Langsung ke konten

Langsung ke menu sekunder

Langsung ke daftar isi

Saksi-Saksi Yehuwa

Indonesia

Sadarlah!  |  Agustus 2014

 PANDANGAN ALKITAB

Mimpi dari Allah

Mimpi dari Allah

Apakah Allah pernah menggunakan mimpi untuk berkomunikasi dengan manusia?

”[Nabi Allah] Daniel melihat suatu mimpi . . . sewaktu ia berbaring di tempat tidurnya. Lalu ia menuliskan mimpi itu. Ia memberitahukan kisah lengkap dari perkara-perkara itu.”Daniel 7:1.

APA KATA ALKITAB

Allah menyampaikan pesan penting kepada manusia melalui berbagai cara. Pada zaman Alkitab, adakalanya Ia menggunakan mimpi. Tapi, ini bukan mimpi biasa yang samar-samar dan tidak masuk akal. Mimpi dari Allah jelas dan logis, dan terdapat pesan yang pasti di dalamnya. Misalnya, dalam sebuah mimpi, nabi Daniel melihat rentetan binatang buas yang melambangkan kuasa-kuasa politik mulai dari Babilon sampai ke zaman kita. (Daniel 7:1-3, 17) Melalui mimpi, Allah memberi tahu Yusuf dari Nazaret, ayah angkat Yesus, untuk melarikan diri ke Mesir bersama istri dan anaknya. Hasilnya, Yesus luput dari kematian di tangan Raja Herodes yang kejam. Saat Herodes mati, Allah mengungkapkan hal itu kepada Yusuf melalui mimpi, dan menyuruhnya kembali bersama keluarganya ke kampung halaman mereka.Matius 2:13-15, 19-23.

 Apakah Allah menggunakan mimpi untuk berkomunikasi dengan kita dewasa ini?

”Jangan melampaui perkara-perkara yang tertulis.”1 Korintus 4:6.

APA KATA ALKITAB

Mimpi yang dicatat dalam Alkitab menjadi bagian dari penyingkapan tertulis dari Allah kepada umat manusia. Mengenai penyingkapan itu, 2 Timotius 3:16, 17 menyatakan, ”Segenap Tulisan Kudus diilhamkan Allah dan bermanfaat untuk mengajar, untuk menegur, untuk meluruskan perkara-perkara, untuk mendisiplin dalam keadilbenaran, agar abdi Allah menjadi cakap sepenuhnya, diperlengkapi secara menyeluruh untuk setiap pekerjaan yang baik.”

Alkitab ’memperlengkapi secara menyeluruh’ dalam arti Alkitab menyingkapkan semua yang perlu kita tahu tentang Allah, sifat-Nya, standar moral-Nya, dan peran kita dalam kehendak Allah bagi bumi. Karena itu, Allah tidak lagi menggunakan mimpi untuk menyampaikan pesan kepada manusia. Jika kita mau tahu tentang masa depan dan apa yang Allah ingin kita lakukan, kita tidak perlu ”melampaui perkara-perkara yang tertulis”, yaitu dalam Alkitab. Lagi pula, hampir semua manusia bisa membaca buku ini dan mempelajari banyak penyingkapan dari Allah di dalamnya, termasuk mimpi-mimpi.

Mengapa kita bisa memercayai mimpi dan penglihatan yang dicatat dalam Alkitab?

”Manusia mengatakan apa yang berasal dari Allah seraya mereka dibimbing oleh roh kudus.”2 Petrus 1:21.

APA KATA ALKITAB

Banyak mimpi dan penglihatan yang dicatat dalam Alkitab bersifat nubuat, yaitu ramalan tentang peristiwa-peristiwa yang akan terjadi. Dengan mencatat nubuat-nubuat ini, para penulis Alkitab mempertaruhkan keterandalan mereka serta Tulisan-Tulisan Kudus. Apakah tulisan mereka terbukti akurat? Perhatikan satu contohnya, penglihatan dalam Daniel 8:1-7, yang dicatat menjelang akhir Imperium Babilon.

Dengan menggunakan lambang-lambang, nubuat itu melibatkan seekor domba jantan serta seekor kambing jantan yang menjatuhkan, lalu menginjak-injak domba itu. Daniel tidak perlu menebak-nebak arti penglihatan itu. Seorang malaikat yang diutus Allah menyatakan, ”Domba jantan . . . itu menggambarkan raja-raja Media dan Persia. Dan kambing jantan yang berbulu itu menggambarkan raja Yunani.” (Daniel 8:20, 21) Sejarah membuktikan bahwa Media-Persia adalah kuasa dunia setelah Babilon. Lalu, sekitar dua ratus tahun kemudian Media-Persia dikalahkan oleh Aleksander Agung dari Yunani. Keakuratan yang luar biasa ini menjadi ciri khas nubuat Alkitab, termasuk mimpi-mimpi yang bersifat nubuat. Ini saja sudah membedakan Alkitab dari buku suci lainnya sehingga Alkitab benar-benar layak kita percayai.