Langsung ke konten

Langsung ke menu sekunder

Langsung ke daftar isi

Saksi-Saksi Yehuwa

Indonesia

Menara Pengawal—Edisi Pelajaran  |  September 2014

Loyal Melayani Allah Meski ”Banyak Kesengsaraan”

Loyal Melayani Allah Meski ”Banyak Kesengsaraan”

”Kita harus masuk ke dalam kerajaan Allah melalui banyak kesengsaraan.”KIS. 14:22.

1. Mengapa hamba-hamba Allah menghadapi ”banyak kesengsaraan”?

APAKAH Saudara terkejut mendengar bahwa kita akan menghadapi ”banyak kesengsaraan” sebelum menerima karunia kehidupan abadi? Mungkin tidak. Tidak soal sudah berapa lama kita dalam kebenaran, kita semua mengalami cobaan. Mengapa? Antara lain karena kita hidup di dunia Setan.Pny. 12:12.

2. (a) Kesengsaraan tambahan apa yang dihadapi orang Kristen? (Lihat gambar di awal artikel.) (b) Siapa penyebab penganiayaan, dan dari mana kita tahu?

2 Semua manusia yang tidak sempurna mengalami masalah. Tetapi, orang Kristen menghadapi kesengsaraan tambahan. (1 Kor. 10:13) Satu jenis kesengsaraan yang mereka hadapi adalah penganiayaan yang hebat karena bertekad untuk loyal kepada Allah. Yesus memberi tahu para pengikutnya, ”Seorang budak tidak lebih besar daripada majikannya. Jika mereka telah menganiaya aku, mereka akan menganiaya kamu juga.” (Yoh. 15:20) Siapa penyebab penganiayaan ini? Setan. Alkitab menggambarkannya sebagai ”singa yang mengaum” yang ”berupaya melahap” umat Allah. (1 Ptr. 5:8) Setan mencoba segala cara untuk mematahkan integritas kita kepada Yehuwa. Mari kita lihat apa yang terjadi atas rasul Paulus.

 KESENGSARAAN DI KOTA LISTRA

3-5. (a) Kesengsaraan apa yang Paulus hadapi di Listra? (b) Mengapa kata-katanya tentang menghadapi kesengsaraan itu menguatkan?

3 Lebih dari sekali, Paulus dianiaya karena loyal kepada Allah. (2 Kor. 11:23-27) Di kota Listra, Paulus menyembuhkan seorang pria yang timpang sejak lahir. Karena mukjizat ini, orang-orang menyangka bahwa Paulus dan Barnabas adalah dewa. Mereka berdua sampai harus memohon agar orang-orang itu berhenti memuja mereka! Tetapi, tidak lama kemudian para pemimpin agama Yahudi datang dan memfitnah Paulus dan Barnabas. Orang banyak itu percaya lalu merajam Paulus sampai mereka mengira dia sudah mati.Kis. 14:8-19.

4 Setelah mengunjungi kota Derbe, Paulus dan Barnabas ”kembali ke Listra, Ikonium, dan Antiokhia, menguatkan jiwa murid-murid, menganjurkan mereka untuk tetap dalam iman dan mengatakan, ’Kita harus masuk ke dalam kerajaan Allah melalui banyak kesengsaraan’”. (Kis. 14:21, 22) Sekilas, pernyataan itu aneh. Lagi pula, tahu bahwa kita bakal mengalami ”banyak kesengsaraan” bisa membuat kecil hati. Jadi, mengapa Paulus dan Barnabas ’menguatkan murid-murid’ dengan memberi tahu mereka bahwa mereka akan menghadapi lebih banyak kesengsaraan?

5 Jawabannya ada dalam kata-kata Paulus. Ia berkata, ”Kita harus masuk ke dalam kerajaan Allah melalui banyak kesengsaraan.” Ia tidak sekadar mengatakan, ”Kita harus bertekun menghadapi banyak kesengsaraan.” Sebaliknya, Paulus menekankan pahala yang luar biasa bagi orang-orang yang setia kepada Allah. Pahala ini bukan khayalan. Yesus berkata, ”Orang yang telah bertekun sampai ke akhir, dialah yang akan diselamatkan.”Mat. 10:22.

