Langsung ke konten

Langsung ke menu sekunder

Langsung ke daftar isi

Saksi-Saksi Yehuwa

Indonesia

Sadarlah!  |  No. 6 2017

Milford Sound

 NEGERI DAN BANGSA

Jalan-Jalan ke Selandia Baru

Jalan-Jalan ke Selandia Baru

MUNGKIN sekitar 800 tahun yang lalu, suku Maori mengarungi lautan sejauh ribuan kilometer dan akhirnya menetap di Selandia Baru. Keadaan tanah di situ sangat berbeda dengan pulau-pulau tropis di Polinesia, tempat tinggal mereka dulu. Ada banyak gunung dan gletser, juga mata air panas dan salju. Para pendatang lain dari Eropa tiba kira-kira lima ratus tahun kemudian. Sekarang, kebudayaan Eropa maupun Polinesia sudah diterima oleh kebanyakan orang Selandia Baru. Hampir 90 persen penduduknya tinggal di kota. Ibu kotanya adalah Wellington, kota yang terletak di bagian bumi paling selatan.

Kolam lumpur panas di Pulau Utara

 Ada banyak pemandangan alam yang sangat indah di situ. Jadi meski terpencil, Selandia Baru dikunjungi sampai tiga juta turis setiap tahun.

Pohon pakis perak tingginya bisa lebih dari 10 meter

Burung takahe yang tidak bisa terbang sempat dianggap punah, tapi pada 1948 burung ini terlihat lagi

Di Selandia Baru, ada banyak binatang yang unik. Ada banyak jenis burung yang tidak bisa terbang, lebih banyak daripada di tempat lain mana pun. Ada juga tuatara, yaitu reptil mirip kadal yang bisa hidup sampai 100 tahun! Mamalia asli negeri ini hanyalah beberapa jenis kelelawar dan beberapa mamalia laut yang besar, termasuk paus dan lumba-lumba.

Saksi-Saksi Yehuwa sudah ada di Selandia Baru selama hampir 120 tahun. Mereka mengajarkan Alkitab dalam setidaknya 19 bahasa, termasuk bahasa Polinesia seperti Niue, Rarotonga, Samoa, dan Tonga.

Orang Maori yang berpakaian tradisional sedang bernyanyi dan menari