Langsung ke konten

Langsung ke menu sekunder

Langsung ke daftar isi

Saksi-Saksi Yehuwa

Indonesia

Sadarlah!  |  Desember 2015

 BANTUAN UNTUK KELUARGA | PERKAWINAN

Cara Mengatasi Perbedaan

Cara Mengatasi Perbedaan

TANTANGANNYA

Anda suka olahraga, tapi pasangan Anda suka membaca. Anda sangat teliti dan kerjanya cepat, pasangan Anda kurang rapi. Anda suka bergaul, tapi pasangan Anda tidak.

Anda bisa jadi berpikir, ’Kami tidak cocok! Kenapa kami tidak menyadari hal ini waktu pacaran dulu?’

Anda mungkin sudah mulai menyadari hal itu saat pacaran. Tapi, Anda mungkin memilih untuk mengalah agar hubungan tetap baik. Sekarang, Anda sudah menikah. Artikel ini akan membantu Anda untuk mengalah dalam perkawinan. Tapi sebelumnya, perhatikan hal-hal berikut yang bisa menjadi ketidakcocokan.

YANG PERLU ANDA KETAHUI

Ada perbedaan yang serius. Hal penting yang perlu dipikirkan saat berpacaran adalah kecocokan. Maka, saat timbul perbedaan serius selama berpacaran, banyak yang akhirnya mengakhiri hubungan daripada menikah. Tapi, bagaimana dengan perbedaan kecil yang pasti muncul dalam setiap perkawinan?

Tidak ada orang yang benar-benar sama. Maka, wajarlah jika pasangan memiliki satu atau lebih perbedaan dalam hal berikut:

Hobi. Seorang istri bernama Anna * berkata, ”Saya tidak pernah suka kegiatan di luar rumah. Tapi, suami saya sejak kecil suka mendaki gunung bersalju dan menelusuri jalan selama berhari-hari.”

Kebiasaan. Seorang suami bernama Brian berkata, ”Istri saya bisa tidur larut malam dan masih bisa bangun jam 5 pagi. Tapi, saya harus tidur selama tujuh sampai delapan jam. Kalau tidak, saya jadi gampang marah.”

Sifat. Anda mungkin pendiam, tapi pasangan Anda suka bicara. Seorang suami bernama David berkata, ”Saya dari dulu tidak suka membahas masalah pribadi, tapi istri saya biasa membahas masalah apa pun dengan keluarganya.”

Perbedaan ada manfaatnya. Seorang istri bernama Helena berkata, ”Pilihan saya mungkin benar, tapi bisa jadi ada pilihan lain yang juga benar.”

 YANG BISA ANDA LAKUKAN

Saling mendukung. Seorang suami bernama Adam berkata, ”Karen, istri saya, sama sekali tidak suka menonton pertandingan olahraga. Tapi, dia beberapa kali menemani saya ke pertandingan olahraga dan ikut bersorak dengan saya. Sebaliknya, Karen suka museum seni, jadi saya menemaninya ke sana selama yang dia mau. Saya mencoba sebisanya untuk menghargai seni karena ini yang dia suka.”—Prinsip Alkitab: 1 Korintus 10:24.

Terimalah saran. Pendapat pasangan Anda bisa saja berbeda dengan pendapat Anda, tapi itu belum tentu salah. Seorang suami bernama Alex berkata, ”Saya selalu merasa bahwa hanya ada satu cara yang benar untuk melakukan sesuatu dan cara yang lain kurang efektif. Tapi, setelah menikah, saya sadar bahwa ada banyak cara untuk melakukan sesuatu dan semua itu ada manfaatnya.”—Prinsip Alkitab: 1 Petrus 5:5.

Bersikaplah masuk akal. Cocok bukan berarti sama persis. Jadi, jangan berpikir bahwa perkawinan Anda gagal hanya karena ada beberapa perbedaan. Buku The Case Against Divorce menulis, ”Banyak orang beralasan, ’Saya dibutakan oleh cinta.’ Tapi, hari-hari menyenangkan yang Anda lalui bersama menunjukkan bahwa meski ada perbedaan, Anda bisa saling mencintai.” Cobalah untuk ’terus bersabar seorang terhadap yang lain bahkan jika ada yang mempunyai alasan untuk mengeluh’.—Kolose 3:13.

Coba ini: Tulislah apa yang Anda sukai dari pasangan Anda. Lalu, tulislah apa yang tidak Anda sukai. Anda akan melihat bahwa perbedaan itu ternyata tidak terlalu serius. Daftar itu juga bisa membantu Anda lebih menghargai dan mendukung pasangan Anda. Seorang suami bernama Kenneth berkata, ”Saya senang ketika istri saya mau menyesuaikan diri demi saya dan saya tahu dia juga senang jika saya begitu. Bahkan, saya juga rela berkorban agar dia bahagia. Kalau dia bahagia, saya juga bahagia.”—Prinsip Alkitab: Filipi 4:5.

^ par. 10 Beberapa nama telah diubah.