Langsung ke konten

Langsung ke menu sekunder

Langsung ke daftar isi

Saksi-Saksi Yehuwa

Indonesia

Menara Pengawal—Edisi Pelajaran  |  Juli 2017

”Pujilah Yah”—Mengapa?

”Pujilah Yah”—Mengapa?

”Pujilah Yah . . . karena hal itu menyenangkan —pujian layak diberikan!”​—MZ. 147:1.

NYANYIAN: 104, 152

1-3. (a) Kemungkinan, kapan Mazmur 147 ditulis? (b) Apa yang akan kita pelajari dari Mazmur 147?

KITA biasanya memuji seseorang karena kita terkesan dengan kata-kata atau tindakannya. Jadi, kita juga pasti tergerak untuk memuji Allah Yehuwa karena kita kagum dengan kehebatan-Nya. Ini terlihat dari ciptaan-Nya yang menakjubkan. Kita juga memuji-Nya karena Dia sangat menyayangi kita, dan ini terbukti dari tebusan Putra-Nya.

2 Sewaktu membaca Mazmur 147, kita bisa merasakan bahwa sang pemazmur benar-benar ingin memuji Yehuwa. Dia juga ingin agar yang lain memuji Allah bersamanya.​—Baca Mazmur 147:1, 12.

3 Kita tidak tahu siapa penulis Mazmur 147. Kemungkinan, dia hidup ketika orang-orang Israel kembali ke Yerusalem setelah Yehuwa membebaskan mereka dari penawanan di Babilon. (Mz. 147:2) Sang pemazmur memuji Yehuwa karena umat-Nya sekarang bisa beribadat kepada Yehuwa di kampung halaman mereka sendiri. Sang pemazmur juga menyebutkan alasan lain untuk memuji Yehuwa. Apa saja alasannya? Dan, mengapa kita juga  bisa mengatakan ”Pujilah Yah”? *Mz. 147:1.

YEHUWA MENYEMBUHKAN HATI YANG HANCUR

4. Bagaimana perasaan orang Israel sewaktu dibebaskan Raja Kores, dan mengapa?

4 Bayangkan perasaan orang Israel ketika ditawan di Babilon. Di sana, mereka diejek oleh orang-orang Babilon yang berkata, ”Nyanyikanlah bagi kami salah satu nyanyian Zion.” Tapi, orang Yahudi tidak mau bernyanyi karena Yerusalem, tempat yang paling mereka sukai, telah dihancurkan. (Mz. 137:1-3, 6) Hati mereka hancur, dan mereka perlu dihibur. Tapi seperti yang Firman Allah katakan, Yehuwa memang membantu mereka. Bagaimana? Raja Kores dari Persia mengalahkan Babilon. Lalu, dia berkata, ”[Yehuwa] sendiri telah menugasi aku untuk membangun baginya sebuah rumah di Yerusalem.” Kores juga memberi tahu orang Israel, ”Siapa pun di antara kamu yang adalah umatnya, Yehuwa, Allahnya, menyertai dia. Maka biarlah dia pergi.” (2 Taw. 36:23) Kata-kata ini pasti menghibur orang Israel di Babilon!

5. Menurut sang pemazmur, bagaimana Yehuwa memperlakukan orang yang patah hati?

5 Yehuwa memang menghibur seluruh bangsa Israel. Tapi, Dia juga menghibur mereka secara perorangan. Sekarang pun Yehuwa melakukan yang sama kepada kita. Sang pemazmur menulis bahwa Allah ”menyembuhkan orang-orang yang patah hati, dan membalut bagian-bagian yang sakit”. (Mz. 147:3) Sewaktu kita sedang sakit atau tertekan, yakinlah bahwa Yehuwa peduli kepada kita. Yehuwa ingin menghibur kita dan menyembuhkan hati kita. (Mz. 34:18; Yes. 57:15) Dia memberi kita hikmat dan kekuatan agar kita bisa mengatasi masalah apa pun yang kita hadapi.​—Yak. 1:5.

