Langsung ke konten

Langsung ke menu sekunder

Langsung ke daftar isi

Saksi-Saksi Yehuwa

Indonesia

Menara Pengawal—Edisi Pelajaran  |  Agustus 2016

Apakah Saudara Menyadari Perlunya Maju Secara Rohani?

Apakah Saudara Menyadari Perlunya Maju Secara Rohani?

”Teruslah kerahkan dirimu dalam hal membaca di depan umum, dalam menasihati, dalam pengajaran.”1 TIM. 4:13.

NYANYIAN: 45, 70

1, 2. (a) Bagaimana Yesaya 60:22 menjadi kenyataan pada akhir zaman ini? (b) Apa saja yang sekarang dibutuhkan dalam organisasi Yehuwa di bumi?

”YANG sedikit akan menjadi seribu, dan yang kecil akan menjadi bangsa yang perkasa.” (Yes. 60:22) Kata-kata itu menjadi kenyataan pada akhir zaman ini. Pada tahun 2015, ada 8.220.105 hamba Yehuwa yang memberitakan kabar baik tentang Kerajaan di seluruh dunia! Tentang pertambahan ini, Allah berkata, ”Aku, Yehuwa, akan mempercepatnya pada waktunya.” Jadi, akan ada semakin banyak pekerjaan bagi kita. Apakah kita berusaha keras untuk mengabar dan mengajarkan kabar baik? Banyak yang sudah melayani sebagai perintis biasa atau ekstra. Ada yang pindah ke tempat lain untuk membantu pekerjaan pengabaran. Yang lain bekerja keras membangun Balai Kerajaan.

2 Tiap tahun, ada sekitar 2.000 sidang baru. Sidang-sidang ini membutuhkan penatua dan hamba pelayanan. Maka tiap tahun, ribuan hamba pelayanan perlu menjadi penatua dan  ribuan lainnya perlu menjadi hamba pelayanan. Jelaslah, ada ’banyak hal yang perlu dilakukan dalam pekerjaan Tuan’ bukan hanya oleh saudara-saudara, melainkan juga saudari-saudari.1 Kor. 15:58.

YANG DIPERLUKAN UNTUK MAJU SECARA ROHANI

3, 4. Menurut Saudara, apa yang diperlukan untuk maju secara rohani?

3 Baca 1 Timotius 3:1. Rasul Paulus memuji saudara-saudara yang ”berupaya meraih” hak istimewa sebagai pengawas. Untuk meraih sesuatu yang jauh letaknya, seseorang perlu berupaya keras dan mungkin merentangkan tangannya. Bayangkan seorang saudara yang ingin memenuhi syarat menjadi hamba pelayanan. Dia tahu bahwa dia perlu berupaya memperbaiki sifat-sifatnya. Dan, setelah menjadi hamba pelayanan, dia perlu terus berupaya keras untuk memenuhi syarat menjadi pengawas.

4 Ada saudara-saudari yang membuat perubahan dalam hidup mereka agar bisa berbuat lebih banyak untuk Yehuwa. Misalnya, ada yang ingin merintis, bekerja di Betel, atau ikut membangun Balai Kerajaan. Mari kita bahas bagaimana Alkitab bisa membantu kita semua untuk terus maju secara rohani.

TERUSLAH MAJU SECARA ROHANI

5. Bagaimana anak muda bisa menggunakan kekuatan mereka untuk melayani Yehuwa?

5 Anak muda bisa berbuat banyak untuk Yehuwa karena mereka kuat dan sehat. (Baca Amsal 20:29.) Beberapa anak muda di Betel mencetak serta menjilid buku dan Alkitab. Banyak saudara-saudari muda membangun atau memperbaiki Balai Kerajaan. Ada yang rela membantu sewaktu ada bencana alam. Dan, banyak perintis muda mempelajari bahasa lain atau pindah ke tempat lain untuk mengabar.

