Langsung ke konten

Langsung ke menu sekunder

Langsung ke daftar isi

Saksi-Saksi Yehuwa

Indonesia

Menara Pengawal—Edisi Pelajaran  |  Juni 2017

Jangan Lupakan Hal yang Lebih Penting

Jangan Lupakan Hal yang Lebih Penting

”Agar mereka tahu bahwa engkau, yang bernama Yehuwa, engkau sajalah Yang Mahatinggi atas seluruh bumi.”​—MZ. 83:18.

NYANYIAN: 46, 136

1, 2. (a) Sebenarnya, hal apa yang sangat penting bagi seluruh umat manusia? (b) Apa manfaatnya jika kita mendukung hal itu?

UANG adalah hal terpenting bagi banyak orang sekarang. Mereka selalu memikirkan uang dan menggunakan banyak waktu untuk mengejarnya. Yang lainnya menganggap bahwa hal terpenting adalah keluarga, kesehatan, atau cita-cita mereka.

2 Tapi, ada sesuatu yang jauh lebih penting daripada semua hal ini. Itu adalah pembuktian bahwa Allah-lah yang berhak memerintah. Kita harus selalu memikirkan hal ini. Jika kita lengah, kesibukan sehari-hari atau masalah yang kita hadapi bisa membuat kita lupa akan pentingnya hal itu. Sebenarnya, dengan mendukung hak Allah untuk memerintah, kita akan lebih bisa mengatasi masalah sehari-hari, dan kita akan semakin akrab dengan Yehuwa.

MENGAPA HAL INI PENTING?

3. Apa tuduhan Setan tentang cara Allah memerintah?

3 Setan si Iblis mengajukan suatu dusta yang menyiratkan bahwa Allah sebenarnya tidak layak memerintah. Setan ingin agar manusia berpikir bahwa cara Allah memerintah itu licik dan bahwa Dia tidak benar-benar memedulikan kita. Setan  sebenarnya mengatakan bahwa manusia akan lebih bahagia jika mereka memerintah diri sendiri. (Kej. 3:1-5) Dia juga menyiratkan bahwa tidak ada manusia yang akan setia kepada Allah jika hidup mereka terancam. (Ayb. 2:4, 5) Jadi, Yehuwa membiarkan waktu berlalu untuk membuktikan kepada semua ciptaan bahwa kehidupan tanpa bimbingan Allah pasti sengsara.

4. Mengapa masalah tentang siapa yang berhak memerintah harus diselesaikan?

4 Tentu saja, Yehuwa sudah tahu bahwa tuduhan Setan ini tidak benar. Jadi, mengapa Allah perlu membiarkan waktu berlalu? Karena dengan begitu, manusia dan malaikat bisa melihat dan membuktikan sendiri apakah tuduhan itu benar atau tidak. (Baca Mazmur 83:18.) Adam dan Hawa menolak pemerintahan Allah. Setelah itu, ada banyak yang melakukan hal yang sama. Akibatnya, ada yang mungkin berpikir bahwa tuduhan Iblis itu benar. Jika masalah ini tidak diselesaikan, itu akan terus mengganjal dalam pikiran manusia atau malaikat sehingga kedamaian dan persatuan tidak akan bisa terwujud. Tapi, setelah terbukti bahwa memang Yehuwa yang berhak berkuasa, semua ciptaan di seluruh alam semesta akan hidup damai di bawah pemerintahan-Nya untuk selama-lamanya.​—Ef. 1:9, 10.

5. Apa peran kita dalam mendukung hak Allah untuk memerintah?

5 Sebentar lagi akan terbukti bahwa Allah-lah yang paling berhak memerintah. Pemerintahan Setan dan manusia akan gagal total dan disingkirkan. Sebaliknya, pemerintahan Allah melalui Kerajaan Mesias akan berhasil. Orang-orang yang setia akan membuktikan bahwa manusia bisa tetap setia dan mendukung pemerintahan Allah. (Yes. 45:23, 24) Apakah kita ingin seperti mereka? Pasti. Jadi, kita perlu memahami betapa pentingnya masalah ini.

