Langsung ke konten

Langsung ke menu sekunder

Langsung ke daftar isi

Saksi-Saksi Yehuwa

Indonesia

Menara Pengawal—Edisi Pelajaran  |  Juli 2013

’Beri Tahu Kami, Kapankah Hal-Hal Ini Akan Terjadi?’

’Beri Tahu Kami, Kapankah Hal-Hal Ini Akan Terjadi?’

”Apa yang akan menjadi tanda kehadiranmu dan tanda penutup sistem ini?”MAT. 24:3.

1. Seperti para rasul, apa yang sangat ingin kita ketahui?

PELAYANAN Yesus di bumi akan segera berakhir, dan murid-muridnya ingin sekali mengetahui apa yang akan mereka alami kelak. Maka, beberapa hari sebelum kematiannya, empat rasulnya bertanya, ”Kapankah hal-hal ini akan terjadi, dan apa yang akan menjadi tanda kehadiranmu dan tanda penutup sistem ini?” (Mat. 24:3; Mrk. 13:3) Yesus menjawabnya dengan menyebutkan sebuah nubuat yang panjang lebar, yang dicatat di Matius pasal 24 dan 25. Dalam nubuat tersebut, Yesus menyebutkan banyak peristiwa penting. Kata-katanya sangat bermakna bagi kita, karena kita pun benar-benar berminat akan apa yang bakal terjadi kelak.

2. (a) Selama bertahun-tahun, kita berupaya mendapat pengertian yang semakin jelas tentang apa? (b) Tiga pertanyaan apa yang akan kita bahas?

2 Selama bertahun-tahun, hamba-hamba Yehuwa dengan sungguh-sungguh mempelajari nubuat Yesus tentang hari-hari terakhir. Mereka berupaya untuk lebih mengerti kapan kata-kata Yesus itu tergenap. Untuk menunjukkan dalam hal apa saja pengertian kita telah diperjelas, mari kita bahas tiga pertanyaan ”kapan”. Kapan ”kesengsaraan besar” mulai terjadi? Kapan Yesus menghakimi ”domba” dan ”kambing”? Kapan Yesus ”tiba”, atau datang?Mat. 24:21; 25:31-33.

KAPAN KESENGSARAAN BESAR MULAI TERJADI?

3. Dahulu, apa yang kita mengerti tentang kapan terjadinya kesengsaraan besar?

3 Dahulu, kita pernah mengira bahwa kesengsaraan besar dimulai ketika Perang Dunia I pecah pada tahun 1914, dan Yehuwa ’mempersingkat hari-hari itu’ pada tahun 1918 ketika perang berakhir agar kaum sisa dapat memberitakan kabar baik kepada semua bangsa. (Mat. 24:21, 22) Setelah pekerjaan pengabaran selesai, imperium Setan akan dibinasakan. Jadi, kesengsaraan besar dianggap memiliki tiga tahap: Akan ada permulaannya (1914-1918), kesengsaraan itu terhenti sementara  (dari 1918 hingga seterusnya), dan akan berakhir di Armagedon.

4. Pemahaman apa yang membantu kita lebih mengerti nubuat Yesus tentang hari-hari terakhir?

4 Namun, setelah meneliti nubuat Yesus lebih jauh, kita memahami bahwa sebagian dari nubuat Yesus tentang hari-hari terakhir digenapi dua kali. (Mat. 24:4-22) Penggenapan pertama terjadi di Yudea pada abad pertama M. Lalu, akan ada penggenapan atas seluruh dunia pada zaman kita. Dengan pemahaman ini, ada beberapa hal yang diklarifikasi. *

5. (a) Masa sulit apa yang mulai terjadi pada tahun 1914? (b) Masa penderitaan itu sejajar dengan periode waktu mana di abad pertama M?

