Langsung ke konten

Langsung ke menu sekunder

Langsung ke daftar isi

Saksi-Saksi Yehuwa

Indonesia

Sadarlah!  |  Desember 2015

 TOPIK UTAMA | CARA KELUARGA BISA BAHAGIA

Cara Agar Keluarga Tetap Damai dan Bahagia

Cara Agar Keluarga Tetap Damai dan Bahagia

APAKAH menurut Anda Alkitab bisa membantu keluarga tetap damai? Perhatikan bagaimana orang-orang yang diwawancarai berikut mendapat manfaat dari kata-kata Alkitab. Pikirkan hal apa saja yang bisa membantu Anda menghindari pertengkaran, menjaga perdamaian, dan memperkuat hubungan keluarga.

 PRINSIP-PRINSIP ALKITAB YANG MENGHASILKAN PERDAMAIAN

MILIKI PANDANGAN YANG POSITIF TERHADAP PASANGAN.

”Tidak melakukan apa pun karena sifat suka bertengkar atau karena menganggap diri penting, tetapi dengan rendah hati, menganggap orang lain lebih tinggi daripada kamu, menaruh perhatian, bukan dengan minat pribadi kepada persoalanmu sendiri saja, tetapi juga dengan minat pribadi kepada persoalan orang lain.”Filipi 2:3, 4.

”Kita perlu menganggap teman hidup lebih penting daripada diri sendiri dan orang lain.”—C. P., telah menikah selama 19 tahun.

DENGARKAN DENGAN PENUH PERHATIAN.

”Teruslah ingatkan mereka agar . . . tidak suka berkelahi, bersikap masuk akal, sambil mempertunjukkan segala kelemahlembutan kepada semua orang.”Titus 3:1, 2.

”Pertengkaran bisa dihindari jika kita tidak menjawab dengan kasar. Kita perlu mendengar tanpa berpikiran buruk. Hargailah pendapat pasangan Anda, sekalipun Anda tidak setuju.”—P. P., telah menikah selama 20 tahun.

BIASAKAN BERSABAR DAN BERSIKAP LEMBUT.

”Dengan kesabaran, seorang komandan dibujuk, dan lidah yang lemah lembut dapat mematahkan tulang.”Amsal 25:15.

”Pertengkaran pasti terjadi, tapi hasil akhirnya bergantung sikap kita. Kita harus benar-benar sabar dan masalah pasti bisa selesai.”—G. A., telah menikah selama 27 tahun.

JANGAN BERKATA ATAU BERTINDAK KASAR.

”Tetapi sekarang, singkirkan itu semua dari dirimu, kemurkaan, kemarahan, hal-hal yang buruk, cacian, dan perkataan cabul dari mulutmu.”Kolose 3:8.

”Saya kagum dengan sikap suami saya. Dia selalu bisa mengendalikan diri dan tidak pernah meneriaki atau menghina saya.”—B. D., telah menikah selama 20 tahun.

SEGERA SELESAIKAN MASALAH DAN JANGAN RAGU UNTUK MEMAAFKAN.

”Teruslah bersabar seorang terhadap yang lain dan ampuni satu sama lain dengan lapang hati jika ada yang mempunyai alasan untuk mengeluh sehubungan dengan orang lain.”Kolose 3:13.

”Jika sedang stres, Anda bisa dengan mudah ­mengatakan atau melakukan sesuatu yang menyakiti pasangan. Jika ini terjadi, kita harus saling memaafkan. Perkawinan bisa bahagia jika kita sering memaafkan.”—A. B., telah menikah selama 34 tahun.

BIASAKAN MEMBERI TANPA MENUNTUT.

”Praktekkanlah hal memberi, dan kamu akan diberi. . . . Karena dengan takaran yang kamu gunakan untuk menakar, mereka akan menakarkannya kepadamu sebagai balasan.”Lukas 6:38.

”Suami saya tahu caranya membuat saya bahagia dan dia suka memberi kejutan. Saya jadi berpikir, ’Bagaimana saya bisa buat dia senang?’ Hasilnya, kami berdua bahagia sampai sekarang.”—H. K., telah menikah selama 44 tahun.

TERUSLAH MEMBANGUN PERDAMAIAN DALAM KELUARGA

Anggota keluarga yang diwawancarai oleh Sadarlah! ini hanyalah sedikit dari jutaan orang di seluruh dunia yang telah merasakan bantuan Alkitab untuk membangun keluarga yang damai. * Walaupun beberapa anggota keluarga mereka mungkin tidak mengupayakan perdamaian, mereka tahu bahwa usaha mereka untuk berdamai tidak sia-sia. Alkitab berjanji, ”Orang-orang yang menasihatkan damai memiliki sukacita.”Amsal 12:20.

^ par. 24 Untuk keterangan lebih lanjut tentang cara membina keluarga bahagia, lihat pasal 14 buku Apa yang Sebenarnya Alkitab Ajarkan? yang diterbitkan oleh Saksi-Saksi Yehuwa dan tersedia di www.jw.org/id. Juga lihat AJARAN ALKITAB > BANTUAN UNTUK KELUARGA.