Kitab Suci memiliki banyak penglihatan menarik, seolah-olah membiarkan kita mengintip seperti apa alam roh itu. Kami mengajak Anda untuk memeriksanya. Meski tidak semua yang digambarkan memiliki arti harfiah, penglihatan ini dapat membantu Anda membayangkan bukan hanya mereka yang tinggal di alam roh tapi juga memahami bagaimana mereka bisa memengaruhi Anda.

YEHUWA ALLAH YANG MAHAKUASA

”Sebuah takhta berada di tempatnya di surga, dan ada pribadi yang duduk di atas takhta itu. Rupa pribadi yang duduk itu seperti batu yaspis dan batu berharga berwarna merah, dan di sekeliling takhta itu ada pelangi yang tampaknya seperti zamrud.”—Penyingkapan (Wahyu) 4:23.

”Ada sesuatu yang kelihatan seperti busur yang muncul dalam kumpulan awan pada hari hujan. Demikianlah kelihatannya kecemerlangan yang ada di sekelilingnya. Yang kelihatan itu adalah rupa kemuliaan Yehuwa.”—Yehezkiel 1:27, 28.

Penglihatan ini, yang disaksikan Yohanes dan Yehezkiel, menggambarkan kemuliaan Yehuwa, Allah Yang Mahakuasa, dengan hal-hal yang bisa kita bayangkan seperti permata yang berkilau, pelangi, dan takhta-Nya yang agung. Di sini, Yehuwa digambarkan dengan keindahan yang memukau, kebahagiaan, dan kedamaian.

Gambaran tentang Allah ini sesuai dengan kata-kata pemazmur, ”Yehuwa itu agung dan patut sekali dipuji. Dia membangkitkan rasa takut melebihi semua allah lain. Sebab semua allah berbagai bangsa adalah allah yang tidak bernilai; tetapi Yehuwa, ia menjadikan langit. Kehormatan dan semarak ada di hadapannya; kekuatan dan keindahan ada di tempat sucinya.”—Mazmur 96:4-6.

Meski Yehuwa Mahakuasa, Dia mengundang kita mendekat kepada-Nya melalui doa dan berjanji akan mendengarkan kita. (Mazmur 65:2) Allah sayang dan peduli kepada kita. Yohanes mengatakan, ”Allah adalah kasih.”—1 Yohanes 4:8.

YESUS ADA BERSAMA DENGAN ALLAH

”[Stefanus, murid Yesus], yang penuh dengan roh kudus, menatap ke langit dan terlihatlah kemuliaan Allah dan Yesus yang berdiri di sebelah kanan Allah, dan ia mengatakan, ’Lihat! Aku melihat langit terbuka dan Putra manusia berdiri di sebelah kanan Allah.’”—Kisah 7:55, 56.

Sebelum Stefanus menyaksikan penglihatan ini, Yesus telah dihukum mati karena hasutan orang-orang yang Stefanus hadapi yaitu pemimpin  Yahudi. Penglihatan ini meneguhkan bahwa Yesus telah dibangkitkan dan dimuliakan. Paulus menulis, ”[Yehuwa] membangkitkan [Yesus] dari antara orang mati dan mendudukkan dia di sebelah kanannya di tempat-tempat surgawi, jauh di atas setiap pemerintah dan wewenang dan kuasa dan pertuanan dan setiap nama yang disebutkan, tidak saja dalam sistem ini, tetapi juga dalam sistem yang akan datang.”—Efesus 1:20, 21.

Selain melukiskan kedudukan Yesus yang tinggi, Kitab Suci memberi tahu bahwa, seperti Yehuwa, dia sangat menyayangi manusia. Selama di bumi, dia menyembuhkan orang sakit, orang cacat, dan menghidupkan orang mati. Kematian Yesus menunjukkan kasihnya yang dalam kepada Allah dan manusia. (Efesus 2:4, 5) Dengan wewenang dari Allah, Yesus akan segera memberkati manusia yang taat.

MALAIKAT MELAYANI ALLAH

”Aku [nabi Daniel] terus memperhatikan sampai ada takhta-takhta yang diletakkan, lalu duduklah Pribadi Yang Lanjut Usia [Yehuwa]. . . . Ada seribu kali seribu yang melayaninya, dan ada sepuluh ribu kali sepuluh ribu yang berdiri di hadapannya.”—Daniel 7:9, 10.

Dalam penglihatan ini, Daniel tidak hanya melihat satu malaikat tapi banyak malaikat. Penglihatan yang menakjubkan! Malaikat adalah makhluk roh yang mulia, cerdas, dan kuat. Di antara mereka ada juga serafim dan kerub. Kitab Suci menyebut malaikat lebih dari 250 kali.

Malaikat bukanlah manusia yang dulu pernah hidup di bumi. Allah menciptakan malaikat sebelum manusia ada. Sewaktu bumi dibentuk, malaikat menyaksikannya dan bersorak menyatakan pujian.—Ayub 38:4-7.

