Langsung ke konten

Langsung ke menu sekunder

Langsung ke daftar isi

Saksi-Saksi Yehuwa

Indonesia

Sadarlah!  |  April 2013

 NEGERI DAN BANGSA

Jalan-Jalan ke Indonesia

Jalan-Jalan ke Indonesia

INDONESIA terdiri dari kira-kira 17.000 pulau. Penduduknya terkenal sangat ramah, sabar, sopan, dan suka menerima tamu.

Makanan di Indonesia biasanya nasi dengan lauk yang sering kali pedas, dan buah. Di beberapa daerah, keluarga-keluarga biasanya makan sambil lesehan di tikar, dan mencampurkan lauk ke nasi menggunakan jari mereka. Menurut banyak orang Indonesia, makan dengan cara seperti itu terasa lebih nikmat.

Daging durian yang tebal dan teksturnya yang lembut disukai banyak orang meski baunya tajam

Orang Indonesia mencintai seni, tarian, dan musik. Angklung adalah alat musik khas Indonesia, yang terdiri dari beberapa tabung bambu yang digantung pada sebuah bingkai. Tabung-tabung itu disesuaikan agar menghasilkan not atau akor tertentu sewaktu digoyangkan. Untuk memainkan sebuah lagu, sejumlah pemain harus bekerja sama, masing-masing menggoyangkan angklungnya pada saat yang tepat.

Orangutan—banyak terdapat di hutan hujan Sumatra dan Kalimantan—adalah satwa-pohon terbesar di dunia. Seekor jantan dewasa beratnya bisa mencapai 90 kilogram dan rentang lengannya 2,4 meter

Sampai abad ke-15 M, Indonesia sangat dipengaruhi oleh Hinduisme dan Buddhisme. Pada abad ke-16, Islam sudah mengakar dalam kebudayaan Indonesia. Orang-orang Eropa pencari rempah tiba pada abad ke-16, dan membawa serta agama-agama Susunan Kristen.

 Saksi-Saksi Yehuwa, yang terkenal di seluruh dunia karena pekerjaan pendidikan Alkitab mereka, telah aktif di Indonesia sejak 1931. Saat ini, jumlah mereka di Indonesia lebih dari 22.000, dan mereka mengerahkan upaya untuk menjangkau kaum tunarungu. Baru-baru ini, lebih dari 500 orang hadir pada pertemuan khusus bahasa isyarat yang diadakan Saksi-Saksi Yehuwa untuk memperingati kematian Yesus Kristus.

Sedarlah! diterbitkan dalam 98 bahasa, termasuk bahasa Indonesia