Langsung ke konten

Langsung ke menu sekunder

Langsung ke daftar isi

Saksi-Saksi Yehuwa

Indonesia

Menara Pengawal—Edisi Pelajaran  |  Desember 2014

Bersama-sama Menghadapi Akhir Dunia Tua Ini

Bersama-sama Menghadapi Akhir Dunia Tua Ini

’Kita adalah sesama anggota.’EF. 4:25.

1, 2. Apa yang Allah inginkan dari umat-Nya, tua maupun muda?

APAKAH kamu seorang anak muda? Jika ya, yakinlah bahwa kamu punya bagian penting dalam sidang sedunia milik Yehuwa. Di banyak negeri, kebanyakan orang yang dibaptis adalah anak muda. Betapa senangnya melihat begitu banyak anak muda memutuskan untuk melayani Yehuwa!

2 Sebagai anak muda, apakah kamu suka bergaul dengan anak muda lainnya? Mungkin begitu. Kita memang senang bergaul bersama teman yang seumur. Tapi, Yehuwa ingin agar kita melayani Dia bersama semua saudara-saudari kita. Dia ingin umat-Nya bersatu, walaupun umur dan latar belakang mereka mungkin berbeda. Rasul Paulus menulis bahwa Allah ingin agar ”segala macam orang diselamatkan dan memperoleh pengetahuan yang saksama tentang kebenaran”. (1 Tim. 2:3, 4) Dan, Penyingkapan 7:9 berkata bahwa orang-orang yang menyembah Allah berasal dari ”semua bangsa dan suku dan umat dan bahasa”.

3, 4. (a) Seperti apa sikap banyak anak muda zaman sekarang? (b) Di Efesus 4:25, apa yang Paulus katakan tentang sidang?

3 Kaum muda yang melayani Yehuwa berbeda jauh dengan yang tidak melayani-Nya. Kebanyakan anak muda yang tidak melayani  Yehuwa hanya memikirkan kepentingan diri sendiri. Malah, para peneliti berkata bahwa kaum muda zaman sekarang lebih egois daripada zaman dulu. Gaya bicara dan penampilan mereka menunjukkan bahwa mereka tidak menghormati orang lain, terutama yang lebih tua.

4 Di mana-mana, kaum muda bersikap seperti itu, sehingga dibutuhkan upaya keras untuk menghindari sikap itu dan untuk menyenangkan Yehuwa. Bahkan pada abad pertama, Paulus memperingatkan orang Kristen agar tidak bersikap begitu. Paulus menyebutnya ”roh yang sekarang bekerja dalam diri putra-putra ketidaktaatan”. (Baca Efesus 2:1-3.) Senang sekali melihat kaum muda di sidang yang tidak bersikap seperti itu. Mereka mau melayani Yehuwa bersama saudara-saudari mereka. Mereka mengerti bahwa sidang disamakan dengan tubuh yang memiliki banyak anggota, yang saling bekerja sama. Paulus menulis, ’Kita adalah sesama anggota.’ (Ef. 4:25) Karena akhir dunia Setan sudah semakin dekat, kita harus tetap bersatu dengan saudara-saudari kita. Contoh-contoh Alkitab berikut ini akan menunjukkan pentingnya tetap bersama-sama, atau bersatu.

MEREKA TETAP BERSAMA

5, 6. Apa yang dapat kita pelajari dari Lot dan keluarganya?

5 Dulu, umat Allah berhasil menghadapi situasi-situasi yang penuh bahaya. Yehuwa melindungi umat-Nya yang bersatu dan saling membantu. Kita semua, tua atau muda, bisa belajar dari contoh-contoh Alkitab ini. Mari kita bahas apa yang dialami Lot.

6 Lot dan keluarganya berada dalam bahaya. Yehuwa sudah hampir membinasakan Sodom, kota tempat mereka tinggal. Allah mengutus malaikat-malaikat untuk memperingatkan Lot supaya keluar dari kota itu dan lari ke pegunungan. Malaikat-malaikat itu mendesaknya, ’Larilah demi keselamatanmu!’ (Kej. 19:12-22) Lot dan kedua putrinya menaati petunjuk itu. Sayangnya, keluarga Lot yang lain tidak menaatinya. Lot memberi tahu pria-pria yang akan menikahi putri-putrinya bahwa mereka semua harus keluar, tapi pria-pria ini menganggap Lot yang lebih tua itu ”sedang bergurau”. Mereka tidak mau mendengarkan Lot, sehingga mereka mati sewaktu kota itu dibinasakan. (Kej. 19:14) Hanya Lot dan dua putrinya yang selamat, karena mereka taat dan tetap bersama-sama.

