Langsung ke konten

Langsung ke daftar isi

Saksi-Saksi Yehuwa

Pilih bahasa Indonesia

 BANTUAN BAGI YANG BERDUKA

Perihnya Luka Akibat Duka

Perihnya Luka Akibat Duka

”Selama bertahun-tahun, Sofia * sakit dan akhirnya meninggal. Waktu itu, pernikahan kami sudah hampir 40 tahun. Teman-teman menghibur saya, dan saya berusaha menyibukkan diri. Tapi selama setahun, hati saya seperti teriris-iris. Perasaan saya sering berubah-ubah. Sudah tiga tahun berlalu sejak Sofia meninggal, tapi kadang hati saya tiba-tiba terasa sangat perih.”​—Kostas.

Pernahkah Anda ditinggal mati oleh orang yang Anda sayangi? Kalau ya, Anda mungkin tahu apa yang dirasakan Kostas. Anda mungkin merasa bahwa pengalaman yang paling menyakitkan adalah sewaktu pasangan hidup, keluarga, atau sahabat Anda meninggal. Para ahli yang meneliti dampak perasaan dukacita setuju dengan hal itu. Sebuah artikel yang diterbitkan di The American Journal of Psychiatry mengatakan bahwa kematian orang yang disayangi bisa menimbulkan perasaan hampa dan kesedihan yang luar biasa, bahkan sampai seumur hidup. Jika kita dirundung duka seperti itu, kita mungkin akan bertanya, ’Sampai kapan saya akan merasa seperti ini? Apa saya bisa bahagia lagi? Apa yang bisa menghibur saya?’

Pertanyaan-pertanyaan itu akan dibahas dalam majalah ini. Artikel berikut akan membahas apa saja yang bisa dialami orang yang berduka. Artikel lainnya akan membahas saran-saran yang bisa membantu Anda mengobati kesedihan Anda.

Kami sungguh-sungguh berharap majalah ini bisa menghibur dan membantu siapa pun yang sedang mengalami perihnya luka akibat duka.

^ par. 3 Dalam majalah ini, beberapa nama telah diubah.