Langsung ke konten

Langsung ke menu sekunder

Saksi-Saksi Yehuwa

Indonesia

Menara Pengawal—Edisi Pelajaran  |  Oktober 2000

Apa yang Akan Dilakukan Kerajaan Allah

Apa yang Akan Dilakukan Kerajaan Allah

”Biarlah kerajaanmu datang. Biarlah kehendakmu terjadi, seperti di surga, demikian pula di atas bumi.”MATIUS 6:10.

1. Datangnya Kerajaan Allah akan berarti apa?

SEWAKTU Yesus mengajar para pengikutnya untuk mendoakan Kerajaan Allah, ia tahu bahwa datangnya Kerajaan itu akan menyudahi pemerintahan manusia yang independen terhadap Allah, yang telah berlangsung selama ribuan tahun. Selama periode tersebut, kehendak Allah tidak terlaksana di bumi secara keseluruhan. (Mazmur 147:19, 20) Tetapi, setelah berdirinya Kerajaan itu di surga, kehendak Allah akan terlaksana di mana-mana. Masa transisi yang menakjubkan dari pemerintahan manusia ke pemerintahan Kerajaan surgawi Allah kian mendekat.

2. Apa yang akan menandai masa transisi dari pemerintahan manusia kepada pemerintahan Kerajaan?

2 Masa transisi ini akan ditandai oleh periode waktu yang Yesus sebut sebagai ”kesengsaraan besar seperti yang belum pernah terjadi sejak awal dunia hingga sekarang, tidak, dan juga tidak akan terjadi lagi”. (Matius 24:21) Alkitab tidak mengatakan berapa lama  periode itu, tetapi malapetaka yang akan terjadi selama masa itu akan lebih buruk dibandingkan dengan apa pun yang pernah dialami dunia ini. Pada awal kesengsaraan besar, akan terjadi suatu peristiwa yang merupakan pukulan hebat bagi banyak orang di bumi: pembinasaan semua agama palsu. Peristiwa itu bukan kejutan lagi bagi Saksi-Saksi Yehuwa, karena mereka telah lama mengantisipasinya. (Penyingkapan 17:1, 15-17; 18:1-24) Kesengsaraan besar itu akan diakhiri dengan Armagedon, manakala Kerajaan Allah akan menghancurkan seluruh sistem Setan.—Daniel 2:44; Penyingkapan 16:14, 16.

3. Bagaimana Yeremia menggambarkan nasib orang-orang yang tidak taat?

3 Apa artinya hal ini bagi orang-orang ”yang tidak mengenal Allah dan yang tidak menaati kabar baik” tentang Kerajaan surgawi-Nya di tangan Kristus? (2 Tesalonika 1:6-9) Nubuat Alkitab memberi tahu kita, ”Lihat! Suatu malapetaka menjalar dari bangsa ke bangsa, dan badai yang sangat hebat akan berkecamuk dari bagian-bagian yang paling jauh di bumi. Dan orang-orang yang dibunuh oleh Yehuwa pada hari itu akan bergelimpangan dari ujung bumi sampai ke ujung bumi. Mereka tidak akan diratapi, juga tidak akan dikumpulkan atau dikuburkan. Mereka akan menjadi pupuk di permukaan tanah.”—Yeremia 25:32, 33.

Akhir Kefasikan

4. Mengapa Yehuwa dapat dibenarkan untuk menyudahi sistem yang fasik ini?

4 Selama ribuan tahun, Allah Yehuwa telah mentoleransi berlangsungnya kefasikan, waktu yang cukup lama bagi orang-orang berhati jujur untuk melihat bahwa pemerintahan manusia merupakan malapetaka. Misalnya, pada abad ke-20 saja, lebih dari 150 juta orang tewas dalam peperangan, revolusi, dan berbagai kerusuhan sipil lainnya, kata salah satu narasumber. Kebiadaban manusia tampak nyata khususnya pada Perang Dunia II tatkala sekitar 50 juta jiwa terbunuh, kebanyakan tewas secara mengenaskan di kamp-kamp konsentrasi Nazi. Tepat seperti yang Alkitab nubuatkan, pada masa hidup kita, ’orang fasik dan penipu telah menjadi lebih buruk’. (2 Timotius 3:1-5, 13) Dewasa ini, perbuatan amoral, kejahatan, kekerasan, kebejatan, dan penghinaan terhadap standar-standar Allah telah merajalela. Oleh karena itu, Yehuwa sepenuhnya dapat dibenarkan untuk menyudahi sistem yang fasik ini.

