Langsung ke konten

Langsung ke menu sekunder

Langsung ke daftar isi

Saksi-Saksi Yehuwa

Indonesia

Menara Pengawal—Edisi Pelajaran  |  Mei 2016

 Dari Arsip Kita

Dipercayakan untuk Menginjil

Dipercayakan untuk Menginjil

SETELAH berhari-hari hujan dan angin melanda, matahari menampakkan diri pada Senin, 1 September 1919. Sore itu, tidak sampai 1.000 orang berkumpul di gedung yang berkapasitas 2.500 kursi untuk menghadiri kebaktian di Cedar Point, Ohio, AS. Malamnya, lebih dari 2.000 lagi tiba dengan perahu, mobil, dan kereta api. Pada Selasa, hadirin bertambah sehingga mereka harus menikmati acara di luar gedung, di bawah pohon-pohon yang rindang.

Sinar mentari menembus dedaunan dan membentuk bayangan yang unik pada baju para pria. Angin dingin yang lembut dari Danau Erie menggoyang bulu-bulu pada topi para wanita. ”Berada di taman yang indah ini, jauh dari hiruk pikuk dunia tua, rasanya seperti di firdaus,” kenang seorang saudara.

Tapi, wajah hadirin yang berseri-seri mengalahkan keindahan sekelilingnya. ”Semuanya sangat serius,” tulis sebuah koran lokal, ”tapi juga terlihat sangat bahagia.” Bagi Siswa-Siswa Alkitab, persaudaraan yang mereka rasakan sungguh luar biasa karena beberapa tahun sebelumnya mereka menghadapi ujian berat. Antara lain, mereka mengalami penindasan pada masa perang, perpecahan di sidang, ditutupnya Betel Brooklyn, dan dipenjarakannya saudara-saudari karena pekerjaan Kerajaan, termasuk vonis 20 tahun penjara atas delapan saudara yang bertanggung jawab dalam organisasi. *

Karena kecewa dan bingung selama masa sulit itu, beberapa Siswa Alkitab berhenti menginjil. Namun, sebagian besar berupaya keras untuk tetap menginjil meski ditindas pemerintah. Contohnya, seorang penyidik melaporkan bahwa meski sudah mendapat peringatan keras, Siswa Alkitab yang dia tangkap mengatakan bahwa mereka akan ”terus memberitakan Firman Allah sampai akhir”.

Selama masa ujian ini, Siswa Alkitab yang setia terus ”memperhatikan arahan dari Tuan, . . . berdoa setiap waktu meminta bimbingan dari Bapak”. Sekarang, mereka bahagia karena bisa berkumpul bersama di kebaktian Cedar Point. Seperti yang lain, seorang saudari bertanya-tanya bagaimana mereka bisa meningkatkan pelayanan mereka lagi. Mereka sudah tidak sabar untuk menginjil!

 ”GA”—SEBUAH ALAT BARU!

Sepanjang minggu, hadirin penasaran dengan tulisan ”GA” yang ada pada daftar acara, kartu ucapan selamat datang, dan tanda penunjuk di lokasi kebaktian. Pada Jumat, ”Hari Rekan Sekerja”, Joseph F. Rutherford akhirnya menjawab rasa penasaran 6.000 hadirin. ”GA” adalah singkatan dari The Golden Age (Zaman Keemasan), yaitu majalah baru untuk pelayanan. *

Saudara Rutherford menyatakan bahwa meski berada pada masa yang susah, kaum terurap bisa melihat Zaman Keemasan pemerintahan Mesias karena mereka beriman. Ia berkata, ”Mereka menganggap memberitakan datangnya Zaman Keemasan sebagai tugas utama dan suatu kehormatan. Ini salah satu tugas dari Allah.”

Pada sampul depan The Golden Age tertulis ”Majalah yang berisi Fakta, Harapan, dan Keyakinan”. Majalah ini akan digunakan untuk menyebarkan kebenaran dengan cara baru, yaitu dari rumah ke rumah mencari orang yang mau berlangganan. Sewaktu ditanya siapa yang ingin melakukannya, semua hadirin berdiri sebagai tanda setuju. Lalu, mereka bernyanyi dengan bersemangat, ”Kirimlah cahaya dan kebenaran, Oh Tuan.” J. M. Norris mengenang, ”Saya ingat betul, suara mereka begitu keras sampai pohon-pohon seolah-olah berguncang.”

Setelahnya, hadirin mengantre selama berjam-jam untuk berlangganan majalah itu. Mabel Philbrick berkata, ”Senang sekali rasanya karena kita bisa mulai bekerja lagi!” Banyak yang juga merasa begitu.

DIPERCAYAKAN UNTUK MENGINJIL

Sekitar 7.000 Siswa Alkitab siap beraksi. Selebaran yang berjudul Organization Method dan bacaan To Whom the Work Is Entrusted (Dipercayakan untuk Menginjil) berisi petunjuk: Departemen Dinas yang baru di kantor pusat akan mengatur pekerjaan ini. Panitia Dinas akan dibentuk di sidang dan seorang direktur akan dilantik untuk memberikan petunjuk. Di setiap daerah dinas, ada 150 sampai 200 rumah. Perhimpunan Dinas akan diadakan pada Kamis malam. Tujuannya adalah agar saudara-saudari berbagi pengalaman dan menyerahkan laporan dinas.

”Setelah pulang, kami semua sibuk mencari orang yang mau berlangganan,” kata Herman Philbrick. Banyak orang berminat. Beulah Covey berkata, ”Tampaknya setelah perang dan mengalami banyak kepedihan, semua orang senang mendengar tentang masa depan yang bebas dari masalah.” Arthur Claus menulis, ”Sidang benar-benar tidak menduga bahwa banyak orang mau berlangganan.” Dalam dua bulan, hampir 500.000 terbitan pertama The Golden Age berhasil dibagikan, dan ada 50.000 yang berlangganan.

Dalam terbitan The Watch Tower 1 Juli 1920, ada artikel berjudul ”Gospel of the Kingdom” (Injil Kerajaan). Menurut A. H. Macmillan, dalam artikel inilah, organisasi untuk pertama kalinya mengajak saudara-saudari di seluruh dunia untuk memberitakan Kerajaan Allah. Semua orang terurap didesak untuk ”memberikan kesaksian bahwa kerajaan surga sudah dekat”. Mereka dipercayakan untuk menginjil. Saat ini, mereka dibantu oleh jutaan orang yang memberitakan injil dengan bersemangat sambil menunggu zaman keemasan dalam pemerintahan Mesias.

^ par. 5 Lihat Saksi-Saksi YehuwaPemberita Kerajaan Allah, psl. 6, ”Masa Pengujian (1914-1918)”.

^ par. 9 Nama The Golden Age diganti menjadi Consolation pada 1937 dan Awake! pada 1946.