Langsung ke konten

Langsung ke daftar isi

Saksi-Saksi Yehuwa

Pilih bahasa Indonesia

Tahukah Anda?

Tahukah Anda?

Di zaman Alkitab, bagaimana gulungan dibuat dan digunakan?

Gulungan buku Alkitab Ester yang dibuat belakangan yang terbuat dari kulit dan vellum, dari abad ke-18 M.

Injil Lukas menulis bahwa Yesus membuka gulungan Yesaya, membacanya, dan menggulungnya kembali. Pada penutup Injilnya, Yohanes juga menulis bahwa gulungannya tidak bisa memuat semua tanda yang Yesus lakukan.​—Lukas 4:16-20; Yohanes 20:30; 21:25.

Bagaimana gulungan dibuat? Sehelai lembaran panjang atau gulungan dibuat dari kulit, perkamen, atau papirus yang direkatkan menjadi satu. Lalu, lembaran panjang ini digulung pada sebatang tongkat dan tulisannya ada di bagian dalam. Isinya ditulis dalam bentuk kolom-kolom pendek dari atas ke bawah pada gulungan. Jika gulungannya panjang, gulungan ini akan direkatkan pada dua batang tongkat. Pembaca akan membuka gulungan dengan kedua tangan untuk menemukan ayat yang dicari.

The Anchor Bible Dictionary menulis, ”Sebuah gulungan yang cukup panjang (biasanya sekitar 10 meter) bisa memuat satu buku, dan bagusnya itu berukuran kecil jika ditutup.” Misalnya, dibutuhkan gulungan sekitar sembilan setengah meter untuk menulis Injil Lukas. Kadang, bagian atas dan bawah gulungan dipotong, dihaluskan dengan batu apung, dan diwarnai.

Siapa saja yang mungkin disebut ”imam kepala” dalam Kitab-Kitab Yunani Kristen?

Sejak terbentuknya keimaman orang Israel, hanya satu pria yang dilantik sebagai imam besar dan pelantikan ini untuk seumur hidup. (Bilangan 35:25) Harun adalah yang pertama mendapat jabatan ini. Kedudukan istimewa ini biasanya diteruskan dari bapak ke putra sulung. (Keluaran 29:9) Banyak pria dari keturunan Harun melayani sebagai imam, tapi hanya sedikit sebagai imam besar.

Sewaktu Israel dikuasai bangsa asing, para penguasa yang bukan orang Israel melantik dan memecat para imam besar orang Yahudi sesuka hati mereka. Tampaknya, orang-orang yang baru dilantik ini sering dipilih dari keluarga yang terhormat dan kebanyakan dari keturunan Harun. Ungkapan ”imam kepala” jelas memaksudkan orang terkemuka dalam keimaman. Kemungkinan mereka mencakup para kepala dari ke-24 regu imam, orang-orang penting dalam keluarga imam besar, dan para mantan imam besar yang dipecat, seperti Hanas.—1 Tawarikh 24:1-19; Matius 2:4; Markus 8:31; Kisah 4:6.