5, 6. Gambarkan kefasikan yang ada di Kanaan purba.

5 Situasi sekarang serupa dengan situasi di Kanaan sekitar 3.500 tahun yang lalu. Alkitab berkata, ”Segala sesuatu yang memuakkan bagi Yehuwa, yang ia benci, itulah yang mereka lakukan untuk allah-allah mereka; karena mereka bahkan secara tetap membakar putra-putri mereka dalam api bagi allah-allah mereka.” (Ulangan 12:31) Yehuwa memberi tahu bangsa Israel, ”Karena kefasikan bangsa-bangsa inilah Yehuwa, Allahmu, menghalau mereka dari hadapanmu.” (Ulangan 9:5) Sejarawan Alkitab Henry H. Halley menyatakan, ”Ibadat kepada Baal, Astoret, dan dewa-dewa Kanaan lain terdiri dari pesta-pesta seks liar yang sangat tidak terkendali; kuil-kuil mereka menjadi pusat kebejatan.”

6 Halley memperlihatkan betapa parahnya taraf kefasikan mereka, karena di salah satu dari banyak tempat semacam itu, para arkeolog ”menemukan sejumlah besar guci berisi jasad anak-anak yang telah dikorbankan kepada Baal”. Ia mengatakan, ”Seluruh daerah itu ternyata adalah kuburan bagi bayi-bayi yang baru dilahirkan. . . . Orang-orang Kanaan beribadat, dengan pemuasan hawa nafsu yang amoral, sebagai upacara keagamaan, di hadapan dewa-dewa mereka; dan kemudian, dengan membunuh anak-anak sulung mereka, sebagai korban bagi dewa-dewa yang sama. Tampaknya, secara besar-besaran, negeri Kanaan telah menjadi semacam Sodom dan Gomora berskala nasional. . . . Apakah peradaban yang sedemikian najis, menjijikkan, dan brutal punya hak hidup lebih lama lagi? . . . Para arkeolog yang menggali reruntuhan kota-kota Kanaan bahkan merasa heran mengapa Allah tidak membinasakan mereka lebih cepat.”

Mewarisi Bumi

7, 8. Bagaimana Allah akan membersihkan bumi ini?

7 Sebagaimana halnya Allah membersihkan Kanaan dahulu, Allah akan segera membersihkan seluruh bumi dan memberikannya kepada orang-orang yang melakukan kehendak-Nya. ”Orang yang lurus hatilah yang akan berdiam di bumi,  dan orang yang tidak bercelalah yang akan disisakan di situ. Sedangkan orang fasik, mereka akan dimusnahkan dari bumi.” (Amsal 2:21, 22) Dan, sang pemazmur mengatakan, ”Hanya sedikit waktu lagi, orang fasik tidak akan ada lagi . . . Tetapi orang-orang yang lembut hati akan memiliki bumi, dan mereka akan benar-benar mendapatkan kesenangan yang besar atas limpahnya kedamaian.” (Mazmur 37:10, 11) Yang juga akan disingkirkan adalah Setan, sehingga ”dia tidak lagi menyesatkan bangsa-bangsa sampai seribu tahun itu berakhir”. (Penyingkapan 20:1-3) Ya, ”dunia ini sedang berlalu, demikian pula keinginannya, tetapi ia yang melakukan kehendak Allah akan tetap hidup untuk selamanya”.—1 Yohanes 2:17.

8 Dalam merangkumkan harapan mulia bagi orang-orang yang ingin hidup abadi di bumi, Yesus berkata, ”Berbahagialah orang-orang yang berwatak lembut, karena mereka akan mewarisi bumi.” (Matius 5:5) Tampaknya, ia sedang mengacu ke Mazmur 37:29, yang menubuatkan, ”Orang-orang adil-benar akan memiliki bumi, dan mereka akan mendiaminya selama-lamanya.” Yesus mengetahui maksud-tujuan Yehuwa agar orang-orang yang berhati jujur hidup di bumi firdaus selama-lamanya. Yehuwa berkata, ”Akulah yang menjadikan bumi, manusia dan binatang yang ada di permukaan bumi dengan kuasaku yang besar . . . , dan aku memberikannya kepada orang yang benar di mataku.”—Yeremia 27:5.

