Langsung ke konten

Langsung ke menu sekunder

Langsung ke daftar isi

Saksi-Saksi Yehuwa

Indonesia

Sadarlah!  |  Oktober 2014

Si Penabur Bersayap di Hutan Hujan Tropis

Si Penabur Bersayap di Hutan Hujan Tropis

SEMUA ahli berkebun tahu bahwa tanaman akan tumbuh subur jika benihnya ditabur di tempat yang tepat dan pada waktu yang tepat. Namun anehnya, penabur yang paling terampil di hutan hujan melakukannya pada malam hari, dan sambil terbang! Si penabur bersayap ini adalah kelelawar pemakan buah, yang juga dikenal sebagai kalong. *

Menyebarkan Benih

Kebanyakan kelelawar pemakan buah terbang menjelajahi hutan pada malam hari untuk mencari pohon yang buahnya enak atau yang bunganya kaya dengan nektar. Sambil terbang berkeliling mencari makan, kelelawar itu mencerna buah yang dimakan dan membuang serat dan biji yang tidak dicerna. Selain menabur benih, mereka juga membantu penyerbukan bunga sewaktu mengisap nektar kesukaan mereka.

Karena di malam hari mereka terbang jauh, mereka bisa menyebarkan benih ke mana-mana. Dan karena kelelawar membuang benih bersama kotorannya, mereka menyediakan ”pupuk” yang membantu pertumbuhan benih. Tidak heran, beragam tanaman di hutan hujan mengandalkan kelelawar untuk menyebarkan serbuk bunga atau menyebarkan benih.

 Karena harus terbang ke sana kemari, kelelawar pemakan buah terampil dalam menentukan arah dan memiliki penglihatan yang luar biasa tajam. Saat gelap, mereka bisa melihat dengan lebih jelas daripada manusia. Mereka bahkan bisa membedakan sebagian warna. Mereka pun bisa terbang pada siang hari maupun malam hari.

Kehidupan Keluarga

TAHUKAH ANDA? Tidak seperti kebanyakan kelelawar lain, kelelawar pemakan buah tidak menggunakan gelombang suara untuk menentukan letak makanan. Mereka menggunakan penglihatan dan penciuman. Mata mereka yang besar sangat cocok untuk kegiatan mereka pada malam hari

Kalong Samoa (Pteropus samoensis) hanya memiliki satu pasangan seumur hidupnya. Seperti beberapa jenis kalong lain, kalong Samoa betina mengurus anaknya dengan baik, yaitu dengan membawanya selama beberapa minggu dan menyusuinya sampai hampir dewasa. Bahkan, ada dua jenis kalong yang sewaktu melahirkan dibantu ”bidan”, maksudnya kalong betina lain.

Sayangnya, banyak kelelawar pemakan buah terancam punah, salah satunya karena tempat tinggal mereka hancur. Di pulau-pulau di Pasifik Selatan, kepunahan kelelawar pemakan buah akan mengakibatkan bencana karena beberapa jenis tanaman di sana sepertinya hanya bisa mendapat serbuk dari kelelawar. Jelaslah, pekerjaan si penabur bersayap ini tidak boleh dianggap remeh.

^ par. 2 Kelelawar pemakan buah terdapat di Afrika, Asia, Australia, dan beberapa pulau di Kepulauan Pasifik.