5 Kita juga memahami bahwa bagian pertama dari kesengsaraan besar tidak dimulai pada tahun 1914. Mengapa? Karena nubuat Alkitab menunjukkan bahwa kesengsaraan besar akan dimulai dengan serangan atas agama palsu, bukannya dengan perang antarbangsa. Jadi, peristiwa-peristiwa yang terjadi pada tahun 1914 bukanlah awal kesengsaraan besar, melainkan ”awal sengatan-sengatan penderitaan”. (Mat. 24:8) ”Sengatan-sengatan penderitaan” ini sejajar dengan apa yang terjadi di Yerusalem dan Yudea dari tahun 33 M sampai 66 M.

6. Apa yang akan menandai dimulainya kesengsaraan besar?

 6 Apa yang akan menandai dimulainya kesengsaraan besar? Yesus menubuatkan, ”Apabila terlihat olehmu perkara menjijikkan yang menyebabkan kehancuran, seperti yang diucapkan melalui nabi Daniel, berdiri di suatu tempat yang kudus, (hendaklah pembaca menggunakan daya pengamatan,) kemudian hendaklah orang-orang yang di Yudea mulai melarikan diri ke pegunungan.” (Mat. 24:15, 16) Pada penggenapan pertamanya, peristiwa ”berdiri di suatu tempat yang kudus” terjadi pada tahun 66 M ketika tentara Romawi (”perkara menjijikkan”) menyerang Yerusalem dan baitnya (tempat yang kudus di mata orang Yahudi). Dalam penggenapannya yang lebih besar, peristiwa ”berdiri di suatu tempat yang kudus” akan terjadi ketika Perserikatan Bangsa-Bangsa (”perkara menjijikkan”  zaman sekarang) menyerang Susunan Kristen (yang dianggap kudus oleh umat yang mengaku-ngaku Kristen) dan bagian selebihnya dari Babilon Besar. Serangan yang sama disebutkan juga di Penyingkapan 17:16-18. Peristiwa itu akan mengawali kesengsaraan besar.

7. (a) Bagaimana ’orang-orang diselamatkan’ pada abad pertama? (b) Apa yang kita yakini akan terjadi kelak?

 7 Yesus juga menubuatkan, ”Hari-hari itu akan dipersingkat.” Pada penggenapan pertamanya, ini terjadi pada tahun 66 M ketika tentara Romawi ’mempersingkat’ serangannya. Lalu, orang-orang Kristen terurap di Yerusalem dan Yudea melarikan diri agar mereka ”diselamatkan”. (Baca Matius 24:22; Mal. 3:17) Jadi, apa yang kita yakini akan terjadi pada kesengsaraan besar yang akan datang? Yehuwa akan ’mempersingkat’ serangan Perserikatan Bangsa-Bangsa atas agama palsu sehingga agama yang benar tidak dibinasakan bersama agama palsu. Dengan demikian, umat Allah pasti akan diselamatkan.

8. (a) Peristiwa apa saja yang akan terjadi setelah bagian pertama kesengsaraan besar? (b) Kelihatannya, kapan anggota terakhir ke-144.000 menerima upah di surga? (Lihat catatan akhir.)

  8 Setelah bagian pertama kesengsaraan besar terjadi, apa selanjutnya? Kata-kata Yesus menyiratkan bahwa akan ada suatu selang waktu hingga Armagedon dimulai. Peristiwa apa saja yang akan terjadi selama waktu itu? Jawabannya terdapat di Yehezkiel 38:14-16 dan Matius 24:29-31. (Baca.) * Setelah itu, kita akan menyaksikan puncak kesengsaraan besar, yaitu Armagedon, yang sejajar dengan pembinasaan Yerusalem pada tahun 70 M. (Mal. 4:1) Dengan perang Armagedon sebagai puncaknya, kesengsaraan besar kelak akan menjadi peristiwa yang unik, ”yang belum pernah terjadi sejak awal dunia hingga sekarang”. (Mat. 24:21) Setelah itu berlalu, Pemerintahan Milenium Kristus akan dimulai.

