Langsung ke konten

Langsung ke menu sekunder

Langsung ke daftar isi

Saksi-Saksi Yehuwa

Indonesia

Sadarlah!  |  No. 5 2017

Bagaimana Kita Bisa Hemat Energi?

Bagaimana Kita Bisa Hemat Energi?

ENERGI, misalnya listrik dan bahan bakar, sangat penting bagi kita. Kita membutuhkannya untuk kendaraan, untuk menghangatkan atau mendinginkan udara di rumah, dan untuk kegiatan sehari-hari. Tapi di seluruh dunia, orang menghadapi berbagai masalah energi.

Bagi Gary di Afrika Selatan, ”meningkatnya harga bahan bakar” adalah masalah besar. Jennifer di Filipina khawatir tentang penyediaan energi untuk semua orang, karena ”pemadaman listrik sering terjadi”. Fernando di El Salvador berkata bahwa dia ”khawatir tentang dampak atas lingkungan”. Di banyak tempat, sumber energi sering mencemari lingkungan.

Anda mungkin bertanya, ’Bagaimana saya bisa ikut mengatasi masalah energi?’

Yang bisa kita lakukan adalah menggunakan energi dengan bijak. Hemat energi itu bermanfaat. Kita bisa menghemat uang, melindungi lingkungan, dan mengurangi kebutuhan akan energi yang semakin meningkat.

Mari kita bahas caranya lebih hemat energi di rumah, dalam menggunakan kendaraan, dan dalam kegiatan sehari-hari.

RUMAH

Gunakan pemanas dan pendingin ruangan dengan bijak. Menurut sebuah penelitian di salah satu negeri Eropa, menurunkan suhu pemanas sebanyak dua derajat saja selama musim dingin adalah cara terbaik menghemat energi. Derek di Kanada setuju dengan itu. Dia berkata, ”Keluarga kami bisa hemat energi selama musim dingin karena kami pakai baju hangat dan tidak pakai pemanas dengan suhu tinggi.”

Ini juga berlaku untuk pendingin ruangan di daerah yang lebih panas. Rodolfo di Filipina selalu mengatur suhu AC supaya tidak terlalu rendah. Kenapa? Dia berkata, ”Kita bisa hemat uang dan hemat energi.”

Pastikan jendela dan pintu tertutup saat memakai pemanas atau pendingin ruangan. * Kita bisa lebih hemat energi kalau udara dingin atau panas di dalam ruangan tidak keluar. Misalnya, kalau kita membiarkan pintu terbuka saat cuaca dingin, energi yang diperlukan untuk menghangatkan ruangan akan semakin besar.

Selain menutup jendela dan pintu, ada juga yang menggunakan jendela yang bisa mencegah udara panas keluar.

Pakai lampu yang lebih hemat energi. Jennifer, yang disebutkan sebelumnya, berkata, ”Kami tidak pakai lampu pijar lagi. Sekarang kami pakai lampu yang lebih hemat energi.” Lampu yang hemat energi memang biasanya lebih mahal. Tapi karena lampu  ini tidak memakan banyak listrik, Anda juga akan hemat biaya.

KENDARAAN

Kalau bisa, gunakan kendaraan umum. Andrew di Inggris Raya berkata, ”Kapan pun saya bisa, saya akan naik kereta atau sepeda ke kantor.” Menurut data Kementerian Perhubungan Republik Indonesia tahun 2005, konsumsi energi per penumpang untuk mobil lebih tinggi 4 sampai 16 kali dibanding dengan bus, sedangkan motor kira-kira 2 kali lebih tinggi.

Rencanakan perjalanan Anda. Kalau Anda membuat rencana, Anda mungkin bisa mengurangi jumlah perjalanan yang perlu dilakukan. Selain hemat energi, ini juga bisa menghemat waktu dan uang.

Jethro di Filipina menetapkan jumlah bahan bakar untuk mobilnya setiap bulan. Dia berkata bahwa itu membuatnya lebih bijak dalam menggunakan kendaraan.

KEGIATAN SEHARI-HARI

Kurangi penggunaan air panas. Menurut sebuah penelitian, ”kota-kota di Australia rata-rata menggunakan 1,3% energi untuk air panas di rumah. Itu berarti, satu rumah menghabiskan 27% energi hanya untuk air panas”.

Pemanas air menghabiskan banyak energi, jadi kalau kita memakai lebih sedikit air panas, kita bisa hemat energi. Karena itulah Victor di Afrika Selatan berkata, ”Waktu mandi, kami berusaha tidak terlalu banyak pakai air panas.” Menurut ilmuwan Steven Kenway, ada tiga keuntungan kalau kita lakukan itu, yaitu menghemat air dan energi, menghemat uang, dan membantu perusahaan yang menyediakan air dan energi.

Matikan semua peralatan. Ini termasuk lampu, alat rumah tangga, dan alat elektronik seperti TV dan komputer. Kebanyakan alat itu masih menghabiskan energi bahkan setelah dimatikan. Jadi, ada pakar yang menyarankan untuk mencabut kabel listriknya atau memakai terminal stop kontak yang punya tombol on dan off. Fernando, yang disebutkan sebelumnya, sudah biasa melakukan itu. Dia berkata, ”Saya selalu matikan lampu. Kalau suatu alat sedang tidak dipakai, saya selalu cabut kabelnya.”

Kita mungkin tidak bisa mengendalikan harga energi yang semakin tinggi atau pengaruhnya atas lingkungan. Tapi, kita bisa menggunakan energi dengan bijak. Orang-orang di seluruh dunia sedang mencari cara untuk melakukan itu. Memang, menghemat energi itu butuh upaya dan perencanaan, tapi manfaatnya banyak. Valeria di Meksiko berkata, ”Saya bisa hemat uang dan bisa melindungi lingkungan.”

^ par. 10 Ikuti petunjuk dari pabrik tentang cara yang aman untuk memakai pemanas dan pendingin. Misalnya, ada alat yang harus digunakan di ruangan yang punya aliran udara yang baik, sehingga jendela dan pintu harus tetap terbuka.