Langsung ke konten

Langsung ke menu sekunder

Langsung ke daftar isi

Saksi-Saksi Yehuwa

Indonesia

Menara Pengawal—Edisi Pelajaran  |  Desember 2012

Tetaplah Hidup Sebagai ”Penduduk Sementara”

Tetaplah Hidup Sebagai ”Penduduk Sementara”

”Aku menasihati kamu, agar sebagai orang-orang asing dan penduduk sementara, kamu tetap menjauhkan diri dari keinginan daging.”1 PTR. 2:11.

1, 2. Siapa yang Petrus maksudkan dengan ”orang-orang pilihan”? Mengapa ia menyebut mereka ”penduduk sementara”?

KIRA-KIRA 30 tahun setelah Yesus naik ke surga, rasul Petrus menulis surat kepada ”penduduk sementara yang tersebar di Pontus, Galatia, Kapadokia, Asia, dan Bitinia, kepada orang-orang pilihan”. (1 Ptr. 1:1) Dengan menyebut mereka ”orang-orang pilihan”, jelaslah bahwa yang Petrus maksudkan adalah orang-orang yang telah diurapi dengan roh kudus dan ”dilahirkan kembali kepada harapan yang hidup” untuk memerintah bersama Kristus di surga. (Baca 1 Petrus 1:3, 4.) Lantas, mengapa ia kemudian menyebut orang-orang pilihan ini ”orang-orang asing dan penduduk sementara”? (1 Ptr. 2:11) Dan, apa hubungannya kata-kata Petrus itu dengan kita, mengingat jumlah orang yang sekarang mengaku sebagai orang-orang terurap itu sangat sedikit—rasionya hanya kira-kira 1 banding 650 Saksi aktif di seluruh dunia?

2 Orang-orang terurap abad pertama memang cocok disebut ”penduduk sementara”. Mereka tidak akan selamanya hidup di bumi. Demikian pula dengan kaum sisa dari kelompok itu yang sekarang masih hidup. Rasul Paulus, yang termasuk dalam ”kawanan kecil” terurap, menjelaskan, ”Mengenai kita, kewarganegaraan kita ada di surga; dengan penuh kerinduan kita menantikan seorang juru selamat dari tempat itu, yaitu Tuan Yesus Kristus.” (Luk. 12:32; Flp. 3:20) Mengingat ”kewarganegaraan [kaum terurap] ada di surga”, maka sewaktu mati, mereka akan meninggalkan bumi untuk sesuatu yang jauh lebih baik, yaitu kehidupan tak berkematian di surga. (Baca Filipi 1:21-23.) Jadi, dalam arti harfiah, mereka hanyalah ”penduduk sementara” di bumi yang dikendalikan Setan.

3. Pertanyaan apa yang kini timbul sehubungan dengan ”domba-domba lain”?

 3 Namun, bagaimana dengan ”domba-domba lain”? (Yoh. 10:16) Bukankah berdasarkan Alkitab mereka berharap untuk menjadi penduduk tetap di bumi? Ya, bumi akan menjadi tempat tinggal mereka untuk selamanya! Namun, dalam arti tertentu, sekarang ini mereka bisa dianggap penduduk sementara juga. Dalam arti apa?

’SEMUA CIPTAAN TERUS MENGERANG’

4. Apa yang tidak dapat diatasi oleh para pemimpin dunia?

4 Pemberontakan Setan terhadap Yehuwa mengakibatkan manusia menderita. Penderitaan itu akan terus berlangsung selama sistem fasik Setan dibiarkan ada. Roma 8:22 mengatakan, ”Kita tahu bahwa semua ciptaan sama-sama terus mengerang dan sama-sama berada dalam kesakitan sampai sekarang.” Sekalipun berniat baik, para pemimpin dunia, ilmuwan, dan pejuang kemanusiaan tidak berdaya mengatasi hal itu.

5. Sejak 1914, apa yang diputuskan oleh jutaan orang, dan mengapa?

5 Sejak 1914, jutaan orang memutuskan untuk menjadi rakyat Kristus Yesus, Raja yang dilantik Allah. Mereka tidak mau menjadi bagian dari sistem Setan. Mereka tidak sudi mendukung dunia Setan. Sebaliknya, mereka menggunakan kehidupan dan semua milik mereka untuk mendukung Kerajaan Allah.Rm. 14:7, 8.