Dunia Baru yang Menakjubkan

9. Dunia macam apa yang akan didatangkan oleh Kerajaan Allah?

9 Setelah Armagedon, Kerajaan Allah akan mendatangkan suatu ”bumi baru” yang menakjubkan, dan di dalamnya ”keadilbenaran akan tinggal”. (2 Petrus 3:13) Ini benar-benar kelegaan besar bagi orang-orang yang selamat melewati Armagedon, dibebaskan dari sistem fasik yang menindas ini! Alangkah senangnya mereka kelak karena dapat memasuki dunia baru yang adil-benar di bawah pemerintahan Kerajaan surgawi, sambil menatap berkat-berkat menakjubkan dan kehidupan abadi!—Penyingkapan 7:9-17.

10. Perkara buruk apa saja yang tidak akan ada lagi di bawah pemerintahan Kerajaan?

10 Manusia tidak akan terancam lagi oleh perang, kejahatan, kelaparan, atau bahkan binatang-binatang pemangsa. ”Aku akan mengadakan perjanjian damai dengan [umatku], dan aku pasti akan melenyapkan binatang buas yang mencelakakan dari negeri itu . . . Pohon di ladang akan memberikan buahnya, dan tanah pun akan memberikan hasilnya, dan mereka akan tinggal di tanah mereka dengan aman.” ”Mereka akan menempa pedang-pedang mereka menjadi mata bajak dan tombak-tombak mereka menjadi pisau pemangkas. Mereka tidak akan mengangkat pedang, bangsa melawan bangsa, mereka juga tidak akan belajar perang lagi. Dan mereka akan duduk, masing-masing di bawah tanaman anggurnya dan di bawah pohon aranya, dan tidak akan ada orang yang membuat mereka gemetar.”—Yehezkiel 34:25-28; Mikha 4:3, 4.

11. Mengapa kita dapat merasa yakin bahwa gangguan kesehatan jasmani akan berakhir?

11 Penyakit, dukacita, dan bahkan kematian akan ditiadakan. ”Tidak ada penghuni yang akan mengatakan, ’Aku sakit’. Penduduk yang tinggal di negeri itu adalah orang-orang yang diampuni kesalahannya.” (Yesaya 33:24) ”[Allah] akan menghapus segala air mata dari mata mereka, dan kematian tidak akan ada lagi, juga tidak akan ada lagi perkabungan atau jeritan atau rasa sakit. Perkara-perkara yang terdahulu telah berlalu. . . . ’Lihat! Aku membuat segala sesuatu baru.’” (Penyingkapan 21:4, 5) Semasa berada di bumi, Yesus mempertunjukkan kesanggupannya untuk melakukan perkara-perkara itu dengan kuasa yang telah Allah berikan kepadanya. Dengan dukungan roh kudus,  Yesus pergi ke seluruh negeri memulihkan yang timpang dan menyembuhkan yang sakit.—Matius 15:30, 31.

12. Apa harapan yang tersedia bagi orang mati?

12 Yesus bahkan melakukan hal yang lebih hebat lagi. Ia membangkitkan orang mati. Bagaimana tanggapan orang-orang yang rendah hati? Ketika ia membangkitkan seorang gadis berusia 12 tahun, orang-tuanya ”sangat takjub dengan kegembiraan yang meluap-luap”. (Markus 5:42) Ini merupakan salah satu contoh tentang apa yang akan Yesus lakukan di seluas bumi di bawah pemerintahan Kerajaan, karena pada masa itu ”akan ada kebangkitan untuk orang-orang yang adil-benar maupun yang tidak adil-benar”. (Kisah 24:15) Bayangkan besarnya luapan kegembiraan sewaktu sekelompok demi sekelompok orang mati dihidupkan dan dipersatukan kembali dengan orang-orang yang mereka kasihi! Tidak diragukan, akan ada suatu pekerjaan pendidikan besar-besaran di bawah pengawasan Kerajaan sehingga ”bumi pasti akan dipenuhi dengan pengetahuan akan Yehuwa seperti air menutupi dasar laut”.—Yesaya 11:9.

