Langsung ke konten

Langsung ke menu sekunder

Langsung ke daftar isi

Saksi-Saksi Yehuwa

Indonesia

Sadarlah!  |  Januari 2015

 MENGAMATI DUNIA

Tentang Agama

Tentang Agama

Agama seharusnya menggalang persatuan. Namun seringnya, agama malah menimbulkan perselisihan dan kecurigaan.

Dunia

Lebih dari tiga perempat penduduk dunia tinggal di negara-negara yang sangat membatasi agama, baik karena kebijakan pemerintahnya ataupun karena masyarakatnya tidak suka. Dalam lima tahun terakhir, negara-negara yang memiliki kasus perlakuan buruk terhadap agama minoritas bertambah hampir dua kali lipat.

UNTUK DIPIKIRKAN: Mengapa banyak orang sampai tidak suka dengan agama?​—Matius 23:27, 28; Yohanes 15:19.

Inggris

Mantan Perdana Menteri Tony Blair menulis di surat kabar Observer bahwa aksi-aksi terorisme belakangan ini dilakukan oleh orang-orang yang menyalahgunakan agama. ”Peperangan abad ini,” ia menambahkan, ”kemungkinan bukan akibat ideologi politik yang ekstrem seperti peperangan abad ke-20, sehingga bisa diatasi dengan menyelesaikan masalah perbedaan kebudayaan atau agama.”

UNTUK DIPIKIRKAN: Mengapa agama sering kali menimbulkan perpecahan?​—Markus 7:6-8.

Australia

Biro Statistik Australia melaporkan bahwa 1 dari 5 penduduk Australia menyatakan diri bukan penganut agama apa pun. Menurut laporan itu, bahkan mereka yang ”menganut suatu agama tidak berarti aktif mendukung kegiatan keagamaan”. Di antara mereka yang menyatakan diri beragama, hanya 15 persen pria dan 22 persen wanita yang mengaku aktif dalam kelompok keagamaan.

UNTUK DIPIKIRKAN: Hal buruk apa saja yang terlihat jelas dalam banyak agama yang terorganisasi dewasa ini?​—Matius 7:15-20.