Langsung ke konten

Langsung ke menu sekunder

Langsung ke daftar isi

Saksi-Saksi Yehuwa

Indonesia

Menara Pengawal—Edisi Pelajaran  |  September 2017

 KISAH HIDUP

Bersyukur Karena Bekerja dengan Saudara-Saudara yang Dekat dengan Yehuwa

Bersyukur Karena Bekerja dengan Saudara-Saudara yang Dekat dengan Yehuwa

PADA pertengahan 1930-an, papa dan mama saya—James dan Jessie Sinclair—pindah ke Bronx, sebuah daerah di New York City. Di sana, mereka bertemu dengan Willie Sneddon, yang berasal dari Skotlandia, seperti orang tua saya. Setelah berkenalan, mereka langsung membicarakan tentang keluarga mereka. Itu terjadi beberapa tahun sebelum saya lahir.

Mama memberi tahu Willie bahwa tak lama sebelum Perang Besar, ayah dan kakak laki-lakinya tenggelam saat kapal nelayan mereka menabrak bom di Laut Utara. Willie menjawab, ”Papamu sekarang ada di neraka!” * Willie adalah seorang Saksi Yehuwa. Kata-katanya yang mengejutkan itu adalah awal perkenalan Mama dengan kebenaran.

Willie dan Liz Sneddon

Kata-kata Willie membuat Mama tidak senang karena dia tahu ayahnya adalah orang baik. Tapi Willie lalu berkata, ”Yesus juga pergi ke neraka, lho.” Mama ingat kredo gereja yang menyatakan bahwa Yesus turun ke neraka lalu dibangkitkan pada hari ketiga. Jadi Mama berpikir, ’Kalau neraka adalah tempat yang panas di mana orang-orang jahat disiksa, kenapa Yesus pergi ke sana?’ Inilah yang membuat Mama tertarik pada kebenaran. Dia mulai berhimpun di Sidang Bronx dan dibaptis pada 1940.

Bersama Mama saat saya masih kecil, lalu bersama Papa

Kala itu, orang tua tidak secara khusus dianjurkan untuk memandu pelajaran Alkitab dengan anak mereka. Waktu saya masih balita, saya dijaga oleh Papa saat Mama berhimpun dan mengabar pada akhir pekan. Beberapa tahun kemudian, saya dan Papa mulai ikut berhimpun. Mama sangat rajin mengabar, dan dia memandu beberapa pelajaran Alkitab. Malah, Mama pernah mengadakan pelajaran Alkitab kelompok karena beberapa pelajar Alkitabnya tinggal berdekatan. Saat libur sekolah, saya menemani Mama dalam pelayanan. Saya jadi banyak belajar tentang isi Alkitab dan cara mengajarkannya kepada orang lain.

Sayangnya, waktu kecil, saya tidak terlalu menghargai kebenaran. Saya malah  menyia-nyiakannya. Tapi akhirnya, saat berusia 12 tahun, saya menjadi penyiar. Sejak itu, saya selalu rutin mengabar. Saat berusia 16 tahun, saya membaktikan kehidupan saya kepada Yehuwa dan dibaptis pada 24 Juli 1954 di sebuah kebaktian di Toronto, Kanada.

MELAYANI DI BETEL

Beberapa saudara di sidang kami melayani di Betel atau pernah melayani di sana. Mereka membuat saya ingin melayani di Betel juga. Saya kagum karena mereka sangat pintar menjelaskan kebenaran dari Alkitab. Guru-guru saya di sekolah ingin agar saya kuliah, tapi saya ingin masuk Betel. Jadi, di kebaktian di Toronto itu, saya memasukkan permohonan untuk dinas Betel. Saya mendaftar lagi pada 1955 di sebuah kebaktian di Yankee Stadium, New York City. Tak lama setelahnya, ketika saya berusia 17 tahun, saya menerima undangan untuk mulai melayani di Betel Brooklyn pada 19 September 1955. Pada hari kedua saya di Betel, saya mulai bekerja di bagian Penjilidan di 117 Adams Street. Saya mengoperasikan sebuah mesin pengumpul. Mesin ini menyatukan halaman-halaman buku menjadi bagian-bagian. Tiap bagian terdiri dari 32 halaman. Setelah itu, buku itu siap dijahit di mesin lain.