9. Setelah mengetahui nubuat Yesus tentang kesengsaraan besar, bagaimana perasaan umat Yehuwa?

9 Kita tentu dikuatkan dengan mengetahui nubuat tentang kesengsaraan besar ini.  Mengapa? Karena hal itu membuat kita yakin bahwa tidak soal kesukaran apa pun yang mungkin kita alami, umat Yehuwa secara kelompok akan selamat melewati kesengsaraan besar. (Pny. 7:9, 14) Yang terutama, kita sangat senang karena di Armagedon, Yehuwa akan meneguhkan kedaulatan-Nya dan menyucikan nama kudus-Nya.Mz. 83:18; Yeh. 38:23.

KAPAN YESUS MENGHAKIMI DOMBA DAN KAMBING?

10. Menurut pengertian kita dahulu, kapan orang-orang dihakimi sebagai domba dan kambing?

10 Sekarang, mari kita perhatikan kapan terjadinya bagian lain dari nubuat Yesus, yaitu perumpamaan tentang penghakiman atas domba dan kambing. (Mat. 25:31-46) Dahulu, kita mengira bahwa orang-orang akan dihakimi sebagai domba atau kambing sepanjang periode hari-hari terakhir yang dimulai pada tahun 1914. Kita menyimpulkan bahwa orang-orang yang menolak berita Kerajaan dan yang mati sebelum kesengsaraan besar dianggap mati sebagai ”kambing”, tanpa harapan kebangkitan.

11. Mengapa penghakiman orang-orang sebagai domba atau kambing tidak mungkin dimulai pada tahun 1914?

11 Pada pertengahan tahun 1990-an, Menara Pengawal meneliti kembali Matius 25:31, yang isinya, ”Apabila Putra manusia tiba dalam kemuliaannya, dan semua malaikat bersamanya, ketika itu ia akan duduk di takhtanya yang mulia.” Pada waktu itu sudah diketahui bahwa Yesus menjadi Raja Kerajaan Allah pada tahun 1914, tetapi ia tidak ”duduk di takhtanya yang mulia” sebagai Hakim atas ”semua bangsa”. (Mat. 25:32; bandingkan Daniel 7:13.) Sedangkan, dalam perumpamaan tentang domba dan kambing, Yesus khususnya digambarkan sebagai Hakim. (Baca Matius 25:31-34, 41, 46.) Karena Yesus belum bertindak sebagai Hakim atas semua bangsa pada tahun 1914, tidak mungkin ia mulai menghakimi orang-orang sebagai domba atau kambing pada tahun itu. * Jadi, kapan Yesus mulai menghakimi orang-orang?

12. (a) Kapan Yesus akan bertindak sebagai Hakim atas segala bangsa? (b) Peristiwa apa saja yang dicatat di Matius 24:30, 31 dan Matius 25:31-33, 46?

  12 Nubuat Yesus tentang hari-hari terakhir menunjukkan bahwa ia baru akan bertindak sebagai Hakim atas segala bangsa setelah pembinasaan agama palsu. Seperti yang disebutkan di  paragraf 8, beberapa peristiwa yang akan terjadi selama masa itu dicatat di Matius 24:30, 31. Jika Saudara memeriksa ayat-ayat tersebut, Saudara akan mendapati bahwa Yesus menubuatkan peristiwa-peristiwa yang mirip dengan yang terdapat dalam perumpamaannya tentang domba dan kambing. Misalnya, Putra manusia datang dengan kemuliaan dan disertai para malaikat; semua suku dan bangsa dikumpulkan; semua yang dihakimi sebagai domba ’mengangkat kepala mereka’ karena ”kehidupan abadi” menanti mereka. * Semua yang dihakimi sebagai kambing ”memukul diri sambil meratap” karena menyadari bahwa ”kemusnahan abadi” menanti mereka.Mat. 25:31-33, 46.

13. (a) Kapan Yesus akan menghakimi orang-orang sebagai domba atau kambing? (b) Apa pengaruh pengertian ini atas cara kita memandang pelayanan kita?