6. Apa pahala yang akan diterima mereka yang bertekun menghadapi kesengsaraan?

6 Jika kita bertekun menghadapi kesengsaraan, kita akan menerima pahala. Bagi orang Kristen terurap, pahalanya adalah kehidupan yang tidak bisa mati sebagai raja bersama Yesus di surga. Bagi ”domba-domba lain”, pahalanya adalah kehidupan abadi di bumi yang penuh damai. (Yoh. 10:16; 2 Ptr. 3:13) Tetapi sekarang ini, kita akan menghadapi ”banyak kesengsaraan”. Mari kita lihat dua jenis cobaan yang bisa jadi kita alami.

SERANGAN TERBUKA

7. Apa yang termasuk dalam serangan terbuka?

7 Yesus menubuatkan, ”Orang-orang akan menyerahkan kamu ke pengadilan-pengadilan setempat, dan kamu akan dipukuli di sinagoga-sinagoga dan dihadapkan kepada gubernur-gubernur dan raja-raja.” (Mrk. 13:9) Jadi, Yesus mengatakan bahwa beberapa orang Kristen akan menghadapi serangan terbuka, seperti penganiayaan. Kadang, penganiayaan ini disebabkan oleh para pemimpin agama atau politik. (Kis. 5:27, 28) Pikirkan lagi teladan Paulus. Apakah ia takut karena tahu ia akan mengalami penganiayaan? Sama sekali tidak.Baca Kisah 20:22, 23.

8, 9. Bagaimana Paulus menunjukkan bahwa ia bertekad untuk bertekun? Bagaimana beberapa saudara bertekun menghadapi serangan terbuka dewasa ini?

8 Paulus dengan berani melawan serangan terbuka dari Setan dan mengatakan, ”Aku tidak menganggap jiwaku penting, seolah-olah itu berharga bagiku, asalkan saja aku dapat mencapai garis akhir dan menyelesaikan tugas pelayanan yang aku terima dari Tuan Yesus, untuk memberikan kesaksian yang saksama tentang kabar baik mengenai kebaikan hati Allah yang tidak selayaknya diperoleh.” (Kis. 20:24) Paulus tidak takut  dianiaya. Sebaliknya, ia bertekad untuk bertekun. Tujuannya adalah memberikan ”kesaksian yang saksama” bahkan saat menderita cobaan.

9 Dewasa ini, banyak saudara-saudari dengan loyal mempertahankan integritas mereka selama penganiayaan. Di satu negeri, beberapa Saksi dipenjarakan selama hampir 20 tahun tanpa persidangan. Mengapa? Karena menolak terlibat dalam urusan politik. Mereka tidak diizinkan menerima kunjungan bahkan dari keluarga sendiri, dan beberapa saudara dipukuli dan disiksa.

10. Mengapa kita tidak perlu takut menghadapi kesengsaraan yang tiba-tiba terjadi?

10 Di tempat-tempat lain, saudara-saudara kita bertekun menghadapi kesengsaraan yang tiba-tiba terjadi. Jika itu terjadi pada Saudara, jangan takut. Ingatlah Yusuf. Ia tahu-tahu dijual sebagai budak. Tetapi, Yehuwa ”membebaskan dia dari semua kesengsaraannya”. (Kis. 7:9, 10) Yehuwa juga bisa membebaskan Saudara. Ingatlah selalu bahwa ”Yehuwa tahu bagaimana melepaskan orang-orang yang memiliki pengabdian yang saleh dari cobaan”. (2 Ptr. 2:9) Saudara punya alasan yang kuat untuk percaya kepada Yehuwa dan untuk bertekun menghadapi penganiayaan dengan berani. Percayalah bahwa Yehuwa bisa menyelamatkan Saudara dari dunia yang jahat ini dan memberi Saudara kehidupan abadi.1 Ptr. 5:8, 9.

SERANGAN HALUS

11. Apa bedanya serangan halus dengan serangan terbuka?

11 Bisa jadi, kita juga harus menghadapi serangan halus. Apa bedanya serangan ini dengan serangan terbuka berupa penganiayaan? Serangan terbuka itu seperti badai yang tiba-tiba datang dan menghancurkan rumah Saudara dalam sekejap. Tetapi, serangan halus itu lebih seperti rayap yang menggerogoti kayu rumah Saudara. Ketika sadar rumah Saudara penuh rayap, itu sudah terlambat karena rumah Saudara sudah hampir roboh.