6-8. (a) Apa yang membuat seorang anak muda mengubah pandangannya tentang pelayanan, dan apa hasilnya? (b) Bagaimana kita bisa ’mengecap dan melihat bahwa Yehuwa itu baik’?

6 Karena mengasihi Yehuwa, kita ingin memberikan yang terbaik kepada-Nya. Meski begitu, perasaan kita mungkin mirip dengan Aaron. Dia ingin melayani Allah, tapi tidak menikmatinya. Aaron sejak kecil berhimpun dan berdinas, namun itu semua membosankan baginya. Jadi, apa yang dia lakukan?

7 Aaron berupaya membaca Alkitab secara teratur, membuat persiapan untuk perhimpunan, dan memberi komentar. Dia juga mulai sering berdoa. Semua ini membuatnya maju secara rohani. Dia semakin mengenal dan menyayangi Yehuwa. Hasilnya, Aaron lebih menikmati pelayanannya. Dia merintis, membantu para korban bencana alam, dan melayani di negeri lain. Sekarang, dia seorang penatua dan melayani di Betel. Bagaimana perasaannya? Aaron berkata, ”Saya ’mengecap dan melihat bahwa Yehuwa itu baik’. Karena Yehuwa memberkati saya, saya merasa berutang kepada-Nya dan ingin berbuat lebih dalam pelayanan. Hasilnya, saya mendapat lebih banyak berkat.”

8 Sang pemazmur berkata, ”Kecaplah dan lihatlah bahwa Yehuwa itu baik.” Dia menambahkan, ’Mereka yang mencari Yehuwa tidak akan kekurangan apa pun yang baik.’ (Baca Mazmur 34:8-10.) Ya, jika kita memberikan yang terbaik kepada Yehuwa, kita akan benar-benar bahagia karena tahu bahwa kita menyenangkan Dia. Dan, Dia akan menepati janji-Nya untuk menjaga kita.

 JANGAN MENYERAH

9, 10. Mengapa penting untuk bersabar?

9 Kita mungkin mau berbuat lebih banyak untuk Yehuwa. Tapi, bagaimana jika kita sudah lama menunggu untuk mendapat hak istimewa tertentu? Atau, bagaimana jika keadaan kita belum juga berubah? Kita mungkin perlu bersabar. (Mi. 7:7) Yehuwa mungkin membiarkan hal itu terjadi, tapi kita bisa yakin bahwa Dia akan selalu mendukung kita. Kita bisa belajar dari Abraham. Yehuwa berjanji bahwa Abraham akan mempunyai anak. Tapi, Abraham harus menunggu bertahun-tahun sampai Ishak lahir. Selama itu, Abraham bersabar dan terus beriman kepada Yehuwa.Kej. 15:3, 4; 21:5; Ibr. 6:12-15.

10 Memang, menunggu itu tidak mudah. (Ams. 13:12) Tapi, jika kita terus memikirkan keadaan dan rasa kecewa kita, kita akan sangat kecil hati. Lebih baik kita menggunakan waktu itu untuk memperbaiki sifat-sifat kita yang dibutuhkan untuk menjalankan tanggung jawab tertentu di sidang.

11. Sifat apa saja yang bisa kita kembangkan, dan mengapa itu penting?

11 Kembangkan sifat dan kesanggupan yang akan Saudara butuhkan. Dengan membaca dan merenungkan Alkitab, Saudara bisa menjadi bijaksana, punya cara berpikir yang benar, dan membuat keputusan yang baik. Pria-pria membutuhkan sifat dan kesanggupan ini untuk mengurus sidang. (Ams. 1:1-4; Tit. 1:7-9) Jika kita mempelajari Alkitab, kita bisa memahami perasaan Yehuwa terhadap banyak hal. Lalu, kita bisa menggunakan apa yang kita pelajari  untuk membuat keputusan yang menyenangkan Yehuwa setiap hari. Misalnya, kita jadi tahu cara memperlakukan orang lain, menggunakan uang, serta memilih hiburan dan pakaian.