”Akan ada kebangkitan untuk orang-orang yang adil-benar maupun yang tidak adil-benar”

Kedaulatan Yehuwa Dibenarkan

13. Bagaimana keadilbenaran pemerintahan Allah akan diperlihatkan?

13 Menjelang akhir seribu tahun pemerintahan Kerajaan, keluarga manusia telah dipulihkan sehingga memiliki pikiran dan tubuh yang sempurna. Bumi akan menjadi taman Eden global, suatu firdaus. Kedamaian, kebahagiaan, keamanan, dan masyarakat manusia yang pengasih pun tercapai. Hal-hal seperti itu belum pernah dialami sepanjang sejarah manusia, selain di bawah pemerintahan Kerajaan. Akan terlihat betapa kontrasnya antara ribuan tahun pemerintahan manusia sebelumnya yang menyengsarakan dan seribu tahun pemerintahan Kerajaan surgawi Allah yang gemilang! Pemerintahan Allah melalui Kerajaan-Nya akan terbukti sepenuhnya lebih unggul dalam segala bidang. Hak Allah untuk memerintah, kedaulatan-Nya, akan sepenuhnya dibenarkan.

14. Apa yang akan terjadi atas para pemberontak saat periode seribu tahun berakhir?

14 Pada akhir masa seribu tahun, Yehuwa akan membiarkan umat manusia yang sempurna menggunakan kebebasan berkehendaknya untuk memilih siapa yang ingin mereka layani. Alkitab memperlihatkan bahwa ”Setan akan dilepaskan dari penjaranya”. Ia akan kembali berupaya menyesatkan umat manusia, beberapa di antaranya akan memilih bersikap independen terhadap Allah. Untuk mencegah agar ’kesesakan tidak timbul kedua kali’, Yehuwa akan membinasakan Setan, hantu-hantunya, dan semua yang memberontak melawan kedaulatan Yehuwa. Tak ada yang dapat menggugat bahwa semua manusia yang mati kekal pada waktu itu tidak diberi kesempatan atau bahwa perbuatan salah mereka adalah akibat ketidaksempurnaan. Mereka akan seperti Adam dan Hawa yang sempurna, yang dengan sengaja memilih memberontak terhadap pemerintahan Yehuwa yang adil-benar.—Penyingkapan 20:7-10; Nahum 1:9.

Orang-orang yang loyal akan kembali memiliki hubungan yang sepatutnya dengan Yehuwa

15. Hubungan apa akan terjalin antara Yehuwa dan orang-orang yang loyal?

15 Di pihak lain, tampaknya mayoritas besar manusia akan memilih untuk menjunjung kedaulatan Yehuwa. Setelah semua pemberontak dibinasakan, orang-orang yang adil-benar akan berdiri di hadapan Yehuwa, setelah melewati ujian akhir keloyalan tersebut. Lalu, orang-orang yang loyal ini akan diterima oleh Yehuwa sebagai putra-putri-Nya. Dengan demikian, mereka akan menikmati kembali hubungan yang dimiliki Adam dan Hawa dengan Allah sebelum mereka memberontak. Oleh karena itu, Roma 8:21 akan tergenap, ”Ciptaan itu sendiri [umat manusia] juga akan dimerdekakan dari keadaan sebagai budak kefanaan dan akan mendapat kemerdekaan yang mulia sebagai anak-anak Allah.” Nabi Yesaya bernubuat, ”[Allah] akan menelan kematian untuk selama-lamanya, dan Tuan Yang Berdaulat Yehuwa pasti akan menghapus air mata dari semua muka.”—Yesaya 25:8.

Harapan Kehidupan Abadi

16. Mengapa pantas bagi kita untuk menanti-nantikan pahala kehidupan abadi?

16 Alangkah indahnya prospek bagi orang-orang yang setia, mengetahui bahwa Allah akan mencurahkan berkat secara rohani dan materi dengan limpah untuk selama-lamanya! Pemazmur dengan tepat berkata, ”Engkau membuka tanganmu dan memuaskan keinginan [yang wajar dari] segala yang hidup.” (Mazmur 145:16) Yehuwa   menganjurkan orang-orang yang berharap hidup di bumi untuk menjadikan harapan hidup di Firdaus sebagai bagian dari iman mereka kepada-Nya. Meskipun kedaulatan Yehuwa memang merupakan perkara yang lebih penting, Ia tidak meminta manusia untuk melayani-Nya tanpa mendapat imbalan apa-apa. Dalam seluruh Alkitab, keloyalan kepada Allah tidak terpisahkan dari harapan kehidupan abadi dan merupakan bagian penting dari iman seorang Kristen kepada Allah. ”Ia yang menghampiri Allah harus percaya bahwa dia ada dan bahwa dia memberikan upah kepada orang yang dengan sungguh-sungguh mencari dia.”—Ibrani 11:6.