12. (a) Apa salah satu serangan halus Setan, dan mengapa itu sangat ampuh? (b) Mengapa Paulus merasa kecil hati?

12 Setan ingin merusak persahabatan Saudara dengan Yehuwa. Ia bisa menggunakan serangan terbuka berupa penganiayaan atau serangan halus seperti perasaan kecil hati, salah satu senjatanya yang paling ampuh. Mengapa? Perlahan-lahan itu bisa melemahkan hubungan kita dengan Allah. Paulus adakalanya merasa kecil hati. Ia pernah menyebut dirinya ”manusia sengsara”. (Baca Roma 7: 21-24.) Mengapa Paulus bisa kecil hati padahal punya hubungan baik dengan Yehuwa dan kemungkinan besar anggota badan pimpinan? Paulus merasa kecil hati karena dirinya yang tidak sempurna. Ia ingin melakukan apa yang benar, tetapi itu tidak selalu mudah. Jika Saudara punya perasaan seperti itu, Saudara bisa berbesar hati karena tahu bahwa Paulus juga berjuang mengatasi perasaan yang sama.

13, 14. (a) Mengapa ada umat Allah yang merasa kecil hati? (b) Siapa yang ingin menghancurkan integritas kita, dan mengapa?

13 Adakalanya, banyak saudara dan saudari merasa kecil hati, khawatir, dan mungkin merasa diri tak berguna. Misalnya, seorang saudari perintis yang bersemangat berkata, ”Saya terus-menerus memikirkan perbuatan salah yang pernah saya lakukan sehingga saya makin membenci diri saya sendiri. Sewaktu memikirkan semua kesalahan saya, rasanya tidak mungkin ada yang bisa mengasihi saya, Yehuwa pun tidak.”

14 Mengapa beberapa hamba-hamba Yehuwa yang bersemangat, seperti saudari tersebut, merasa kecil hati? Alasannya  bisa beragam. Mungkin mereka punya pandangan yang buruk tentang diri atau keadaan mereka. (Ams. 15:15) Yang lain barangkali punya perasaan negatif karena memiliki masalah kesehatan yang berpengaruh terhadap emosi mereka. Apa pun alasannya, ingatlah siapa yang ingin memanfaatkan perasaan itu. Siapa yang ingin agar kita kecil hati sehingga tidak lagi melayani Yehuwa? Tentu saja Setan. Ia telah dijatuhi hukuman mati dan ia ingin Saudara juga merasa tidak punya harapan. (Pny. 20:10) Ia ingin membuat kita khawatir dan melemahkan semangat kita. Tujuan Setan adalah agar kita berhenti melayani Yehuwa, entah melalui serangan terbuka ataupun serangan halus. Ingatlah, umat Allah sedang dalam peperangan, berjuang melindungi integritas mereka kepada Yehuwa.

15. Menurut 2 Korintus 4:16, 17, apa tekad kita?

15 Bertekadlah untuk tidak menyerah. Berfokuslah pada pahala Saudara. Paulus menulis kepada orang Kristen di Korintus, ”Kami tidak menyerah, namun sekalipun manusia lahiriah kami makin lemah, manusia batiniah kami pasti diperbarui dari hari ke hari. Sebab meskipun kesengsaraan adalah sementara dan ringan, bagi kami hal ini menghasilkan kemuliaan yang bobotnya makin lebih unggul dan yang abadi.”2 Kor. 4:16, 17.

BERSIAP-SIAP HADAPI KESENGSARAAN

Orang Kristen, tua maupun muda, berlatih membela iman mereka (Lihat paragraf 16)

16. Mengapa penting untuk bersiap-siap sekarang?

16 Setan punya banyak ’siasat licik’, atau rencana jahat, yang bisa ia gunakan untuk melawan kita. (Ef. 6:11) Karena itulah kita perlu mengikuti nasihat di 1 Petrus 5:9, ”Hendaklah kamu menentang dia, kokoh dalam iman.” Supaya bisa kokoh, kita perlu mempersiapkan pikiran dan hati kita sekarang agar siap dan rela melakukan apa yang benar. Sebagai  ilustrasi: Jauh sebelum berperang, para tentara mendapat pelatihan khusus agar siap bertempur. Begitu pula dengan kita. Kita tidak tahu pertempuran apa yang akan kita hadapi di masa depan. Jadi, kita mesti berlatih keras selagi masih bisa. Rasul Paulus menganjurkan orang Kristen, ”Teruslah uji apakah kamu berada dalam iman, teruslah periksa bagaimana diri kamu sebenarnya.”2 Kor. 13:5.

