Langsung ke konten

Langsung ke menu sekunder

Langsung ke daftar isi

Saksi-Saksi Yehuwa

Indonesia

Menara Pengawal—Edisi Pelajaran  |  Juli 2016

Pertanyaan Pembaca

Pertanyaan Pembaca

Yehezkiel pasal 37 menyebutkan dua tongkat yang menjadi satu. Apa maksudnya?

Melalui nabi Yehezkiel, Yehuwa menubuatkan bahwa umat-Nya akan kembali ke Tanah Perjanjian dan mereka akan dipersatukan kembali menjadi satu bangsa. Nubuat itu juga memberi tahu bahwa hamba-hamba Allah pada hari-hari terakhir akan dipersatukan menjadi satu umat.

Yehuwa menyuruh Yehezkiel menulis pada dua tongkat. Dia harus menulis pada salah satu tongkat, ”Untuk Yehuda dan untuk putra-putra Israel, sekutunya,” dan pada tongkat lainnya, ”Untuk Yusuf, tongkat Efraim, dan seluruh keturunan Israel, sekutunya.” Lalu, dua tongkat itu akan menjadi ’satu tongkat saja’ di tangan Yehezkiel.Yeh. 37:15-17.

 Apa yang dimaksud dengan ”Efraim”? Suku Efraim adalah suku utama dari kerajaan Israel sepuluh suku di utara. Bahkan raja pertama di kerajaan itu adalah Yeroboam, yang berasal dari suku Efraim. (Ul. 33:13, 17; 1 Raj. 11:26) Suku itu adalah keturunan Efraim, putra Yusuf. (Bil. 1:32, 33) Maka, ”tongkat Efraim” cocok untuk menggambarkan kerajaan sepuluh suku di utara. Pada 740 SM, lama sebelum Yehezkiel bernubuat, bangsa Asiria menaklukkan kerajaan Israel di utara dan menawan penduduknya. (2 Raj. 17:6) Bertahun-tahun kemudian, bangsa Babilon mengalahkan bangsa Asiria. Jadi sewaktu Yehezkiel menulis nubuat tentang dua tongkat itu, kebanyakan orang Israel sudah terpencar di seluruh daerah kekuasaan Babilon.

Pada 607 SM, bangsa Babilon menaklukkan kerajaan Yehuda dua suku di selatan dan menawan penduduknya ke Babilon. Mereka juga mungkin menawan penduduk yang tersisa dari kerajaan Israel di utara. Raja-raja yang memerintah di kerajaan selatan berasal dari suku Yehuda. Para imam juga tinggal di Yehuda karena melayani di bait di Yerusalem. (2 Taw. 11:13, 14; 34:30) Jadi, tongkat ”untuk Yehuda” cocok untuk menggambarkan kerajaan dua suku di selatan.

Kapan dua tongkat itu menjadi satu? Ini terjadi pada 537 SM. Waktu itu, orang-orang dari kerajaan di selatan maupun yang di utara pulang ke Yerusalem untuk membangun kembali bait. Bangsa Israel tidak lagi terbagi. Mereka kembali melayani Yehuwa bersama-sama. (Yeh. 37:21, 22) Persatuan ini telah dinubuatkan oleh nabi Yesaya dan Yeremia.Yes. 11:12, 13; Yer. 31:1, 6, 31.

Apa yang Yehezkiel nubuatkan tentang ibadat sejati? Yehezkiel menubuatkan bahwa Yehuwa akan mengumpulkan orang-orang yang menyembah-Nya ”menjadi satu”. (Yeh. 37:18, 19) Apakah hal ini sudah terjadi pada zaman sekarang? Ya. Nubuat ini mulai menjadi kenyataan pada 1919. Sebelumnya, Setan berupaya agar umat Allah selalu terpecah belah. Tapi pada 1919, mereka diorganisasi kembali secara bertahap dan dipersatukan.

Pada waktu itu, kebanyakan hamba Allah punya harapan untuk menjadi raja dan imam bersama Yesus di surga. (Pny. 20:6) Mereka seperti tongkat untuk Yehuda. Tapi, ada sejumlah kecil orang yang memiliki harapan untuk hidup abadi di bumi. Dan belakangan, mereka yang memiliki harapan ini bertambah jumlahnya. (Za. 8:23) Mereka seperti tongkat untuk Yusuf.

Sekarang, kedua kelompok itu bersama-sama melayani Yehuwa. Dan mereka memiliki satu Raja, yaitu Yesus Kristus. Dalam nubuat Yehezkiel, Yesus disebut ”hambaku, Daud”. (Yeh. 37:24, 25) Yesus mendoakan para pengikutnya, ”[Semoga] mereka semua dapat menjadi satu, sebagaimana engkau, ya, Bapak, dalam persatuan dengan aku dan aku dalam persatuan dengan engkau.” * (Yoh. 17:20, 21) Yesus juga memberi tahu bahwa kawanan kecil yang terdiri dari orang terurap akan ”menjadi satu kawanan” bersama ”domba-domba lain” miliknya. Mereka semua akan mengikuti ”satu gembala”. (Yoh. 10:16) Seperti yang Yesus katakan, seluruh umat Allah pada zaman sekarang telah dipersatukan, baik yang punya harapan hidup abadi di surga maupun di bumi!

^ par. 6 Sewaktu Yesus berbicara tentang tanda hari-hari terakhir, ia memberikan beberapa ilustrasi kepada muridnya. Yang menarik, ia pertama-tama menyebutkan ”budak yang setia dan bijaksana”, yaitu sekelompok kecil orang terurap yang akan memimpin umat Allah. (Mat. 24:45-47) Lalu, ia memberikan beberapa ilustrasi yang ditujukan kepada semua orang terurap. (Mat. 25:1-30) Terakhir, ia menyebutkan mereka yang mendukung saudara-saudara Kristus dan yang akan hidup abadi di bumi. (Mat. 25:31-46) Demikian pula, sewaktu nubuat Yehezkiel mulai terjadi pada zaman kita, itu pertama-tama berlaku atas mereka yang punya harapan hidup di surga. Biasanya, sepuluh suku Israel tidak menggambarkan mereka yang hidup abadi di bumi. Tapi, persatuan yang disebutkan dalam nubuat ini mengingatkan kita akan persatuan antara ”domba-domba lain” dengan kaum terurap.