Langsung ke konten

Langsung ke menu sekunder

Langsung ke daftar isi

Saksi-Saksi Yehuwa

Indonesia

Menara Pengawal—Edisi Pelajaran  |  Agustus 2016

Carilah Sesuatu yang Lebih Bernilai Daripada Emas

Carilah Sesuatu yang Lebih Bernilai Daripada Emas

Pernahkah Saudara menemukan sebutir emas? Itu jarang terjadi. Namun, jutaan orang telah menemukan sesuatu yang jauh lebih bernilai. Itu adalah hikmat dari Allah, yang ’tidak dapat ditukar dengan emas murni’.Ayb. 28:12, 15.

DALAM beberapa hal, pelajar Alkitab mirip dengan pencari emas. Mereka perlu berusaha keras dan terus mempelajari Alkitab untuk menemukan hikmat yang tak ternilai. Sebagai pelajar Alkitab, kita bisa belajar dari tiga cara menemukan emas.

SAUDARA MENEMUKAN SEBUTIR!

Bayangkan Saudara sedang berjalan di pinggir sungai dan melihat ada kerikil kecil yang berkilauan. Saudara membungkuk, dan ternyata itu sebutir emas. Saudara pasti senang sekali. Ukurannya lebih kecil daripada pentol korek api dan ini lebih langka daripada intan bermutu tinggi. Saudara pasti akan mencari-cari lagi, siapa tahu masih ada butiran emas lainnya.

Demikian juga, pada suatu hari yang tak terlupakan, seorang hamba Yehuwa mungkin datang ke rumah Saudara dan memberitakan harapan dari Alkitab. Saudara mungkin mengingat dengan jelas saat menemukan sebutir emas rohani yang pertama. Bisa jadi, Saudara untuk pertama kalinya melihat nama Yehuwa dalam Alkitab. (Mz. 83:18) Atau, Saudara diberi tahu bahwa Saudara bisa menjadi sahabat Yehuwa. (Yak. 2:23) Saudara langsung tahu bahwa Saudara telah menemukan sesuatu yang lebih bernilai daripada emas! Dan, mungkin Saudara ingin sekali menemukan lebih banyak butiran emas rohani.

SAUDARA MENEMUKAN LEBIH BANYAK LAGI!

Kadang, serpihan emas mengendap di sungai-sungai. Dalam beberapa bulan, para pendulang bisa menemukan beberapa kilogram emas, yang nilainya mencapai ratusan juta rupiah.

Sewaktu Saudara mulai belajar Alkitab dengan Saksi Yehuwa, Saudara mungkin merasa seperti orang yang mendulang endapan sungai yang penuh emas. Dengan merenungkan ayat-ayat Alkitab, pengetahuan Saudara bertambah sehingga Saudara semakin kaya secara rohani. Jika Saudara rajin menggali kebenaran Alkitab yang berharga, Saudara akan memahami bagaimana Saudara bisa akrab dengan Yehuwa dan tetap berada dalam kasih-Nya dengan harapan memperoleh kehidupan abadi.Yak. 4:8; Yud. 20, 21.

Seperti orang yang bekerja keras untuk menemukan emas, apakah Saudara berupaya keras untuk mempelajari kebenaran yang berharga dari Alkitab?

Seperti pencari emas yang berusaha menemukan endapan tanah yang mengandung emas,  Saudara mungkin telah dengan rajin mencari harta rohani yang berharga. Setelah mengetahui kebenaran dasar Alkitab, Saudara mungkin akan tergerak untuk maju agar dapat membaktikan diri dan dibaptis.Mat. 28:19, 20.

TERUSLAH MENCARI!

Emas juga bisa ditemukan di dalam batuan magma yang membeku. Beberapa pecahan dari batu itu mengandung cukup banyak emas. Para penambang meremukkan batu itu untuk mengambil emasnya. Sekilas, emas tidak terlihat pada batu itu. Mengapa? Karena satu ton batu bermutu tinggi hanya mengandung sekitar sepuluh gram emas! Tapi bagi pencari emas, upaya mereka tidak sia-sia.

Setelah memahami ”doktrin dasar tentang Kristus”, seseorang masih perlu berupaya untuk maju. (Ibr. 6:1, 2) Saudara perlu berupaya keras mendapatkan hal-hal yang baru serta penerapannya sewaktu mempelajari Alkitab. Maka, meski Saudara telah mempelajari Alkitab selama bertahun-tahun, apa yang bisa Saudara lakukan agar pelajaran pribadi Saudara tetap bermanfaat?

Pertahankan semangat belajar. Perhatikan baik-baik perincian yang disebutkan. Dengan terus berupaya, Saudara akan menemukan butiran hikmat dan bimbingan yang berharga dari Alkitab. (Rm. 11:33) Agar Saudara lebih mengenal Alkitab, gunakan alat bantu riset yang ada dalam bahasa Saudara. Dengan sabar, carilah petunjuk yang Saudara butuhkan dan jawaban untuk pertanyaan Alkitab Saudara. Tanyakan kepada orang lain ayat dan artikel apa yang bagi mereka bermanfaat dan menguatkan iman. Ceritakan hal menarik yang Saudara temukan dalam pelajaran pribadi.

Tentu, tujuan Saudara bukan sekadar menambah pengetahuan. Rasul Paulus memperingatkan bahwa ”pengetahuan membuat orang menjadi besar kepala”. (1 Kor. 8:1) Karena itu, tetaplah rendah hati dan pertahankan iman yang kuat. Ibadat keluarga dan pelajaran pribadi yang teratur akan membantu Saudara untuk terus menaati hukum Yehuwa dan menggerakkan Saudara untuk membantu orang lain. Yang terutama, Saudara akan bersukacita karena telah menemukan sesuatu yang jauh lebih bernilai daripada emas.Ams. 3:13, 14.