Langsung ke konten

Langsung ke menu sekunder

Langsung ke daftar isi

Saksi-Saksi Yehuwa

Indonesia

Sadarlah!  |  Januari 2014

 BANTUAN UNTUK KELUARGA | KAUM MUDA

Cara Menolak Tekanan Teman

Cara Menolak Tekanan Teman

TANTANGANNYA

”Waktu SMP, enggak ada yang mau jadi temanku. Aku sedih banget. Jadi waktu SMA, aku ganti gaya dan penampilan, yang sebenarnya enggak bagus. Habis, aku benar-benar butuh teman, jadi aku ikut aja apa maunya mereka. Aku cuma kepingin teman-teman sekolahku suka sama aku.”—Jennifer, 16 tahun. *

Apakah kamu sedang menghadapi tekanan teman? Jika ya, artikel ini akan membantumu untuk mengatasinya.

Kalau kamu menyerah pada tekanan teman, kamu akan jadi seperti robot karena kamu dikendalikan orang lain. Jangan mau diperlakukan seperti itu.Roma 6:16.

YANG PERLU KAMU KETAHUI

Tekanan teman bisa membuat orang baik melakukan hal buruk.

”Pergaulan yang buruk merusak kebiasaan yang berguna.”1 Korintus 15:33.

”Sebenarnya, kita tahu itu salah, tapi begitu ada yang nyuruh kita melakukannya, kita akhirnya lakukan juga supaya mereka senang!”Devina.

Tekanannya bukan cuma dari teman-temanmu.

”Apabila aku ingin melakukan apa yang benar, apa yang buruk ada padaku.”Roma 7:21.

”Kadang problemnya justru dari diriku sendiri; aku sendiri yang kepingin melakukan hal-hal yang mereka omongin, yang kayaknya seru banget.”—Diana.

Kalau berhasil menolak tekanan teman, kamu bisa merasa bangga.

”Pertahankanlah hati nurani yang baik.”1 Petrus 3:16.

”Dulunya susah banget bilang ’enggak’ sama mereka, tapi sekarang enggak lagi. Biar aja mereka anggap aku aneh, yang penting aku pegang pendirianku. Aku jadi bisa tidur enak tanpa punya rasa bersalah.”—Carla.

 YANG BISA KAMU LAKUKAN

Kalau teman-teman menekanmu untuk berbuat salah, coba tips berikut:

Pikirkan akibatnya. Renungkan, ’Apa jadinya ya kalau aku nyerah dan akhirnya ketahuan? Bagaimana pandangan orang tuaku? Bagaimana perasaanku nanti?’Prinsip Alkitab: Galatia 6:7.

”Orang tuaku suka tanya, misalnya, ’Kalau kamu nyerah, apa aja akibatnya?’ Mereka bantu aku untuk sadar kalau tekanan teman itu bisa ngerusak aku.”—Olivia.

Perkuat pendirianmu. Pikirkan, ’Kenapa aku yakin perbuatan ini bisa merugikan aku atau orang lain?’Prinsip Alkitab: Ibrani 5:14.

”Waktu kecil, aku cuma bisa bilang enggak atau cuma jawab singkat, tapi sekarang aku bisa jelasin kenapa aku mau atau enggak mau melakukan sesuatu. Sekarang aku yakin mana yang benar dan yang salah. Aku sendiri yang buat keputusan, bukan orang lain.”Adriana.

Pikirkan jati dirimu. Renungkan, ’Aku ingin jadi orang seperti apa?’ Lalu, pikirkan tentang tekanan yang sedang kamu hadapi, ’Orang seperti itu akan berbuat apa, ya, dalam situasi ini?’—Prinsip Alkitab: 2 Korintus 13:5.

”Aku suka diriku apa adanya. Jadi, aku enggak perlu terlalu mikirin pandangan orang. Banyak kok yang senang berteman denganku.”—Alicia.

Pikirkan jauh ke depan. Beberapa tahun atau bahkan beberapa bulan lagi, kamu tidak akan bertemu lagi dengan teman-teman sekolah yang mencoba menekanmu itu.

”Waktu aku lihat foto teman-teman sekelasku, aku enggak ingat semua nama mereka. Padahal dulu, aku lebih peduli pandangan mereka dibanding kepercayaanku sendiri. Bodoh banget, ya!”—Dania, sekarang 22 tahun.

Persiapkan diri. Alkitab mengatakan bahwa kita harus tahu ”bagaimana seharusnya memberikan jawaban kepada setiap orang”.Kolose 4:6.

”Orang tuaku membantu aku dan adikku untuk membayangkan sebuah situasi, terus kami harus memperagakannya. Jadi, kalau itu benar-benar terjadi, kami udah tahu apa yang harus dilakukan.”—Christine.

^ par. 4 Beberapa nama dalam artikel ini telah diubah.