Langsung ke konten

Langsung ke menu sekunder

Langsung ke daftar isi

Saksi-Saksi Yehuwa

Indonesia

Sadarlah!  |  No. 5 2017

Kota Astana

 NEGERI DAN BANGSA

Jalan-Jalan ke Kazakstan

Jalan-Jalan ke Kazakstan

ORANG Kazakstan biasanya hidup berpindah-pindah. Sampai sekarang, ada peternak yang memindahkan ternaknya ke padang rumput yang berbeda, bergantung musimnya. Di musim panas, mereka pergi ke dataran tinggi yang dingin. Tapi ketika hampir musim dingin, mereka membawa ternak ke dataran rendah yang lebih hangat.

Ada juga yang tinggal di kota yang modern. Tapi tradisi, makanan, dan kerajinan tangan mereka memperlihatkan cara hidup nenek moyang mereka yang berpindah-pindah. Mereka punya banyak warisan berupa puisi, lagu, dan musik yang dimainkan dengan alat musik tradisional.

 Ada orang-orang, misalnya gembala, yang masih tinggal di yurt, yaitu rumah tradisional yang bisa dibongkar pasang, karena tidak mau merusak alam di sekitar mereka. Tapi, orang kota juga sering menggunakannya untuk acara khusus. Yurt juga menjadi tempat menginap yang nyaman bagi turis. Di bagian dalamnya, ada hasil karya para wanita berupa karpet serta kain yang disulam dan ditenun.

Bagian dalam yurt

Bagi orang pedesaan, kuda sangat berharga. Paling tidak ada 21 kata dalam bahasa Kazak untuk kuda, dengan makna yang berbeda-beda. Mereka juga punya lebih dari 30 kata dan istilah untuk warna bulu di kepalanya. Kuda yang bagus adalah hadiah yang mahal dan berarti. Di pedesaan, anak laki-laki belajar naik kuda sejak kecil.

Makanan tradisional Kazakstan biasanya tidak pedas, dan selalu ada daging. Salah satu minuman favorit mereka adalah koumiss, yang terbuat dari susu kuda dan dianggap bagus untuk kesehatan, juga shubat, minuman asam dari susu unta.

Siapa pun boleh datang dan mengikuti tur di kantor cabang Saksi-Saksi Yehuwa di Almaty.

Macan tutul salju yang jarang terlihat ada di pegunungan Kazakstan pada musim panas