Langsung ke konten

Langsung ke daftar isi

Saksi-Saksi Yehuwa

Pilih bahasa Indonesia

Kenali Musuh Saudara

Kenali Musuh Saudara

”Kita sudah tahu siasat-siasat [Setan].”​—2 KOR. 2:11.

NYANYIAN: 150, 32

1. Setelah Adam dan Hawa berdosa, apa yang Yehuwa singkapkan tentang musuh kita?

ADAM tahu bahwa ular tidak bisa bicara, maka dia mungkin tahu bahwa yang berbicara dengan Hawa adalah makhluk roh. (Kej. 3:1-6) Adam dan Hawa tidak tahu siapa makhluk roh itu. Tapi, Adam mendengarkan dia dan memberontak terhadap Bapaknya yang pengasih di surga. (1 Tim. 2:14) Saat itu juga, Yehuwa mulai menyingkapkan tentang musuh yang jahat ini. Dia berjanji bahwa musuh itu akan dilenyapkan. Tapi, Yehuwa memperingatkan bahwa sebelum itu terjadi, makhluk roh ini akan menentang semua yang menyayangi Allah.​—Kej. 3:15.

2, 3. Kemungkinan, mengapa Yehuwa hanya menyingkapkan sedikit tentang Setan sebelum Mesias datang?

2 Yehuwa tidak pernah memberi tahu kita nama malaikat pemberontak itu. * Yehuwa baru menyingkapkan siapa pemberontak itu 2.500 tahun setelah Adam dan Hawa  memberontak. (Ayb. 1:6) Malaikat itu dijuluki ”Setan”, yang artinya ”Penentang”. Di Kitab-Kitab Ibrani, hanya ada tiga buku yang menyebutkan Setan, yaitu 1 Tawarikh, Ayub, dan Zakharia. Mengapa tidak ada banyak keterangan tentang musuh ini sebelum Mesias datang?

3 Di Kitab-Kitab Ibrani, Yehuwa tidak memberikan banyak perincian tentang Setan, karena tujuan Kitab-Kitab Ibrani adalah membantu orang-orang mengenali Mesias dan menjadi pengikutnya. (Luk. 24:44; Gal. 3:24) Sebagian besar keterangan tentang Setan * dan para malaikat yang bergabung dengannya disingkapkan setelah Mesias datang. Yehuwa menggunakan Mesias dan para muridnya untuk menyingkapkannya. Ini cocok karena Yehuwa akan menggunakan Yesus dan kaum terurap untuk melenyapkan Setan dan pengikutnya.​—Rm. 16:20; Why. 17:14; 20:10.

4. Mengapa kita tidak perlu takut terhadap Iblis?

4 Rasul Petrus menggambarkan Setan si Iblis sebagai ”singa yang mengaum”, dan Yohanes menyebutnya ”ular” dan ”naga”. (1 Ptr. 5:8; Why. 12:9) Tapi, kita tidak perlu takut terhadap Iblis karena kuasanya terbatas. (Baca Yakobus 4:7.) Selain itu, kita dilindungi oleh Yehuwa, Yesus, dan para malaikat yang setia. Dengan bantuan mereka, kita bisa melawan musuh kita. Tapi, kita perlu menjawab tiga pertanyaan ini: Seberapa besar kuasa Setan? Bagaimana dia berusaha memengaruhi manusia? Dan apa yang tidak bisa dia lakukan? Mari kita bahas ketiga pertanyaan ini dan pelajarannya.

SEBERAPA BESAR KUASA SETAN?

5, 6. Mengapa pemerintahan manusia tidak bisa menyelesaikan semua masalah kita?

5 Banyak malaikat ikut melawan Allah seperti Setan. Sebelum Air Bah, Setan membuat beberapa malaikat tergoda untuk berhubungan seks dengan para wanita. Alkitab menggambarkannya seperti naga yang jatuh dari langit, yang menyeret sepertiga bintang bersamanya. (Kej. 6:1-4; Yud. 6; Why. 12:3, 4) Dengan meninggalkan keluarga Allah, para malaikat itu akhirnya berada di bawah kendali Setan. Di alam roh, Setan membuat pemerintahannya sendiri yang mirip dengan Kerajaan Allah. Dia menjadikan dirinya raja, mengorganisasi roh-roh jahat, memberi mereka kuasa, dan menjadikan mereka penguasa dunia. Jadi, mereka adalah kelompok yang terorganisasi.​—Ef. 6:12.