6. Dalam arti apa Saksi-Saksi Yehuwa adalah penduduk asing?

6 Ya, Saksi-Saksi Yehuwa hidup sebagai warga yang taat hukum di lebih dari 200 negara. Namun, di mana pun mereka tinggal, mereka bagaikan penduduk asing. Mereka tetap netral dalam masalah-masalah politik dan sosial. Sekarang pun mereka sudah menganggap diri sebagai warga dunia baru milik Allah. Dan, mereka senang karena dunia yang tidak sempurna ini akan segera berakhir, dengan demikian mereka tidak perlu lagi menjadi penduduk sementara.

Kita tidak berupaya menyelamatkan dunia Setan. Kita mendukung dunia baru Allah

7. Apa saja yang perlu terjadi terlebih dahulu agar hamba-hamba Allah dapat menjadi penduduk tetap? Di mana mereka akan menjadi penduduk tetap?

7 Tidak lama lagi, Kristus akan menggunakan wewenangnya untuk menghancurkan sistem Setan yang fasik. Pemerintahan  Kristus yang sempurna akan menyingkirkan dosa dan kepedihan hati dari bumi. Pemerintahan itu akan melenyapkan sama sekali semua makhluk yang memberontak terhadap kedaulatan Yehuwa yang sah. Hamba-hamba Allah yang loyal akan menjadi penduduk tetap dalam Firdaus di bumi. (Baca Penyingkapan 21:1-5.) Pada waktu itulah benar-benar dapat dikatakan bahwa ”ciptaan . . . akan dimerdekakan dari keadaan sebagai budak kefanaan dan akan mendapat kemerdekaan yang mulia sebagai anak-anak Allah”.Rm. 8:21.

APA YANG DIHARAPKAN DARI ORANG KRISTEN SEJATI?

8, 9. Jelaskan apa yang Petrus maksudkan dengan ”menjauhkan diri dari keinginan daging”.

8 Petrus menjelaskan apa yang diharapkan dari orang-orang Kristen dengan mengatakan, ”Saudara-saudara yang kukasihi, aku menasihati kamu, agar sebagai orang-orang asing dan penduduk sementara, kamu tetap menjauhkan diri dari keinginan daging, yang justru adalah hal-hal yang menimbulkan konflik dengan jiwa.” (1 Ptr. 2:11) Nasihat itu pertama-tama ditujukan kepada orang Kristen terurap, namun itu juga berlaku bagi domba-domba lain Yesus.

9 Ada keinginan yang tidak salah jika dipenuhi sesuai dengan kehendak Sang Pencipta. Hal itu justru membuat kehidupan kita lebih menyenangkan. Misalnya, menikmati makanan dan minuman yang lezat, rekreasi yang menyegarkan, dan pergaulan yang sehat merupakan keinginan yang wajar. Bahkan, keinginan seks itu pun pantas dan wajar jika dipuaskan dengan teman hidup. (1 Kor. 7:3-5) Tetapi, ”keinginan daging” yang Petrus maksudkan adalah keinginan ”yang menimbulkan konflik dengan jiwa”. Untuk memperjelasnya, beberapa terjemahan Alkitab menyebutnya ”hawa nafsu” (Bahasa Indonesia Masa Kini) atau ”hasrat yang adalah dosa” (New International Version). Jelaslah, keinginan manusia yang bertentangan dengan kehendak Yehuwa dalam Alkitab dan yang dapat merusak hubungan seseorang dengan Allah harus dikekang. Jika tidak, harapan seorang Kristen untuk hidup kekal bisa-bisa tidak terwujud.

10. Cara apa saja yang Setan gunakan untuk memikat orang Kristen agar menjadi bagian dari dunianya?

10 Tujuan Setan adalah melemahkan tekad orang Kristen sejati untuk memandang diri sebagai ”penduduk sementara” di sistem sekarang. Setan menggunakan materialisme yang gemerlap, perbuatan amoral yang menggoda, kedudukan terkemuka yang menjanjikan, sikap ”aku dulu” yang memikat, dan nasionalisme yang daya tariknya kuat. Jangan tertipu; ini semua adalah jerat. Dengan bertekad untuk menolak keinginan daging yang negatif itu, kita membuktikan bahwa kita tidak ingin menjadi bagian dari dunia fasik Setan. Tindakan itu menunjukkan bahwa kita hanya tinggal untuk sementara di dunia ini. Sebaliknya, tujuan kita adalah menjadi penduduk tetap di dunia baru Allah yang adil-benar. Karena itu, kita mengerahkan upaya keras untuk mendapatkannya.