6. Apa manfaat Mazmur 147:4 bagi kita? (Lihat gambar di awal artikel.)

6 Lalu, sang pemazmur melihat ke angkasa dan berkata bahwa Yehuwa ”menghitung jumlah bintang” dan ”semuanya ia panggil dengan namanya”. (Mz. 147:4) Sang pemazmur bisa melihat bintang-bintang itu, tapi dia tidak tahu berapa jumlahnya. Sekarang, para ilmuwan tahu bahwa ada miliaran bintang di galaksi kita. Dan, ada triliunan galaksi di seluruh alam semesta! Manusia tidak bisa menghitung jumlah semua bintang. Tapi, Sang Pencipta bisa. Bahkan, Dia menamai setiap bintang. (1 Kor. 15:41) Yehuwa yang tahu letak setiap bintang juga mengenal kita. Dia selalu tahu di mana pun kita berada, apa yang kita rasakan, dan apa yang kita butuhkan.

7, 8. (a) Yehuwa mengerti apa saja tentang diri kita? (b) Berikan contoh yang menunjukkan kepedulian Yehuwa.

7 Yehuwa mengerti kesulitan yang kita alami, dan Dia sanggup membantu kita. (Baca Mazmur 147:5.) Bisa jadi, kita merasa bahwa masalah yang kita alami terlalu sulit dan sangat berat. Tapi, Allah mengerti keterbatasan kita dan ”Ia ingat bahwa kita ini debu”. (Mz. 103:14) Kita juga tidak sempurna, jadi kita mungkin melakukan kesalahan yang sama berulang kali, dan ini bisa membuat kita merasa tidak berdaya. Kita mungkin menyesal karena salah bicara, karena keinginan buruk kita, atau karena merasa cemburu. Memang, Yehuwa tidak punya kelemahan, tapi Dia sangat mengerti perasaan kita karena ”pengertiannya tidak terhingga”.

8 Apakah Saudara pernah merasakan tangan Yehuwa membantu Saudara melewati masa-masa sulit? (Yes. 41:10, 13) Seorang perintis bernama Kyoko pernah mengalami  hal ini. Dia merasa sangat kecil hati saat pindah ke tempat tugasnya yang baru. Tapi, Kyoko menyadari bahwa Yehuwa mengerti masalah yang dia alami. Di sidangnya yang baru, ternyata ada banyak yang bisa memahami perasaannya. Dia seolah-olah bisa mendengar Yehuwa berkata, ”Aku menyayangimu, bukan hanya karena kamu perintis, tapi karena kamu adalah putri-Ku dan kamu sudah membaktikan dirimu. Aku mau kamu bahagia sebagai salah satu saksi-Ku.” Apa yang sudah Yehuwa lakukan bagi Saudara yang menunjukkan bahwa ”pengertiannya tidak terhingga”?

YEHUWA MENYEDIAKAN KEBUTUHAN KITA

9, 10. Kebutuhan apa yang terutama akan Yehuwa penuhi? Berikan contoh.

9 Kita semua membutuhkan makanan, pakaian, dan tempat tinggal. Kita mungkin khawatir tidak akan punya cukup makanan. Tapi, Yehuwa sudah menciptakan bumi agar bisa menghasilkan cukup makanan bagi semua, bahkan bagi ”anak-anak burung gagak yang memanggil-manggil”. (Baca Mazmur 147:8, 9.) Jika burung gagak saja Yehuwa beri makan, kebutuhan kita juga pasti akan Dia penuhi.​—Mz. 37:25.