HAK ALLAH UNTUK MEMERINTAH LEBIH PENTING DARIPADA KESELAMATAN KITA

6. Seberapa penting pembuktian hak Allah untuk memerintah?

6 Pembuktian bahwa Yehuwa-lah yang berhak memerintah lebih penting daripada kebahagiaan kita sendiri. Tapi, itu tidak berarti bahwa Yehuwa tidak peduli akan keselamatan kita. Apa buktinya?

7, 8. Apa manfaatnya pembuktian hak Allah untuk memerintah bagi kita?

7 Yehuwa sangat menyayangi manusia, sampai-sampai Dia rela memberikan Putra-Nya agar kita bisa mendapat kehidupan abadi. (Yoh. 3:16; 1 Yoh. 4:9) Jika Yehuwa tidak menepati janji-janji-Nya, itu berarti tuduhan Setan dan musuh Allah lainnya benar. Setan menuduh bahwa Yehuwa adalah pembohong yang tidak peduli terhadap manusia dan bahwa cara memerintah-Nya tidak adil. Para musuh Allah mengejek janji-Nya dengan berkata, ”Mana kehadirannya yang dijanjikan itu? Dari saat bapak-bapak leluhur kami tertidur dalam kematian, segala sesuatu terus berlangsung tepat seperti sejak awal penciptaan.” (2 Ptr. 3:3, 4) Tapi, Yehuwa pasti memenuhi janji-Nya. Dia sudah memastikan bahwa pembuktian hak-Nya untuk memerintah juga mencakup keselamatan bagi manusia yang taat. (Baca Yesaya 55:10, 11.) Pemerintahan Yehuwa didasarkan atas kasih. Jadi, yakinlah bahwa Dia selalu menyayangi dan menghargai hamba-hamba-Nya yang setia.​—Kel. 34:6.

8 Memang, mendukung hak Yehuwa untuk memerintah adalah hal yang  sangat penting. Tapi, itu bukan berarti Dia tidak peduli apakah kita akan selamat atau tidak. Yehuwa sangat menyayangi kita. Kita perlu terus ingat apa yang lebih penting dan mendukung pemerintahan Yehuwa.

CARA BERPIKIR YANG BENAR

9. Apa tuduhan Setan terhadap Ayub? (Lihat gambar di awal artikel.)

9 Untuk mendukung hak Allah memerintah, kita perlu punya cara berpikir yang benar. Kita bisa belajar dari buku Ayub, yang termasuk salah satu buku pertama yang ditulis dalam Alkitab. Buku itu menceritakan tentang tuduhan Setan yang mengatakan bahwa jika Ayub dibuat sangat menderita, dia akan meninggalkan Allah. Setan bahkan meminta Allah untuk membuat Ayub menderita. Tentu saja, Yehuwa tidak mau melakukan itu. Tapi, Dia mengizinkan Setan menguji Ayub. Yehuwa berkata, ”Segala sesuatu yang ia miliki ada dalam tanganmu.” (Baca Ayub 1:7-12.) Tak lama kemudian, Ayub kehilangan semua hambanya dan hartanya. Lalu, dia diberi tahu bahwa kesepuluh anaknya meninggal. Setan membuat seolah-olah Yehuwa-lah penyebab malapetaka ini. (Ayb. 1:13-19) Kemudian, Setan membuat Ayub terkena penyakit yang menjijikkan dan membuatnya menderita. (Ayb. 2:7) Selain itu, istrinya sendiri dan ketiga teman palsunya mengucapkan kata-kata yang membuatnya kecil hati dan sedih.​—Ayb. 2:9; 3:11; 16:2.

10. (a) Bagaimana Ayub menunjukkan kesetiaannya kepada Allah? (b) Mengapa Ayub perlu dikoreksi?

