Langsung ke konten

Langsung ke menu sekunder

Langsung ke daftar isi

Saksi-Saksi Yehuwa

Indonesia

Sadarlah!  |  Agustus 2015

 TOPIK UTAMA

Sel Anda—Perpustakaan Tanpa Batas!

Sel Anda—Perpustakaan Tanpa Batas!

PADA tahun 1953, James Watson dan Francis Crick yang adalah biolog molekuler, menerbitkan penemuan penting yang sangat menambah pemahaman ilmiah kita tentang kehidupan. Mereka menemukan struktur pilinan ganda DNA. * Ini berbentuk seperti benang yang umumnya ditemukan di dalam inti sel dan berisi kode atau informasi ”tertulis” sehingga sel menjadi perpustakaan yang informasinya terus bertambah. Penemuan luar biasa ini membuka lembaran baru di bidang biologi! Tapi, mengapa informasi itu ”tertulis” di dalam sel? Yang lebih menarik lagi, bagaimana itu bisa sampai terjadi?

 MENGAPA SEL PERLU INFORMASI?

Pernahkah Anda berpikir bagaimana sebuah biji bisa menjadi pohon? Bagaimana sel telur bisa menjadi manusia? Atau, dari mana Anda memiliki ciri khas tertentu? Jawabannya ada hubungannya dengan informasi yang ada dalam DNA.

Hampir semua sel memiliki DNA, yaitu molekul rumit yang menyerupai tangga berpilin yang panjang. Genom manusia atau satu tangga DNA manusia yang lengkap terdiri dari sekitar tiga miliar ”anak tangga” DNA. Para ilmuwan menyebut anak tangga itu sebagai pasangan basa, karena setiap anak tangga terdiri dari dua senyawa kimia. Hanya ada empat senyawa kimia. Senyawa ini disingkat dengan menggunakan huruf pertama mereka yaitu huruf A, C, G, dan T. * Pada tahun 1957, Crick mengemukakan bahwa urutan panjang anak tangga DNA inilah yang membentuk suatu kode informasi. Lalu pada tahun 1960-an, kode itu baru mulai dipahami.

Informasi dalam bentuk gambar, suara, atau kata-kata bisa disimpan dan diproses dengan berbagai cara. Misalnya, komputer bisa melakukan hal ini secara digital. Sel hidup menyimpan dan memproses informasi secara kimiawi yang sebagian besar dilakukan oleh DNA. Lalu, DNA ini diteruskan ketika sel membelah dan organisme berkembang biak. Ini adalah ciri utama kehidupan.

Bagaimana sel menggunakan informasi ini? Bayangkan DNA seperti sekumpulan resep makanan, setiap resep memiliki langkah-langkah yang ditulis dengan sangat cermat dan terperinci. Namun, karena ini DNA, hasil resep itu bukan kue, hasil akhirnya bisa kol atau sapi atau makhluk hidup  lainnya. Dan karena ini sel hidup, prosesnya terjadi secara otomatis tapi sangat rumit dan hebat.

Informasi genetika disimpan sampai itu dibutuhkan. Misalnya, untuk mengganti sel yang rusak atau terkena penyakit atau untuk meneruskan ciri khas ke keturunan. Berapa banyak informasi yang terdapat dalam DNA? Perhatikan bakteri, organisme terkecil. Seorang ilmuwan dari Jerman, Bernd-Olaf Küppers berkata, ”Jika proses pembentukan sel bakteri mau ditulis ke dalam sebuah buku, maka buku itu akan memiliki kira-kira seribu halaman.” Maka, seorang profesor kimia, David Deamer menulis, ”Sel yang paling sederhana saja bisa membuat kita kagum karena kerumitannya.” Bagaimana dengan genom manusia? Küppers berkata, ”[Semua informasi dalam genom manusia] bisa memenuhi perpustakaan yang memiliki ribuan jilid buku.”

”DITULIS SEDEMIKIAN RUPA SEHINGGA KITA BISA MENGERTI”

Küppers berkata bahwa tulisan dalam DNA bisa disamakan dengan sebuah bahasa. Dia menunjukkan bahwa seperti bahasa manusia, DNA juga memiliki urutan kata-kata yang tepat. Maksudnya, DNA memiliki ”tata bahasa”, atau suatu sistem, yang mengatur pembentukan kata-kata dan pelaksanaan urutannya dalam DNA.

”Kata-kata” dan ”kalimat” dalam DNA disusun menjadi beberapa ”resep” yang mengatur pembuatan protein dan senyawa lainnya sehingga membentuk bahan dasar untuk berbagai sel dalam tubuh. Contohnya, ”resep” itu mungkin menjadi panduan untuk memproduksi sel tulang, sel otot, sel saraf, atau sel kulit. Seorang evolusionis bernama Matt Ridley menulis, ”DNA, yang seperti benang yang sangat tipis, berisi informasi yang ditulis dalam kode kimiawi, satu untuk satu huruf. Memang sepertinya tidak masuk akal, tapi ternyata kodenya ditulis sedemikian rupa sehingga kita bisa mengerti.”

Daud, seorang penulis Alkitab, berdoa kepada Allah, ”Matamu melihat bahkan ketika aku masih embrio, dan semua bagiannya tertulis dalam bukumu.” (Mazmur 139:16) Daud memang menggunakan  bahasa puitis. Tapi, pada dasarnya, apa yang ia katakan itu benar seperti penulis Alkitab lainnya. Mereka sama sekali tidak terpengaruh dengan cerita rakyat atau mitos yang ada pada saat itu.2 Samuel 23:1, 2; 2 Timotius 3:16.