TINGKAH LAKU YANG BAIK

11, 12. Biasanya, bagaimana orang memandang orang asing? Bagaimana orang memandang Saksi-Saksi Yehuwa?

11 Petrus menjelaskan lebih jauh apa yang diharapkan dari orang Kristen sebagai ”penduduk sementara”. Di ayat 12, ia mengatakan, ”Pertahankan tingkah lakumu tetap baik di antara bangsa-bangsa, supaya apabila mereka mencela kamu sebagai pelaku kejahatan, mereka akan memuliakan Allah pada waktu ia mengadakan pemeriksaan karena mereka telah menjadi saksi mata dari perbuatanmu yang baik.” Orang asing, atau penduduk sementara di negeri orang, kadang-kadang dituduh yang bukan-bukan. Mereka mungkin bahkan dianggap sebagai orang jahat  hanya karena mereka berbeda dari tetangga mereka. Tutur kata, tindakan, pakaian, bahkan mungkin penampilan mereka agak berbeda. Tetapi, jika mereka berbuat baik, atau dengan kata lain tingkah laku mereka baik, komentar negatif tentang mereka akan terbukti keliru.

12 Demikian pula, dalam hal-hal tertentu orang Kristen sejati berbeda dari banyak orang di sekitar mereka. Misalnya, dalam hal topik percakapan atau pilihan hiburan. Pakaian serta dandanan mereka sering kali membuat mereka tampak berbeda dari kebanyakan orang. Akibatnya, karena telah mendapat informasi yang salah, adakalanya orang-orang menuduh mereka sebagai orang jahat. Tetapi, ada juga yang memuji jalan hidup mereka.

13, 14. Bagaimana hikmat ”dibuktikan adil-benar oleh perbuatannya”? Jelaskan.

13 Ya, tingkah laku yang baik dapat menangkis tuduhan yang bukan-bukan. Bahkan Yesus, satu-satunya orang yang memperlihatkan kesetiaan yang sempurna kepada Allah, mendapat tuduhan palsu. Ada yang menyebutnya ”orang yang gelojoh dan ketagihan minum anggur, sahabat pemungut pajak dan orang berdosa”. Namun kenyataannya, jalan hidup Yesus selama pelayanannya membuktikan bahwa ia bukan orang jahat. Yesus berkata, ”Hikmat dibuktikan adil-benar oleh perbuatannya.” (Mat. 11:19) Demikian pula halnya dewasa ini. Sebagai contoh, saudara-saudari yang melayani di kompleks Betel di Selters, Jerman, dianggap orang aneh oleh beberapa tetangga mereka. Tetapi, walikota di sana membela mereka, dengan mengatakan, ”Saksi-Saksi yang melayani di sana mempunyai jalan hidup yang berbeda, tetapi itu tidak mengganggu kehidupan orang lain di masyarakat.”

14 Baru-baru ini hal serupa terjadi atas Saksi-Saksi Yehuwa di Moskwa, Rusia. Mereka dituduh melakukan sejumlah perbuatan salah. Lalu, pada bulan Juni 2010, Mahkamah Eropa untuk Hak Asasi Manusia di Strasbourg, Prancis, memutuskan, ”Mahkamah mendapati bahwa pelanggaran [Moskwa] atas hak penggugat untuk menjalankan kebebasan beragama dan berkumpul tidak dapat dibenarkan. Alasan yang diajukan pengadilan setempat tidak ’relevan dan memadai’ untuk menunjukkan bahwa jemaat penggugat” bersalah atas, misalnya, tuduhan memecah belah keluarga, mendorong bunuh diri, atau menolak perawatan medis. Jadi, ”sanksi yang dijatuhkan oleh pengadilan setempat terlalu berat mengingat hukum setempat yang dijadikan dasar sangat kaku dan tujuan yang ingin dicapai pengadilan itu sangat berat sebelah”.

KETUNDUKAN YANG BENAR

15. Prinsip Alkitab apa yang diikuti orang Kristen sejati di seluruh dunia?

15 Saksi-Saksi Yehuwa di Moskwa, dan bahkan di seluruh dunia, menjalankan apa yang diminta dari orang Kristen. Petrus menulis, ”Demi kepentingan Tuan tunduklah kepada segala yang diciptakan manusia: baik itu kepada raja sebagai orang yang lebih tinggi maupun kepada  gubernur-gubernur.” (1 Ptr. 2:13, 14) Meski bukan bagian dari dunia yang fasik, orang Kristen sejati rela tunduk kepada kalangan berwenang pemerintah ”dalam kedudukan mereka yang bersifat relatif”, seperti yang Paulus instruksikan.Baca Roma 13:1, 5-7.

