Langsung ke konten

Langsung ke menu sekunder

Langsung ke daftar isi

Saksi-Saksi Yehuwa

Indonesia

Sadarlah!  |  September 2013

 ARTIKEL UTAMA

Apa Itu Halloween?

Apa Itu Halloween?

Di banyak tempat, ada perayaan-perayaan yang memiliki tema yang sama namun namanya berbeda-beda. Itu adalah perayaan yang berkaitan dengan para arwah, dewa-dewi, penyihir, bahkan setan dan roh-roh jahat. Misalnya, di Amerika Utara dan Eropa, perayaan yang bernama Halloween dikenal luas dan dirayakan tiap tanggal 31 Oktober. Banyak kebiasaan yang dilakukan pada perayaan Halloween dilakukan juga di tempat-tempat lain.—Lihat kotak  ”Perayaan Lain yang Mirip Halloween”.

SERING KALI, orang merayakan Halloween atau perayaan yang serupa hanya untuk bersenang-senang, bukan karena mereka percaya akan makhluk gaib. Yang lain mungkin menganggap itu sekadar untuk mengembangkan daya imajinasi anak mereka. Bagaimana dengan Anda? Di sisi lain, ada orang-orang yang menganggap perayaan semacam ini berbahaya. Berikut adalah beberapa alasannya:

  1. Encyclopedia of American Folklore mengatakan, ”Halloween pada dasarnya berarti berkomunikasi dengan makhluk-makhluk halus, yang sering kali mengancam atau  menakut-nakuti.” (Lihat Kotak  ”Sejarah Halloween”.) Demikian pula, banyak perayaan yang mirip Halloween berasal dari kekafiran dan diambil dari kebiasaan menyembah leluhur. Hingga kini pun masih banyak orang di seluruh dunia yang menggunakan hari-hari raya semacam itu untuk mengadakan kontak dengan arwah.

  2. Walaupun Halloween dianggap sebagai perayaan orang barat, semakin banyak yang ikut merayakannya di negeri-negeri lain. Namun, sering kali mereka tidak tahu bahwa simbol-simbol, dekorasi, dan kebiasaan Halloween berasal dari kekafiran dan berkaitan dengan makhluk-makhluk gaib.—Lihat kotak  ”Apa Asal Usulnya?”

  3. Hingga kini, ribuan orang Wicca, yaitu kaum penganut ilmu sihir, merayakan Halloween dengan nama kunonya yaitu Samhain, dan mereka menganggap hari itu sebagai hari raya mereka yang paling suci. Surat kabar USA Today pernah mengutip kata-kata seseorang yang mengaku sebagai penganut ilmu sihir. Di situ dikatakan, ”Orang Kristen ’tidak menyadarinya, tetapi mereka ikut merayakan hari raya kami. . . . Dan kami suka itu.’”

  4.   Perayaan seperti Halloween sangat bertentangan dengan ajaran Kitab Suci. Alkitab memperingatkan, ”Di antaramu janganlah didapati . . . seorang yang menjadi petenung, seorang peramal, seorang penelaah, seorang penyihir, seorang pemantera, ataupun seorang yang bertanya kepada arwah atau kepada roh peramal atau yang meminta petunjuk kepada orang-orang mati.”Ulangan 18:10, 11, Terjemahan Baru; lihat juga Imamat 19:31; Galatia 5:19-21.

Mengingat hal-hal di atas, Anda mungkin perlu mencari tahu asal usul yang kelam dari perayaan-perayaan yang mirip seperti Halloween. Dengan mengetahuinya, Anda mungkin juga akan memutuskan untuk tidak ikut merayakannya.

”Orang Kristen ’tidak menyadarinya, tetapi mereka ikut merayakan hari raya kami. . . . Dan kami suka itu.’”—Surat kabar USA Today, dengan mengutip kata-kata seorang penganut ilmu sihir

^ par. 37 Hallow adalah kata kuno yang berarti ”orang kudus”. All Hallows’ Day (Hari Semua Orang Kudus) adalah hari raya untuk menghormati orang kudus yang sudah mati. Malam sebelum All Hallow’s Day disebut juga All Hallow Even, belakangan disingkat menjadi Halloween.