10 Apakah tuduhan Setan terbukti benar? Tidak. Walaupun Ayub sangat menderita, dia tidak pernah meninggalkan Yehuwa. (Ayb. 27:5) Tapi, Ayub sempat memiliki cara berpikir yang salah. Dia berkali-kali mengatakan bahwa dia tidak bersalah. Ayub juga merasa bahwa dia perlu tahu penyebab penderitaannya. (Ayb. 7:20; 13:24) Kita mungkin bisa memaklumi perasaan Ayub. Tapi, Yehuwa tahu bahwa cara berpikir Ayub salah dan Dia mengoreksinya. Bagaimana caranya?

11, 12. Apa yang ingin Yehuwa ajarkan kepada Ayub, dan bagaimana reaksinya?

11 Kata-kata Yehuwa kepada Ayub dicatat di buku Ayub pasal 38 sampai 41. Yehuwa tidak menjelaskan penyebab penderitaan Ayub. Sebaliknya, Yehuwa menjelaskan bahwa Ayub tidak ada apa-apanya dibandingkan dengan diri-Nya. Dia mengajarkan Ayub bahwa ada hal lain yang lebih penting daripada penderitaan yang Ayub hadapi. (Baca Ayub  38:18-21.) Perkataan Yehuwa membantu Ayub menyesuaikan cara berpikirnya.

12 Apakah kata-kata Yehuwa terlalu kasar padahal Ayub baru saja mengalami banyak penderitaan? Tidak. Dan, Ayub sendiri tidak merasa seperti itu. Ayub mengerti dan menghargai nasihat Allah. Dia bahkan berkata, ”Aku menariknya kembali, dan aku bertobat dalam debu dan abu.” (Ayb. 42:1-6) Sebelum itu, Ayub juga dibantu seorang pria muda bernama Elihu untuk menyesuaikan cara berpikirnya. (Ayb. 32:5-10) Ayub mendengarkan nasihat Yehuwa yang bijaksana dan mengubah cara berpikirnya. Lalu, Yehuwa memberi tahu yang lain bahwa Dia senang dengan kesetiaan Ayub.​—Ayb. 42:7, 8.

13. Bagaimana nasihat Yehuwa bisa membantu Ayub bahkan setelah keadaannya membaik?

13 Nasihat Yehuwa masih bermanfaat bahkan setelah keadaan Ayub sudah membaik. Yehuwa ”memberkati akhir masa hidup Ayub lebih daripada masa permulaannya”. Dan belakangan, dia ”memiliki tujuh putra dan tiga putri”. (Ayb. 42:12-14) Ayub pasti menyayangi anak-anaknya ini. Tapi, dia mungkin rindu dengan anak-anaknya yang sudah mati. Dia juga mungkin masih teringat akan musibah yang menimpa dia dan keluarganya. Bahkan, jika Ayub akhirnya memahami penyebab penderitaannya, dia mungkin tetap bingung mengapa Allah mengizinkan dia menderita sampai separah itu. Jika hal-hal ini terpikir oleh Ayub, dia bisa mengingat nasihat Yehuwa. Itu pasti menghiburnya dan membuat dia memiliki cara berpikir yang benar.​—Mz. 94:19.

Bisakah kita lebih berfokus pada hak Yehuwa untuk memerintah daripada masalah kita sendiri? (Lihat paragraf 14)

14. Pelajaran apa yang kita dapatkan dari kisah Ayub?

14 Dengan merenungkan kisah Ayub, kita bisa terhibur dan menyesuaikan cara berpikir kita. Buku Ayub termasuk catatan yang Yehuwa taruh dalam Alkitab ”untuk mengajar kita, agar melalui ketekunan kita dan melalui penghiburan dari Tulisan-Tulisan Kudus, kita mempunyai harapan”. (Rm. 15:4) Buku itu memberikan pelajaran yang bagus bagi kita: Janganlah terlalu memikirkan penderitaan kita sendiri, sampai-sampai kita tidak lagi mendukung hak Allah untuk memerintah. Seperti Ayub, kita ingin mendukung hak Allah untuk memerintah dengan tetap setia kepada-Nya walaupun mengalami penderitaan.