6 Melalui organisasinya, Setan mengendalikan semua pemerintahan manusia. Dari mana kita tahu? Saat memperlihatkan ”semua kerajaan dunia” kepada Yesus, Setan berkata, ”Aku akan memberimu kekuasaan atas semua ini dan kemuliaannya. Semua ini telah diserahkan kepadaku, dan aku bisa memberikannya kepada siapa pun yang aku mau.” (Luk. 4:5, 6) Memang, banyak pemerintah berbuat baik bagi rakyatnya, dan ada juga pemimpin yang berniat baik. Tapi, tidak ada pemerintahan manusia yang bisa menyelesaikan semua masalah kita.​—Mz. 146:3, 4; Why. 12:12.

7. Selain menggunakan pemerintahan, bagaimana Setan menggunakan agama palsu dan dunia bisnis? (Lihat gambar di awal artikel.)

7 Setan dan roh-roh jahat juga menggunakan agama palsu dan dunia bisnis untuk ”menyesatkan seluruh dunia”. (Why. 12:9) Melalui agama palsu,  Setan menyebarkan dusta tentang Yehuwa dan bahkan berusaha menyembunyikan nama Allah. (Yer. 23:26, 27) Akibatnya, banyak orang yang tulus mengira bahwa mereka menyembah Allah, padahal mereka menyembah roh-roh jahat. (1 Kor. 10:20; 2 Kor. 11:13-15) Melalui dunia bisnis, Setan menyebarkan dusta bahwa uang dan harta benda bisa membuat kita bahagia. (Ams. 18:11) Orang yang memercayai dusta itu menggunakan hidup mereka untuk melayani ”Kekayaan”, bukan Allah. (Mat. 6:24) Bahkan, karena lebih mengasihi kekayaan, orang yang pernah mengasihi Allah pun akhirnya tidak mengasihi Allah lagi.​—Mat. 13:22; 1 Yoh. 2:15, 16.

8, 9. (a) Dua hal apa yang kita pelajari dari pemberontakan Adam, Hawa, dan para malaikat? (b) Apa manfaatnya jika kita tahu bahwa Setan menguasai dunia?

8 Kita bisa belajar dua hal penting dari pemberontakan Adam, Hawa, dan para malaikat. Pertama, kita harus memilih satu dari dua pihak yang ada: pihak Yehuwa atau pihak Setan. (Mat. 7:13) Kedua, yang bergabung dengan Setan hanya mendapat sedikit manfaat. Misalnya, Adam dan Hawa bisa menentukan sendiri apa yang benar dan salah, dan roh-roh jahat bisa punya kuasa atas pemerintah manusia. (Kej. 3:22) Tapi semua itu sia-sia, karena memihak Setan selalu mengakibatkan kerugian yang jauh lebih besar!​—Ayb. 21:7-17; Gal. 6:7, 8.

9 Karena tahu bahwa Setan menguasai dunia ini, kita punya pandangan yang benar tentang pemerintah dan tergerak untuk memberitakan kabar baik. Kita tahu bahwa Yehuwa ingin agar kita menghormati pemerintah. (1 Ptr. 2:17) Dia meminta kita menaati hukum mereka, asalkan hukum itu tidak bertentangan dengan standar-Nya. (Rm. 13:1-4) Tapi, kita juga tahu bahwa kita harus tetap netral. Kita tidak boleh mendukung partai politik atau pemimpin mana pun. (Yoh. 17:15, 16; 18:36) Kita mengerti bahwa Setan berusaha menyembunyikan nama Yehuwa dan merusak nama baik-Nya. Jadi, kita berusaha sebisa-bisanya untuk mengajarkan kebenaran tentang Allah. Kita bangga menyandang nama Yehuwa dan menggunakannya. Mengasihi Allah jauh lebih bermanfaat daripada mengasihi uang atau harta benda.​—Yes. 43:10; 1 Tim. 6:6-10.

