Langsung ke konten

Langsung ke menu sekunder

Langsung ke daftar isi

Saksi-Saksi Yehuwa

Indonesia

Menara Pengawal  |  No. 4 2016

Mungkinkah Dunia Ini Bebas dari Kekerasan?

Mungkinkah Dunia Ini Bebas dari Kekerasan?

Pernahkah Anda atau keluarga menjadi korban kekerasan? Perlukah Anda merasa takut bahwa Anda akan mengalaminya? Kekerasan dianggap sebagai ”masalah yang mengancam kesejahteraan masyarakat di seluruh dunia”. Perhatikan beberapa contoh ini.

KEKERASAN SEKSUAL DAN DALAM KELUARGA: Perserikatan Bangsa-Bangsa melaporkan, ”Satu dari tiga wanita telah menjadi korban kekerasan atau seksual oleh pasangannya pada suatu waktu dalam hidupnya.” Yang menyedihkan, ”Diperkirakan bahwa di seluruh dunia, satu dari lima wanita akan menjadi korban pemerkosaan atau akan diperkosa.”

KEJAHATAN DI JALAN: Menurut laporan, lebih dari 30.000 geng kekerasan adalah pelaku kejahatan di Amerika Serikat. Di Amerika Latin, hampir 1 dari 3 orang menjadi korban kejahatan disertai tindak kekerasan.

PEMBUNUHAN: Diperkirakan setengah juta orang dibunuh pada 2012, lebih banyak daripada korban perang. Afrika bagian selatan dan Amerika Tengah memiliki angka rata-rata pembunuhan tertinggi, empat kali lebih besar dari rata-rata dunia. Lebih dari 100.000 orang dibunuh di Amerika Latin dalam setahun, dan sekitar 50.000 orang di Brasil saja. Adakah jalan keluar agar kekerasan berakhir?

DAPATKAH KEKERASAN DIHENTIKAN?

Mengapa kekerasan meluas? Penyebabnya: meningkatnya ketegangan akibat perbedaan sosial dan ekonomi, meremehkan hidup orang lain, penyalahgunaan alkohol dan obat terlarang, anak-anak terus melihat tindak kekerasan orang dewasa, dan pelaku kejahatan disertai kekerasan tidak dihukum.

Memang, upaya untuk menekan angka kekerasan telah dilakukan di beberapa negeri. Di São Paulo, Brasil, kota yang padat penduduknya, dilaporkan bahwa angka pembunuhan berkurang sekitar 80 persen dalam sepuluh tahun belakangan ini. Tapi, semua bentuk kejahatan disertai tindak kekerasan masih merajalela di kota itu, dan rata-rata angka pembunuhan sekitar 10 dari 100.000 penduduk. Jadi, apa yang harus dilakukan untuk mengakhirinya?

Cara mengakhiri kekerasan berkaitan dengan sikap dan tingkah laku seseorang. Orang jahat bisa berubah jika dia mau membuang sifat sombong, serakah, serta egois dan menggantinya dengan kasih, hormat, dan peduli kepada orang lain.

Apa yang membuat seseorang mau berubah total? Pikirkan apa yang Alkitab ajarkan:

  • ”Inilah arti kasih akan Allah, yaitu bahwa kita menjalankan perintah-perintahnya.”1 Yohanes 5:3.

  • ”Takut akan Yehuwa berarti membenci yang jahat.” *Amsal 8:13.

Kasih kepada Allah dan takut untuk mengecewakan-Nya adalah kekuatan yang akan menggerakkan para pelaku kekerasan berubah, bukan  sekadar berubah tapi benar-benar berubah. Apakah hal ini memang bisa terjadi?

Alex * dipenjarakan selama 19 tahun di Brasil karena melakukan beberapa kali penyerangan. Setelah belajar Alkitab, dia menjadi Saksi Yehuwa pada tahun 2000. Apakah dia sudah berubah? Ya, dan Alex, yang sangat menyesali masa lalunya, berkata, ”Saya sangat mengasihi Yehuwa dan saya merasakan pengampunan-Nya. Penghargaan dan kasih kepada Yehuwa membantu saya berubah.”

César, juga dari Brasil, terlibat pencurian dan perampokan bersenjata. Itulah jalan hidupnya selama 15 tahun. Apa yang mengubahnya? Sewaktu di penjara, dia dikunjungi oleh Saksi Yehuwa, dan dia belajar Alkitab. César menjelaskan, ”Akhirnya, saya menemukan tujuan hidup. Saya belajar mengasihi Allah. Saya juga belajar memiliki rasa takut, yaitu perasaan yang membuat saya tidak lagi melakukan hal buruk dan membuat Yehuwa sedih. Saya ingin menunjukkan penghargaan atas kebaikan-Nya. Kasih dan rasa takut itu yang membuat saya berubah.”

Belajarlah caranya Anda bisa hidup di dunia yang bebas dari kekerasan

Apa yang diperlihatkan pengalaman tersebut? Alkitab memiliki kuasa untuk membantu seseorang berbalik dari hidupnya yang jahat dengan mengubah cara berpikirnya. (Efesus 4:23) Alex, yang disebut sebelumnya, menambahkan, ”Apa yang saya pelajari dari Alkitab seperti air bersih yang disiram ke tubuh saya, lambat laun pikiran kotor pun hilang. Saya tidak menyangka itu dapat membantu saya berubah.” Ya, sewaktu pikiran kita diisi dengan nasihat Alkitab, itu bisa membuang atau menghapus hal-hal buruk. Firman Allah memiliki kuasa untuk membersihkan. (Efesus 5:26) Hasilnya, orang kejam dan egois berubah menjadi baik dan suka damai. (Roma 12:18) Mereka merasakan kedamaian karena menaati Firman Allah.Yesaya 48:18.

Lebih dari delapan juta Saksi Yehuwa di 240 negeri telah menemukan cara untuk menyingkirkan kekerasan. Orang-orang dari berbagai bangsa dan segala tingkat sosial serta latar belakang ini telah belajar mengasihi dan takut akan Allah, dan juga saling mengasihi, hidup dengan damai seperti satu keluarga. (1 Petrus 4:8) Hidup mereka membuktikan bahwa dunia tanpa kekerasan bisa terjadi.

DUNIA TANPA KEKERASAN SUDAH DEKAT!

Alkitab berjanji bahwa Allah akan segera membersihkan bumi dari kekerasan. Dunia yang jahat ini Allah simpan ”untuk hari penghakiman dan hari kebinasaan orang-orang yang tidak saleh”. (2 Petrus 3:5-7) Tidak akan ada lagi orang jahat yang membuat orang lain menderita. Bagaimana kita bisa yakin bahwa Allah akan bertindak dan melenyapkan kekerasan?

Alkitab mengatakan bahwa Allah ”membenci siapa pun yang mengasihi kekerasan”. (Mazmur 11:5) Pencipta kita mengasihi kedamaian dan keadilan. (Mazmur 33:5; 37:28) Itu sebabnya Dia tidak akan membiarkan orang jahat ada untuk selamanya.

Ya, dunia baru yang damai akan segera tiba. (Mazmur 37:11; 72:14) Maukah Anda belajar lebih banyak agar bisa menikmati kehidupan di dunia yang bebas dari kekerasan seperti itu?

^ par. 12 Yehuwa adalah nama Allah yang ada dalam Alkitab.

^ par. 14 Nama telah diubah.