Langsung ke konten

Langsung ke menu sekunder

Langsung ke daftar isi

Saksi-Saksi Yehuwa

Indonesia

Sadarlah!  |  No. 6 2016

 APAKAH INI DIRANCANG?

Benang Bisus Kerang Biru

Benang Bisus Kerang Biru

SEPERTI kerang teritip, kerang biru menempel pada batu, kayu, atau lambung kapal. Tapi berbeda dengan teritip yang menempel dengan kuat pada suatu permukaan, kerang biru bergelantungan menggunakan benang tipis yang disebut bisus. Meski cara ini bisa memudahkan kerang untuk makan dan berpindah tempat, benang ini kelihatan terlalu rapuh untuk menahan terpaan ombak. Bagaimana benang ini membuat kerang tetap tergantung dan tidak tersapu ombak?

Pikirkan: Benang bisus mempunyai bagian yang kaku dan bagian yang lembut dan lentur. Para peneliti mendapati bahwa perbandingan tepatnya adalah 80 persen bahan kaku dan 20 persen bahan lembut, yang membuat benang itu sangat kuat. Jadi, benang ini bisa tahan terhadap tarikan dan dorongan yang tiba-tiba dari air laut.

Profesor Guy Genin menyebut hasil penemuan ini ”luar biasa”. Dia menambahkan, ”Kehebatan makhluk ini ada pada penyatuan yang tepat dari bagian yang lentur dan kaku.” Para ilmuwan percaya bahwa rancangan benang bisus bisa digunakan untuk berbagai hal, misalnya sebagai bahan perekat pada bangunan dan mesin atau peralatan di bawah air, penyambung otot dan tulang, dan untuk menutup luka bedah. J.  Herbert Waite, profesor di University of California, Santa Barbara, AS, berkata, ”Alam adalah gudang harta tanpa batas, tapi kita belum mengerti sepenuhnya bahan perekat ini.”

Bagaimana menurut Anda? Apakah benang bisus kerang biru terjadi secara kebetulan, atau apakah ini dirancang?