Langsung ke konten

Langsung ke menu sekunder

Langsung ke daftar isi

Saksi-Saksi Yehuwa

Indonesia

Menara Pengawal  |  No. 1 2016

 TOPIK UTAMA | UNTUK APA JUJUR?

Manfaat Kejujuran

Manfaat Kejujuran

”Kami percaya bahwa kami mempunyai hati nurani yang jujur, karena kami ingin bertingkah laku jujur dalam segala perkara.”Ibrani 13:18.

Dalam Alkitab, kata Yunani asli yang kadang diterjemahkan menjadi ”kejujuran” berarti sesuatu yang pada dasarnya bagus. Atau, bisa juga berarti sesuatu yang baik secara moral.

Orang Kristen memandang serius kata-kata Rasul Paulus, ”Kami ingin bertingkah laku jujur dalam segala perkara.” Apa saja yang tercakup?

KONFLIK BATIN

Kebanyakan orang bercermin sebelum keluar rumah. Kenapa? Karena mereka ingin terlihat rapi. Tapi, ada sesuatu yang jauh lebih penting daripada gaya rambut yang keren atau pakaian yang bagus. Sebenarnya, sifat-sifat kita bisa memperindah atau memperburuk penampilan luar kita.

Alkitab menulis bahwa kita lebih suka melakukan apa yang buruk. Kejadian 8:21 berkata, ”Kecenderungan hati manusia itu jahat sejak masa mudanya.” Maka, agar bisa jujur, kita perlu melawan keinginan kita yang berdosa. Rasul Paulus juga pernah mengalami hal yang sama. Dia berkata, ”Aku, yaitu manusia batiniahku, benar-benar menyukai hukum Allah, tetapi aku melihat dalam anggota-anggota tubuhku suatu hukum lain yang berperang melawan hukum pikiranku dan menjadikan aku tawanan hukum dosa yang terdapat dalam anggota-anggota tubuhku.”Roma 7:22, 23.

Misalnya, saat mulai timbul keinginan untuk tidak jujur dan itu menjadi semakin kuat, kita tidak harus mengikutinya. Kita punya pilihan. Jika kita memilih untuk menolak pikiran yang buruk, kita bisa tetap jujur meskipun ada banyak ketidakjujuran di sekitar kita.

CARA AGAR BISA JUJUR

Agar bisa jujur, kita membutuhkan pedoman moral yang kuat. Tapi sayangnya, banyak orang lebih mementingkan penampilan luar daripada standar moral mereka. Hasilnya, mereka merasa boleh saja tidak jujur kalau situasinya cocok. Buku The (Honest) Truth About Dishonesty menulis, ”Sebenarnya kita tahu kita berbohong, tapi kita menganggap itu masih wajar dan merasa bahwa kita orang yang cukup jujur.” Maka, apakah memang ada pedoman yang dapat diandalkan yang bisa membantu kita tetap jujur? Ya, ada.

Jutaan orang di seluruh dunia telah merasakan bantuan dari Alkitab yang berisi standar moral yang tinggi. (Mazmur 19:7) Alkitab terbukti bermanfaat untuk kehidupan keluarga, pekerjaan, moral, dan kerohanian. Hukum dan prinsip Alkitab berguna bagi semua orang, ras, suku, dan bangsa. Dengan mempelajari Alkitab, merenungkan isinya, dan menjalankan nasihatnya,  kita bisa dibantu untuk terus jujur dan melakukan apa yang benar.

Tapi agar bisa jujur, mengerti Alkitab saja tidak cukup. Di sekeliling kita ada banyak tingkah laku buruk yang bisa menggoda kita untuk melakukan hal yang sama. Maka, kita juga perlu berdoa kepada Allah meminta bantuan dan dukungan-Nya. (Filipi 4:6, 7, 13) Dengan begitu, kita bisa berani melakukan apa yang benar dan jujur dalam segala hal.

MANFAATNYA BERSIKAP JUJUR

Hitoshi, yang tadi disebutkan, mendapat manfaat karena dikenal sebagai pekerja yang jujur. Dia sekarang bekerja dengan bos yang menghargai kejujurannya. Hitoshi berkata, ”Saya sangat bersyukur karena mendapat pekerjaan yang bisa membuat hati nurani saya tetap bersih.”

Orang lain juga merasakan hal yang sama. Perhatikan komentar orang-orang berikut yang mendapat manfaat karena menjalankan prinsip Alkitab untuk ”bertingkah laku jujur dalam segala perkara”.

  • Hati Nurani yang Bersih

    ”Waktu umur 13, saya berhenti sekolah untuk bekerja dengan para pencuri. Hasilnya, 95 persen penghasilan saya didapat dengan cara yang tidak jujur. Belakangan, saya menikah. Lalu, saya dan Suami mulai belajar Alkitab dengan Saksi-Saksi Yehuwa. Kami belajar bahwa Allah Yehuwa * benci perbuatan yang tidak jujur. Jadi, kami memutuskan untuk berubah. Pada tahun 1990, kami membaktikan diri kepada Yehuwa dan dibaptis sebagai Saksi-Saksi Yehuwa.”Amsal 6:16-19.

    ”Dulu, rumah saya penuh dengan barang hasil curian, tapi sekarang tidak lagi. Saya jadi punya hati nurani yang bersih. Saya bersyukur kepada Yehuwa karena Dia mau ampuni kesalahan yang sudah saya lakukan selama bertahun-tahun. Sekarang, saya bisa tidur nyenyak setiap malam karena tahu bahwa Yehuwa senang dengan cara hidup saya.”—Cheryl, Irlandia.

    ”Waktu bos saya tahu kalau saya menolak suap dari calon pembeli, dia bilang, ’Allahmu buat kamu jadi orang yang bisa dipercaya! Saya senang sekali kamu bekerja di perusahaan ini.’ Karena jujur dalam segala hal, saya jadi punya hati nurani yang bersih di hadapan Allah Yehuwa. Saya juga bisa membantu keluarga saya dan orang lain untuk jadi orang yang jujur.”—Sonny, Hong Kong.

  • Ketenangan Batin

    ”Saya bekerja sebagai asisten eksekutif di bank internasional. Dalam bisnis ini, menjadi kaya itu lebih penting daripada bersikap jujur. Banyak yang berpikir, ’Apa salahnya berbohong kalau itu bisa buat kaya dan membantu perekonomian?’ Tapi, dengan bersikap jujur, saya bisa merasa damai. Saya bertekad untuk tetap jujur tidak soal akibatnya. Atasan saya tahu bahwa saya tidak akan bohong kepada mereka atau demi mereka.”—Tom, Amerika Serikat.

  • Harga Diri

    ”Waktu atasan menyuruh saya berbohong soal beberapa barang yang hilang di tempat kerja, saya menolaknya. Saat akhirnya ketahuan siapa pencurinya, bos saya berterima kasih karena saya sudah jujur. Kita harus berani untuk jujur dalam dunia yang tidak jujur ini. Tapi pada akhirnya, orang lain akan percaya dan menghargai kita.—Kaori, Jepang.

Hati nurani yang bersih, ketenangan batin, dan harga diri adalah manfaat yang bisa diperoleh karena bersikap jujur. Bukankah begitu?

^ par. 18 Yehuwa adalah nama Allah yang disebutkan dalam Alkitab.