7. Apa yang Yehuwa lakukan karena sekelompok orang yang keluar dari Mesir tetap bersatu?

7 Kita juga bisa belajar dari contoh bangsa Israel ketika mereka keluar dari Mesir. Mereka tidak memisahkan diri menjadi kelompok-kelompok kecil, yang masing-masing mencari jalan ke Tanah Perjanjian. Sebaliknya, mereka berangkat bersama sebagai kelompok yang bersatu. Lalu, saat Yehuwa membelah Laut Merah, Musa tidak menyeberangi laut itu sendirian atau hanya bersama sedikit orang Israel. Seluruh bangsa itu menyeberang bersama Musa, dan Yehuwa melindungi mereka. (Kel. 14:21, 22, 29, 30) Bahkan, banyak orang dari bangsa lain memutuskan untuk melayani Yehuwa dan meninggalkan Mesir bersama bangsa Israel. Mereka semua tetap bersama-sama. (Kel. 12:38) Sangatlah bodoh jika sekelompok kecil orang Israel, mungkin yang masih muda, mencoba untuk pergi sendiri menuju arah yang mereka pikir paling benar. Orang Israel yang ingin mencari jalannya sendiri pasti tidak akan dilindungi Yehuwa.1 Kor. 10:1.

8. Pada zaman Yehosyafat, bagaimana umat Yehuwa bersatu?

8 Pada zaman Raja Yehosyafat, pasukan musuh yang kuat dan jumlahnya banyak datang untuk menyerang umat Allah. (2 Taw. 20:1, 2) Apa yang orang Israel lakukan sewaktu dikepung oleh musuh yang menakutkan ini? Mereka percaya kepada Yehuwa dan berdoa meminta  bimbingan-Nya. (Baca 2 Tawarikh 20:3, 4.) Orang-orang Israel tidak mencoba mencari jalan keluarnya sendiri-sendiri, tapi mereka semua berkumpul bersama. Alkitab berkata, ”Semua orang Yehuda berdiri di hadapan Yehuwa, bahkan anak-anak kecil, istri dan putra-putra mereka.” (2 Taw. 20:13) Seluruh bangsa itu, tua dan muda, percaya kepada Yehuwa dan melakukan apa yang diperintahkan. Mereka tetap bersama-sama, dan Yehuwa melindungi mereka dari musuh. (2 Taw. 20:20-27) Mereka adalah contoh bagus yang memperlihatkan caranya umat Allah bisa menghadapi tentangan sebagai satu kelompok.

9. Apa yang bisa kita pelajari dari orang Kristen abad pertama?

9 Pada abad pertama, orang Kristen bersama-sama beribadat kepada Yehuwa dengan damai dan kompak. Misalnya, setelah orang Yahudi dan non-Yahudi menjadi Kristen, mereka semua mengikuti ajaran para rasul. Mereka melakukan kegiatan bersama, makan bersama, dan berdoa bersama. (Kis. 2:42) Ketika orang-orang Kristen dianiaya, mereka tetap bersatu. Pada saat seperti itulah mereka terutama membutuhkan satu sama lain. (Kis. 4:23, 24) Sewaktu kita dianiaya, kita pun harus bersatu dan saling mendukung.

BERSATU SEBELUM HARI YEHUWA TIBA

10. Kapan kita benar-benar harus bersatu?

10 Kita akan segera memasuki masa yang paling sulit dalam sejarah manusia. Nabi Yoel menyebut masa ini sebagai ”hari yang gelap dan suram”. (Yl. 2:1, 2; Zef. 1:14) Pada masa itu, umat Yehuwa benar-benar harus bersatu, lebih daripada sebelumnya. Ingatlah kata-kata Yesus, ”Setiap kerajaan yang terbagi dan saling berlawanan akan hancur.”Mat. 12:25.

11. Apa yang bisa dipelajari umat Allah dari Mazmur 122:3, 4 tentang persatuan? (Lihat gambar di awal artikel.)

11 Seberapa eratkah kita harus bersatu? Kita bisa memetik pelajaran dari caranya rumah-rumah dibangun di kota Yerusalem zaman dulu. Jarak rumah yang satu dengan yang lainnya sangat dekat, sampai-sampai pemazmur berkata bahwa kota itu ”dibangun dengan rapat sebagai kesatuan”. Penduduk kota merasa aman karena mereka tinggal berdekatan sehingga bisa saling membantu dan saling menjaga. Rumah yang rapat-rapat itu mungkin membuat pemazmur teringat akan suku-suku Israel yang berkumpul sebagai satu bangsa untuk beribadat kepada Yehuwa. (Baca Mazmur 122:3, 4.) Begitu juga, sekarang dan pada masa sulit yang akan datang, umat Yehuwa harus tetap erat bersatu.