17-19. (a) Apa satu cara kita bisa memeriksa diri? (b) Bagaimana anak-anak muda bisa siap membela iman mereka di sekolah?

17 Satu cara Saudara bisa memeriksa diri adalah dengan bertanya, ’Apakah saya rutin berdoa? Sewaktu orang lain membujuk saya melakukan hal yang salah, apakah saya menaati Allah sebagai penguasa sebaliknya daripada manusia? Apakah saya rutin berhimpun? Apakah saya berani berbicara tentang kepercayaan saya? Apakah saya mengampuni saudara-saudara, seperti saya juga ingin diampuni? Apakah saya menaati penatua di sidang dan saudara-saudara yang mengurus semua sidang di seluruh dunia?’

18 Kita dikelilingi orang-orang yang mencoba memengaruhi cara berpikir kita. Banyak saudara-saudari muda harus berbicara dengan berani tentang kepercayaan mereka di sekolah. Mereka tidak malu ataupun takut. Apa yang membantu anak-anak muda itu berbicara dengan berani? Mereka menggunakan saran-saran di majalah kita. Misalnya, Sedarlah! Juli 2009 menyarankan bahwa jika seorang teman sekelas bertanya, ”Mengapa kamu tidak percaya evolusi?” kamu bisa bilang, ”Mengapa aku harus percaya? Para ilmuwan pun tidak menyetujui evolusi, padahal katanya mereka pakar!” Orang tua, bahaslah dengan anak-anak kalian caranya mereka bisa membela iman agar mereka siap melakukannya di sekolah.

19 Memang, membela kepercayaan kita atau melakukan apa yang Yehuwa inginkan tidak selalu mudah. Misalnya, setelah seharian bekerja, kita mungkin harus memaksa diri untuk berhimpun. Atau bisa jadi, kita merasa sulit untuk bangun pagi dan pergi berdinas. Tetapi ingatlah, jika Saudara terbiasa melakukan hal-hal ini sekarang, Saudara sudah siap sewaktu muncul tantangan yang lebih besar.

20, 21. (a) Mengapa merenungkan korban tebusan bisa membantu kita mengatasi perasaan kecil hati? (b) Apa tekad kita?

20 Bagaimana dengan serangan halus? Misalnya, bagaimana kita bisa mengatasi perasaan kecil hati? Salah satu cara terbaik adalah merenungkan korban tebusan Yesus. Itulah yang Paulus lakukan. Ia kadang merasa putus asa. Tetapi, ia tahu bahwa Kristus mati bukan bagi orang yang sempurna, melainkan bagi orang berdosa seperti dia. Ia menulis, ”Kehidupan yang sekarang aku jalani . . . aku jalani dengan iman kepada Putra Allah, yang mengasihi aku dan menyerahkan dirinya bagiku.” (Gal. 2:20) Ya, Paulus menerima korban tebusan dan yakin bahwa itu berlaku bagi dirinya sendiri.

21 Saudara juga bisa memperoleh banyak manfaat jika Saudara menerima korban tebusan sebagai pemberian dari Yehuwa untuk diri Saudara sendiri. Ini tidak berarti perasaan kecil hati Saudara bisa langsung hilang. Sebelum dunia baru tiba, beberapa dari kita mungkin harus terus bertekun melawan rasa kecil hati yang kadang muncul. Tetapi ingat: Mereka yang tidak menyerahlah yang mendapat pahala. Makin hari, datangnya Kerajaan Allah makin dekat. Sewaktu itu terjadi, bumi akan penuh damai dan semua manusia akan sempurna. Bertekadlah untuk masuk ke dalam Kerajaan, meski harus melalui banyak kesengsaraan.