Saat berusia 17 tahun, saya mulai melayani di Betel Brooklyn

Setelah sekitar sebulan bekerja di sana, saya diminta membantu Departemen Majalah karena saya bisa mengetik. Kala itu, saudara-saudari membuat stensil alamat (pelat logam kecil) untuk para pelanggan baru The Watchtower dan Awake! Beberapa bulan kemudian, saya pindah ke Departemen Pengiriman. Klaus Jensen, pengawas departemen itu, bertanya apakah saya mau menemani sopir yang membawa dus-dus publikasi ke pelabuhan untuk dikirimkan ke seluruh dunia. Ada juga kantong-kantong besar berisi majalah yang harus dibawa ke kantor pos untuk dikirimkan ke seluruh Amerika Serikat.  Menurut Saudara Jensen, saya perlu melakukan pekerjaan fisik. Waktu itu, saya sangat kurus. Berat saya hanya 57 kilogram. Karena bolak-balik ke pelabuhan dan kantor pos, tubuh saya jadi lebih kuat. Ternyata Saudara Jensen memang benar!

Departemen Majalah juga memenuhi permintaan majalah dari sidang. Saya jadi tahu majalah bahasa apa saja yang dicetak dan dikirimkan dari Brooklyn. Ada banyak bahasa yang belum pernah saya dengar. Tapi, saya senang melihat puluhan ribu majalah kita dikirimkan ke negara-negara yang jauh. Ternyata bertahun-tahun kemudian, saya mendapat kesempatan untuk mengunjungi banyak dari negara itu.

Bersama Robert Wallen, Charles Molohan, dan Don Adams

Pada 1961, saya ditugaskan bekerja di Departemen Keuangan. Pengawas saya adalah Grant Suiter. Setelah beberapa tahun bekerja di sana, saya dipanggil ke kantor Nathan Knorr, yang saat itu memimpin pekerjaan pengabaran sedunia. Dia berkata bahwa salah satu saudara di departemennya akan ikut Sekolah Pelayanan Kerajaan selama sebulan dan kemudian akan melayani di Departemen Dinas. Saya diminta menggantikan dia dan bekerja bersama Don Adams. Don adalah saudara yang menerima permohonan saya untuk dinas Betel di kebaktian tahun 1955. Dua saudara lain yang juga bekerja di departemen itu adalah Robert Wallen dan Charles Molohan. Kami berempat bekerja sama selama lebih dari 50 tahun. Saya senang sekali karena bisa melayani Yehuwa bersama saudara-saudara yang setia dan dekat dengan Yehuwa seperti mereka!​—Mz. 133:1.

Kunjungan zona saya yang pertama ke Venezuela, tahun 1970

Mulai 1970, setiap satu atau dua tahun sekali, saya ditugaskan untuk mengunjungi beberapa kantor cabang selama beberapa minggu. Saat itu, kunjungan seperti itu disebut kunjungan zona. Ini mencakup mengunjungi keluarga Betel dan utusan injil di  seluruh dunia, menyemangati mereka, dan memeriksa catatan kantor cabang. Saya senang karena bisa bertemu dengan saudara-saudari yang lulus dari kelas-kelas awal Sekolah Gilead dan masih setia melayani di negara tempat mereka ditugaskan. Saya senang karena mendapat kehormatan untuk mengunjungi lebih dari 90 negara!

Saya sangat bersyukur karena bisa mengunjungi saudara-saudari di lebih dari 90 negara!

SAYA MENDAPAT PASANGAN YANG SETIA

Semua anggota Betel Brooklyn ditugaskan ke sidang-sidang di New York City. Sidang saya ada di Bronx. Sidang pertama di daerah itu berkembang lalu dibagi menjadi beberapa sidang. Sidang pertama itu disebut Sidang Upper Bronx. Itulah sidang saya.

Pada pertengahan 1960-an, sebuah keluarga Saksi asal Latvia bergabung dengan sidang saya karena pindah rumah. Mereka mengenal kebenaran saat tinggal di Bronx selatan. Putri tertua mereka bernama Livija. Dia langsung merintis biasa setelah lulus SMA. Beberapa bulan kemudian, dia pindah ke Massachusetts untuk melayani di daerah yang membutuhkan penyiar. Saya menyurati dia untuk memberi tahu kabar tentang sidang, dan dia juga membalas surat saya untuk menceritakan hasil bagus pengabarannya di Boston.