12. Bagaimana caranya menjadi anggota sidang yang dapat dipercaya?

12 Kerjakan tugas apa pun dengan sebaik-baiknya. Sewaktu umat Allah membangun kembali bait, Nehemia membutuhkan pria-pria yang bisa menjalankan berbagai tanggung jawab. Dia memilih mereka yang punya nama baik. Dia tahu bahwa mereka mengasihi Yehuwa dan akan bekerja keras untuk melakukan tugas apa pun. (Neh. 7:2; 13:12, 13) Sekarang pun, orang yang dapat dipercaya dan yang bekerja keras akan punya nama baik dan bisa diberi lebih banyak tanggung jawab. (1 Kor. 4:2) Jadi, baik saudara maupun saudari hendaknya selalu mengerjakan tugas apa pun dengan sebaik-baiknya.Baca 1 Timotius 5:25.

13. Jika Saudara diperlakukan dengan tidak adil, bagaimana teladan Yusuf bisa membantu Saudara?

13 Andalkan Yehuwa. Bagaimana jika ada yang memperlakukan Saudara dengan tidak adil? Saudara bisa menyatakan kekecewaan Saudara kepada mereka. Tapi, jika Saudara terus membela diri dan berkeras bahwa Saudaralah yang benar, masalahnya bisa bertambah parah. Kita bisa belajar dari Yusuf dalam Alkitab. Yusuf diperlakukan dengan buruk oleh saudara-saudaranya. Dia difitnah dan dipenjarakan meski tidak bersalah. Tapi, Yusuf mengandalkan Yehuwa. Dia memikirkan janji-janji Yehuwa dan terus setia. (Mz. 105:19) Pada masa yang sulit itu, dia mengembangkan sifat-sifat bagus yang belakangan berguna baginya untuk melakukan tugas-tugas penting. (Kej. 41:37-44; 45:4-8) Jika Saudara diperlakukan dengan tidak adil, berdoalah meminta hikmat dari Yehuwa. Dia akan membantu Saudara untuk tetap tenang dan sopan sewaktu Saudara menyatakan kekecewaan.Baca 1 Petrus 5:10.

TINGKATKAN KETERAMPILAN DALAM PELAYANAN

14, 15. (a) Mengapa kita harus ’terus memperhatikan’ cara kita mengabar? (b) Bagaimana Saudara bisa menyesuaikan diri dengan keadaan yang berubah? (Lihat gambar di awal artikel dan kotak ”Apakah Saudara Mau Mencoba Cara Lain?”)

14 Paulus menasihati Timotius agar semakin terampil menggunakan Kitab Suci. Paulus berkata, ”Teruslah perhatikan dirimu dan pengajaranmu.” (1 Tim. 4:13, 16) Timotius sudah mengabar selama bertahun-tahun. Jadi, mengapa dia masih perlu meningkatkan keterampilannya? Karena orang dan keadaan bisa berubah. Agar mereka mau mendengarkannya, dia harus terus menyesuaikan cara mengajarnya dengan kebutuhan mereka. Kita pun harus berbuat yang sama.

15 Di beberapa tempat, banyak orang tidak ada di rumah sewaktu kita mengabar. Di tempat lainnya, orang bisa jadi ada di rumah, tapi kita tidak bisa menemui mereka karena mungkin lingkungan rumah mereka dijaga ketat. Kalau daerah Saudara seperti itu, bisakah Saudara mencoba cara lain untuk menemui orang-orang?

16. Mengapa mengabar di tempat umum itu bermanfaat?

16 Banyak saudara-saudari senang mengabar di tempat umum. Misalnya, mereka bisa bertemu dengan banyak orang di stasiun kereta api, terminal bus, pasar, dan taman. Seorang penyiar bisa mulai mengobrol dengan seseorang tentang berita yang terbaru. Atau, dia bisa bertanya tentang pekerjaannya atau memuji  anaknya. Jika orang itu mau diajak bicara, sang penyiar bisa membahas sebuah topik Alkitab dan meminta pendapatnya. Sering kali, orang-orang ingin tahu lebih banyak tentang Alkitab.