12. Bagaimana caranya agar selamat saat Gog menyerang umat Yehuwa?

12 Mengapa di masa depan persatuan kita sangat penting? Yehezkiel pasal 38 menubuatkan bahwa ”Gog dari tanah Magog” akan menyerang umat Yehuwa. Di saat seperti itu, jangan sampai kita terpecah belah. Kita tidak boleh berpikir bahwa dunia Setan akan melindungi kita. Kita justru perlu tetap dekat dengan saudara-saudari kita. Memang, kita tidak akan otomatis selamat hanya dengan menjadi anggota organisasi Yehuwa. Kita sendiri tentu harus percaya kepada Yehuwa dan menaati Dia. Dengan begitu, Yehuwa dan Yesus akan menyelamatkan kita dari serangan itu dan membawa kita ke dunia baru. (Yl. 2:32; Mat. 28:20) Tapi, kita tetap harus bersatu dengan umat Allah. Coba renungkan, apakah Yehuwa akan menyelamatkan orang yang memisahkan diri?Mi. 2:12.

13. Pelajaran apa yang bisa diperoleh dari contoh-contoh yang sudah kita bahas?

13 Jika kamu masih muda, apakah kamu mengerti mengapa kita perlu tetap dekat dengan saudara-saudari kita? Lawanlah keinginan untuk bergaul dengan hanya teman-teman seusiamu atau untuk menjauh dari orang-orang di sidang. Tidak lama lagi, kita semua, yang tua dan yang muda, akan sangat-sangat membutuhkan satu sama lain. Perkuatlah persahabatanmu  dengan saudara-saudari di sidang, dan nikmatilah sukacita karena melayani Yehuwa bersama-sama. Di masa depan, jika kamu terus bersatu dengan umat Yehuwa, kamu akan selamat!

’KITA ADALAH SESAMA ANGGOTA’

14, 15. (a) Mengapa Yehuwa mempersiapkan kita untuk bersatu? (b) Nasihat apa yang Yehuwa berikan agar kita bisa bersatu?

14 Yehuwa sedang membantu kita untuk ”melayani dia bahu-membahu” dengan saudara-saudari kita. (Zef. 3:8, 9) Dia mempersiapkan kita untuk hidup di masa depan ketika Dia ”mengumpulkan kembali segala perkara dalam Kristus”. (Baca Efesus 1:9, 10.) Yehuwa bermaksud agar semua makhluk di surga dan di bumi menjadi satu keluarga yang menyembah Dia. Hal ini pasti akan Yehuwa wujudkan. Kaum muda, kalian bisa menjadi bagian dari keluarga itu selamanya. Apakah kalian mau bersatu dengan organisasi Yehuwa?

15 Yehuwa sedang mempersiapkan kita untuk bersatu supaya di dunia baru nanti, kita bisa hidup dengan damai bersama saudara-saudari kita. Dia dengan sabar mengajar kita untuk ”saling memperhatikan”, untuk ’memiliki kasih sayang yang lembut terhadap satu sama lain’, untuk ’terus menghibur satu sama lain’, dan untuk ’membina satu sama lain’. (1 Kor. 12:25; Rm. 12:10; 1 Tes. 4:18; 5:11) Yehuwa tahu bahwa karena kita tidak sempurna, kadang-kadang kita sulit bersatu. Itulah sebabnya Dia meminta kita untuk terus ”mengampuni satu sama lain”.Ef. 4:32.

16, 17. (a) Apa salah satu tujuan kita berhimpun? (b) Apa yang bisa dipelajari kaum muda dari teladan Yesus?

16 Bantuan lain yang Yehuwa berikan agar kita bisa bersatu adalah perhimpunan. Ibrani 10:24, 25 mengingatkan bahwa salah satu tujuan kita berhimpun adalah agar kita menggerakkan satu sama lain untuk berbuat baik. Kita juga semakin perlu berhimpun karena hari Yehuwa semakin dekat.

17 Yesus adalah teladan yang bagus karena dia senang berhimpun bersama umat Yehuwa. Ketika berumur 12 tahun, dia pergi bersama orang tuanya ke bait untuk menghadiri pertemuan besar umat Allah. Di sana, orang tua Yesus kehilangan dia. Apakah Yesus pergi untuk bermain bersama anak-anak seusianya? Tidak. Sewaktu orang tuanya menemukan dia, Yesus sedang membahas Tulisan-Tulisan Kudus bersama guru-guru di bait.Luk. 2:45-47.