Bersama Livija

Beberapa tahun kemudian, Livija dilantik menjadi perintis istimewa. Dia ingin berbuat lebih banyak lagi untuk Yehuwa, jadi dia memasukkan permohonan untuk dinas Betel. Pada 1971, dia dipanggil. Ini seperti tanda dari Yehuwa! Pada 27 Oktober 1973, kami menikah. Kami senang karena Saudara Knorr bisa menyampaikan khotbah pernikahan kami. Amsal 18:22 berkata, ”Apakah orang telah menemukan istri yang baik? Ia telah menemukan sesuatu yang baik, dan ia memperoleh perkenan dari Yehuwa.” Kami bersyukur karena telah melayani bersama di Betel selama lebih dari 40 tahun. Kami masih membantu sebuah sidang di Bronx.

MELAYANI BAHU-MEMBAHU BERSAMA SAUDARA-SAUDARA KRISTUS

Bekerja dengan Saudara Knorr benar-benar menyenangkan. Dia tak kenal lelah dalam melayani dan sangat menghargai semua utusan injil. Sewaktu diutus ke daerah penugasan, banyak dari utusan injil adalah Saksi pertama di daerah itu. Saya sangat sedih melihat perjuangan Saudara Knorr melawan kanker pada 1976. Suatu kali, ketika Saudara Knorr sudah tidak bisa bangun dari tempat tidur, dia meminta saya membacakan beberapa bahan yang akan dicetak. Saya diminta memanggil Frederick Franz supaya dia juga bisa ikut mendengarkan. Belakangan, saya baru tahu bahwa setelah penglihatan Saudara Franz memburuk, Saudara Knorr menghabiskan banyak waktu untuk membacakan bagi Saudara Franz bahan-bahan yang akan dicetak.

Kunjungan zona bersama Daniel dan Marina Sydlik pada 1977

Saudara Knorr meninggal pada 1977. Tapi, semua yang mengenal dan menyayanginya terhibur karena dia telah menyelesaikan kehidupannya di bumi dengan setia. (Pny. 2:10) Saudara Franz pun  menggantikan dia untuk memimpin pengabaran sedunia.

Saat itu, saya menjadi sekretaris Milton Henschel, yang sudah puluhan tahun bekerja bersama Saudara Knorr. Saudara Henschel memberi tahu saya bahwa tugas utama saya adalah membantu Saudara Franz. Saya rutin membacakan publikasi untuk Saudara Franz sebelum itu dicetak. Ingatan Saudara Franz sangat kuat, dan dia bisa berkonsentrasi penuh pada apa yang sedang dibacakan. Saya senang sekali karena bisa terus membantu dia sampai dia menyelesaikan kehidupannya di bumi pada Desember 1992.

Selama puluhan tahun, saya bekerja di 124 Columbia Heights

Tidak terasa, saya sudah melayani di Betel selama 61 tahun. Kedua orang tua saya terus setia kepada Yehuwa sampai mereka meninggal. Saya menantikan saatnya menyambut mereka di dunia baru. (Yohanes 5:28, 29) Sungguh suatu kehormatan bisa bekerja bersama saudara-saudari yang setia untuk membantu umat Allah di seluruh dunia. Di dunia ini, tidak ada apa pun yang bisa menandingi hal itu. Saya dan Livija bisa dengan yakin berkata bahwa selama kami melayani dalam dinas sepenuh waktu, ”sukacita Yehuwa adalah benteng [kami]”.​—Neh. 8:10.

Tidak ada orang di organisasi Yehuwa yang perannya tak tergantikan. Pekerjaan pengabaran terus berlanjut. Saya senang karena selama bertahun-tahun, saya bisa bekerja sama dengan saudara-saudari yang rajin dan setia. Hampir semua saudara terurap yang pernah bekerja dengan saya sudah tidak ada di bumi. Tapi, saya sangat bersyukur karena bisa bergaul dengan saudara-saudara yang dekat dengan Yehuwa itu.

^ par. 5 Kata bahasa Ibrani ”Syeol” dan kata bahasa Yunani ”Hades” yang ada dalam Alkitab memaksudkan kuburan manusia. Tapi, beberapa terjemahan Alkitab menerjemahkannya sebagai ”neraka”.