pengaturan. Para penatua bisa membuat jadwal untuk sidang dan memastikan bahwa selalu tersedia cukup peralatan dan bahan pembersih. Para penatua juga mengatur pelaksanaan pembersihan agar semuanya bisa dilakukan sampai tuntas. Beberapa hal perlu dibersihkan setiap kali perhimpunan selesai, namun hal-hal lain tidak perlu sesering itu. Kita semua punya hak istimewa untuk ikut membersihkan Balai Kerajaan kita.

MERAWAT BALAI KERAJAAN KITA

17, 18. (a) Apa yang bisa kita pelajari dari cara umat Yehuwa di masa lalu merawat bait? (b) Mengapa kita harus merawat Balai Kerajaan kita?

17 Kita juga menjaga kondisi Balai Kerajaan tetap baik dengan melakukan perbaikan yang diperlukan. Hamba-hamba Yehuwa di zaman dulu melakukan hal ini. Misalnya, selama pemerintahan Raja Yehoas dari Yehuda, orang-orang menyumbangkan uang ke bait. Sang raja memerintahkan para imam untuk menggunakan sumbangan itu untuk memperbaiki kerusakan-kerusakan di bait. (2 Raj. 12:4, 5) Lebih dari 200 tahun kemudian, Raja Yosia juga menggunakan sumbangan bait untuk membiayai berbagai perbaikan.Baca 2 Tawarikh 34:9-11.

18 Beberapa Panitia Cabang memperhatikan bahwa orang-orang di negeri mereka tidak terbiasa merawat bangunan atau peralatan. Mungkin, di negeri-negeri itu, tidak banyak orang yang tahu cara melakukannya. Atau, mereka mungkin tidak punya cukup uang untuk membiayai perbaikannya. Namun, jika tidak diperbaiki, Balai akan terlihat tidak terawat dan orang-orang akan memperhatikan hal ini. Ini bukan kesaksian yang bagus untuk mereka. Sebaliknya, kalau kita melakukan semampu kita untuk merawat Balai Kerajaan, kita memuliakan Yehuwa dan tidak menyia-nyiakan uang yang telah disumbangkan oleh saudara-saudari kita.

Perawatan Balai Kerajaan tidak boleh diabaikan (Lihat paragraf 16, 18)

19. Apa yang akan Saudara lakukan untuk menunjukkan bahwa Saudara merespek tempat ibadat kepada Yehuwa?

19 Balai Kerajaan adalah bangunan yang dibaktikan kepada Yehuwa. Balai Kerajaan bukanlah milik perorangan atau sidang. Seperti yang sudah kita bahas, prinsip-prinsip Alkitab akan membantu kita menghargai tempat ibadat kita ini. Karena kita merespek Yehuwa, kita merespek perhimpunan kita dan Balai Kerajaan. Kita senang menyumbangkan uang untuk pembangunan Balai Kerajaan, dan kita berusaha keras untuk merawat dan menjaganya tetap bersih. Seperti Yesus, kita menunjukkan ”gairah”, atau kasih, dan respek terhadap tempat kita beribadat kepada Yehuwa.Yoh. 2:17.

^ par. 2 Artikel ini membahas Balai Kerajaan. Namun, prinsipnya juga berlaku untuk Balai Kebaktian dan tempat-tempat lain yang dipakai untuk beribadat kepada Yehuwa.