Langsung ke konten

Langsung ke menu sekunder

Langsung ke daftar isi

Saksi-Saksi Yehuwa

Indonesia

Sadarlah!  |  Januari 2015

 APAKAH INI DIRANCANG?

Sarang Lebah Madu

Sarang Lebah Madu

LEBAH MADU (Apis mellifera) membuat sarang mereka dengan cairan lilin yang dihasilkan oleh kelenjar di bagian bawah perut mereka. Sarang lebah madu dianggap sebagai keajaiban di bidang teknik bangunan. Mengapa?

Pikirkan: Selama berabad-abad, para ahli matematika berpendapat bahwa pembagian ruangan menjadi ruangan-ruangan berbentuk segi enam (heksagonal) adalah cara yang paling baik. Dibanding segitiga sama sisi atau kotak atau bentuk lainnya, segi enam paling hemat tempat dan paling sedikit membutuhkan bahan pemisah ruangan. Tapi, para ahli belum bisa benar-benar menjelaskan alasannya. Pada 1999, Profesor Thomas C. Hales menggunakan perhitungan matematika untuk membuktikan keunggulan segi enam. Dia membuktikan bahwa cara terbaik untuk membagi sebuah ruangan menjadi ruangan-ruangan yang sama besar, sekaligus yang membutuhkan jumlah penopang paling sedikit, adalah menggunakan segi enam sama sisi.

Dengan menggunakan bentuk segi enam, lebah bisa memanfaatkan sebaik-baiknya tempat yang tersedia dan menghasilkan sarang yang ringan tapi kokoh, paling hemat cairan lilin, dan bisa menyimpan paling banyak madu. Karena itu, sarang lebah madu disebut sebagai ”karya arsitektur yang hebat”.

Di zaman kita, para ilmuwan meniru sarang lebah madu untuk membuat bangunan yang kokoh dan tidak makan tempat. Misalnya, para perancang pesawat terbang menggunakan potongan-potongan yang disusun seperti bagian-bagian sarang lebah untuk membuat pesawat yang lebih kuat, lebih ringan, dan lebih sedikit memerlukan bahan bakar.

Bagaimana menurut Anda? Apakah rancangan sarang lebah madu yang luar biasa ini muncul karena evolusi? Atau, apakah ada perancangnya?