Langsung ke konten

Langsung ke menu sekunder

Langsung ke daftar isi

Saksi-Saksi Yehuwa

Indonesia

Menara Pengawal—Edisi Pelajaran  |  Oktober 2017

Pelajaran dari Penglihatan Zakharia

Pelajaran dari Penglihatan Zakharia

”Kembalilah kepadaku, . . . dan aku akan kembali kepadamu.”​—ZA. 1:3.

NYANYIAN: 120, 117

1-3. (a) Sewaktu Zakharia mulai bernubuat, bagaimana keadaan umat Yehuwa? (b) Mengapa Yehuwa ingin agar umat-Nya kembali kepada-Nya?

ZAKHARIA mendapat penglihatan yang luar biasa. Beberapa hal yang dia lihat adalah gulungan yang terbang, seorang wanita di dalam wadah, dan dua wanita yang terbang dengan sayap seperti sayap bangau. (Za. 5:1, 7-9) Mengapa Zakharia mendapat penglihatan yang menakjubkan ini dari Yehuwa? Bagaimana keadaan orang Israel pada waktu itu? Dan, pelajaran apa yang bisa kita dapatkan dari penglihatan ini?

2 Pada tahun 537 SM, umat Yehuwa sangat bersukacita. Setelah ditawan di Babilon selama 70 tahun, mereka akhirnya bebas! Mereka tidak sabar ingin pulang ke Yerusalem untuk membangun kembali bait dan menyembah Yehuwa. Setahun kemudian, mereka berhasil menyelesaikan fondasi bait. Mereka sangat senang dan mereka ”bersorak dengan sorakan yang keras, dan suara itu terdengar bahkan sampai jarak jauh”. (Ezr. 3:10-13) Tapi, tekanan dari musuh untuk menghentikan pembangunan bait semakin kuat. Orang Israel menjadi sangat ketakutan sampai-sampai mereka berhenti membangun bait. Mereka malah sibuk membangun  rumah mereka sendiri dan bercocok tanam. Enam belas tahun kemudian, bait Yehuwa masih belum selesai. Umat Allah perlu diberi peringatan untuk tidak mementingkan diri dan kembali kepada Yehuwa. Yehuwa ingin agar mereka berani dan bersemangat dalam beribadat kepada-Nya.

3 Jadi pada tahun 520 SM, Yehuwa mengirim Nabi Zakharia untuk mengingatkan orang Israel alasannya mereka dibebaskan dari Babilon. Nama Zakharia berarti ”Yehuwa Telah Mengingat”. Meskipun bangsa Israel lupa akan apa yang sudah Yehuwa lakukan bagi mereka, Allah tetap mengingat mereka. (Baca Zakharia 1:3, 4.) Yehuwa berjanji bahwa Dia akan membantu mereka memulihkan ibadat sejati. Tapi, Dia juga memperingatkan mereka bahwa ibadat kepada-Nya harus dilakukan dengan sepenuh hati. Mari kita pelajari penglihatan Zakharia yang keenam dan ketujuh. Kita akan belajar bagaimana Yehuwa membangkitkan semangat orang Israel dan manfaat dua penglihatan ini bagi kita.

ALLAH MENGHUKUM ORANG YANG MENCURI

4. Apa yang Zakharia lihat dalam penglihatannya yang keenam, dan mengapa ada tulisan di bagian dalam dan luar gulungan itu? (Lihat gambar 1 di awal artikel.)

4 Pasal 5 buku Zakharia dimulai dengan penglihatan yang aneh. (Baca Zakharia 5:1, 2.) Zakharia melihat sebuah gulungan yang terbang. Gulungan ini panjangnya hampir 9 meter dan lebarnya hampir 4,5 meter. Gulungan itu terbuka, dan ada pesan yang tertulis pada gulungan itu. (Za. 5:3) Isinya adalah berita penghukuman yang penting. Pada zaman dulu, orang-orang biasanya menulis pesan di bagian dalam sebuah gulungan. Tapi, pesan ini sangat penting sampai-sampai itu ditulis di bagian dalam dan luar gulungan itu.