Bagaimana seorang anak bisa memiliki ciri khas dari orang tuanya?

BAGAIMANA TULISAN ITU BISA ADA?

Sering kali, sewaktu ilmuwan bisa menjelaskan satu misteri, pasti ada pertanyaan lain yang muncul. Ini terjadi dengan penemuan tentang DNA. Ketika diketahui bahwa DNA memuat informasi kode, orang-orang cerdas bertanya, ’Bagaimana informasinya bisa sampai ada di situ?’ Memang, tidak ada yang melihat pembentukan DNA molekul pertama. Jadi, kita perlu mencari jawabannya sendiri. Meski begitu, kita tidak perlu bingung. Pertimbangkan perbandingan berikut ini.

  • Pada tahun 1999, di Pakistan ditemukan pecahan tembikar yang sangat tua dengan tulisan atau lambang yang unik. Sampai sekarang, belum ada yang bisa mengartikannya. Meski demikian, itu tetap dianggap buatan manusia.

Apa pelajarannya? Ketika menemukan sesuatu yang rumit, manusia selalu berpikir bahwa itu ada pembuatnya, seperti contoh lambang pada tembikar tadi. Untuk mendapat kesimpulan itu, mereka tidak perlu melihat bagaimana informasi itu awalnya dibuat. Namun, ketika manusia memahami kode kimia kehidupan, kode yang paling canggih, banyak yang memilih untuk mengabaikan logika tadi. Mereka menganggap bahwa DNA terbentuk secara kebetulan. Apakah itu masuk akal? Apakah itu konsisten? Apakah itu ilmiah? Beberapa ilmuwan yang dihormati menjawab tidak, termasuk Dr. Gene Hwang dan Profesor Yan-Der Hsuuw. Perhatikan apa yang mereka katakan.

Dr. Gene Hwang mempelajari dasar matematika untuk genetika. Dia pernah percaya evolusi, tapi penelitiannya membuatnya berubah pikiran. Dia memberi tahu majalah Sadarlah!, ”Penelitian genetika memberikan pemahaman tentang mekanisme kehidupan. Pemahaman ini membuat saya terkagum-kagum dengan hikmat sang Pencipta.”

Profesor Yan-Der Hsuuw adalah pemimpin penelitian embrio di Universitas Nasional Sains dan Teknologi Pingtung di Taiwan. Dia juga pernah percaya evolusi, tapi penelitiannya membuat dia mengambil kesimpulan yang berbeda. Dia berkata tentang pembelahan dan fungsi sel, ”Sel harus diproduksi dengan susunan yang benar dan di tempat yang tepat. Pertama-tama, sel berkumpul membentuk jaringan, lalu beberapa jaringan membentuk organ tubuh. Tidak mungkin ada orang yang bisa menulis langkah-langkah untuk proses semacam itu. Tapi, langkah-langkah  pembentukan embrio itu tertulis dengan terperinci dalam DNA. Sewaktu memikirkan kehebatan itu, saya yakin bahwa kehidupan memang dirancang oleh Allah.”

Gene Hwang (kiri) dan Yan-Der Hsuuw

APAKAH INI PENTING?

Ya, keadilan harus ditegakkan! Jika Allah yang menciptakan kehidupan berarti Allah-lah yang patut mendapat kehormatan, bukan evolusi. (Penyingkapan 4:11) Selain itu, jika kita ciptaan sang Pencipta yang mahabijaksana, berarti kita diciptakan karena suatu tujuan. Jika kehidupan ada karena kebetulan, maka tujuan itu tidak ada. *

Orang yang cerdas memang ingin sekali mendapat jawaban yang memuaskan. Viktor Frankl, profesor neurologi dan psikiatri berkata, ”Motivasi utama kehidupan manusia adalah untuk mencari tujuan hidup.” Dengan kata lain, kita punya kebutuhan rohani yang ingin kita penuhi. Dan, kebutuhan ini hanya dimiliki oleh manusia, ciptaan Allah yang istimewa. Jika kita memang diciptakan Allah, apakah Dia memberi tahu kita caranya untuk memenuhi kebutuhan rohani ini?

Yesus menjawab pertanyaan itu dengan berkata, ”Manusia harus hidup, bukan dari roti saja, tetapi dari setiap ucapan yang keluar melalui mulut Yehuwa [atau, Allah].” (Matius 4:4) Perkataan Yehuwa yang tertulis dalam Alkitab telah memenuhi kebutuhan rohani jutaan orang. Alkitab memberikan mereka tujuan hidup dan menyediakan harapan di masa depan. (1 Tesalonika 2:13) Semoga Anda juga merasa demikian. Setidaknya, pertimbangkanlah untuk mempelajari buku yang unik ini, Alkitab.

^ par. 3 Penemuan Watson dan Crick didasarkan atas penelitian sebelumnya tentang DNA, yang juga disebut asam deoksiribonukleat.—Lihat kotak ” DNA—Tahun-Tahun Penting”.

^ par. 6 Huruf-huruf itu singkatan dari adenina, sitosina, guanina, dan timina.

^ par. 21 Pertanyaan tentang penciptaan dan evolusi dibahas lebih banyak di brosur Asal Mula Kehidupan—Lima Pertanyaan yang Patut Direnungkan dan Benarkah Kehidupan Diciptakan? tersedia di www.jw.org/id.

Informasi dalam satu sel bakteri dapat memenuhi buku 1.000 halaman