15. Apa hasilnya jika kita setia walaupun mengalami penderitaan?

15 Kisah Ayub juga bisa menghibur kita. Kisah itu menunjukkan bahwa jika kita mengalami penderitaan, itu tidak  berarti bahwa Yehuwa marah kepada kita. Sewaktu kita menderita, itu adalah kesempatan bagi kita untuk mendukung hak Yehuwa untuk memerintah. (Ams. 27:11) Jika kita tetap setia dan bertekun, Yehuwa akan senang, dan harapan kita akan semakin kuat. (Baca Roma 5:3-5.) Kisah Ayub menunjukkan bahwa ”Yehuwa sangat lembut dalam kasih sayang dan ia berbelaskasihan”. (Yak. 5:11) Jika kita mendukung pemerintahan Yehuwa, Dia akan memberkati kita. Dengan begitu, kita bisa ”bertekun sepenuhnya dan berpanjang sabar dengan sukacita”.​—Kol. 1:11.

TERUSLAH INGAT HAL YANG LEBIH PENTING

16. Mengapa tidak mudah untuk terus mengingat pentingnya hak Yehuwa untuk memerintah?

16 Memang, ketika kita mengalami penderitaan, tidaklah mudah untuk terus mengingat pentingnya hak Yehuwa untuk memerintah. Bahkan, masalah yang kecil bisa menjadi besar jika kita terus memikirkannya. Jadi, kita perlu terus mendukung pemerintahan Allah walaupun mengalami penderitaan yang parah.

17. Apa manfaatnya jika kita tetap sibuk dalam organisasi Yehuwa?

17 Jika kita tetap sibuk dalam organisasi Yehuwa, itu akan memudahkan kita untuk terus mengingat hal yang lebih penting. Sebagai contoh, seorang saudari bernama Renee terkena stroke, kanker, dan sering merasa kesakitan. Sewaktu di rumah sakit, dia mengabar kepada orang-orang yang bekerja di sana, pasien lain, dan pengunjung. Sewaktu Renee berada di rumah sakit selama dua setengah minggu, dia mengabar selama 80 jam. Renee tahu bahwa dia akan segera mati. Tapi, dia tidak melupakan apa yang benar-benar penting. Mendukung hak Allah untuk memerintah membuatnya tenang.

18. Apa yang bisa kita pelajari dari pengalaman Jennifer?

18 Kita juga bisa mendukung hak Allah untuk memerintah saat mengalami masalah sehari-hari. Seorang saudari bernama Jennifer harus menunggu selama tiga hari di bandara karena penerbangan pulangnya beberapa kali ditunda. Akibatnya, dia jadi kelelahan dan merasa kesepian. Dia bisa saja mulai mengasihani diri sendiri. Tapi, dia berdoa kepada Yehuwa agar bisa mengabar kepada orang lain yang juga menunggu di bandara itu. Dia akhirnya bisa mengabar kepada banyak orang dan membagikan banyak bacaan. Jennifer berkata, ”Meski mengalami kesulitan ini, saya merasa bahwa Yehuwa benar-benar memberkati dan menguatkan saya untuk melakukan sesuatu demi nama-Nya.”

19. Apa tanda ibadat yang benar?

19 Hanya umat Yehuwa yang benar-benar mengerti pentingnya membuktikan bahwa Yehuwa-lah yang berhak memerintah. Ini menunjukkan bahwa ibadat mereka adalah ibadat yang benar. Jadi, kita semua perlu ingat untuk terus mendukung hak Allah untuk memerintah.

20. Bagaimana perasaan Yehuwa terhadap segala sesuatu yang Saudara lakukan untuk-Nya?

20 Yehuwa melihat dan menghargai semua yang Saudara lakukan untuk mendukung hak-Nya untuk memerintah, termasuk kesetiaan Saudara saat mengalami penderitaan. (Mz. 18:25) Artikel selanjutnya akan menjelaskan lebih banyak mengapa kita perlu mendukung hak Yehuwa untuk memerintah dan cara kita bisa mendukungnya.