 13 Jadi, apa kesimpulan kita? Yesus akan menghakimi orang-orang dari segala bangsa sebagai domba atau kambing saat ia datang pada kesengsaraan besar. Lalu, di Armagedon, puncak kesengsaraan besar, orang-orang yang dihakimi sebagai kambing akan ’dimusnahkan’ untuk selamanya. Apa pengaruh pengertian itu atas cara kita memandang pelayanan kita? Hal itu membantu kita menyadari betapa pentingnya pengabaran kita. Sebelum kesengsaraan besar dimulai, orang-orang masih punya kesempatan untuk berubah dan menempuh jalan sesak ”yang menuju kepada kehidupan”. (Mat. 7:13, 14) Memang, orang-orang sekarang bisa jadi bersikap seperti domba atau kambing. Namun, kita hendaknya  ingat bahwa penghakiman terakhir, yang menentukan siapa domba dan siapa kambing, baru akan terjadi pada kesengsaraan besar. Maka, kita perlu terus memberikan kesempatan kepada sebanyak mungkin orang untuk mendengarkan dan menerima berita Kerajaan.

Sebelum kesengsaraan besar dimulai, orang-orang masih punya kesempatan untuk berubah (Lihat paragraf 13)

KAPAN YESUS TIBA, ATAU DATANG?

14, 15. Empat ayat mana yang menunjuk pada kedatangan Kristus sebagai Hakim kelak?

 14 Dengan meneliti nubuat Yesus lebih jauh, apakah pengertian kita tentang kapan terjadinya peristiwa-peristiwa penting lainnya perlu disesuaikan? Jawabannya ada dalam nubuat itu sendiri. Mari kita perhatikan.

15 Dalam bagian nubuatnya di Matius 24:29–25:46, Yesus terutama menyoroti apa yang akan terjadi selama hari-hari terakhir dan selama kesengsaraan besar. Di situ, Yesus delapan kali menyebutkan bahwa ia akan ’datang’, atau tiba. * Sehubungan dengan kesengsaraan besar, ia mengatakan, ”Mereka akan melihat Putra manusia datang di atas awan-awan.” ”Kamu tidak tahu pada hari mana Tuanmu akan datang.” ”Pada jam yang tidak kamu sangka, Putra manusia akan datang.” Dan, dalam perumpamaannya tentang domba dan kambing, Yesus mengatakan, ”Putra manusia tiba dalam kemuliaannya.” (Mat. 24:30, 42, 44; 25:31) Keempat pernyataan itu menunjuk pada kedatangan Kristus sebagai Hakim kelak. Bagaimana dengan yang empat lagi? Di bagian mana lagi dalam nubuat Yesus kita bisa menemukannya?

16. Ayat-ayat mana lagi yang menyebutkan tentang kedatangan Yesus?

16 Mengenai budak yang setia dan bijaksana, Yesus mengatakan, ”Berbahagialah budak itu, yang sewaktu majikannya datang, didapati melakukan hal itu.” Dalam perumpamaan tentang sepuluh perawan, Yesus mengatakan, ”Sementara mereka pergi untuk membeli, pengantin laki-laki tiba [”datang”, Terjemahan Baru].” Dalam perumpamaan tentang talenta, Yesus mengisahkan, ”Setelah waktu yang lama datanglah majikan budak-budak itu.” Dalam perumpamaan itu, sang majikan berkata, ”Setibanya [”datang kelak”, Terjemahan Lama] aku, aku akan menerima apa yang menjadi milikku.” (Mat. 24:46; 25:10, 19, 27) Kapan waktu yang dimaksud oleh keempat pernyataan tentang kedatangan Yesus ini?

17. Selama ini, apa penjelasan kita tentang kedatangan yang disebutkan di Matius 24:46?

 17 Dahulu, kami menyebutkan dalam publikasi bahwa empat pernyataan terakhir itu menunjuk ke waktu Yesus tiba, atau datang, pada tahun 1918. Misalnya, perhatikan pernyataan Yesus tentang ”budak yang setia dan bijaksana”. (Baca Matius 24:45-47.) Pengertian kita selama ini adalah bahwa kata ”datang” di ayat 46 berkaitan dengan waktu ketika Yesus datang untuk menginspeksi keadaan rohani kaum terurap pada tahun 1918 dan bahwa budak itu diangkat untuk mengurus semua harta Majikannya pada tahun 1919. (Mal. 3:1) Namun, setelah memeriksa lebih jauh nubuat Yesus, kami mendapati bahwa pengertian kita tentang kapan digenapinya aspek-aspek tertentu dari nubuat Yesus perlu disesuaikan. Mengapa?

