Langsung ke konten

Langsung ke menu sekunder

Langsung ke daftar isi

Saksi-Saksi Yehuwa

Indonesia

Sadarlah!  |  November 2013

Menghadapi Tantangan Menopause

Menghadapi Tantangan Menopause

”Saya kadang tiba-tiba merasa sedih tanpa alasan. Saya menangis dan berpikir jangan-jangan saya sudah gila.”—Rosa, * 50 tahun.

”Waktu bangun pagi, rumah berantakan. Cari barang rasanya susah sekali. Pekerjaan yang dulu bisa kita lakukan dengan mudah, sekarang rasanya sulit sekali, tidak tahu kenapa.”—Hana, 55 tahun.

KEDUA wanita ini tidak sedang sakit. Mereka sedang mengalami menopause. Itu adalah perubahan alami yang dirasakan tiap wanita saat ia kehilangan kemampuan reproduksinya. Apakah Anda seorang wanita yang sedang mendekati masa itu? Atau apakah Anda sedang mengalaminya? Tidak soal yang mana, Anda dan keluarga akan lebih siap menghadapinya jika kalian punya pengetahuan yang cukup tentang hal itu.

Masa Menopause

Para dokter menganggap seorang wanita sedang mengalami masa menopause kalau dia tidak haid selama 12 bulan berturut-turut. Kebanyakan wanita mulai mengalami menopause sewaktu berusia 40-an, tapi ada juga yang baru mulai mengalaminya pada umur 60-an. Biasanya siklus haid tidak berhenti secara mendadak, melainkan berangsur-angsur. Karena produksi hormon tidak menentu, siklus bulanan mereka bisa jadi terganggu, misalnya mereka tidak haid selama beberapa bulan, haid bukan pada tanggal biasanya, atau mengalami pendarahan yang lebih banyak dari biasanya. Hanya sedikit wanita yang haidnya tiba-tiba berhenti sama sekali.

”Menopause pada tiap wanita bisa berbeda-beda,” kata Menopause Guidebook. Di situ juga dikatakan, ”Gejala yang paling umum adalah mendadak merasa kepanasan,” dan ”mungkin setelah itu mendadak kedinginan.” Karena gejala itu sering menyerang, mereka jadi susah tidur dan sering capek. Sampai kapan serangan ini akan terus muncul? Menurut The Menopause Book, ada yang mengalaminya selama  satu atau dua tahun menjelang menopause. Yang lain mengalaminya sampai bertahun-tahun, dan hanya sedikit sekali yang mengatakan gejala itu masih sesekali timbul bahkan hingga mereka tua. *

Karena kadar hormonnya naik turun, biasanya seorang wanita juga bisa mengalami depresi dan perubahan suasana hati. Akibatnya, dia sering menangis, susah berkonsentrasi, dan sering lupa. Meski begitu, The Menopause Book mengatakan bahwa ”jarang sekali ada wanita yang mengalami semua gejala itu sekaligus”. Ya, biasanya hanya beberapa gejala yang muncul.

Cara Mengatasinya

Beberapa gejala bisa dikurangi dengan mengubah gaya hidup. Misalnya, jika wanita yang suka merokok sering mendadak kepanasan, dia bisa menguranginya dengan berhenti merokok. Banyak juga yang bisa menguranginya dengan membatasi atau menghindari pemicu gejala itu, seperti alkohol, kafein, dan makanan pedas atau manis. Tentu saja, pola makan yang baik itu penting, artinya gizinya harus seimbang dan jenisnya harus bervariasi.

Olahraga juga sangat bermanfaat untuk mengurangi gejala menopause. Misalnya, itu bisa mengurangi insomnia dan membuat suasana hati jadi lebih baik. Itu juga bisa menguatkan tulang dan meningkatkan kesehatan. *

Bicarakan dengan Terbuka

”Jangan ditahan sendiri,” kata Rosa, yang dikutip sebelumnya. ”Kalau kita bicarakan masalah kita secara terbuka dengan keluarga, mereka jadi tidak terlalu khawatir sewaktu melihat gejala yang kita alami.” Mereka malah akan jadi lebih sabar dan lebih pengertian. 1 Korintus 13:4 mengatakan bahwa kasih itu ”sabar dan baik hati”.Bahasa Indonesia Masa Kini.

Doa bisa membantu banyak orang, termasuk para wanita yang sedih karena kehilangan kemampuan reproduksinya. Alkitab meyakinkan kita, ’Allah menghibur kita dalam segala penderitaan kita.’ (2 Korintus 1:4, Terjemahan Baru) Ingat juga bahwa gejala menopause itu hanya sementara. Setelah melewatinya, seorang wanita dapat kembali prima dan menikmati kehidupan yang menyenangkan jika terus menjaga kesehatan.

^ par. 2 Nama-nama telah diubah.

^ par. 7 Gejala semacam itu juga bisa muncul jika seseorang mengalami penyakit tertentu, seperti penyakit tiroid, atau menjalani pengobatan tertentu. Jadi, itu tidak selalu karena menopause.

^ par. 11 Untuk membantu para pasien menghadapi masa menopause, dokter mungkin meresepkan berbagai produk, seperti hormon, suplemen, dan antidepresan. Sedarlah! tidak menganjurkan produk atau terapi apa pun.