Orang Kristen harus menghindari segala jenis pencurian (Lihat paragraf 5-7)

5, 6. Apa pandangan Yehuwa tentang segala jenis pencurian?

5 Baca Zakharia 5:3, 4Semua manusia harus mempertanggungjawabkan tingkah laku mereka kepada Allah. Hal ini lebih berlaku lagi bagi umat Yehuwa karena mereka mewakili nama-Nya. Mereka menyayangi Dia dan tahu bahwa mencuri bisa mencela nama-Nya. (Ams. 30:8, 9) Ada yang berpikir bahwa mencuri dengan alasan yang benar itu tidak salah. Tapi, apa pun alasan seseorang mencuri, itu tetap menunjukkan bahwa orang itu lebih mementingkan keinginannya yang serakah daripada Yehuwa, nama-Nya, dan hukum-Nya.

6 Perhatikan bahwa di Zakharia 5:3, 4, kutukan akan ”masuk ke rumah si pencuri” dan ”tinggal di tengah-tengah rumahnya dan membasmi rumah itu”. Itu berarti Yehuwa bisa menyingkapkan dan menghakimi tindakan buruk apa pun yang ada di antara umat-Nya. Seorang pencuri mungkin bisa menyembunyikan tindakannya dari polisi, majikan, penatua, atau orang tua. Tapi, dia tidak bisa menyembunyikan itu dari Yehuwa. Allah pasti akan membuat tindakan itu diketahui. (Ibr. 4:13) Kita pasti senang karena berada di antara orang-orang yang berusaha keras untuk tetap jujur ”dalam segala perkara”.​—Ibr. 13:18.

7. Bagaimana agar kita tidak terkena kutukan, atau penghukuman dari Yehuwa?

7 Yehuwa membenci segala jenis pencurian. Kita pasti bangga karena bisa mengetahui prinsip Yehuwa tentang apa yang benar dan salah dan mematuhinya. Kita juga senang karena cara hidup kita tidak mencela nama-Nya. Jika kita melakukan ini, Yehuwa tidak akan menghukum kita.

TEPATI JANJI ”DARI HARI KE HARI”

8-10. (a) Apa sumpah itu? (b) Sumpah apa yang Raja Zedekia langgar?

8 Selanjutnya, gulungan terbang itu menyampaikan  peringatan kepada orang-orang yang ”dengan tidak benar bersumpah” menggunakan nama Allah. (Za. 5:4) Sumpah adalah sebuah pernyataan yang meneguhkan kebenaran suatu hal. Itu juga bisa berarti janji yang sungguh-sungguh untuk melakukan atau tidak melakukan sesuatu.

9 Bersumpah dengan nama Yehuwa adalah sesuatu yang sangat serius. Ini terlihat dari kisah raja terakhir yang memerintah di Yerusalem, yaitu Zedekia. Dia membuat sumpah dengan nama Yehuwa yang menyatakan bahwa dia akan mematuhi raja Babilon. Tapi, Zedekia melanggar janjinya. Akibatnya, Yehuwa berkata mengenai Zedekia bahwa ”di tempat raja yang mengangkat dia sebagai raja, yaitu dia yang memandang hina sumpahnya dan melanggar perjanjiannya, di tempat yang sama itu, di tengah-tengah Babilon, dia akan mati”.​—Yeh. 17:16.

10 Raja Zedekia membuat sumpah dengan nama Allah, dan Yehuwa menuntut agar dia memenuhi sumpah itu. (2 Taw. 36:13) Tapi, Zedekia melanggar janjinya dan malah meminta Mesir untuk membantunya melawan Babilon. Meski begitu, Mesir tidak bisa membantunya.​—Yeh. 17:11-15, 17, 18.

11, 12. (a) Apa janji terpenting yang bisa kita buat? (b) Apa seharusnya pengaruh pembaktian kita atas kehidupan kita?