16, 17. (a) Apa buktinya kita tidak menentang pemerintah? (b) Apa yang diakui beberapa pemimpin politik tentang Saksi-Saksi Yehuwa?

16 Saksi-Saksi Yehuwa hidup sebagai ”penduduk sementara” di sistem sekarang bukan untuk memprotes pemerintah. Mereka juga tidak menentang atau memengaruhi keputusan orang lain dalam hal-hal politik atau sosial. Tidak seperti beberapa kelompok agama lain, Saksi-Saksi Yehuwa tidak mau ikut campur dalam politik. Mereka tidak pernah mencoba memaksakan kebijakan tertentu kepada kalangan berwenang. Jadi, tidak ada dasar untuk menganggap bahwa mereka mengganggu ketertiban masyarakat atau merongrong pemerintah.

17 Orang Kristen menaati kalangan berwenang sesuai dengan nasihat Petrus, ”Hormatilah raja.” Itu menunjukkan bahwa mereka merespek dan menghormati kedudukan para pejabat tersebut. (1 Ptr. 2:17) Ada juga pejabat-pejabat yang mengakui bahwa tidak ada alasan untuk khawatir terhadap Saksi-Saksi Yehuwa. Misalnya, politikus Jerman Steffen Reiche, mantan menteri dari negara bagian Brandenburg dan belakangan anggota parlemen Jerman, mengatakan, ”Saksi-Saksi Yehuwa di kamp dan penjara memperlihatkan tingkah laku yang bajik, yang mutlak dibutuhkan sekarang, seperti halnya dulu, demi kelangsungan negara konstitusional demokratis, antara lain keteguhan mereka menghadapi SS dan kebaikan hati mereka terhadap sesama tahanan. Mengingat semakin kejamnya perlakuan terhadap orang asing maupun terhadap orang-orang yang memiliki opini politis atau ideologis yang berbeda, kebajikan semacam ini wajib dimiliki oleh semua warga negara kita.”

MEMPERLIHATKAN KASIH

18. (a) Mengapa wajar jika kita mengasihi segenap persekutuan saudara-saudara? (b) Apa yang pernah dikatakan beberapa orang non-Saksi?

18 Rasul Petrus menulis, ”Kasihilah segenap persekutuan saudara-saudara, takutlah akan Allah.” (1 Ptr. 2:17) Saksi-Saksi Yehuwa takut membuat Allah tidak senang, dan hal itu membuat mereka lebih termotivasi untuk melakukan kehendak-Nya. Mereka senang melayani Yehuwa bersama persekutuan saudara-saudari sedunia yang memiliki keinginan yang sama. Maka, wajarlah jika mereka mengasihi persekutuan saudara-saudari itu. Kasih persaudaraan seperti itu langka di masyarakat yang mementingkan diri dewasa ini. Hal itu kadang-kadang membuat kalangan non-Saksi takjub. Misalnya, seorang pemandu wisata di sebuah biro perjalanan Amerika takjub melihat bagaimana Saksi-Saksi begitu menyayangi dan memerhatikan kebutuhan para delegasi asing pada kebaktian internasional 2009 di Jerman. Ia mengatakan bahwa selama bertahun-tahun sebagai pemandu, belum pernah ia melihat hal seperti itu. Belakangan, salah seorang Saksi mengatakan tentang pemandu itu, ”Setiap kali dia bicara soal kita, katanya-katanya selalu penuh semangat dan kekaguman.” Pernahkah Saudara mendapati reaksi seperti itu dari orang-orang yang mengamati Saksi-Saksi di kebaktian yang pernah Saudara hadiri?

19. Apa seharusnya tekad kita dan mengapa?

19 Dengan cara-cara yang disebutkan di atas, dan cara lainnya, Saksi-Saksi Yehuwa memperlihatkan bahwa mereka benar-benar hanya ”penduduk sementara” di sistem Setan sekarang. Mereka senang menjadi ”penduduk sementara” dan bertekad untuk tetap seperti itu. Mereka memiliki harapan yang pasti dan berdasar bahwa mereka tak lama lagi akan menjadi penduduk tetap dunia baru Allah yang adil-benar. Tidakkah Saudara menantikannya juga?