18. Setelah memeriksa nubuat Yesus secara keseluruhan, apa kesimpulan kita mengenai kedatangan Yesus?

 18 Di ayat-ayat sebelum Matius 24:46, kata ”datang” secara konsisten menunjuk ke waktu ketika Yesus datang untuk menyatakan dan melaksanakan penghakiman selama kesengsaraan besar. (Mat. 24:30, 42, 44) Selain itu, seperti yang kita bahas di  paragraf 12, ’tibanya’ Yesus yang disebutkan di Matius 25:31 menunjuk ke masa penghakiman yang sama kelak. Jadi, masuk akal bahwa kedatangan Yesus untuk mengangkat budak yang setia untuk mengurus semua harta miliknya, yang disebutkan di Matius 24:46, 47, juga menunjuk pada kedatangannya yang sama nanti, yaitu pada kesengsaraan besar. Ya, setelah memeriksa nubuat Yesus secara keseluruhan, jelaslah bahwa kedelapan pernyataan tentang kedatangannya memaksudkan masa penghakiman kelak pada kesengsaraan besar.

19. Penyesuaian apa saja yang telah dibahas? Pertanyaan apa saja yang akan dijawab dalam artikel-artikel selanjutnya?

19 Jadi, apa yang telah kita pelajari? Di awal artikel ini, kita mengajukan tiga pertanyaan ”kapan”. Mula-mula, kita membahas bahwa kesengsaraan besar tidak dimulai pada tahun 1914, tetapi akan dimulai ketika Perserikatan Bangsa-Bangsa menyerang Babilon Besar. Lalu, kita membahas mengapa Yesus tidak mulai menghakimi domba dan kambing pada tahun 1914, tetapi selama kesengsaraan besar. Terakhir, mengenai pengangkatan budak yang setia untuk mengurus semua harta milik Yesus. Kita telah memeriksa mengapa kedatangan Yesus untuk melakukan hal itu bukanlah pada tahun 1919, melainkan pada kesengsaraan besar. Jadi, ketiga pertanyaan ”kapan” menunjuk ke periode waktu yang sama di masa depan, yaitu kesengsaraan besar. Dengan adanya penyesuaian itu, apakah pengertian kita akan perumpamaan tentang budak yang setia juga perlu disesuaikan? Dan, bagaimana dengan pengertian kita tentang perumpamaan Yesus lainnya yang sedang digenapi pada zaman akhir? Pertanyaan-pertanyaan penting ini akan dibahas dalam artikel-artikel selanjutnya.

 

^ par. 4 Paragraf 4: Untuk keterangan lebih lanjut, lihat Menara Pengawal 15 Februari 1994, halaman 8-21 dan 1 Mei 1999, halaman 8-20.

^ par. 8 Paragraf 8: Salah satu peristiwa yang disebutkan dalam ayat-ayat ini adalah ’dikumpulkannya orang-orang pilihan’. (Mat. 24:31) Maka kelihatannya, semua orang Kristen terurap yang masih ada di bumi setelah bagian pertama kesengsaraan besar akan diangkat ke surga sebelum pecahnya perang Armagedon. Ini merevisi apa yang telah dinyatakan tentang pokok ini dalam ”Pertanyaan Pembaca” di Menara Pengawal 15 Agustus 1990, halaman 30.

^ par. 11 Paragraf 11: Lihat Menara Pengawal 15 Oktober 1995, halaman 18-28.

^ par. 12 Paragraf 12: Lihat catatan yang sejajar di Lukas 21:28.

^ par. 15 Paragraf 15: Kata ”datang” dan ”tiba” adalah terjemahan dari turunan kata kerja Yunani yang sama, yaitu er′kho·mai.