11 Dari kisah Zedekia, kita belajar bahwa Yehuwa mendengarkan janji-janji yang kita buat. Untuk membuat Dia senang, kita harus menepati janji-janji kita. (Mz. 76:11) Janji terpenting yang bisa kita buat adalah pembaktian kita kepada Yehuwa. Sewaktu membaktikan diri, kita berjanji bahwa apa pun yang terjadi, kita akan tetap melayani Yehuwa.

12 Bagaimana kita bisa menepati janji kita kepada Yehuwa? ”Dari hari ke hari”, kita mengalami ujian, baik yang besar maupun yang kecil. Tanggapan kita terhadap ujian-ujian ini akan menunjukkan seberapa akrab  kita dengan Yehuwa. (Mz. 61:8) Misalnya, apa yang akan kita lakukan jika ada yang suka dengan kita di tempat kerja atau di sekolah? Saat mereka menunjukkan perhatian, apakah kita akan menolaknya dan menunjukkan bahwa kita ingin menaati Yehuwa? (Ams. 23:26) Atau, bagaimana jika dalam keluarga hanya kita yang menyembah Yehuwa? Apakah kita meminta bantuan Yehuwa supaya kita tetap bertingkah laku seperti orang Kristen walaupun yang lain tidak? Apa pun yang kita alami, apakah kita tetap berterima kasih kepada Yehuwa setiap hari atas kasih dan bimbingan-Nya? Apakah kita menyempatkan diri untuk membaca Alkitab setiap hari? Bisa dikatakan, kita sudah berjanji untuk melakukan hal-hal ini saat kita membaktikan diri kepada Yehuwa. Jika kita menaati Dia dan memberikan yang terbaik untuk-Nya, kita menunjukkan bahwa kita menyayangi Dia dan ingin menjadi milik-Nya. Kita adalah Saksi Yehuwa 24 jam, dan bukan di saat-saat tertentu saja. Dan karena kita setia kepada Yehuwa, Dia berjanji akan memberi kita masa depan yang cemerlang.​—Ul. 10:12, 13.

13. Apa yang bisa kita pelajari dari penglihatan Zakharia yang keenam?

13 Penglihatan Zakharia yang keenam mengajar kita bahwa jika kita menyayangi Yehuwa, kita tidak akan mencuri atau mengingkari janji kita. Kita juga belajar bahwa walaupun bangsa Israel melakukan banyak kesalahan, Yehuwa tetap menepati janji-Nya dan tidak meninggalkan umat-Nya. Dia paham bahwa keadaan mereka sangat sulit karena mereka dikelilingi banyak musuh. Yehuwa melakukan itu agar kita juga bisa belajar dari-Nya. Kita pun perlu menepati janji kita. Dan, kita bisa yakin bahwa Dia akan membantu kita. Salah satu cara Dia melakukan itu adalah dengan memberi kita harapan di masa depan. Sebentar lagi, Dia akan menghapus semua kejahatan di bumi. Ini terlihat dari penglihatan Zakharia yang selanjutnya.

YEHUWA MENYINGKIRKAN ORANG YANG JAHAT

14, 15. (a) Apa yang Zakharia lihat dalam penglihatannya yang ketujuh? (Lihat gambar 2 di awal artikel.) (b) Siapakah wanita yang ada di dalam wadah itu, dan mengapa wadah itu ditutup?

14 Setelah Zakharia melihat gulungan terbang tadi, seorang malaikat berkata kepadanya, ”Layangkanlah pandanganmu.” Lalu, Zakharia melihat sebuah wadah yang disebut ”efa”. (Baca Zakharia 5:5-8.) Wadah itu ditutup dengan ”timah hitam berbentuk bundar”. Sewaktu wadah itu dibuka, Zakharia melihat ”seorang wanita duduk di tengah-tengah” wadah itu. Lalu, malaikat itu menjelaskan bahwa wanita di dalam wadah itu adalah ”Kefasikan”. Zakharia pasti ketakutan saat melihat wanita itu meronta-ronta untuk keluar! Tapi, malaikat itu langsung memasukkan kembali wanita itu ke dalam wadah dan menutupnya dengan timah yang berat. Apa arti penglihatan ini?