17, 18. (a) Bagaimana Saudara bisa lebih terampil untuk mengabar di tempat umum? (b) Bagaimana kita bisa meniru Daud, dan apa hasilnya?

17 Mungkin, Saudara sulit memulai percakapan dengan orang yang tidak dikenal di tempat umum. Itulah yang dirasakan Eddie, seorang perintis di New York City. Tapi, dia berhasil mengatasinya. Dia berkata, ”Sewaktu ibadat keluarga, saya dan Istri melakukan riset agar tahu caranya menjawab keberatan dan menanggapi pendapat orang. Kami juga meminta saran dari Saksi lainnya.” Sekarang, Eddie sangat menyukai kesaksian di tempat umum.

18 Jika kita lebih menikmati pelayanan dan semakin terampil berbicara kepada orang tentang kabar baik, kemajuan rohani kita akan nyata. (Baca 1 Timotius 4:15.) Dan, kita bahkan mungkin bisa membantu orang menjadi hamba Yehuwa. Kita akan merasa sama seperti Daud yang berkata, ”Aku akan mengagungkan Yehuwa setiap waktu; pujian kepadanya akan ada dalam mulutku senantiasa. Karena Yehuwa jiwaku akan bermegah; orang-orang yang lembut hati akan mendengar dan akan bersukacita.”Mz. 34:1, 2.

TERUS MEMUJI YEHUWA DENGAN MAJU SECARA ROHANI

19. Mengapa hamba Yehuwa yang setia bisa tetap bahagia meski menghadapi kesulitan?

19 Daud juga berkata, ”Segala hasil karyamu akan menyanjung engkau, oh, Yehuwa, dan orang-orangmu yang loyal akan mengagungkan engkau. Mereka akan berbicara tentang kemuliaan kerajaanmu, dan mereka akan menyatakan keperkasaanmu, untuk memberitahukan kepada putra-putra manusia, tindakannya yang perkasa dan kemuliaan semarak kerajaannya.” (Mz. 145:10-12) Semua orang yang mengasihi Yehuwa dan setia kepada-Nya sangat ingin memberi tahu orang lain tentang Dia. Tapi, bagaimana jika Saudara tidak bisa mengabar dari rumah ke rumah sesering dulu karena penyakit atau usia tua? Ingatlah bahwa Saudara memuji Yehuwa setiap kali Saudara berbicara tentang Dia kepada siapa saja, seperti kepada perawat atau dokter. Jika Saudara dipenjarakan karena iman, Saudara masih bisa berbicara kepada orang lain tentang Yehuwa dan itu membuat hati-Nya bersukacita. (Ams. 27:11) Yehuwa juga sangat senang jika Saudara melayani-Nya meski anggota keluarga Saudara yang lain tidak melayani-Nya. (1 Ptr. 3:1-4) Dalam keadaan yang sangat sulit pun, Saudara bisa memuji Yehuwa, semakin dekat kepada-Nya, dan maju secara rohani.

20, 21. Jika Saudara lebih sibuk dalam organisasi Yehuwa, hal baik apa yang bisa Saudara berikan kepada orang lain?

20 Yehuwa tentu akan memberkati Saudara jika Saudara semakin akrab dengan-Nya dan memberikan yang terbaik untuk-Nya. Mungkin, jika Saudara mengubah jadwal atau gaya hidup Saudara, Saudara akan punya lebih banyak kesempatan untuk membantu orang lain belajar tentang janji-janji Allah yang indah. Bahkan, Saudara bisa berbuat lebih banyak untuk saudara-saudari. Dan, mereka pasti akan lebih mengasihi Saudara karena Saudara bekerja keras di sidang.

21 Tidak soal berapa lama Saudara sudah melayani Yehuwa, kita semua bisa semakin akrab dengan-Nya dan maju secara rohani. Di artikel berikutnya, kita akan membahas cara membantu orang lain untuk maju.