Langsung ke konten

Langsung ke menu sekunder

Langsung ke daftar isi

Saksi-Saksi Yehuwa

Indonesia

Sadarlah!  |  Oktober 2015

Saat Orang yang Disayangi Sakit

Saat Orang yang Disayangi Sakit

”Ketika Papa akan keluar dari rumah sakit, kami meminta dokter untuk memeriksa hasil tes darah Papa. Awalnya, dokter meyakinkan kami bahwa hasil tesnya normal, tapi kemudian dia tetap memeriksanya. Ternyata, ada dua hasil tes darah yang tidak normal! Ia meminta maaf lalu menghubungi dokter spesialis. Sekarang Papa sudah membaik. Kami bersyukur karena memastikan hal itu kepada dokter.”—Maribel.

Sebelum ke dokter, buat daftar gejala penyakit dan obatnya

Bertemu dokter dan menginap di rumah sakit bisa membuat kita sangat stres. Seperti pengalaman Maribel, bantuan dari teman atau kerabat bisa sangat berguna, bahkan bisa menyelamatkan kehidupan. Bagaimana Anda bisa membantu orang yang Anda sayangi?

Sebelum ke dokter. Bantu pasien mencatat gejala penyakitnya dan obat atau vitamin yang diminumnya. Buat juga daftar pertanyaan yang ingin diajukan kepada dokter. Bantu dia mengingat semua perincian kondisinya atau riwayat penyakit keluarganya. Jangan beranggapan bahwa dokter sudah mengetahui semuanya atau dokter yang akan menanyakannya.

Perhatikan baik-baik, ajukan pertanyaan, dan buat catatan

Saat bertemu dokter. Pastikan Anda dan pasien mengerti apa kata dokter. Ajukan pertanyaan dan jangan buat kesimpulan sendiri. Biarkan pasien bertanya dan berbicara sendiri. Perhatikan baik-baik dan buatlah catatan dengan saksama. Tanyakan pilihan pengobatan yang ada. Di beberapa kasus, anjurkan pasien mencari pendapat dokter lain.

Bahas kembali petunjuk dokter dan periksa resepnya

Setelah dari dokter. Bahas kembali apa kata dokter. Pastikan dia mendapat obat yang benar. Anjurkan dia minum obat sesuai dengan resep dan segera beri tahu dokter jika ada dampak buruk. Minta pasien untuk berpandangan positif dan anjurkan dia untuk mengikuti petunjuk tambahan apa pun, seperti untuk pemeriksaan lebih lanjut. Bantu dia belajar lebih banyak tentang kondisinya.

 Di Rumah Sakit

Pastikan mengisi semua formulir dengan benar

Tetap tenang dan tanggap. Seorang pasien yang pergi ke rumah sakit mungkin merasa khawatir dan tidak berdaya. Jika tetap tenang dan tanggap, Anda bisa membuat semua menjadi tenang dan tidak membuat keputusan yang salah. Pastikan mengisi formulir dengan benar. Hormati hak pasien untuk membuat keputusan dari informasi medis. Jika dia tidak bisa melakukannya karena terlalu sakit, hargai keinginannya yang sudah ditulis sebelumnya dan wewenang kerabat terdekatnya atau wakil perawatan kesehatannya. *

Jelaskan hasil pengamatan Anda dengan respek kepada para staf medis

Berinisiatif. Jangan takut untuk berbicara. Penampilan Anda yang sopan dan tingkah laku Anda yang baik bisa menggerakkan tim medis untuk lebih memedulikan pasien dan bahkan bisa meningkatkan mutu perawatannya. Di beberapa rumah sakit, pasien bisa dikunjungi oleh dokter yang berbeda. Anda bisa membantu mereka dengan memberikan informasi tentang apa yang dokter lainnya katakan. Anda kenal si pasien, maka beri tahulah perubahan fisik dan mental yang Anda perhatikan.

Lakukan apa yang bisa Anda lakukan tanpa mengganggu

Tunjukkan respek dan rasa terima kasih Anda. Karyawan di rumah sakit sering mengalami stres karena pekerjaan. Maka, perlakukan mereka seperti Anda ingin diperlakukan. (Matius 7:12) Perlihatkan respek atas pengalaman dan keahlian mereka, tunjukkan kepercayaan akan kemampuan mereka, dan ungkapkan rasa syukur atas upaya mereka. Hal itu akan membuat mereka melakukan yang terbaik.

Semua orang bisa sakit. Tapi, dengan perencanaan dan bantuan praktis, Anda bisa membantu teman atau kerabat untuk melakukan yang terbaik dalam situasi yang sulit.—Amsal 17:17.

^ par. 8 Kebiasaan dan hukum tentang hak pasien berbeda di setiap tempat. Pastikan arsip pasien berisi informasi yang lengkap dan terbaru tentang keinginan medis pasien.