15 Penglihatan ini meyakinkan kita bahwa Yehuwa tidak akan membiarkan kefasikan, atau kejahatan, apa pun tetap bertahan di antara umat-Nya. Jika Yehuwa melihat sesuatu yang buruk, Dia akan segera menyingkirkannya. (1 Kor. 5:13) Ini digambarkan oleh sang malaikat tadi yang segera menutup wadah dengan timah yang berat.

Yehuwa berjanji untuk menjaga ibadat kepada-Nya tetap bersih (Lihat paragraf 16-18)

16. (a) Apa yang selanjutnya terjadi dengan wadah itu? (Lihat gambar 3 di awal artikel.) (b) Ke mana wadah itu akan dibawa?

16 Lalu, Zakharia melihat dua wanita yang mempunyai sayap yang kuat seperti sayap bangau. (Baca Zakharia 5:9-11.) Kedua wanita ini sangat berbeda dengan wanita jahat yang ada dalam wadah itu. Kemudian, mereka mengepakkan sayap mereka yang kuat dan mengangkat wadah yang berisi  ”Kefasikan” itu, lalu terbang. Ke mana wadah itu akan dibawa? Itu dibawa ke ”tanah Syinar”, yaitu Babilon. Mengapa?

17, 18. (a) Mengapa Babilon adalah ’tempat yang patut’ bagi ”Kefasikan”? (b) Apa tekad kita?

17 Orang-orang Israel yang hidup pada zaman Zakharia bisa mengerti mengapa Babilon adalah tempat yang cocok bagi ”Kefasikan”. Mereka tahu bahwa itu adalah kota yang jahat yang penuh dengan ibadat palsu dan kebejatan. Zakharia dan orang Yahudi lainnya yang pernah hidup di sana harus berusaha keras setiap hari untuk melawan pengaruhnya yang bejat. Jadi, penglihatan ini menjamin bahwa Yehuwa akan menjaga ibadat kepada-Nya tetap bersih.

18 Penglihatan ini juga mengingatkan orang-orang Yahudi bahwa mereka punya tanggung jawab untuk menjaga ibadat mereka tetap bersih. Kejahatan tidak bisa dan tidak akan dibiarkan berada di antara umat Allah. Sekarang, Yehuwa juga sudah membawa kita ke dalam organisasi-Nya yang bersih. Di sini, kita merasakan kasih dan perlindungan-Nya. Jadi, kita semua punya tanggung jawab untuk menjaga organisasi ini tetap bersih. Kejahatan tidak boleh ada di antara umat Yehuwa.

UMAT YANG BERSIH MEMBUAT YEHUWA SENANG

19. Pelajaran apa yang bisa kita dapatkan dari penglihatan Zakharia yang menakjubkan?

19 Penglihatan Zakharia yang keenam dan ketujuh menjadi peringatan yang penting bagi orang-orang yang melakukan hal-hal buruk. Yehuwa tidak akan tinggal diam saat melihat kejahatan. Sebagai hamba-hamba-Nya, kita harus membenci apa yang jahat. Penglihatan ini juga meyakinkan kita bahwa jika kita berusaha untuk menyenangkan Bapak kita yang pengasih, Dia tidak akan mengutuk kita, tapi sebaliknya akan melindungi dan memberkati kita. Memang, tidak mudah untuk menjaga diri kita tetap bersih di dunia yang jahat ini. Tapi, dengan bantuan Yehuwa, kita bisa melakukannya. Namun, apa yang bisa membuat kita yakin bahwa ibadat sejati akan tetap bertahan? Dan, karena kesengsaraan besar semakin dekat, apa yang bisa meyakinkan kita bahwa Yehuwa akan melindungi organisasi-Nya? Semua ini akan dibahas dalam artikel berikutnya.