17. Bagaimana Yesus memperlihatkan bahwa adalah hal yang wajar bila kita dikuatkan oleh harapan kita?

17 Yesus berkata, ”Ini berarti kehidupan abadi, bahwa mereka terus memperoleh pengetahuan mengenai dirimu, satu-satunya Allah yang benar, dan mengenai pribadi yang engkau utus, Yesus Kristus.” (Yohanes 17:3) Di ayat ini, ia mengaitkan pengetahuan akan Allah dan maksud-tujuan-Nya dengan pahala yang dihasilkan. Sebagai contoh, ketika seorang pedosa meminta Yesus untuk mengingatnya setelah Yesus masuk ke dalam Kerajaannya, Yesus berkata, ”Engkau akan bersamaku di Firdaus.” (Lukas 23:43) Yesus tidak mengatakan agar pria itu beriman saja sekalipun ia tidak mendapat imbalan apa-apa. Yesus tahu bahwa Yehuwa ingin hamba-hamba-Nya memiliki harapan kehidupan abadi di bumi firdaus sebagai bantuan yang menguatkan mereka seraya menghadapi berbagai cobaan di dunia ini. Oleh karena itu, menanti-nantikan pahala tersebut merupakan bantuan vital dalam bertekun sebagai seorang Kristen.

Masa Depan Kerajaan Itu

18, 19. Apa yang akan terjadi atas Raja dan Kerajaan itu pada akhir Pemerintahan Milenium?

18 Karena Kerajaan itu merupakan pemerintahan sekunder yang Allah gunakan untuk memulihkan kesempurnaan bumi maupun penduduknya serta memulihkan hubungan baik mereka dengan Allah, apa peranan Raja Yesus Kristus dan ke-144.000 imam-raja setelah Milenium? ”Berikutnya, kesudahannya, pada waktu ia menyerahkan kerajaan kepada Allah dan Bapaknya, pada waktu ia telah meniadakan semua pemerintah dan semua wewenang dan kuasa. Karena ia akan berkuasa sebagai raja sampai Allah menaruh semua musuh di bawah kakinya.”1 Korintus 15:24, 25.

19 Saat Kristus menyerahkan Kerajaan kepada Allah, bagaimana seharusnya kita memahami ayat-ayat yang mengatakan bahwa Kerajaan itu akan bertahan untuk selama-lamanya? Bahwa hasil-hasil yang dicapai Kerajaan itu akan bertahan untuk selama-lamanya. Kristus akan dihormati selama-lamanya karena peranan-Nya dalam mengupayakan pembenaran kedaulatan Allah. Tetapi, karena pada waktu itu, dosa dan kematian telah dilenyapkan sepenuhnya, dan umat manusia telah ditebus, maka hal ini mengakhiri peranannya sebagai Penebus. Pemerintahan Milenium dari Kerajaan itu juga akan tercapai sepenuhnya; maka, tidak dibutuhkan lagi suatu pemerintah sekunder antara Yehuwa dan umat manusia yang taat. Dengan demikian, ”Allah menjadi segala sesuatu bagi setiap orang.”—1 Korintus 15:28.

20. Bagaimana kita dapat mengetahui peran yang tersedia bagi Kristus dan ke-144.000 di masa depan?

20 Apa peranan Kristus dan rekan-rekan penguasanya kelak setelah Pemerintahan Milenium berakhir? Alkitab tidak mengatakannya. Namun, kita dapat merasa yakin bahwa Yehuwa akan memberi mereka banyak hak istimewa dinas lebih lanjut di seluruh ciptaan-Nya. Semoga kita semua sekarang menjunjung kedaulatan Yehuwa dan dikaruniai kehidupan kekal, sehingga di masa depan, kita akan menyaksikan maksud-tujuan Yehuwa bagi Raja dan rekan-rekan imam-rajanya, serta bagi seluruh alam semesta-Nya yang menakjubkan ini!