18. Mengapa doa bisa memperkuat persatuan kita?

 18 Kita juga bisa memperkuat persatuan kita dengan berdoa bagi saudara-saudari kita dan meminta Yehuwa memberikan bantuan tertentu yang mungkin mereka butuhkan. Dengan berdoa bagi saudara-saudari kita, kita akan semakin peduli kepada mereka. Sangatlah penting untuk mengasihi saudara-saudari kita, membina mereka di perhimpunan, dan mendoakan mereka. Kaum muda, apakah kalian sudah mencoba melakukan hal-hal ini supaya bisa lebih akrab dengan teman-teman di sidang? Agar selamat ketika akhir itu tiba, kita perlu akrab dengan saudara-saudari kita, bukan dengan dunia Setan.

Kita semua bisa berdoa bagi saudara-saudari kita (Lihat paragraf 18)

BUKTI BAHWA ’KITA ADALAH SESAMA ANGGOTA’

19-21. (a) Sebagai ’sesama anggota’, kita tergerak untuk melakukan apa? Berikan contoh-contoh. (b) Apa yang Saudara pelajari dari caranya saudara-saudari kita saling membantu sewaktu ada bencana?

19 Banyak contoh memperlihatkan bahwa umat Yehuwa dewasa ini adalah ’sesama anggota’. (Rm. 12:5) Saat bencana melanda saudara-saudari kita, kita merasakan penderitaan mereka dan ingin membantu mereka. Pada bulan Desember 2011, sebuah badai tropis melanda Pulau Mindanao di Filipina. Dalam satu malam, lebih dari 40.000 rumah terkena banjir, termasuk banyak rumah saudara-saudari kita. Kantor cabang Filipina membentuk panitia penanggulangan bencana untuk mengirimkan bantuan. Tapi menurut laporan kantor cabang itu, sebelum bantuan itu tiba, ”saudara-saudari Kristen dari tempat-tempat lain sudah mengirimkan bantuan”.

20 Di Jepang, saudara-saudari kita begitu menderita setelah gempa bumi yang besar dan tsunami menghantam bagian timur negeri itu. Akibatnya, banyak yang tidak punya apa-apa lagi. Misalnya, Yoshiko kehilangan tempat tinggalnya. Rumahnya jauh dari Balai Kerajaan, kira-kira 40 kilometer. Dia berkata, ”Kami tidak sangka kalau sehari setelah gempa bumi, pengawas wilayah dan satu saudara lain datang mencari kami.” Sambil tersenyum lebar, dia menambahkan, ”Kami senang sekali karena kebutuhan rohani kami diurus sidang. Kami juga diberi mantel, sepatu, tas, dan baju tidur.” Seorang anggota panitia penanggulangan berkata, ”Saudara-saudari dari seluruh Jepang kompak membantu satu sama lain. Ada saudara-saudari yang bahkan datang dari Amerika Serikat untuk membantu. Sewaktu ditanya kenapa mereka mau jauh-jauh datang, mereka berkata, ’Rekan-rekan di Jepang adalah saudara kami, dan mereka butuh bantuan.’” Tidakkah kita bangga menjadi bagian organisasi yang anggotanya saling mengasihi? Bayangkan betapa senangnya Yehuwa melihat persatuan seperti itu.

21 Jika dari sekarang kita belajar mengandalkan satu sama lain, kita akan siap untuk bersama-sama menghadapi situasi yang sulit di masa depan. Bahkan kalau komunikasi kita terputus dengan saudara-saudari di daerah lain, kita akan tetap bersatu dengan saudara-saudari di daerah kita. Seorang saudari dari Jepang bernama Fumiko yang selamat dari bencana topan berkata, ”Akhir itu sudah dekat sekali. Kita harus terus membantu rekan-rekan seiman kita sampai datangnya masa depan yang bebas dari bencana.”

22. Mengapa persatuan penting di masa depan?

22 Bersiaplah untuk kedatangan hari Yehuwa dengan berupaya sebisa-bisanya untuk bersatu dengan saudara-saudari kita. Saat dunia Setan dihancurkan, Yehuwa akan menyelamatkan umat-Nya seperti di zaman dulu. (Yes. 52:9, 10) Tidak soal kita masih muda atau tidak, kita harus tetap bersatu dengan umat Allah agar selamat. Di artikel berikutnya, kita akan membahas mengapa kita juga perlu bersyukur atas apa yang telah kita terima.