10 Tapi yang terpenting, Yehuwa menyediakan makanan rohani agar iman kita tetap kuat. Dan, Dia memberi kita ”kedamaian . . . yang lebih unggul daripada segala akal”. (Flp. 4:6, 7) Mutsuo dan istrinya telah merasakan bantuan Yehuwa. Pada 2011, ketika tsunami menghantam Jepang, mereka nyaris mati, tapi mereka selamat karena berhasil naik ke atap rumah mereka. Pada hari itu, mereka kehilangan hampir semua harta mereka. Malamnya, mereka tidur di lantai dua rumah mereka yang gelap dan dingin. Keesokan paginya, mereka mencari sesuatu yang bisa menguatkan iman mereka. Satu-satunya buku yang ada hanyalah Buku Kegiatan Saksi-Saksi Yehuwa 2006. Mutsuo membuka-buka buku itu dan melihat judul ”Tsunami Terdahsyat yang Pernah Dicatat”. Kisah itu menceritakan tentang gempa bumi di Sumatra pada 2004 yang mengakibatkan tsunami yang paling merusak. Sewaktu membaca pengalaman saudara-saudari yang mengalami hal itu, Mutsuo dan istrinya mulai menangis. Mereka merasa bahwa Yehuwa memberi mereka bahan yang cocok di saat yang tepat. Yehuwa juga memenuhi kebutuhan lain mereka. Saudara-saudari dari daerah lain di Jepang menyediakan makanan dan pakaian untuk mereka. Tapi, yang paling menguatkan iman mereka adalah kunjungan dari saudara-saudara yang dikirim oleh organisasi Yehuwa ke sidang-sidang setempat. Mutsuo berkata, ”Saya merasa Yehuwa ada di samping kami semua, dan Dia mengurus kami. Saya sangat lega!” Jadi, Allah akan memenuhi kebutuhan kita yang terpenting, yaitu kebutuhan rohani, agar iman kita tetap kuat, dan Dia juga akan memenuhi kebutuhan lainnya.

CARA MENDAPAT MANFAAT DARI BANTUAN ALLAH

11. Apa yang perlu kita lakukan agar bisa mendapat bantuan Allah?

11 Yehuwa ”memberikan kelegaan kepada orang-orang yang lembut hati”. Dia menyayangi kita dan selalu siap membantu. (Mz. 147:6a) Bagaimana kita bisa mendapat bantuannya? Kita perlu bersahabat akrab dengan-Nya. Untuk itu, kita perlu memiliki kelembutan hati. (Zef. 2:3) Orang yang lembut hati akan mengandalkan Yehuwa untuk mengakhiri ketidakadilan dan penderitaan apa pun yang mereka alami. Yehuwa senang terhadap orang-orang seperti ini.

12, 13. (a) Apa yang harus kita hindari untuk mendapat bantuan Allah? (b) Yehuwa senang kepada orang-orang seperti apa?

 12 Sebaliknya, Allah ”merendahkan orang-orang fasik sampai ke tanah”. (Mz. 147:6b) Kita tentu tidak mau mengalami hal itu! Kita ingin merasakan kasih setia dari Allah. Jadi, kita harus membenci apa yang Dia benci. (Mz. 97:10) Sebagai contoh, kita harus membenci percabulan. Ini berarti kita juga menghindari hal-hal yang bisa mengarah ke perbuatan itu, termasuk pornografi. (Mz. 119:37; Mat. 5:28) Bisa jadi, hal ini sangat sulit, tapi kita perlu melakukannya karena kita akan diberkati Yehuwa.

13 Kita tidak bisa berhasil dengan kekuatan sendiri. Kita harus mengandalkan Yehuwa. Apakah Dia akan senang jika kita mengandalkan hal-hal yang biasanya dipercaya manusia? Tidak, karena Yehuwa tidak terkesan dengan ”keperkasaan kuda”. Bagaimana jika kita mengandalkan kekuatan sendiri atau orang lain? Yehuwa juga tidak terkesan dengan kekuatan manusia. (Mz. 147:10) Sebaliknya, kita perlu terus berdoa meminta bantuan Yehuwa dan memohon agar kita bisa melawan kelemahan kita. Yehuwa tidak akan pernah bosan mendengar doa-doa kita. ”Yehuwa senang kepada orang-orang yang takut akan dia, kepada orang-orang yang menantikan kebaikan hatinya yang penuh kasih.” (Mz. 147:11) Yehuwa itu setia dan menyayangi kita. Dia akan terus membantu kita mengalahkan keinginan-keinginan yang salah.

