Langsung ke konten

Langsung ke menu sekunder

Langsung ke daftar isi

Saksi-Saksi Yehuwa

Indonesia

Sadarlah!  |  No. 6 2017

Manuskrip Alkitab zaman dulu berisi banyak sekali nama Allah yang tertulis dengan huruf Ibrani kuno

 PANDANGAN ALKITAB

Nama Allah

Nama Allah

Jutaan orang menyapa Allah dengan gelar seperti Tuhan, Yang Mahatinggi, atau Allah saja. Tapi, Allah sebenarnya punya nama. Apakah kita harus menggunakan nama itu?

Siapa nama Allah?

APA KATA ORANG

 

Banyak orang yang mengaku Kristen percaya bahwa nama Allah adalah Yesus. Yang lain berkata bahwa karena Allah Yang Mahakuasa hanya ada satu, kita tidak perlu menggunakan nama-Nya. Yang lain lagi mengatakan bahwa kita tidak boleh menyebutkan nama itu.

APA KATA ALKITAB

 

Nama Allah Yang Mahakuasa bukanlah Yesus, karena Yesus bukan Allah Yang Mahakuasa. Malah, Yesus mengajar sesama penyembah Allah untuk berdoa seperti ini, ”Bapak, biarlah namamu disucikan.” (Lukas 11:2) Yesus sendiri berdoa kepada Allah, ”Bapak, muliakanlah namamu.”​Yohanes 12:28.

Dalam Alkitab, Allah berkata, ”Akulah Yehuwa. Itulah namaku; dan aku tidak akan memberikan kemuliaanku kepada siapa pun.” (Yesaya 42:8) Dalam bahasa Ibrani, nama Allah ditulis dengan empat huruf YHWH. Dalam bahasa Indonesia, itu diterjemahkan menjadi ”Yehuwa”. Nama itu muncul sekitar 7.000 kali dalam Kitab-Kitab Ibrani (juga dikenal sebagai Perjanjian Lama), lebih banyak daripada gelar seperti ”Allah”, ”Yang Mahakuasa”, atau ”Tuhan”, dan daripada nama lain seperti Abraham, Musa, atau Daud. *

Yehuwa tidak pernah melarang kita menggunakan nama-Nya dengan hormat. Malah, Alkitab menunjukkan bahwa hamba Allah menggunakan nama-Nya dengan leluasa. Mereka memasukkan nama Allah ke nama anak-anak mereka. Misalnya nama Elia berarti ”Allahku Adalah Yehuwa”, dan Zakharia berarti ”Yehuwa Telah Mengingat”. Dan mereka tidak ragu menggunakan nama Allah dalam percakapan sehari-hari.​—Rut 2:4.

Allah ingin agar nama-Nya digunakan. Kita diperintahkan untuk mengucap syukur kepada Yehuwa dan berseru kepada nama-Nya. (Mazmur 105:1) Dia senang kepada orang-orang ”yang memikirkan namanya”.​—Maleakhi 3:16.

”Agar mereka tahu bahwa engkau, yang bernama Yehuwa, engkau sajalah Yang Mahatinggi atas seluruh bumi.”​—Mazmur 83:18.

 Apa arti nama Allah?

Menurut beberapa pakar, nama Yehuwa dalam bahasa Ibrani berarti ”Ia Menyebabkan Menjadi”. Itu menunjukkan bahwa Allah bisa menyebabkan diri-Nya sendiri atau ciptaan-Nya menjadi apa pun yang dibutuhkan untuk memenuhi kehendak-Nya. Hanya Pencipta yang Mahakuasa yang bisa bertindak sesuai dengan nama itu.

MANFAATNYA UNTUK ANDA

 

Mengetahui nama Allah akan mengubah pandangan Anda tentang Dia. Anda akan lebih mudah mendekat kepada Allah. Anda tentu tidak bisa dekat dengan seseorang yang namanya tidak Anda ketahui. Allah memberitahukan nama-Nya kepada Anda karena Dia ingin Anda mendekat kepada-Nya.​—Yakobus 4:8.

Anda bisa yakin bahwa Yehuwa akan selalu bertindak sesuai arti nama-Nya. Dia bisa mewujudkan segala sesuatu. Karena itulah Alkitab berkata, ”Orang yang mengetahui namamu akan percaya kepadamu.” (Mazmur 9:10) Anda akan semakin percaya kepada Yehuwa kalau Anda tahu bahwa semua tindakan-Nya dimotivasi oleh sifat-sifat seperti kasih yang setia, belas kasihan, dan keadilan. (Keluaran 34:5-7) Yehuwa akan selalu menepati janji-Nya dan tidak akan pernah bertindak bertentangan dengan sifat-sifat-Nya. Hal itu sangat menenteramkan kita.

Sungguh suatu kehormatan bisa mengetahui nama Allah Yang Mahakuasa. Kita bisa mendapat berkat sekarang dan di masa depan. Allah berjanji, ”Aku akan melindunginya karena ia mengenal namaku.”​—Mazmur 91:14.

”Setiap orang yang berseru kepada nama Yehuwa akan selamat.”​—Yoel 2:32.

Nama Allah dalam berbagai bahasa

^ par. 9 Banyak terjemahan Alkitab menghilangkan nama Allah dan menggantinya dengan gelar ”TUHAN” dengan huruf besar, sementara yang lainnya memasukkan nama Allah di beberapa ayat saja atau catatan kaki. Kitab Suci Terjemahan Dunia Baru menggunakan nama itu di seluruh Alkitab.