Satu cara malaikat melayani Allah adalah ikut dalam pekerjaan terpenting yang sedang dilakukan di bumi yaitu memberitakan kabar baik Kerajaan Allah. (Matius 24:14) Ini dinyatakan dalam suatu penglihatan kepada Yohanes, ”Aku melihat malaikat lain terbang di tengah langit, dan ia mempunyai kabar baik yang abadi untuk dinyatakan sebagai berita gembira kepada orang-orang yang tinggal di bumi, dan kepada setiap bangsa dan suku dan bahasa dan umat.” (Penyingkapan  14:6) Meski tidak berbicara kepada manusia seperti dulu, malaikat mengarahkan para pemberita kabar baik kepada orang yang berhati jujur.

SETAN MENYESATKAN JUTAAN ORANG

’Pecahlah perang di surga: Mikhael [Yesus] beserta malaikatnya bertempur melawan naga itu, dan naga itu beserta malaikatnya bertempur tetapi tidak menang, dan tidak ada lagi tempat bagi mereka di surga. Maka dicampakkanlah naga besar itu, ular yang semula, yang disebut Iblis dan Setan, yang sedang menyesatkan seluruh bumi yang berpenduduk; ia dicampakkan ke bumi, dan malaikatnya dicampakkan bersamanya.’—Penyingkapan 12:7-9.

Surga tidak selalu damai. Pada awal sejarah manusia, ada satu malaikat yang ingin disembah, memberontak, dan menjadi Setan atau ”Penentang”. Lalu malaikat lain bergabung dengannya dan dikenal sebagai hantu-hantu. Dengan keji, mereka menentang Yehuwa dan menggiring sebagian besar manusia untuk melawan pengarahan Yehuwa yang pengasih.

Setan dan hantu-hantunya bejat dan kejam. Mereka adalah musuh manusia dan penyebab banyak penderitaan di bumi. Misalnya, Setan membunuh ternak dan pelayan nabi Ayub. Dia juga membunuh sepuluh anak Ayub yang berada di rumah dengan ”angin besar”. Lalu, Setan ”memukul Ayub dengan bisul yang ganas dari telapak kakinya sampai ke puncak kepalanya”.—Ayub 1:7-19; 2:7.

Setan akan segera disingkirkan. Sejak dilemparkan ke bumi, ”waktunya tinggal sedikit”. (Penyingkapan 12:12) Setan pasti gagal, dan itu adalah kabar baik!

MEREKA YANG BERASAL DARI BUMI

”Engkau [Yesus] membeli orang-orang bagi Allah dari setiap suku dan bahasa dan umat dan bangsa, dan engkau membuat mereka menjadi suatu kerajaan dan menjadi imam bagi Allah kita, dan mereka akan memerintah sebagai raja atas bumi.”—Penyingkapan 5:9, 10.

Seperti Yesus dibangkitkan dari bumi untuk hidup di surga, yang lain juga. Yesus berkata kepada rasulnya, ”Aku akan pergi untuk menyiapkan tempat bagimu. Juga, . . . aku akan datang kembali dan membawa kamu ke rumahku, agar di mana aku berada, kamu pun berada.”—Yohanes 14:2, 3.

Mereka pergi ke surga dengan suatu tujuan. Bersama Yesus, mereka akan membentuk pemerintahan  Kerajaan yang akhirnya akan memerintah atas seluruh bumi dan mendatangkan banyak berkat. Inilah Kerajaan yang Yesus ajarkan untuk didoakan oleh pengikutnya, ”Bapak kami yang di surga, biarlah namamu disucikan. Biarlah kerajaanmu datang. Biarlah kehendakmu terjadi, seperti di surga, demikian pula di atas bumi.”—Matius 6:9, 10.

APA YANG MEREKA LAKUKAN DI SURGA

”Aku [Yohanes] mendengar suatu suara yang keras dari takhta itu mengatakan, ’Lihat! Kemah Allah ada di tengah umat manusia, . . . dan ia akan menghapus segala air mata dari mata mereka, dan kematian tidak akan ada lagi, juga tidak akan ada lagi perkabungan atau jeritan atau rasa sakit. Perkara-perkara yang terdahulu telah berlalu.’”—Penyingkapan 21:3, 4.

Penglihatan ini menunjuk saat ketika Kerajaan Allah, yang terdiri dari Yesus dan mereka yang dibangkitkan dari bumi, akan mengakhiri dunia yang dikuasai Setan dan membuat bumi menjadi firdaus. Hal-hal yang menyebabkan banyak kepedihan dan dukacita bagi manusia tidak akan ada lagi. Bahkan, tidak akan ada lagi kematian.

Bagaimana dengan miliaran orang yang telah meninggal dan tidak akan dibangkitkan ke surga? Mereka akan dihidupkan lagi untuk menikmati kehidupan kekal di bumi Firdaus.—Lukas 23:43.

Penglihatan ini meyakinkan kita bahwa Allah Yehuwa dan utusan-Nya, Yesus Kristus, beserta malaikat dan mereka yang telah dibeli dari bumi, sangat memedulikan kesejahteraan kita. Untuk mengetahui lebih banyak tentang apa yang akan mereka lakukan, kami mengundang Anda untuk menghubungi Saksi Yehuwa atau melihat situs Web kami di www.jw.org/id, dan download buku Apa yang Sebenarnya Alkitab Ajarkan?