14. Sang pemazmur yakin akan hal apa?

14 Yehuwa meyakinkan kita bahwa Dia akan membantu kita saat kita mengalami masalah. Sewaktu bangsa Israel kembali ke Yerusalem, sang pemazmur memikirkan bantuan-bantuan dari Yehuwa. Dia bernyanyi, ”Ia menguatkan palang gerbangmu; Ia memberkati putra-putramu di tengah-tengahmu. Ia memberikan damai kepada daerahmu.” (Mz. 147:13, 14) Yehuwa mengatakan bahwa Dia akan menguatkan palang gerbang. Ini membuat sang pemazmur merasa aman dan yakin bahwa Yehuwa akan melindungi umat-Nya.

Bagaimana Firman Allah bisa membantu kita saat kita merasa terpuruk dengan masalah? (Lihat paragraf 15-17)

15-17. (a) Kadang, bagaimana perasaan kita terhadap masalah kita, tapi bagaimana Yehuwa menggunakan Firman-Nya untuk membantu kita? (b) Berikan contoh yang menunjukkan bahwa Firman Allah bisa dengan cepat membantu kita.

15 Saudara mungkin khawatir karena masalah yang Saudara alami. Tapi, Yehuwa bisa memberi kita hikmat untuk bertekun. Sang pemazmur berkata bahwa Allah ”menyampaikan perkataannya ke bumi; dengan cepat firmannya berlari”. Lalu, sang pemazmur berbicara tentang salju, embun beku, dan es. Setelah itu, dia bertanya, ”Siapakah yang tahan menghadapi dingin yang dibuatnya?” Kemudian, dia berkata bahwa Yehuwa ”mengirimkan firmannya dan mencairkan semuanya itu”. (Mz. 147:15-18) Allah kita tahu segala sesuatu dan bisa melakukan apa pun, termasuk mengendalikan es dan salju. Jadi, Dia pasti bisa membantu kita mengatasi masalah apa pun.

16 Sekarang, Yehuwa membimbing kita dengan Firman-Nya, Alkitab. Sang pemazmur berkata bahwa ”dengan cepat firmannya berlari” membantu kita. Yehuwa membimbing kita dengan cara yang cocok dan pada waktu yang tepat. Coba pikirkan manfaat yang sudah Saudara dapatkan dari Alkitab, publikasi dari ”budak yang setia dan bijaksana”, JW Broadcasting, jw.org, para penatua, dan saudara-saudari. (Mat. 24:45) Apakah Saudara merasakan bahwa Yehuwa dengan cepat membimbing Saudara?

17 Seorang saudari bernama Simone  mendapat bantuan dari Firman Allah. Dia merasa tidak berguna dan merasa bahwa Yehuwa tidak peduli kepadanya. Tapi, saat dia sedang sedih, dia terus berdoa memohon bantuan Yehuwa. Dia juga tetap belajar Alkitab. Simone berkata, ”Setiap kali saya memohon bantuan Yehuwa, Dia selalu memberi saya kekuatan dan bimbingan-Nya.” Ini membantu dia untuk menjadi orang yang lebih positif.

18. Kehormatan apa yang Saudara dapatkan, dan apa saja alasan Saudara ’memuji Yah’?

18 Sang pemazmur tahu bahwa di antara semua bangsa di bumi, Yehuwa memilih bangsa Israel untuk menjadi umat-Nya. Hanya merekalah yang menerima ”firmannya” dan ”peraturan-peraturannya”. (Baca Mazmur 147:19, 20.) Sekarang, kita mendapat suatu kehormatan karena bisa mewakili nama Allah. Kita bersyukur karena bisa mengenal Dia, mempunyai Firman-Nya yang membimbing kita, dan bersahabat akrab dengan-Nya. Seperti penulis Mazmur 147, kita punya banyak alasan untuk ’memuji Yah’ dan mengundang orang lain untuk melakukan yang sama.

^ par. 3 Yah adalah kependekan dari nama Yehuwa.