Langsung ke konten

Langsung ke menu sekunder

Langsung ke daftar isi

Saksi-Saksi Yehuwa

Indonesia

Menara Pengawal—Edisi Pelajaran  |  Maret 2013

Apakah Itu Benar-Benar Tulisan Yosefus?

Apakah Itu Benar-Benar Tulisan Yosefus?

Dalam Buku XX dari karyanya, Jewish Antiquities, sejarawan abad pertama bernama Flavius Yosefus menyebutkan tentang kematian dari ”Yakobus, saudara Yesus yang disebut Kristus”. Banyak pakar menganggap pernyataan ini asli. Namun, ada yang meragukan keaslian dari pernyataannya yang lain tentang Yesus dalam karya yang sama. Bagian itu, yang dikenal sebagai Testimonium Flavianum, berbunyi:

”Nah, kira-kira pada waktu itu ada Yesus, seorang manusia yang bijaksana, itu pun jika ia boleh disebut sebagai manusia, mengingat bahwa dia telah melakukan banyak hal yang menakjubkan—guru bagi orang-orang yang menerima kebenaran dengan senang hati. Banyak orang tertarik kepadanya, baik orang Yahudi maupun orang Kafir. Dialah [Sang] Kristus; dan ketika Pilatus, atas desakan pria-pria terkemuka di antara kami, telah menghukumnya pada salib, orang-orang yang mengasihi dia sejak semula tidak meninggalkan dia, karena dia hidup kembali dan muncul di hadapan mereka pada hari ketiga, sebagaimana yang telah dinubuatkan oleh para nabi Allah yang menubuatkan hal-hal ini dan puluhan ribu hal-hal menakjubkan lainnya tentang dia; dan kaum Kristen, yang mendapat nama itu darinya, masih ada sampai sekarang.”Josephus—The Complete Works, terjemahan William Whiston.

Sejak akhir abad ke-16, muncullah perdebatan yang sengit antara orang-orang yang meyakini keaslian tulisan ini dan orang-orang yang meragukan bahwa itu adalah tulisan Yosefus sendiri. Seorang sejarawan Prancis sekaligus pakar kesusastraan Romawi dan Yunani bernama Serge Bardet berupaya untuk menemukan titik temu dalam perdebatan ini, yang telah menjadi bagaikan benang kusut selama empat abad belakangan. Dia menerbitkan hasil risetnya dalam buku yang berjudul Le Testimonium Flavianum—Examen historique considérations historiographiques (Testimonium Flavianum—Penelitian Sejarah Melalui Pendekatan Sejarah).

Yosefus memang bukan penulis yang beragama Kristen. Dia seorang sejarawan Yahudi; maka perbantahan itu berkisar pada sebutan ”Sang Kristus” yang dia berikan untuk Yesus. Setelah menganalisis hal ini, Bardet menegaskan bahwa penggunaan gelar ini sesuai ”dengan penggunaan kata sandang [tentu] dalam bahasa Yunani sewaktu menyebut nama-nama orang”. Bardet menambahkan bahwa dari sudut pandang agama Yahudi dan Kristen, ”penggunaan sebutan Christos oleh Yosefus bukan hanya tidak mustahil”, tetapi juga merupakan petunjuk bahwa Kristus betul-betul ada dan ”para kritikus salah besar karena telah mengabaikan hal ini”.

Mungkinkah tulisan itu sebenarnya telah ditambah-tambahi oleh seorang penipu yang berupaya menjiplak gaya Yosefus? Berdasarkan bukti sejarah dan tulisan itu sendiri, Bardet menyimpulkan bahwa penjiplakan seperti itu sama sekali tidak mungkin. Kalaupun ada yang bisa melakukannya, orang itu haruslah memiliki ”bakat memalsu yang tiada tandingannya di antara orang-orang zaman dahulu”, atau dengan kata lain, tidak mungkin ada yang bisa melakukannya karena gaya Yosefus sangat unik.

Jadi, mengapa hal ini diributkan? Untuk menunjukkan inti permasalahannya, Bardet menyatakan bahwa ”keraguan terhadap keaslian Testimonium—jika dibandingkan dengan sebagian besar teks kuno lainnya—sebenarnya muncul hanya karena ada orang-orang yang mempertanyakan Testimonium”. Lalu, dia juga mengatakan bahwa pandangan yang dimiliki selama berabad-abad itu lebih didasarkan pada ”motif terselubung”, dan bukannya pada kesimpulan yang dibuat setelah melakukan analisis terhadap tulisan itu sendiri, yang sebenarnya sangat mendukung keasliannya.

Apakah hasil analisis Bardet ini akan mengubah pendapat para pakar terhadap Testimonium Flavianum atau tidak, kita lihat saja nanti. Tetapi, hal itu telah berhasil meyakinkan Pierre Geoltrain, seorang pakar terkenal di bidang Yudaisme Helenistik dan Kekristenan kuno. Selama ini, dia menganggap bahwa Testimonium tersebut sudah ditambah-tambahi. Dia bahkan mengolok-olok orang yang percaya bahwa tulisan itu asli. Namun, belakangan dia berubah pikiran. Dia menyimpulkan bahwa karya Bardet inilah yang mengubah pendapatnya. Geoltrain kini mengatakan bahwa mulai sekarang tidak seorang pun boleh meragukan bahwa itu adalah tulisan Yosefus.

Tentu saja, Saksi-Saksi Yehuwa punya alasan yang lebih meyakinkan untuk memercayai bahwa Yesus adalah Kristus, yaitu kata-kata Alkitab sendiri.2 Tim. 3:16.