 CARA SETAN MEMENGARUHI YANG LAIN

10-12. (a) Apa yang mungkin Setan lakukan untuk menggoda para malaikat? (b) Apa pelajarannya untuk kita?

10 Setan pintar memengaruhi yang lain. Dia menggunakan umpan yang menggoda dan berusaha menekan mereka, agar mereka melakukan apa yang dia inginkan.

11 Setan menggunakan umpan untuk menggoda banyak malaikat. Mungkin, dia sudah lama mengamati mereka untuk tahu apa yang bisa menggoda mereka. Dia pun berhasil membuat sebagian malaikat tergoda untuk berhubungan seks dengan para wanita. Anak-anak mereka menjadi raksasa kejam yang suka menindas. (Kej. 6:1-4) Selain menggoda mereka untuk berbuat cabul, Setan mungkin berjanji untuk membuat mereka berkuasa atas semua manusia. Tujuannya mungkin untuk mencegah lahirnya ’keturunan wanita itu’, yang dijanjikan Yehuwa. (Kej. 3:15) Tapi, Yehuwa tidak membiarkannya. Dia mendatangkan Air Bah, yang menggagalkan rencana Setan dan roh-roh jahat itu.

Setan berusaha menggoda kita dengan menggunakan perbuatan amoral, kesombongan, dan hal-hal gaib (Lihat paragraf 12, 13)

12 Apa pelajarannya? Kita harus sangat berhati-hati terhadap godaan untuk berbuat amoral dan bersikap sombong. Para malaikat yang mengikuti Setan sudah hidup di surga bersama Allah untuk waktu yang lama sekali! Tapi, mereka membiarkan keinginan yang salah berkembang menjadi sangat kuat. Ingatlah, tidak soal berapa lama kita sudah melayani Yehuwa, keinginan yang salah bisa berkembang di hati kita. (1 Kor. 10:12) Maka, kita harus terus memeriksa diri dan membuang pikiran yang amoral dan kesombongan!​—Gal. 5:26; baca Kolose 3:5.

13. (a) Umpan apa lagi yang Setan gunakan? (b) Bagaimana kita bisa menolaknya?

13 Setan tahu bahwa manusia penasaran dengan hal-hal gaib. Jadi, dia memanfaatkan itu sebagai umpan. Dia menggunakan agama palsu dan hiburan, seperti film dan game elektronik, agar mereka tertarik dengan roh-roh jahat. Bagaimana agar kita tidak tergoda? Organisasi Allah tidak akan memberi kita daftar hiburan yang baik dan tidak. Kita harus melatih hati nurani kita supaya bisa membuat pilihan yang sesuai dengan prinsip Yehuwa. (Ibr. 5:14) Kita akan bisa memilih  dengan bijak jika kasih kita kepada Allah tidak munafik. (Rm. 12:9, ctk.) Pikirkanlah: ’Apakah saya sendiri menjalankan prinsip yang saya ajarkan kepada orang lain? Kalau pelajar Alkitab atau orang yang saya kabari tahu pilihan hiburan saya, apa yang akan mereka katakan?’ Jika kita sendiri menjalankan prinsip yang kita ajarkan kepada orang lain, kita bisa lebih mudah menolak umpan Setan.​—1 Yoh. 3:18.

Setan berusaha menekan kita dengan menggunakan pemerintah, teman sekolah, dan keluarga (Lihat paragraf 14)

14. (a) Bagaimana Setan berusaha menekan kita? (b) Bagaimana kita bisa menghadapinya?

