Langsung ke konten

Langsung ke menu sekunder

Langsung ke daftar isi

Saksi-Saksi Yehuwa

Indonesia

Sadarlah!  |  No. 4 2016

 BANTUAN UNTUK KELUARGA | ANAK MUDA

Cara Menghadapi Perubahan

Cara Menghadapi Perubahan

TANTANGANNYA

  • Kamu harus pindah karena pekerjaan Papamu.

  • Sahabatmu harus pindah jauh sekali.

  • Kakakmu meninggalkan rumah karena menikah.

Bagaimana kamu bisa menghadapi perubahan ini?

Pohon yang lentur bisa bertahan saat badai. Seperti pohon itu, kamu bisa belajar menjadi ”lentur” saat terjadi perubahan yang bisa atau tidak bisa kamu kendalikan. Sebelum membahas cara melakukannya, mari kita bahas hal-hal yang perlu kamu ketahui tentang perubahan.

APA YANG HARUS KAMU KETAHUI

Perubahan bisa terjadi. Alkitab mengatakan kenyataan yang dialami manusia, ”Kejadian yang tidak terduga menimpa mereka semua.” (Pengkhotbah 9:11) Cepat atau lambat, kamu akan mengalaminya. Tentu, tidak semua kejadian yang tidak terduga itu buruk. Dan perubahan yang awalnya kelihatan sulit ternyata ada manfaatnya. Tapi, banyak orang bisa tetap menjalani kehidupan meski tidak mudah menghadapi perubahan, entah itu perubahan yang baik atau buruk.

Perubahan bisa membuat anak muda sangat tertekan. Mengapa? Anak muda bernama Alex * berkata, ”Kita sedang mengalami perubahan dari dalam, perubahan dari luar hanya menambah stres.”

Alasan lain adalah: Saat orang dewasa menghadapi perubahan, mereka bisa belajar dari pengalaman sebelumnya cara mengatasi situasi yang sama. Tapi anak muda masih kurang berpengalaman.

Belajar menyesuaikan diri. Tidak mudah menyerah adalah cara untuk bisa pulih dari masalah atau agar bisa menyesuaikan diri. Orang yang seperti itu bukan saja kuat menghadapi perubahan tapi juga sanggup menghadapinya dan menyesuaikan diri. Anak muda seperti itu mungkin tidak akan terlibat narkoba atau minuman keras saat mereka tertekan.

 APA YANG BISA KAMU LAKUKAN

Terima kenyataan. Kamu pasti ingin mengendalikan hidupmu, tapi itu tidak mungkin. Temanmu akan pindah atau menikah; kakakmu akan beranjak dewasa dan meninggalkan rumah; keluargamu mungkin harus pindah, meninggalkan teman dan kenangan indah. Lebih baik terima kenyataan daripada membiarkan pikiran negatif membuatmu stres.Prinsip Alkitab: Pengkhotbah 7:10.

Lihat ke depan. Memikirkan masa lalu seperti berkendara di jalan dengan mata terus melihat ke kaca spion. Melihat sekilas ada gunanya, tapi kamu harus melihat ke depan. Hal yang sama berlaku sewaktu menghadapi perubahan. Teruslah tatap masa depan. (Amsal 4:25) Misalnya, apa yang bisa kamu lakukan untuk bulan depan atau enam bulan lagi?

Pikirkan hal positif. Seorang gadis bernama Laura berkata, ”Yang terpenting, kita tidak mudah menyerah. Carilah hal baik dari situasimu.” Bisakah kamu setidaknya melihat satu hal baik dari keadaanmu yang baru itu?Prinsip Alkitab: Pengkhotbah 6:9.

Seorang gadis bernama Victoria mengenang bahwa saat remaja, semua sahabatnya pindah. ”Aku sangat kesepian, dan berharap keadaan bisa seperti dulu. Tapi pada saat itulah aku jadi dewasa. Aku sadar untuk tumbuh dewasa perlu perubahan. Dan aku jadi punya kesempatan menjalin persahabatan baru dengan orang-orang yang ada di sekelilingku.”Prinsip Alkitab: Amsal 27:10.

Memikirkan masa lalu seperti berkendara di jalan dengan mata terus melihat ke kaca spion

Bantu orang lain. Alkitab berkata, ”Menaruh perhatian, bukan dengan minat pribadi kepada persoalanmu sendiri saja, tetapi juga dengan minat pribadi kepada persoalan orang lain.” (Filipi 2:4) Perasaanmu bisa terobati jika kamu membantu orang lain. Anna, 17 tahun, berkata, ”Saat beranjak dewasa, aku sadar kalau kita bantu orang lain yang situasinya sama atau lebih parah, pengaruhnya luar biasa!”

^ par. 11 Beberapa nama dalam artikel ini telah diubah.