14 Setan juga berusaha menekan kita dan menakut-nakuti kita supaya kita tidak setia kepada Yehuwa. Misalnya, dia mungkin memengaruhi pemerintah untuk melarang pekerjaan pengabaran. Dia juga bisa memengaruhi teman kerja atau teman sekolah kita untuk mengejek kita karena mengikuti Alkitab. (1 Ptr. 4:4) Setan bahkan bisa memengaruhi anggota keluarga kita yang tidak seiman. Dengan niat baik, mereka mungkin menghalangi kita berhimpun. (Mat. 10:36) Bagaimana agar kita tidak menyerah? Pertama, kita tidak perlu heran jika mendapat tekanan, karena kita tahu Setan sedang menyerang kita. (Why. 2:10; 12:17) Kedua, kita harus ingat satu hal yang penting: Setan menuduh bahwa kita akan melayani Yehuwa hanya jika itu mudah. Menurutnya, jika ditekan, kita akan meninggalkan Allah. (Ayb. 1:9-11; 2:4, 5) Ketiga, kita harus selalu meminta kekuatan dari Yehuwa. Ingatlah, Yehuwa tidak akan pernah meninggalkan kita.​—Ibr. 13:5.

YANG TIDAK BISA SETAN LAKUKAN

15. Bisakah Setan memaksa kita melakukan apa yang tidak kita inginkan? Jelaskan.

15 Setan tidak bisa memaksa kita melakukan apa yang tidak kita inginkan. (Yak. 1:14) Banyak orang tidak sadar bahwa mereka sedang memihak Setan. Tapi saat seseorang belajar kebenaran, dia harus memilih apakah dia mau memihak Yehuwa atau Setan. (Kis. 3:17; 17:30) Jika kita bertekad untuk menaati Allah, Setan tidak bisa mematahkan kesetiaan kita.​—Ayb. 2:3; 27:5.

16, 17. (a) Apa lagi yang tidak bisa dilakukan Setan dan roh-roh jahat? (b) Mengapa kita tidak perlu takut berdoa dengan bersuara kepada Yehuwa?

16 Ada lagi yang tidak bisa dilakukan oleh Setan dan roh-roh jahat. Misalnya, Alkitab tidak pernah berkata bahwa mereka bisa membaca pikiran atau hati kita. Hanya Yehuwa dan Yesus yang bisa melakukannya. (1 Sam. 16:7; Mrk. 2:8) Ada yang takut berdoa dengan bersuara, karena berpikir bahwa Setan dan roh-roh jahat mendengarnya dan bisa memanfaatkannya untuk menyerang mereka. Tapi, apakah kita perlu takut? Tidak! Mengapa? Coba pikirkan: Kita tidak takut melakukan hal-hal baik untuk melayani Yehuwa meskipun bisa dilihat oleh Iblis. Begitu juga, kita tidak perlu takut berdoa dengan bersuara meskipun bisa didengar oleh Iblis. Lagi pula, di Alkitab ada banyak hamba Yehuwa yang berdoa dengan bersuara. Tidak ada catatan bahwa mereka takut didengar Iblis. (1 Raj. 8:22, 23; Yoh. 11:41, 42; Kis. 4:23, 24) Kalau kita berusaha sebisa-bisanya untuk berbicara dan bertindak sesuai dengan kehendak Allah, kita bisa yakin bahwa Yehuwa tidak akan membiarkan Iblis membuat kita menderita selamanya.​—Baca Mazmur 34:7.

17 Kita perlu mengenal musuh kita, tapi kita tidak perlu takut kepadanya. Walaupun kita tidak sempurna, kita bisa menaklukkan Setan dengan bantuan Yehuwa! (1 Yoh. 2:14) Jika kita melawannya, dia akan lari dari kita. (Yak. 4:7; 1 Ptr. 5:9) Di zaman sekarang, yang terutama diincar Setan sepertinya adalah anak-anak muda. Bagaimana mereka bisa menghadapi serangan Iblis? Kita akan membahas itu di artikel berikutnya.

^ par. 2 Alkitab menunjukkan bahwa beberapa malaikat punya nama. (Hak. 13:18; Dan. 8:16; Luk. 1:19; Why. 12:7) Alkitab juga berkata bahwa Yehuwa menamai setiap bintang. (Mz. 147:4) Jadi, bisa disimpulkan bahwa Yehuwa juga menamai semua malaikat, termasuk malaikat yang belakangan menjadi Setan.

^ par. 3 Sebutan ”Setan” muncul tidak sampai 20 kali di Kitab-Kitab Ibrani, tapi lebih dari 30 kali di Kitab-Kitab Yunani Kristen.